
London Kota yang penuh dengan Keramaian, Tidak hanya di padati dengan penduduk Lokal, Tapi juga para turis asing yang datang dari berbagai belahan Bumi ini.
di sebuah taman, di atas perbukitan kecil, yang di hiasi oleh Pohon-pohon Pinus, dan aneka bunga yang berwarna-warni, mencipta kan satu Fatamorgana, Dan suatu keindahan nya yang sulit untuk di ukir kan dengan kata-kata, hanya dapat di resap kan dalam hati.
Di suatu sisi jalan, Tampak lah seorang Pria, berjalan dalam diam, dengan tubuh yang lesu, tak mempunyai Semangat sama sekali.
Mathew...Dia Merasa sangat kehilangan ! apa yang dia cari selama ini, Setelah dia ketemu, Namun tak dapat lagi dia miliki.
Bagi dia, Dunia ini telah mempermain kan hidup nya, hingga membiar kan diri nya terombang-ambing dalam sebuah pengharapan yang sia-sia.
" Ellena ! Ku doa kan, Semoga kau Bahagia, Meski tanpa diri ku yang menemani diri Mu !" Bisik Mathew.
Seakan dia berbicara pada angin, Karena di sekitar nya tak ada siapa-siapa, Hanya desauan angin sore dan kicauan burung-burung, yang berterbangan kembali ke sarang nya.
Mathew Duduk di atas hamparan rerumputan hijau yang bertebaran di atas bukit kecil itu.
Dia mengeluar kan Sebuah Note book, dan mengambil Sebuah pena dari dalam tas selempang nya.
Lalu dia pun menulis sebuah puisi.
ELLENA
Masih boleh kah Aku memanggil nama itu ?
Masih bisa kah Aku memanggil Mu
Sayang?
Meski pun kini, Kau bukan lagi untuk diri Ku?
Walau pun kini, cintaMu bukan lagi untuk diri Ku,
Andaikan Kau tau, Apa yang Ku rasa saat ini...
Andai kan Kau Melihat, tangis dan air mata, yang mendera hidup Ku,
Andai kan Kau tau, Derita yang membelenggu Sukma Ku.
Aku kehilangan diriMu..
Aku kehilangan cinta Mu..
Kau Telah Merenggut hati Ku, Lalu Kau campak kan..
Setelah ada hati yang lain, Tinggal di relung hati Mu.
Tapi Aku rela,
Biar lah Ku rangkul hati Ku, Dan Ku bawa pergi.
"Biar lah cukup disini Kita akhiri, Sebuah cerita tentang sebuah penantian yang panjang,
Antara Mathew dan Ellena
Hanya ada sebuah ungkapan doa,
Dari lubuk hati Ku yang paling dalam,
Semoga Kau bahagia,
Bersama Dia yang Kau Cinta.
MATHEW
Mathew lalu membaca kembali puisi itu, Lalu dia menutup Note book nya, dan masuk kan kembali ke dalam tas nya.
" Aku akan mengirim untuk nya. " bisik Mathew.
Hari ini, Dia benar-benar merasa sangat kehilangan, Cinta nya yang lebih dari sepuluh tahun, Dia jaga, Dia Simpan di hati nya, Kini harus dengan iklas dia harus merela kan untuk bisa melepaskan nya.
" Ellena! Aku tau aku yang salah, Aku terlambat menemu kan diri mu. Kini aku iklas Ellena, Semoga Kau bahagia sayang! " Hanya itu yang bisa keluar dari bibir Mathew.
Dia menatap langit biru, dia melihat pohon-pohon Pinus yang berdiri kokoh, tanpa goyah, meski pun di terpa angin.
" Mathew, Kamu harus kuat, Kehilangan cinta bukan lah akhir dari segala nya. Namun jadi kan lah sebuah Awal untuk memulai suatu kehidupan yang baru, yang menghantarkan diri mu pada suatu Kebahagiaan. " Kata hati kecil nya.
Mathew pun bangkit dan berdiri, Lalu melangkah meninggal kan bukit berbunga itu.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Ellena memasuki Ruangan kerjanya.
Lalu dia pun duduk di belakang Meja kerja nya.
Ellena memeriksa kembali semua persiapan-persiapan untuk keberangkatan nya ke Jerman, yang tinggal 1 minggu ini.
Dia telah meminta Resign dari Pimpinan Rumah-Sakit, dan Besok ada lah hari terakhir dia bekerja di Rumah-Sakit ini.
__ADS_1
Ellena merasa sedih harus meninggal kan Sahabat-sahabat nya yang dia kasihi, Tapi demi masa depan nya, Demi Karier nya, Dia Pet dia bisa menyingkir kan semua rasa cengeng nya.
Dia kembali melaku kan rutinitas nya, untuk Mengunjungi Pasien-pasien nya, Baik di kamar Inap, mau pun di Ruangan ICU.
Seperti biasa nya, Ellena menemui Perawat yang jaga. Lalu Mereka pun Mengunjungi satu demi satu, Pasien nya di kamar Inap.
Setelah dari kamar inap, Ellena pun langsung ke Ruangan ICU.
Sesudah semua nya selesai, Ellena kembali ke Ruangan Kerja nya, dan duduk kembali di belakang meja kerja nya, dan berhadapan dengan Laptop nya.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
" Silahkan Masuk!" Seru Ellena.
Pintu di buka dan seseorang berjalan masuk.
" Selamat Pagi Bu, Ada Paket Bu !" Kata Orang tersebut, yang rupa nya seorang petugas pengantar paket, dari Kantor Pos..
" Paket dari mana Pak? " Tanya Ellena.
" Dari London Bu. " Jawab petugas tersebut.
" Dari London?? " Tanya Ellena merasa heran, Karena tak ada teman atau pun kerabat nya yang berada di London.
Setelah Ellena menanda tangan bukti terima, Petugas itu pun pergi, Meninggal kan Ellena yang masih kebingungan, dari siapa kah pengirim paket ini.
Dia mencoba untuk membaca kembali, Nama tujuan, Benar adalah Nama nya, alamat nya juga benar,. Dan tak mungkin Pak Pos nya bisa salah mengantar paket nya.
Ellena segera membuka paketnya.
Dia terpukau memandang isi paket tersebut.
Bunga Mawar merah, yang terbuat dari bahan kain, yang terangkai Indah dalam sebuah kotak kaca.
Di Luar nya terdapat selembar kartu ucapan.
" Selamat memasuki Hari Pertunangan mu, Ellena. Semoga Bahagia dan Langgeng sampai ke jenjang Pernikahan nanti. " Matthew.
Ellena jadi tertegun, Dari mana dia tahu hari Pertunangan ku ?
Dalam Amplop kartu Ucapan, Masih ada lagi lipatan selembar kertas, Ellena mengambil, Lalu membuka, dan membaca nya.
ELLENA
Masih boleh kah, Aku memanggil nama Mu itu ?
Walau pun kini Kau bukan lagi untuk diri Ku..
Meski pun kini cinta Mu bukan lagi untuk hati Ku,
Andai kan Kau tau, apa yang Aku rasa kan kini.
Andai kan Kau lihat, Tangis dan air mata yang mendera hidup Ku
Andai kan Kau tau, Derita yang membelenggu sukma Ku
Aku kehilangan diri Mu,
Aku kehilangan cinta Mu,
Kau telah merenggut hati Ku, Lalu Kau campak kan.
Setelah ada hati lain, Tinggal di relung hati Mu
Namun Aku rela,
Biar Ku rangkul hati Ku, Dan Ku bawa pergi
Biar lah cukup disini Kita akhiri, Sebuah cerita tentang Sebuah penantian yang panjang
Antara Ellena dan Mathew,
Hanya ada sebuah ungkapan doa Dari lubuk hati Ku yang paling dalam
Semoga Kau Bahagia bersama Dia,
Yang kau Cintai.
MATHEW
Tanpa sadar, air mata nya telah membasahi pipinya.
" Mathew !" Hanya itu yang dapat Ellena ucap kan.
Dia lalu meletak kan Kotak kaca yang berisi kan bunga Mawar merah itu di atas meja nya. Lalu dia melipat kembali kertas yang berisi Puisi itu ke dalam amplop bersama dengan kartu ucapan dan di masuk kan ke dalam tas nya.
" Maaf kan aku Mathew, Aku akan selalu mengenang mu, meski pun kita tak di takdir kan untuk bersatu. " Batin Ellena.
__ADS_1
Cinta itu memang indah, Tapi kadang-kadang harus melalui berbagai rintangan dan takdir itu yang membuat sakit.
Ellena hanya dapat tersenyum. Meski pun dalam hati nya, Dia memikir kan tentang perasaan Mathew saat ini.
Ellena sendiri tidak tau, Dari mana Mathew mendapat berita tentang Pertunangan nya.
Ellena berdiri, Dan berjalan ke kulkas, Dia lalu mengambil sekotak
Juice Apple dan meminum nya, perlahan-lahan rasa dingin mengalir ke dalam tenggorokan nya, dan menyusup, menyegar kan hati nya kembali.
๐
Seperti biasa nya Siang ini, Virly datang ke Ruang Praktek Ellena, Dan mengajak nya makan siang bersama.
" Ayo Ellen, Kita makan bareng ya ! tinggal Besok kita bersama. " Ajak Virly.
" Iya Virly, Aku akan mengguna kan sisa hari-hari ku bersama kalian, dengan sebaik-baik nya. ! " Kata Ellena.
Ellena lalu mengambil tas nya dan mendekati Virly.
" Wow Ellen, Cantik banget Bunga mawar ini, Dimana kau membelinya?" Tanya Virly, Ketika mata nya melihat Mawar dalam kotak kaca itu.
" Itu adalah hadiah Pertunangan ku, dari London !" Jelas Ellena.
" Dari London ?? Jauh banget Ellen! Tentu nya dari orang yang spesial ya!" kata Virly.
" Iya ! Orang yang tak pernah bisa untuk Melupa kan diri ku." Ucap Ellena sedih.
" Walau pun Kau harus bisa untuk melupa kan diri nya ! " Ucap Virly.
" Yahh.. , Ayo kita jalan !" Ajak Ellena, Lalu membuka kan pintu dan Mereka pun keluar dari ruang Praktek nya Ellena.
Di depan, Mayoshi dan Mourinho telah menunggu Mereka.
" Ayoo Jalan !" Ajak Virly. Lalu mereka berempat pun berjalan keluar, menuju ke Mobil.
" Pakai Mobil ku saja ! " kata Mayoshi.
" Baik lah Boss ! " Ucap Ellena. Lalu Mayoshi pun membuka pintu mobil nya, dan mereka pun masuk ke dalam mobil Mayoshi.
Mayoshi pun segera menghidup kan mesin mobil nya, Lalu menjalan kan mobilnya meninggal kan halaman Rumah sakit .
Mobil Mayoshi meluncur kan mobil nya, Dengan kecepatan sedang di atas jalan beraspal, dan menuju ke Restoran Langganan mereka.
Siang itu langit agak berkabut, pertanda sebentar lagi hujan padti akan turun.
Dan benar saja, Sebelum mereka tiba di tujuan, Hujan telah turun, Mengguyur Kota Surabaya.
Untung nya tidak terlalu jauh, Mereka akhir nya pun tiba di Restoran yang mereka tuju.
Mayoshi pun memarkir kan mobilnya di area parkir Restoran.
Walau pun hujan masih deras, tapi mereka pun merasa resah harus menunggu sampai hujan nya reda, dan belum tau kapan akan berhenti.
Akhir nya dengan setengah berlari. Ke Empat Dokter itu masuk ke dalam Restoran.
" Syukur lah, Walau agak basah! " Kata Virly.
" Aku juga basah ! " Ucap Ellena.
" Aku hanya sedikit saja." Ucap Mourinho.
" Biarlah Hujan melukis kenangan tentang Persahabatan kita. " Ucap Mayoshi.
" Sungguh Puitis kata-kata mu Mayoshi !" Ucap Ellena. Lalu mereka pun tertawa.
Dan mereka pun berjalan masuk ke dalam Restoran.
Ellena memilih duduk dekat dengan Aquarium, Dia ingin melihat ikan-ikan Koi yang sedang berenang.
Seorang Waiter mendekati mereka, dengan membawa daftar menu makanan.
Mereka pun memilih beberapa jenis masakan.
" Di tunggu Ya Pak, Bu ! " kata Waiter nya.
" Terima-kasih! " Ucap Ellena, Lalu Waiter itu pun berjalan masuk meninggal kan Mereka.
๐Bersambung ke Bab 48
Mdo06042021
๐๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธAuthor mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ๐๐
Baca juga Novelku yang lainnya.
*M**elangkah di Tengah Badai*
__ADS_1
Misi Rahasia Psikolog Cantik.