Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 33 Pantai Klayar.


__ADS_3

Akhirnya melalui per-jalanan yang panjang, tiba lah mereka di Pantai Klayar. Angelo segera mencari tempat parkirnya di area pantai itu, lalu dia pun segera memarkir kan mobilnya.


Angelo dan Ellena pun segera keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah Pantai.


Ellena sungguh sangat mengagumi keindahan Pantai Klayar ini.


Pasirnya yang putih dan dihiasi oleh Pohon-pohon Nyiur yang melambai di Sepanjang pantai.


Riak gelombang yang saling berkejaran dan memecah di tepian pantai, buih -buih putih yang menambah indahnya panorama alam.


Ellena memegang tangan Angelo sambil berjalan menyusuri sepanjang pantai.


Mereka berdua mencari tempat duduk yang menghadap pemandangan laut lepas..


Akhirnya mereka mendapat tempatnya di sebuah bangku yang terbuat dari kayu di dalam sebuah bangunan Gasebo.


Angelo mengajak Ellena untuk duduk disitu.


Lalu mereka berdua pun segera duduk.


" Sayang.., kamu suka tempat ini ? " tanya Angelo sambil memandang wajah Ellena dengan penuh arti. Ellena tersenyum balas menatap mata Angelo.


" Aku suka sekali ! apalagi bila ada seorang pria yang aku cintai berada disisi ku, aku merasa begitu nyaman dan bahagia. ! " ucap Ellena.


" Aku juga sayang. setiap saat aku selalu merindu kan diri mu, aku ingin kau selalu berada di sisi ku ! " ucap Angelo.


" aku juga ingin selalu bersama dirimu, menemani dirimu dalam suka mau pun duka. Tertawa bersama sepanjang hari. " kata Ellena.


" Ellena.., " bisik Angelo . Angelo lalu mengambil sesuatu dari sakunya. ternyata dia mengeluar kan sebuah kotak kecil berbentuk Hati berwarna merah dan di buka kan di depan Ellena. Tampak lah sebuah cincin berlian yang berkilau indah.


" Ellena.., mau kah kau menjadi istri ku ??" tanya Angelo.


Ellena terpukau mendengar kata-kata Angelo.


" Angelo ! " kata Ellena. " aku mau, asal kan kau mau menunggu sampai aku kembali dari Jerman ! " ucap Ellena.


Angelo lalu memakai kan cincin itu di jari manis Ellena di tangan sebelah kiri nya. dan dia memegang kedua tangan Ellena lalu menciumi nya.


" aku akan selalu menunggu diri mu kembali sampai kapan pun. ! " ucap Angelo.


" percayalah Angelo, aku pasti akan kembali untuk mu. ! " ucap Ellena.


Angelo Yang masih memegang kedua tangan Ellena, lalu menarik nya merapat dan mencium keningnya.


" I Love you Ellena. ! " ucap Angelo


" I love you too. ! " balas Ellena dan mereka ber-dua pun saling menatap dalam diam, hanya mata mereka lah yang ber-bicara.


" Ellena.., aku ada satu permintaan ! " kata Angelo.


" apa itu Angelo ? " tanya Ellena


" mau kah bila sebelum kamu ke Jerman, kita Tunangan ? " tanya Angelo.


" apa kah itu tidak ter-lalu cepat ? " Ellena balik ber-tanya.


" Aku rasa tidak sayang ! tapi kalau kamu masih ragu, yah aku tidak akan memaksa ! " kata Angelo tersenyum.


" Tidak ! bukannya aku ragu Angelo ! aku mau. tapi kita harus bicara kan dengan orang tua kita dulu ya.. ! " kata Ellena.


" Baik lah ! aku akan ngomong sama ibu dan kamu juga bicara kan dengan orang- tua mu" kata Angelo.


" kapan rencana nya ? tanya Ellena.


" bagaimana kalau bulan depan ? " tanya Angelo.


" Baik lah, akan aku ngomong sama keluarga ku. agar semua nya ber-langsung dengan baik. " kata Ellena.


" Okey. kalau keluarga mu telah setuju, kita akan mencari hari baik untuk melamar mu ! " ucap Angelo.


Tanpa terasa matahari merangkak semakin tinggi sehingga pantulan sinarnya menembus celah-celah dedaunan di atas dahan pohon, per-tanda hari sudah siang hari.


Air laut juga mulai pasang, sehingga mem- belai lembut pasir di pantai.


Burung-burung gereja pun mencicit mencari makan, lalu hinggap di atas ranting-ranting pohon yang terhias daun nya yang menghijau. membuat suasana berubah menjadi begitu indah dan romantis, seakan semuanya tahu kalau ada dua insan yang sedang ter-buai dalam cinta.


Ellena pun berdiri dan ber-jalan.. Angelo yang melihat Ellena berjalan, dia pun ikut berdiri dan berjalan menyusul Ellena.


" mau kemana yank ? " tanya Angelo.


" mau makan, aku lapar.. ! " kata Ellena sambil tertawa kecil.


" iya hampir lupa, aku juga lapar ! ayoo kita kesana.. disana ada Cafe tuh.. ! kata Angelo sambil menunjuk ke arah deretan Cafe yang ada di dekat pantai itu.


Lalu mereka ber-dua pun ber-jalan ke arah Cafe sambil berpegangan tangan. Mereka pun masuk ke dalam sebuah cafe dan mencari tempat duduk nya.


Angelo memanggil pelayan dan meminta daftar menunya.

__ADS_1


Pelayannya segera datang dan membawa daftar menunya. Angelo dan Ellena pun segera membaca nya.


" kamu mau pesan apa yank ? " tanya Angelo


" aku ayam bakar Khas pacitan aja deh ! " kata Ellena.


" sama deh, aku juga! " kata Angelo


" baik lah mbak, minta 2 porsi ayam bakar Pacitan, minum nya 2 botol air mineral. " kata Angelo


" baik lah Pak, di tunggu ya ! " kata pelayan nya sambil masuk ke dalam dengan membawa catatan pesanan makanan tadi.


Tak berapa lama kemudian, Pelayan nya pun datang dengan membawa makanan pesanan mereka dan meletak kan nya di hadapan Ellena dan Angelo.


" silahkan di makan, Bapak dan Ibu ! " kata pelayan itu.


" makasih mbak ! " ucap Ellena.


Lalu mereka pun makan dengan nikmatnya, sambil ngobrol.


" enak ayam bakarnya, beda yang di Surabaya, yang ini bumbunya terasa banget. " kata ellena.


" iya enak, aku juga baru kali ini makan disini dan baru kali ini merasa kan ayam bakarnya. sambelnya juga enak. ! " kata Angelo.


" nanti pulang aku mau bawa kan buat di rumah deh ! " kata Ellena.


" kalau begitu pesan dari sekarang, supaya sebentar nanti tinggal mengambilnya. " kata Angelo.


" baiklah, sesudah makan aku pesankan. kita pulang jam berapa ?" tanya Ellena.


" maunya jam berapa ? " Angelo balik ber-tanya sambil tersenyum memandang Ellena.


" Aku kan cuma ikut yang bawa aku ! " kata Ellena pula sambil tersenyum.


"pesan saja, nanti kita ambil jam 5 sore. " kata Angelo.


" baik lah ! " ucap Angelo.


Sesudah makan, Angelo pun memanggil pelayan dan membayar makan yang mereka makan. lalu Ellena pun memesan untuk di bawa pulang nanti.


" Mbak, aku pesan lagi untuk di bungkus ya, aku pesan 10 porsi lagi ayam bakarnya tanpa nasi. Yang bagian dada 5 potong dan 5 potongnya bagian paha. terus yang 3 potong bungkus sendiri. yang 2 Paha dan 1 dada. " aku minta sambelnya yang banyak ya ! "


kata Ellena.


" oh iya, jam 5 sore nanti aku ambil. jadi biar masih panas. " kata Ellena.


Ellena mengeluar kan uangnya untuk membayarnya tapi Angelo mencegahnya, dan Angelo pun segera membayarnya.


Angelo dan Ellena ber-jalan sambil ber-pegangan tangan menyusuri sepanjang pantai, mereka melihat Ombak yang mulai menggulung dan menghantam batu karang yang ber-diri dengan kokohnya dan dengan sabar melindungi pantai dari erosi yang bisa saja terjadi akibat ganasnya sang ombak itu.


" Bagaimana kalau kita berperahu ? " tanya Angelo pada Ellena.


" Boleh juga ya.. " kata Ellena tersenyum tanda setuju. lalu mereka pun berjalan ke tempat penyewaan perahu.


Lalu Angelo pun menyewa sebuah sampan, dan mereka berdua pun segera naik kedalam perahunya dan mereka mendayung bersama-sama.


Mereka merasa sangat bahagia melalui hari-hari yang penuh dengan keindahan dan kenangan.


Sambil mendayung, Ellena pun melantun kan lagu yang di nyanyikan oleh Putara Gozzen. dan mendengar Ellena menyanyi dengan merdu, Angelo pun ikut menyanyi bersama dengan bahagia.


πŸ’πŸ’πŸ’


SAMUDERA CINTA


Jangan kau biarkan senyumanmu tenggelam


Didalam hempasan lautan duka


Kau lihat layar terkembang menuju laut lepas


Kau dan aku pasti akan terbebas


Jangan kau takut terhalang


Karang-karang yang hitam


Semua pasti akan terlewati


Kau dan aku bersama mengarungi lautan


Samudra cinta..2x


Ku takkan biarkan senyumanku tenggelam


Didalam hempasan lautan duka


Kuingin ikut berlayar mengarungi lautan

__ADS_1


Samudera cinta, gelombang asmara


Ku takkan takut terhalang


Karang-karang yang hitam


Kuyakin itu akan terlewati


Kau dan aku bersama mengarungi lautan


Samudra cinta..2x


Walaupun lama semua kan terwujud


Biarlah kita sabar, pulau cinta pasti tercapai


Kau dan aku, akan menjadi satu


Didalam buih-buih gelombang putih


Yang abadi…


Kau dan aku bersama mengarungi lautan


Samudra cinta......................................


πŸ’πŸ’πŸ’


Lalu mereka berdua pun tertawa....


Serasa saat itu dunia ini hanya lah milik mereka berdua saja.


Setelah puas mendayung perahu, mereka pun segera kembali ke daratan.


Hari telah mulai Sore. mereka kembali ke tepi pantai, dan kembali duduk-duduk di bawah sebuah pohon rindang sambil menikmati kueh yang dibuat oleh Bu Sesilia, yang tadi Angelo simpan dalam ransel yang di bawa nya.


Ellena sangat ingin untuk bisa melihat Sunset namun karena perjalanan yang sangat jauh, maka mereka takut nanti terlalu malam tiba di rumah. untuk itu mereka sepakat untuk pulang jam 5 nanti.


Sesudah mereka ber-istirahat sambil ngobrol dan menikmati kueh dan juice, Angelo melihat jam di tangannya, telah pukul 16.45,


mereka pun segera berkemas-kemas untuk pulang ke Surabaya.


Ellena da Angelo pun berjalan menuju ke Cafe yang tadi mereka pesan ayam bakar.


Setibanya disana Ellena pun ke tempat kasir karena pelayan tadi sudah tidak ada.


" aku mau mengambil pesanan ayam bakar yang di pesan tadi. " kata Ellena sambil menunjuk kan nota pembayaran dari kasir.


" Oh iya, sabar ya bu, sedang di bungkus . " kata Kasirnya yan ternyata ada lah bosnya.


Elena dan Angelo pun duduk menunggu, tak lama kemudian, Pelayan pun datang menghampiri mereka dengan membawa 2 paper bag an berisi ayam bakar.


" ini bu pesanan ayam bakarnya. ! " kata pelayan tersebut lalu memberikan paper bag nya pada Ellena. Ellena lalu menerimanya.


" Terima-kasih ya mbak ! " kata Ellena.


Lalu mereka berdua pun keluar dari Cafe tersebut , menuju ke Parkiran.


Angelo membuka kan pintu mobilnya dan Ellena pun segera masuk.


lalu Angelo masuk dan segera menjalan kan mobilnya keluar dari area Pantai menuju ke jalan raya dan mereka pun menuju ke arah Surabaya.


Ketika mereka tiba di rumah Ellena sekitar jam 7 malam, Ellena pun keluar dari mobil.


" nggak mampir yank ? " tanya Ellena


" aku kira aku langsung saja ya yank ! ? sudah malam, kasian Ibu sendiri. " kata Angelo.


" baiklah salam buat ibu, itu ada ayam bakar buat ibu, jangan ke-lupaan ! " kata Ellena.


" okey yank ! aku jalan dulu. " kata Angelo.


" baiklah, hati-hati di jalan ! " kata Ellena.


" bye.. !! " ucap Angelo sambil melambai tangan kanannya.


" bye !! " ucap Ellena. lalu Angelo pun segera menjalan kan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Ellena.


πŸ‘‰ bersambung ke Bab 34


Mdo 04032021


🌺🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 πŸ™πŸ™


Baca juga Novelku.

__ADS_1




__ADS_2