
Di Munchen π·π·π·
Musim bunga pun tiba, Dimana-mana, bunga-bunga bermekaran dengan indahnya. Kupu-kupu tak mau ketinggalan, berterbangan dengan bebasnya mengisap sari madunya.
Ellena dan Meiddy sedang berada di taman bunga, berjalan sambil menikmati keindahannya bunga Mawar yang sedang mekar, dan seperti biasanya, di samping mereka tampak lah Yoggy dan Mourinho, yang selalu setia menjadi Bodyguard mereka.π
Ellena merasa sangat Bahagia, melihat keindahan bunga-bunga yang aneka warna itu. Dan beberapa kali Selfie di Antara bunga-bunga Mawar yang berwarna-warni.
Sungguh suatu Fatamorgana yang jarang bisa kita temui.
Ellena sengaja memotret bunga-bunga yang bertebaran bagai kan permadani Alam yang sangat menakjubkan itu.
OMG...This is Very Beautiful.π·π·
Ucap Ellena dalam hatinya.
Meiddy juga tak mau ketinggalan, untuk mengabadi kan moment ini, yang terjadi hanya setahun sekali.
Mourinho juga sibuk dengan kameranya, Memotret kesana-kemari. dan setelah masing-masing selfie dengan gaya nya sendiri-sendiri, terakhirnya Mourinho pun mengabadi Foto mereka berempat dengan berbagai pose.
" Ini merupakan suatu Moment terindah, Yang akan kita perlihat kan buat Anak, Cucu kita. dan Mereka pun tertawa .
Ketika hari mulai remang-remang, Mereka pun kembali ke Apartemen.
Malam Ini, Ellena melanjut kan pengetikan Bukunya, Dia ingin agar Sebelum Kuliahnya selesai nanti, Bukunya ini telah terbit ! Maka untuk itu Dia harus lebih Extra bekerja.
Setelah merasa lelah, Ellena pun masuk ke Kamar dan membaring kan dirinya di ranjang. Tapi entah mengapa, rasanya sulit untuk bisa memenjam kan matanya, Akhirnya Dia mengambil Tabletnya lalu Dia membuka aplikasi Novel toon dan mencari Cerita yang menarik, Ellena terpaku pada sebuah Novel yang ber genre Mistery, berjudul
Pembunuhan di Kastil Tua. Ellena tertarik, Lalu membacanya.
Setelah baru Beberapa Episode Ellena membacanya, Matanya mulai sayu, dan Dia pun terlelap dalam tidurnya.
π»π»π»
Pagi Harinya, Matahari redup namun mampu untuk menembusi tirai jendela kamar Ellena, Karena kebetulan kamarnya berada di bagian pinggir dan memiliki jendela yang menembusi ke arah taman, dan Kolam Renang.
Ellena menyingkapkan Selimut yang masih menutupi tubuh mungilnya.
Dengan gontai Dia berjalan menuju ke Kamar mandi. Meskipun rasa kantuk masih tersisa, Namun Ellena tak mau terlambat untuk tiba di Kampusnya. Kebiasaan Disiplin Waktu, Membuat Ellena untuk tetap membiasa kan dirinya agar selalu komitmen dengan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Pada saat Jam makan siang, Ellena lebih dulu berada di Cafetaria, Di Kampusnya, Sambil menunggu kedatangan ketiga Sahabat nya.
Tapi tidak begitu lama Ellena menunggu, Meiddy telah muncul dan di susul oleh Yoggy dan Mourinho.
" Haii Ellen, Tumben hari ini kamu yang duluan datang !" Kata Mourinho.
" Tadi begitu istirahat, Aku langsung keluar." kata Ellena.
" Pantes!" Ucap Mourinho.
__ADS_1
" Kamu mau makan apa Ellen? " tanya Meiddy.
" Aku sih pengennya makan gado-gado, tapi disini nggak ada!" kata Ellena tersenyum sedih.
" Bagaimana, kalau nanti hari minggu kita buat sendiri ? " kata Meiddy.
" Okey, Kita beli bahannya dan kita masak di Apartemen ! " kata Yoggy.
Biar usia mereka bukan Remaja lagi, tapi kadang-kadang bawaan mereka masih seperti anak Remaja. Dan Mereka selalu kompak dalam semua hal.
Akhirnya mereka pun makan burger, dengan ukuran big zise.πππ Karena hanya itu, mungkin itu yang bisa menguat kan daya tahan perut mereka.π
Ketika Ellena masih sementara makan. Seorang Pria Bule dengan tampang yang lumayan ganteng, berpostur tubuh yang tinggi dan Atletis, matanya yang Biru dan rambut kecoklatan, sangat tidak membosan kan bila di pandang.
Pria itu mendekati Ellena.
" Hii Ellen, Rupanya kamu berada disini ?!" Ucap Pria tersebut.
" Iya Andrew, Apa kabar ? apakah kamu mencari ku ?" Tanya Ellena, sambil memandang Andrew.
" Yah.., Profesor Brandy menyuruh kita semua segera kumpul, Karena masih ada pelajaran tambahan !" kata Andrew.Setelah itu Andrew pun berlalu.
Andrew adalah teman kuliah Ellena, Yang berasal Dari Belanda. Mereka satu Jurusan, Sejak Pertama Mereka Kuliah di Jerman, sampai pada kesempatan yang kedua ini, Mereka tetap sama-sama.
Setelah menyelesai kan makan nya, Ellena pamit pada ketiga temannya untuk kembali ke Kampus.
Setibanya disana, Dia melihat teman-teman lainnya semua sudah berkumpul, Karena ada Extra Pelajaran dari Profesor Brandy.
Ellena Langsung duduk di kursinya dan mulai Fokus mendengarkan teori yang di ajar kan oleh sang Profesor.
πΏπΏπΏ
keberangkatan nya Minggu depan.
Angelo pun mempersiapkan oleh-oleh apa yang akan di bawa untuk Ellena nanti, seperti pesanan Ellena, Yaitu Sambel Pecel, Kripik Singkong dan Lain-lainnya, Semua telah di beli.
Seperti Malam Hari ini, Angelo mengajak Leon untuk menemani nya ke Butik, Karena Angelo ingin membeli beberapa Dress, sebagai oleh-oleh untuk Ellena.
Ketika Angelo dan Leon, telah berada di sebuah Butik, sedang melihat-lihat Dress dari Batik, yang akan di beli untuk Ellena, Dan di Saat sedang memilih-milih, Angelo merasa terkejut, karena ada seseorang yang menepuk pundak nya.
" Haii Angelo !" Angelo lalu membalik dan melihat, Rupanya Berlian yang memanggilnya.
" Ohh Berlian ?!" Ucap Angelo.
" Iya Aku Berlian, Masa lupa !" kata Berlian sambil tersenyum memikat.
" Maaf, Aku sibuk milih baju, maka tidak terlalu fokus di sekeliling ku !" Ucap Martin.
" Serius banget sih ! Kok pilih gaun, Memangnya untuk siapa ?" tanya Berlian.
" Untuk Tunangan ku !" ucap Angelo.
" Ohh, Kamu sudah punya Tunangan, Angelo ?! " Tanya Berlian, agak terkejut mendengar kata Angelo.
" Iya, Dia sekarang sedang melanjut Study nya di Jerman." jelas Angelo.
" Pasti lama ya, Angelo !" kata Berlian.
__ADS_1
" Hanya 2 tahun !" ucap Angelo.
" 2 Adalah waktu yang cukup lama, Kamu pasti bosan menunggunya!" Ucap Berlian.
" Biar Jauh, Kami saling mencintai, Aku tetap akan setia menunggunya !" Kata Angelo tersenyum.
Berlian juga tersenyum.
" Angelo, Kau begitu tampan, Aku harus bisa memiliki diri Mu. " kata
Berlian dalam hatinya.
Angelo mengambil beberapa lembar Dress Batik yang telah di pilihnya tadi dan berjalan menuju ke Kasir untuk membayarnya.
Angelo tidak menduga, bila Berlian masih mengikutinya dari belakang.
" Angelo, Bagaimana bila kita dinner bareng yuk !" ajak Berlian. Namun Angelo yang telah membaca pikiran
Berlian, Dia langsung menolaknya.
" Maaf Berlian, Aku tadi sudah makan bersama Leon Asisten ku. " kata Angelo tersenyum kecut.
" Kalau begitu kita minum saja, bagaimana ?" kata Berlian membujuk.
" Maaf Berlian, Aku buru- buru pulang, Karena ada pekerjaan yang harus aku selesai kan malam ini. " kata Angelo sambil tersenyum dan mengatup kan kedua tangannya di dadanya.
" Kalau begitu, Bisa kan bila lain kali kita Dinner Bareng ? " tanya Berlian sedikit kecewa.
" Aku nggak janji Berlian, Mudah-mudahan bila ada Kesempatan Maaf aku jalan duluan ya. " Kata Angelo.
" Baiklah Angelo !" Ucap Berlian dengan senyum yang sulit di maknai.
Lalu Angelo pun mengajak Leon untuk meninggal kan Butik itu.
" Boss, bagaimana pandangan anda, tentang Berlian?" tanya Leon, tersenyum.
" Orang nya terlalu Agresif, Wanita seperti itu, Nggak punya harga diri. bisa jadi Wanita penggoda." Ucap Angelo ikut senyum.
" Iya, kayanya Dia berusaha untuk mendekati Boss! " Kata Leon, Lalu Mereka berdua pun tertawa.
" Aku kira aku tak mudah untuk tergoda, Leon !" Ucap Angelo masih tersenyum.
" Ellena masih jauh lebih baik dari Berlian." kata Leon.
π Bersambung ke Bab 57
Mdo18042021 Jam 00.00 WITA
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Readers tercinta, Like dan Vote mu menambah Semangatku. ππ
Komen dan Tekan Bintang 5
Thanks untuk mu selalu.
Baca juga Novel ku yang lainnya.
__ADS_1
Melangkah di Tengah Badai
Misi Rahasia psikolog cantik