
Setelah jam 5 sore, dia melihat keadaan kondisi pasien nya mulai Stabil, Dia lalu Menemui Perawat yang sedang bertugas untuk menjaga Pasien tersebut, dan memberi kan wanti-wanti pada Suster jaga, Sesudah itu, dia pun mencari Taxi On-line untuk kembali ke rumah nya.
Setiba di Rumah nya Ellena bertemu dengan Ibu nya yang baru saja selesai menyiram bunga di taman. Dan melihat Ellena pulang dengan memakai taxi On-Line, membuat Erinna jadi heran. dan bertanya.
" Kenapa pulang pakai Taxi On-line ?" Tanya Erinna merasa heran.
" Nggak papa Bu, tadi Pas Sementara makan Siang di Restoran bersama Angelo dan Ibu nya, Aku dapat telpon dari Rumah-Sakit, rupa nya ada Pasien darurat dan butuh penanganan ku. Terpaksa aku Tinggal kan Angelo dan Bu Sesilia, dan aku ke Rumah-Sakit pake Ojek. " Cerita Ellena.
" Ohh ya., Kalau begitu sesudah mandi, istirahat dulu, kamu pasti sangat capek Nak ! " ucap Erinna, lalu berjalan masuk bareng dengan Ellena.
" Nggak papa Bu, Sudah biasa ! " ucap Ellena.
" Iya, tapi kamu juga butuh istirahat Nak ! " ucap Erinna.
" Baiklah Bu ! iya Bu, aku ke kamar ku dulu ya. ! " Kata, Ellena, lalu naik di tangga, untuk selanjut nya menuju ke kamar nya di lantai dua.
Memang kata Ibunya, Hari ini Ellena merasa lelah banget, Tapi dia nggak mau membuat Ibu nya khawatir pada diri nya.
Ellena langsung masuk ke kamar mandi, Lalu dia menyala kan kran air panas untuk mengisi Bath tup nya.
Untuk menghilang kan rasa lelah nya, dia ingin berendam dalam air panas.
Kurang lebih sejam, dia berendam dalam air panas, sambil dia memasuk kan rempah-rempah, sehingga menimbul kan Aroma terapi yang menyegarkan seluruh tubuh nya.
Selesai menjalani Ritual mandi nya, Ellena pun Segera mengering kan tubuh nya dan memakai Baby doll dan tak lupa memoles baby talk di Wajah nya. Lalu dia mengering kan rambut nya dengan memakai hair dryer, sesudah selesai, dia pun membaring tubuh nya di atas ranjang.
Tubuh Ellena terasa segar kembali setelah dia mandi.
Sebenar nya Sesudah mandi dia mau menelpon Angelo, tapi tiba-tiba rasa kantuk menyerang nya. Dan tanpa sadar, Ellena pun tertidur dengan nyenyak.
πΏπΏπΏ
Jam 18.00. Angelo merasa gelisah, dia mau telpon untuk menanya keberadaan Ellena, tapi dia merasa ragu, mungkin saja Ellena masih menangani Pasien nya, Sehingga bila dia telpon pasti akan menggangu aktifitas Ellena ! Tapi sampai saat ini dia menunggu Telpon dari Ellena, Namun tak kunjung tiba.
" Ngapain kamu Gelisah seperti itu Angelo ? " Tanya Bu Sesilia, Ibu nya.
" Nggak papa Bu, Aku hanya nunggu telpon nya Ellena, Entah dia udah pulang, apa belum ya ? " Angelo menjawab pertanyaan ibu nya.
" Sabar Nak, Mungkin udah pulang tapi pasti dia kecapaian dan belum sempat telpon kamu ! " ucap Ibu nya.
" Iya Bu, Aku juga kira begitu !" kata Angelo.
Bu Sesilia membawa kueh Lumpur kentang buatan nya, lalu di Letak kan di atas meja di depan sofa dan Bi Inah pun keluar dengan membawa 2 cangkir kosong dengan satu teko teh, lalu di letak kan juga di atas meja di depan sofa.
Angelo yang baru saja selesai mandi, ikut duduk dengan Ibu nya.
Mereka minum teh sore sambil menonton Acara di Televisi.
Angelo Selalu berusaha untuk menyenangi Ibu nya, Karena hanya Ibu nya, satu-satunya Orang-tua yang dia miliki, Setelah Ayah nya tiada.
__ADS_1
Sedangkan Opa dan Oma dari Ayah nya, Sudah lama Kembali ke Australia, Karena Oma nya adalah Orang Australia, sedang kan Opa nya turunan China Malang, tapi mereka memilih untuk tinggal di Australia.
Kalau Opa dan Oma dari Ibu nya, Sudah lama meninggal dunia. Maka nya sekarang hanya Ibu nya bersama Dia dan KaKak nya Angela.
" Kasihan juga Ellena ya, Tanggung jawab nya sangat besar. Kamu Sendiri lihat saja tadi, Dia harus mengorban kan makan nya, guna menolong Orang yang sedang menderita !" Kata Bu Sesilia pada Angelo.
" Iya Bu, Memang aku kasian melihat dia. Tapi dia biasa-biasa saja ! " kata Angelo pada Ibu nya.
" Maka nya, kamu itu harus mengerti akan Tanggung jawab nya. Sebagai seorang Dokter, Dia menjalani tugas mulia. Dan itu, kamu tidak bisa untuk menghalangi nya, karena apa yang dia laku kan, sudah menjadi komitmen nya di saat dia memilih untuk menjadi Seorang Dokter. " kata Bu Sesilia kembali.
" Iya Bu, Ketika Aku memilih dia untuk menjadi Pacar ku, Aku telah memikir kan semua konsekwensi nya. " Ucap Angelo.
" Ibu percaya, Kamu Pasti bisa menghargai Profesi nya ! " ucap Bu Sesilia.
" Pasti Bu ! " ucap Angelo.
" Menjadi Seorang Dokter, itu dulu adalah Cita-cita Ibu. Tapi semua itu kandas, ketika Opa mu meminta agar ibu Kuliah mengambil Jurusan Ekonomi, Agar bisa menerus kan Usaha Opa mu ! Dan akhir nya Ibu lepas kan Cita-cita Ibu, yang telah Ibu pupuk sejak Ibu masih duduk di bangku Sekolah Dasar. " cerita Ibu Sesilia dengan wajah sedih. Angelo terharu melihat Ibu nya sedih.
" Dan benar saja, setelah Ibu menyelesai kan S2, tak lama kemudian Opa mu pergi, Ketika Setahun setelah Ibu menangani Perusahaan." Ibu Sesilia kembali bercerita dengan penuh perasaan sedih.
Angelo mengelus-ngelus punggung Ibu nya. Dia tidak suka melihat Ibu nya sedih.
" Ya sudah lah Bu, nggak usah di pikir kan lagi. Nanti Menantu Ibu juga kan seorang Dokter ! " Hibur Angelo sambil memandang wajah Ibu nya, sambil tersenyum. Ibu Sesilia akhir nya juga tersenyum, meski pun hati nya masih terbawa perasaan.
Selesai Ngeteh sore, Angelobpun Pamit pada Ibu nya untuk beristirahat di kamar nya. Lalu dia pun segera berdiri dan berjalan masuk ke kamar nya.
Bu Sesilia yang di tinggal sendiri, Dia pun ikut memilih masuk ke kamar nya saja, Dan membaring kan tubuh nya di atas Spring-bad nya yang berukuran Big Size itu. Dia merasa sangat kesepian, semenjak Suami nya tiada, dan meninggal kan dia sendiri.
πΏπΏπΏ
Dia ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya di Wastafel. lalu memakai bedak kembali.
Setelah itu dia pun melangkah, dan menuruni satu persatu anak tangga, Menuju ke lantai bawah.
Ellena berjalan menuju ke meja makan, karena dia tahu Keluarga nya telah menunggu dia untuk makan malam.
" Selamat malam semuanya ! maaf aku ketiduran. " ucap Ellena ketika melihat keluarga nya telah berkumpul semua, tinggal dia sendiri. Lalu dia pun duduk bergabung dengan mereka dan mereka pun memulai makan malam.
" Kak Randy udah balik ke Hotel ? " Tanya Ellena membuka pembicaraan.
" Iya, dari tadi siang ! kata nya hari ini banyak Tamu-tamu Pejabat dari Luar Daerah yang datang, maka, agar bisa memberikan pelayanan yang baik. Dia harus bisa mengawasi karyawan nya bekerja." Erinna memberi penjelasan.
" Oh Begitu, Rupanya lagi ada Acara untuk Para Pejabat !" Kata Ellena.
" Pasti ! " Ucap Pak Hendra.
" Memang akhir-akhir ini, menurut Randy, Tamu nya kebanyakan para Pejabat dari luar daerah ! " kata Bryan.
" Puji Tuhan, Sekarang Hotel Ellena semakin di Kenal oleh orang dari luar Daerah !" Ucap Ellena.
__ADS_1
" Iya. ! " Ucap Erinna.
Mereka makan dengan Menikmati suasana gembira.
Sesudah makan Mereka lanjut duduk di ruang keluarga. sambil menonton Televisi.
Mereka berbincang-bincang sampai pukul 21.00, Mereka lalu masuk ke kamar masing-masing, Karena besok nanti mereka akan kembali beraktifitas.
Ellena dan Ernny pun naik ke lantai dua dan masuk ke kamar mereka.
Setelah di kamar, Elenna pun ke Wastafel untuk membersih kan wajahnya, lalu mengoles kan Cream malam ( Night Cream) di wajah nya, lalu dia mengambil Hand-phone nya di atas nakas.
Sesudah itu Ellena pun berbaring di atas ranjang nya dan dia lalu mencoba untuk menelpon Angelo, karena tadi dia mau telpon, tapi ketiduran.
" Haloo Yank..! " sapa Angelo
" Haloo Yank, maaf ya. aku baru sempat telpon, tadi sepulang dari Rumah- sakit, aku ketiduran. " kata Ellena.
" Iya, ngakk papa, dari tadi juga aku Mau telpon kamu, tapi aku pikir mungkin kamu masih sibuk, makanya aku takut untuk mengganggu, Pada hal rencana nya mau jemput mu, tapi nggak ada kabar dari mu. "
" Iya nggak papa yank ! oh iya, aku minta maaf tadi nggak bisa menerus kan makan siang bareng. Tolong bilang Ibu juga ya, aku minta maaf. " ucap Ellena.
" nggak papa Sayang. !" kata Angelo.
" Oke deh, kamu istirahat udah, besok kan kerja lagi. " kata Angelo.
" Kamu juga Yank ! Okey lah kalau gitu, Selamat bobo Yank ! " ucap Ellena.
" Selamat bobo juga sayang, sampai besok ya.. ! " ucap Angelo. dan mereka pun mengakhiri pembicaraan nya dan Ellena pun kembali meletak kan Hand-phone nya di atas Nakas, lalu dia pun memenjam kan matanya, Namun sulit bagi nya untuk tidur, mungkin karena tadi sore Tidur nya cukup lama, sehingga membuat dia sudah puas tidur.
Akhirnya pikiran nya pun berkelana ke masa lalu nya yang penuh dengan kebahagiaan, walau pun hidup dalam kesederhaan.
Membuat dia jadi merindu kan masa-masa sewaktu di Gunung Putri, masa kecil nya, masa Remaja nya yang dia lalui dengan teman-teman nya disana.
Dia jadi mengingat kan semua nya, ingat teman-temannya, ingat Gunung Putri. Rindu KRL... juga dia merindu kan masa-masa indah bersama dengan Mathew.
Masa-masa yang penuh dengan kebahagiaan yang sulit untuk di ungkap kan dengan kata-kata, dan hanya dapat dia ukir kan kenangan nya di lubuk hati nya yang paling dalam, dengan suatu lukisan indah tentang kenangan di Gunung Putri.
Mdo29032021
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ππ
Baca juga Novelku yang lainnya.
Malangkah di Tengah Badai
Misi Rahasia Psikolog Cantik
__ADS_1
********