Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 87 Mengikuti Misa.


__ADS_3

Mentari tersembul dengan senyum nya yang sumbang di ufuk timur. Segumpal awan menghalangi cahaya nya untuk bersinar dengan seutuh nya menerangi Mayapada.


Embun pun seakan malas untuk melepas kan ujud nya dari lembaran hijau nya dedaunan, Sedang tanah yang gersang begitu mendamba kan tetesan air untuk menghilang kan rasa dahaganya.


Ada Kurcaci-Kurcaci kecil yang berterbangan mengitari Kuntum-kuntum bunga, Untuk mencari sari madu.


Kupu-kupu tersenyum bisu, sambil mengepak-ngepak sayap nya, berterbangan dan berusaha menjadi yang terdahulu hinggap di tangkai bunga, untuk dan mencicipi madunya bunga yang sedang mekar sempurna.


Dari kejauhan terdengar kukuruyuk sang Jago memecah keheningan menyambut sang datang nya sang Surya, di sambung dengan Cicit nya si burung pipit yang terbangun dari tidur nya dan mulai aktifitas nya berterbangan kian kemari untuk mencari makanan yang dapat di cicipi untuk melanjut kan kehidupan nya sendiri dan kehidupan generasi nya.


Di Keheningan pagi, Bi Onah pun telah bangun dari tidurnya, dan setelah mengucap Syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberi kan Nafas kehidupan yang baru, di hari yang baru ini, Lalu dia pun beranjak dari ranjangnya untuk sekedar membersih kan diri, Sesudah itu menuju ke Dapur, mencari bahan makanan yang akan di ollah nya untuk sarapan pagi, agar semuanya dapat siap sebelum Majikan nya sekeluarga bangun untuk sarapan pagi.


Bi Onah masih ingat, Semalam Bu Lilani menyuruh nya agar membuat Hotdog buat sarapan mereka di pagi ini, Maka Semalam Erinna telah membawa pulang Roti nya, jadi Bi Onah tinggal mengambil Sosis dan Daging ham dari kulkas untuk di panasin teflon dan juga mempersiapkan bahan-bahan lainnya.


Ellena turun dari tangga menuju ke dapur, dan mendapati Bi Onah yang sedang sibuk menyiap kan bahan-bahan untuk membuat Hotdog.


" Selamat-pagi Bi, Bibi sedang masak apa, Kok harum banget Bi ! " ujar Ellena.


" Pagi Non Ellen, Ini Bibi lagi siap kan bahan untuk membuat Hotdog. Oma yamg nyuruh. " ujar Bi Ona.


" kalau begitu biar Bibi Siapkan bahan nya, nanti aku yang menyusun nya di Roti. " ujar Ellena.


" Baiklah Non! " Ucap Bi Onah tersenyum.


Sementara menunggu Bi Onah, Ellena membuat teh dalam teko. Dia sengaja menolong Bi Onah, agar sesudah itu, Bi Onah dapat kerja yang lain, setidak nya dapat sedikit mengurangi pekerjaan Bi Onah.


Tak lama kemudian, Erinna dan Bryan turun Dari lantai atas dan berjalan menuju ke ruang makan, Ellena yang sedang sibuk menata Hotdog di Meja. Begitu melihat Ayah dan Ibu nya datang, dia lalu menyapanya.


" Selamat-pagi Ayah, Ibu ! Tumben, hari libur malah bangunnya lebih cepat.?! " ucap Ellena.


" Selamat -pagi ! Iya sejak subuh udah keburu bangun dan nggak bisa tidur lagi." ujar Erinna sambil tersenyum.


" Opa dan Oma belum keluar ya? " Tanya Brian pada Ellena.

__ADS_1


" Belum, Masih mandi, kali !" jawab Ellena.


" Tumben ya, Biasanya Opa dan Oma yang duluan keluar dari kamarnya. sudah lama nggak lihat Oma da Opa Joging ya..! " ucap Bryan.


" Nah itu, Opa dan Oma Udah kesini, Ayo deh kita sarapan." Ujar Ellena, begitu melihat Pak Hendra dan Bu Lilani muncul di balik pintu ruang makan


Ellena yang telah selesai membuat Hotdog, segera menarik kursi untuk Opa dan Oma nya duduk, Lalu Mereka pun mengambil posisi duduk di tempat duduk mereka masing-masing.


Mereka pun menikmati sarapan pagi bersama dengan penuh bahagia.


Setelah selesai Sarapan, Pak Hendra dan Bu Lilani ke taman Belakang, dekat Kolam renang, sedangkan Erinna dan Ellena menolong Bi Onah untuk membersih kan meja makan.


Ellena segera mencuci piring-piring kotor, Karena Bi Onah masih belum selesai ngepel Ruang atas.


Bryan ke depan teras dan duduk sambil mengepul kan asap rokok nya.


" Bibi.., Bi sarapan dulu ya, baru lanjut lagi ngepel nya. " seru Erinna, ketika melihat Bi Onah masih tekun ngepel di lantai atas.


" Tanggung Non, tinggal dikit lagi. " Ujar Bi Onah, sambil terus melanjut kan pekerjaan nya.


Setelah Ellena selesai mencuci piring, Dia pun menyusul Opa dan Oma nya ke Taman belakang rumah.


" Wahh. Tanaman Opa sudah tumbuh dengan subur ya.. " ujar Ellena, ketika melihat tanaman hias Opa nya yang telah tumbuh dengan subur dan indah di pandang mata.


Pak Hendra tersenyum.


" Iya..., ini adalah salah satu hiburan buat Opa. " Ucap Pak Hendra.


" Aku juga suka Opa, Memandang daun-daun yang hijau, mau pun warna warni, selain memberi kan kesejukan pada mata, juga memberi kenyamanan tersendiri dalam hati. " Ucap Ellena tersenyum, sambil kedua tangan nya memijit-mijit pundak Opa nya.


Pak Hendra merasa senang di manjain oleh Cucu nya. Sedangkan Bu Lilani hanya tersenyum melihat Kebahagiaan Suaminya yang sedang di pijit oleh Cucu nya.


" Sesudah itu giliran Oma yang di pijitin yah! " Ujar Bu Lilani.

__ADS_1


" Okey Oma ! Tunggu giliran yah.. " ucap Ellena tertawa kecil.


Sesudah puas mijitin Opa nya, Ellena pun mendekati Oma nya dan mijitin pundak Oma nya. Bu Lilani sangat bahagia mempunyai Cucu yang sangat peduli pada Mereka.


"Wah Enak banget, Pantes Opa mu betah." Ujar Bu Lilani.


" bisa saja Oma, Aku kan Dokter, bukan tukang pijit. Mana aku pandai memijit. " ujar Ellena tertawa dan mereka bertiga pun tertawa.


Erinna muncul di Pintu keluar ke taman belakang, Melihat kedua orang tuanya yang sedang Happy bersama Cucunya, Erinna tersenyum.


" Wah semuanya lagi Happy nih! Nanti jadi nggak mau ke Butik? " Tanya Erinna.


" Jadi donk Bu, Seperti rencana kan?! Sesudah dari tempat ibadah, Kita langsung Makan siang dan dari makan siang, kita ke Butik! " Ujar Ellena.


" Baiklah bila demikian. " Ucap Erinna.


" Oh iya, Aku telpon Kak Randy dulu, agar nanti mereka menyusul kita. " Ujar Ellena.


" baiklah. Ibu Ibu beri tahu Ayah dulu. tapi sekarang kita sudah harus siap, Karena kita Ke Gereja dulu, sepulangnya barulah kita ke Butik. " Ucap Erinna lalu berjalan meninggal kan mereka.


Bu Lilani dan Pak Hendra berjalan masuk menuju ke kamar mereka, untuk Siap-siap, Karena mereka akan mengikuti Misa di Gereja dulu, barulah mereka ke Butik.


Begitu pula dengan Ellena, Dia pun segera masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian dan berdandan.


Setelah semuanya selesai, Mereka pun masuk ke Mobil, yang di kendarain oleh Bryan, menuju ke Tempat Ibadah. ,,,,.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 88


Mdo05072021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ

__ADS_1


Jangan lupa ya, bagi-bagi berkah, dengan Like, Vote dan hadiah serta Komentarnya, adalah harapan untuk mendukung karyaku ini.. πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2