Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
bab 12 Kamar 217


__ADS_3

pagi ini kota Surabaya di guyur hujan...


begitu bangun dari tidurnya Ellena segera mandi dan mengenakan celana panjang hitam serta blouse warna salem.. lalu dia mengambil tasnya dan menuruni tangga menuju lantai bawah. biasa yang pertama dia cari adalah Oma dan Opanya, karena setiap pagi dia harus periksa tekanan darah Opa dan Omanya. makanya Pa Hendra dan bu Lilani sangat bahagia mempunyai Cucu seorang Dokter. sesudah memeriksa Opa dan Omanya lalu Dia pun menyimpan alatnya ke dalam tasnya.


" selamat pagi.. " ucap Bryan dan Erinna yang baru saja turun dari tangga dan di susul oleh Ernny.


" Pagi Ayah, ibu.. " balas Ellena. Ernny pun memberi salam dan menuju kearah Opa dan Omanya lalu menciumi mereka berdua.


bi Anah keluar dari dapur membawa makanan yang dan di tata di atas meja makan. lalu dia memberitahu mereka kalau makanan nya sudah siap.


" sarapannya sudah siap bu. " ucap bi Anah


" makasih bi. " ucap Erinna


" mari kita sarapan.. " ajak Erinna


" iya bu " ucap Elena lalu menolong opanya berdiri dan berjalan kemeja makan. sejak pa Hendra pensiun badannya kelihatan lebih sehat apalagi kesehatannya di pantau terus oleh Ellena.


mereka makan bersama dengan penuh sukacita. Ernny duduk dekat opa nya dan membantu Opa nya untuk menimba makanan.


" Banyak ya pasien kamu Elen.. " tanya bu Lilani Omanya.


" banyak Oma, kemarin ada satu ibu di bawa ke rumah sakit dalam keadaan pingsan, dan setelah di periksa ternyata ada penyumbatan di jantung nya, tekanan darahnya waktu di bawa 235/150. untungnya segera di bawa begitu dia pingsan kalau tidak bisa stroke berat, tapi begitu di tangani tak lama kemudian tekanan darah turun dan diapun segera sadar. " kata Erina.


Opa dan Omanya Serius mendengarkan nya.


" ternyata anak dari ibu itu juga seorang Ceo dari perusahaan terbesar di kota ini. " ucap Elena.


" Siapa nama anaknya ? " tanya Erinna ingin tahu.


" Angelo Avanders." ucap Gabby


" Ohh Angelo, dia adalah pemilik Avanders Group..perusahaan mereka memang cukup besar dan bergerak di segala bidang.dulu itu Ayah nya yang pimpinan disitu, tapi 2 tahun lalu Ayah nya meninggal dan Pas Angelo baru saja selesai S3 nya di Amerika dan pulang menggantikan ayah nya sebagai Ceo di Perusahaan tersebut. " kata Erina sangat mengenal Angelo.


" tapi bu, kasihan ya dia cuma punya ibu. karena ayah nya sudah meninggal. makanya dia memohon untuk bisa selamatkan ibu nya. rupanya dia sangat sayang pada ibu nya. " cerita Ellena


" kasihan ya " ucap bu Lilani


" dia cuma punya Ibu dan seorang kakak perempuannya. " tambah Ellena.


Sambil bercerita mereka pun selesaikan makannya lalu Ellena dan Erny membantu bi onah untuk membersihkan meja dan membawa piring-piring kotor ke belakang.lalu mereka semua bersiap untuk ke tempat kerjanya masing-masing.


" Ellena pamit ya Oma, Opa.. " kata Elena sambil mencium tangan Opa dan opa nya. lalu ayah dan ibu nya. setelah semua pamitan sama pa Hendra dan bu Lilani, mereka pun keluar menuju garasi. Ernny ke kampus ikut Ayah dan ibu nya karena mereka searah.


Ellena pun naik ke mobil Ertiga biru tosca nya dan keluar dari garasi lalu melaju ke jalan raya dengan kecepatan sedang.


Setibanya di rumah sakit jam 7.35 dia langsung mamarkirkan mobilnya di area parkir khusus untuk dokter dan dia pun melangkah masuk ke ruang kerjanya.


Elena memeriksa laporan yang masuk, sampai pagi ini belum ada tambahan pasien buatnya.. lalu dia pun membaca laporan perkembangan pasien dari buku status pasien.. lalu dia membaca statusnya


ibu Sesilia.. ternyata semalam ibu Sesilia mengalami sesak napas tapi para dokter jaga dan perawat dapat mengatasinya.


jam 9.00 dia harus mengunjungi pasien yang berada di ruangan rawat inap satu persatu..


Zita dan Retno telah membawa laporan baru lalu Elena membacanya dan dia berdiri mengajak Zita dan Retno sebagai kepala ruangan rawat inap. untuk mengunjungi pasien-pasiennya.


di kamar no 205 seorang Bapak yang berusia 70 tahun menderita gagal jantung sehingga mengakibatkan pembengkakan di kedua kaki nya. Ellena memeriksa kakinya pak Bendra. dan sambil menekan-nekannya.


" sakit Pa.. " tanya Ellena


" nggak Dok " jawab pak Bendra. lalu Ellena mengkop bagian dada pak Bendra.


" bu.. nanti se jam lagi tolong ke kamar ku ya, ada yang perlu aku bicarakan. " kata Ellena pada anaknya pa Bendra yang tungguin ayahnya.


" baik Dokter.. terima kasih ya. " ucap Tini anak dari pak Bendra.


Lalu Ellena dan perawatbpun keluar dari kamar pak Bendra.


kunjungan yang terakhir di kamar 217 kamar pasien ibu Sesilia.


" Selamat pagi bu Sesilia.., apa kabar ? kelihatannya lebih baik ya pagi ini.. " ucap Ellena.


" iya Dokter.., cuma semalam itu aku merasa sesak napas Dok. " kata ibu Sesilia.

__ADS_1


" ooh.. apakah karena ac nya terlalu dingin atau terlambat makan ya bu.. ?!" tanya Ellena


" tidak juga Dokter.. " ucap Ibu Sesilia


" kalau sekarang apa ada keluhan bu ? "tanya Ellena.


" nyeri di dada kanan masih terasa tapi tidak se-sakit kemarin. " kata bu Sesilia.


" baiklah bu saya coba periksa lagi. " kata. Ellena lalu memegang stateskop nya dan memeriksa di bagian dada bu Sesilia.


" tarik napas bu.. yah di lepas lagi. ulang lagi bu. " ucap Ellena dan ibu Sesilia mengikuti perintah Dokter Ellena.


" yah.. sudah bu. !" seru Ellena


" makasih Dokter. " ujar bu Sesilia.


" pagi ini nggak ada yang temani ibu ? " tanya Ellena.


" anakku baru saja pulang Dok, sebentar juga balik lagi. " ucap bu Sesilia .


" soalnya saya mau buat resep baru untuk di tebus sekarang ." ucap Ellena dan tiba-tiba pintu kamar dinketuk dan ketika pintu di buka tampak lah Angelo membuka kan pintu dan berjalan masuk.


" Pagi Dokter. " sapa Angelo


" Pagi pa Angelo. " ucap Elluena


" kebetulan Pak Angelo sudah datang, bisa nanti 15 menit lagi ke ruang kerja saya Pak, soalnya ada obat yang mau di tambahkan. " ucap Elena.


" Baiklah Dokter.. " ujar Angelo.


" baiklah kalau begitu saya permisi.. Ibu Sesilia yang santai ya.. coba lah berusaha tidur dengan rilex tanpa memikirkan apa-vapa. " ucap Ellena sambil tersenyum


" baiklah Dokter saya akan berusaha. " ucap bu Sesilia.


" baiklah Pa Angelo..saya tunggu ya !" ujar Elena.


" baiklah Dokter " ucap Angelo tanpa berkedip memandang Elena.


Elena dan para perawat melangkah keluar dari kamar 217 dan menuju kamar jaga perawat.


Elena mengambil buku laporan lalu dia mengisi sesuai dengan keluhan-keluhan pasien tadi.


selesai mengisi laporan diabpun menyimpan kembali buku tadi di tempat anya lalu dia kembali duduk.


tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


" yah silahkan masuk !" ujar Ellena. Angelo membuka pintu dan menutup kembali lalu berjalan masuk.


" silahkan duduk pak Angelo. " ucap Ellena


" makasih Dokter.. " ucap Angelo sambil menarik kursi dan duduk di depan Ellena.


" Pak Angelo, boleh kah saya sedikit bertanya pada anda? " tanya Ellena.


" mengenai apa Dok.. ? tanya Angelo.


" ini menyangkut penyakit ibu anda." ucap Ellena.


" silahkan Dokter. saya akan jawab apa yang Dokter tanya. " jawab Angelo


kalau begitu kita bicara dengan santai aja ya Pak ! " ucap Ellena.


" sejak kapan ayah anda meninggal pak Angelo ? " tanya Elena.


" 3 tahun yang lalu Dok.. " uca Angelo


" lalu sejak Ayah mu meninggal ibu tinggal dengan siapa saja di rumah ? " tanya Elena kembali.


" sejak Ayah meninggal Ibu tinggal bersama saya dan kakak saya serta seorang asisten rumah tangga. " jawab Angelo." namun setahun yang lalu kakak saya menikah dan ikut dengan suami nya maka sekarang ibu tinggal dengan saya dan seorang asisten Rumah tangga " ucap Angelo.


" anda belum menikah Pak Angelo.. " tanya Ellena sambil tersenyum. Angelo pun ikut tersenyum


" belum ada yang cocok Dokter. " ucap Angelo

__ADS_1


" begini Pak, ibu anda itu kesepian karena mungkin nggak ada teman ngobrol, teman buat curhat.. sehingga membuat beliau sering sedih atau sering menangis sehingga batin nya jadi tertekan, bilamana ada orang yang bisa temani beliau, jadi teman ngobrol sehingga beliau sisa melupakan kesedihan nya. jadi dengan begitu dia tidak terlalu tertekan. " kata kata Ellena membuat Angelo bertambah kagum padanya.


" jadi apa yang harus saya lakukan agar ibu saya bisa sembuh ? tanya Angelo


" Yah satu-satu jalan, yaitu harus ada yang bisa menemani nya dan membuat dia nggak merasa kesepian sehingga dia dapat melupakan kesedihan nya ." ucap Ellena


" baiklah Dok, nanti saya pikirkan jalan keluarnya. " kata Angelo.


" atau bagaimana kalau anda cari istri.. " ucap Ellena sambil tertawa dan Angelo pun ikut tertawa..


" maaf Pak, saya cuma becanda. " ucap Ellena.


" hehehe saya mau asal calon istri ku adalah seperti anda Dok. " Angelo pun tertawa.


" seperti saya kan banyak Pak. " ucap Ellena.


" saya kira beda Bu Dokter " ucap Angelo


" ahh pa Angelo bisa saja.. " ucap Ellena sedikit berdebar. siapa yang tidak tergoda melihat pria yang tampan nya begitu sempurna ini.


" Maaf Dokter aku juga becanda. tapi boleh tahu, Anak Dokter sudah berapa ? kok masih secantik ini. " tanya Angelo


" saya belum punya anak Pak Angelo, saya belum menikah. " ucap Ellena. Angelo terkesima mendengar ucapan Ellena.


" belum menikah Dok ? " tanya Angelo tak percaya.


" iya. tentu anda heran karena saya telah mencapai gelar Dokter Spesialis.. ?!


saya adalah lulusan termuda, karena begitu lulus kedokteran, saya langsung ambil Spesialis di Jerman dan Puji Tuhan, tanpa hambatan 2 tahun saja saya berhasil menyelesaikan nya. " cerita Ellena.


" pantas Dokter masih muda " ucap Angelo.


" maaf sampai lupa, Pak Angelo tunggu sebentar ya saya buat resepnya untuk di tebus sekarang. " kata Ellena lalu dia menulis resep dan di berikan pada Angelo.


" Makasih Dokter " ucap Angelo


"" sama-sama pak Angelo. " ucap Elena.


" kalau begitu aku pamit dulu Dokter. " kata Angelo sambil berdiri.


" baiklah Pak Angelo. " ucap Ellena sambil menjabat tangan Angelo


Angelo keluar dari ruang kerjanya Ellena dan Ellena memandang punggung nya sampai dia menutup kan pintu.


mengapakah hati ku berdebar-debar bila memandangnya??? batin Ellena.


Angelo pun merasakan hal yang sama ketika keluar dari ruang kerja Ellena dia tak bisa menghilang kan bayangan Elena.


mengapa terasa begitu nyaman bila ada bersamanya??? batin Angelo


Angelo langsung area parkiran rumah sakit dan membuka pintu mobil lalu dia masuk dan segera menjalankan mobilnya keluar dari area Rumah sakit dan menuju Apotik terdekat untuk membeli obat dari Resep yang di berikan oleh Ellena tadi. sesudah itu dia pun balik ke rumah sakit dan memberi kan obatnya pada perawat yang bertugas.


Sesudah itu Angelo segera ke kamar 217 tempat dimana ibu nya di rawat. ketika membuka pintunya perlahan-lahan, dia melihat ibu nya lagi tidur dengan Nyenyak nya. lalu dia pun duduk disofa dan membaca koran yang ada disitu.


🌲mdo 25122020🌲


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


terima kasih ya buat pembaca yang setia..


jangan lupa


di Like, Vote, dan komen ya..


agar Author tambah semangat dalam


Up date episode episode yang baru.


jangan lupa pula mampir di Novel ku yang lainya..


Melangkah ditengah Badai


Raja Ampat in Love 💘💘

__ADS_1


*******


__ADS_2