
Angelo bangun dipagi ini dengan perasaan agak galau.sudah dua hari dia tidak bertemu Elena. dia mencoba untuk menelpon Elena, namun selalu berada diluar jangkauan.
dia mau mencoba untuk menemui Elena, tapi beberapa hatri ini dia sangat sibuk dengan pekerjaannya yang tidak bisa dia tinggalkan karena dia rencana membuka Cabang baru disebuah kota, dan waktunya sudah begitu dekat, makanya dia tidak bisa untuk bersantai dan terus berusaha untuk tidak menunda dan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
🍀
Elena keluar dari mobilnya dan berjalan menuju Maal tempat dimana dia menitipkan Hand phonenya untuk diservis.
Elena segera naik ke escalator menuju kelantai 3.lalu dia menuju ke counter tempat dia servis Hand phonenya.
" selamat siang Kak ! " sapa Elena
" Siang Bu ." jawab dari pelayan yang ada
"bagaimana dengan Hp saya kak ? sudah jadi belum ? " tanya Elena.
" sudah bu. kami ganti semua alat alatnya." kata pemilik conuter itu sambil mengambil Hand phonenya dan diberikan pada Elena, Elena memperhatikan hpnya dan ngetesnya.
..." baiklah, seandainya bila ada gangguan lagi, bolehkan saya bawa kesini lagi ? " tanya Elena...
" ohh iya boleh kak. !" kata orang itu
" berapa ongkosnya kak ? " tanya Elena.
" Lima ratus ribu bu.! " kata prmilik counter itu.
Lalu Elena mengeluarkan 5 lembar seratus ribuan dan diberikan pada Pemilik counter itu.
" makasih ya kak ! " ucap Elena
" sama sama bu. " balas pemilik counternya.
Lalu Elenapun segera keluar tempa itu dan turun kelantai ground.
Elena mampir ke Super Market untuk beli beberapa bungkus snack untuk dia dan adik nya dan sesudah itu diapun segera pulang.
Ketika sampai dirumah hari telah mulai malam. Elena segera memasukkan mobilnya kegarasi dan diapun keluar dari mobil langsung masuk kedalam rumah.
" selamat malam Opa ! " sapa Elena melihat Pak Hendra lagi duduk nonton televisi.
" selamat malam ! baru pulang Ellen " tanya Pak Hendra.
"iya Opa, tadi aku mampir ambil Hpku di Mall. makanya aku kemalaman." jelas Elena
Elena berjalan masuk kedapur mencari Omanya, kelihatan Bu Lilani masih sibuk masak dibantu oleh bi Onah.
" malam Oma, lahi masak apa? kelihatan enak banget." kata Elena sambil peluk Omanya dari belakang.
" Malam Elen, ehh Cucu Oma baru pulang ? ini Oma lagi masak ayam lapis kesukaan Opamu. " kata bu Lilani.
" wauw Enak Oma ! " seru Elena.
" ayo cepat mandi baru kita makan bersama. " kata Bu Lilani pada Elena.
" Baiklah Oma. Oh ya, ayah dan Ibu sudah pulang ? " tanya Elena
" sudah ! lagi mandi kayanya. ! " jawab bu Lilani.
Lalu Elenapun berjalan dan naik diatas tangga menuju kekamarnya.
Elena meletakkan tas kerjanya diatas meja dalam kamarnya, lalu diapun segera kekamar mandi dan mandi.
Sesudah mandi diapun mengenakan Baby doll dan memoles baby talk tipis tipis diwajahnya.
Elena keluar dari kamarnya. dan menuruni anak tangga, lalu turun kelantai bawah dan berjalan menuju keruang makan.
DiRuang keluarga, Pa Hendra dan Randy sedang duduk menonton televisi.
Elena langsung kedapur dan membantu Omanya untuk membawa makanan ke meja makan serta menyiapkan yang lain lainnya.
Erinna dan Bryanpun turun dari tangga dan berjalan keruang keluarga.
" Ayoo kita makan..! " seru Elena
sambil menarik kursi buat Oma dan Opanya. sesudah itu diapun menarik kursi buat dirinya dan duduk dekat Omanya.
" Kalau masak, Oma memang juaranya. " puji Elena sambil memakan Ayam lapis masakan Omanya. Bu Lilani tersenyum.
" itulah makanya Opa paling sayang sama Omamu. " kata Pa Hendra dan mereka semua pada ketawa.
" Oma itu juara masak, juara buat kueh, pokok nya semuanya yess serbis .! " ucap Ernny.
semuanya tertawa lagi.
" kalau Opa sich jagonya cari duit. ! " Randy tidak ketinggalan memuji Opanya.
__ADS_1
" tapi sekarangkan Opa sudah pensiun, sudah nggak berguna lagi.! " kata Pa Hendra.
" Siapa bilang nngak berguna Ayah? biar sekarang kita yang kerja, tapi ayah kan yang menjadi motivator buat kami ! tanpa Ayah kami tak bisa apa apa lho ! " ucap Errina.
" benar apa yang dikatakan Erinna Ayah, kami hanya melanjutkan apa yang telah Ayah capai. " kata Bryan.
" ayoo dimakan dulu, sesudah makan baru ngobrol lagi ! " seru Bu Lilani.
Lalu merekapun makan dengan nikmatnya.
🍀
Angelo yang masih berada dikantor dan masih berhadapan dengan tumpukan tumpukan kertas yang masih menumpuk didepannya. dia harus mempelajarinya satu persatu sebelum ditanda tangani olehnya.
Angelo masih bingung memikirkan Elena, mengapa dalam dua hari ini dia selalu mencoba untuk menghubungi Elena tapi telponnya tak pernah diangkat ataupun dijawab WAnya. dia sangat ingin lansung datang kerumahnya Elena tapi dia tidak punya waktu sama sekali karena waktu untuk peresmian cabang baru tinggal dua hari lagi.
🌱
Elena berbaring diatas ranjangya sambil mengutak atik hand phonenya, dia memeriksa data data yang tersimpan.
syukurlah nggak ada yang kehapus. batinnya.
tiba tiba hand phonenya berdering, dia melihatnya, dari Angelo.
" haloo selamat malam..! " sapa Elena
" haloo sayang..kenapa baru aktif, aku jadi khawatir.!" kata Angelo.
" maaf yank, Hand phoneku itu terjatuh dan ngaak bisa digunakan, maka terpaksa kubawa ke counter untuk sevice. jadi selama dua hari aku nggak bisa telpon, ini tadi baru kuambil." kata Elena.
" ohh pantas, aku kira kenapa. ! " ucap Angelo
" maaf ya sayang." kata Elena
" nggak papa sayang, cuma aku mau memberitahu pada kamu yank, beberapa hari ini aku sibuk banget, lagi persiapan untuk peresmian kantor cabangku yang baru di Semarang. sampai saat ini aku masih lembur dikantor. " kata Angelo.
" nggak papa sayang ! yang penting sesibuk apapun, jangan lupa jaga kesehatanmu, makan yang teratur." kata Elena.
" iya bu Dokterku sayang ! " ucap Angelo tertawa kecil.
" ihh kamu.." ucap Elena.
" okey sayang, aku tutup dulu yaa. aku lanjut kerja lagi." kata Angelo
" baiklah sayang, selamat bekerja." ucap Elena
" bye..! " ucap Elena
Lalu Elenapun menekan tombol merah mengakhiri pembicaraannya dengan Angelo.
lalu Elenapun meletakkan Hand pnonenya diatas nakas dan diapun memadam lampu lalu menyalakan lampu tidur dan diapun segera memeluk gulingnya dan tidur.
🌱
Pagi ini Elena bangun lebih cepat dari biasanya, karena pagi ini dia ingin joging sebentar sebelum ke Rumah sakit.
Elena segera memakai celana dan kaos trainning spacknya dan sepatu kets dan kaos kaki yang senada. lalu dia menuruni tangga kelantai bawah dan diapun bertemu dengan bi Onah yang sedang membuat sarapan didapur.
" mau Olah raga Non ? " tanya Bi Onah
" iya Bi, aku lewat sini aja..mari bi." kata Elena
" iya hati hati Non. " ucap bi Onah.
Lalu Elenapun keluar lewat pintu dapur.
Elena joging keliling perumahan sesudah itu diapun keluar dari komplex perumahan dan berlari disepanjang trotoar.
Sebagai seorang Dokter, dia harus selalu menjaga staminanya agar selalu vit karena dengan duduk sepanjang hari dan menghadapi pasien dengan bermacam kasus penyakitnya, dia harus berhati hati dan selalu berusaha agar tubuhnya tetap sehat.
Setelah hampir 1 jam dia joging, lalu diapun segera kembali kerumah untuk mandi dan bersiap siap untuk ke Rumah sakit.
🌱
Elena membuka pintu Ruang kerjanya dan berjalan masuk lalu duduk dikursi didepan meja kerjanya.
dia segera memeriksa data data pasien yang ada diatas mejanya. hand phonenya berdering, Elena mengambil hand phone dari tas dan dilihatnya dari Angelo.
" haloo yank.!" sapa Elena
" udah di Rumah sakit ya ?! " tanya Angelo masih terdengar suara serak sepertinya baru bangun tidur.
" iya, baru aja sampai. " kata Elena.
" Aku kangen, tapi belum bisa bertemu, aku masih sibuk banget. ! " kata Angelo
__ADS_1
" sesibuk sibuknya kamu jangan lupa makan ya..! " kata Elena.
" iya sayang, tapi.., " Angelo menghentikan kata katanya.
" tapi apa sayang ? " tanya Elena
" hmm tapi aku ingin kamu datang kekantorku dan kita makan siang bersama. ! kata Angelo.
" baiklah ! aku akan membawa makanan kekantormu dan kita makan bersama okey ?" kata Elena.
" okey ! aku menunggumu. " kata Angelo
" kalau begitu aku kerja dulu ya..! " kata Elena
" baiklah sayang..! " ucap Angelo
Lalu Elenapun menutup telponnya lalu meletakkannya diatas meja.
Mourinho mengetuk pintu kamarnya.
" iya masuk.! " seru Elena
Mourinhopun membuka pintu ruang kerja Elena dan berjalan masuk dengan sebuah paper bag ditangannya.
" Selamat pagi Ellen, tadinya aku kira kamu belum datang." kata Muorinho
" aku baru saja tiba, belum terlalu lama kok." kata Elena.
" ini aku ada oleh oleh untukmu " kata Mourinho lalu meletakkan tasnya diatas meja.
" apa itu Mourinho ? " tanya Elena
" ini adalah Kripik tales pedas buatan ibuku." kata Mourinho.
" ohh lekker Mourinho, aku suka ! terima kasih Mourinho. " ucap Elena lalu mengeluarkan bungkusan plastik yang berisi kripik singkong itu.
" kamu tau aja kesukaanku, aku jadi ingat waktu di Jerman, setiap ibumu mengirim krioik talesnya, selalu saja aku yang habisin. " kata Elena tertawa.
" iya, sampai aku kadang kadang nngak kebagian." kata Mourinho dan mereka berduapun tertawa.
" okey Ellen, aku balik keruanganku dulu deh, aku belum kunjungi pasienku.! " kata Mourinho
" baiklah, thanks ya oleh olehnya." ucap Elena
Lalu Mourinhopun segera keluar dari ruangannya Elena dan menutup kembali pintunya.
Sesudah Mourinho meninggalkan ruangannya, Elenapun melanjutkan untuk memeriksakan data data pasiennya. ternyata tidak ada kasus pasien yang serius.
Lalu diapun bersiap untuk mengunjungi pasien dikamar inap.
Lalu Elenapun mengambil Stateskopnya dan mengalungkannya dilehernya dan keluar dari ruangan prakteknya menuju kearah tangga.
Elena naik tangga menuju kelantai 2 lalu berjalan menuju kamar jaga perawat.
" Maaf bu, aku baru saja mau keruangan ibu." kata Zita.
" nggak papa, kebetulan aku lagi agar kurang kerjaan. " kata Elena
lalu Suster Zita menyiapkan buku status pasien dan merekapun keluar mengunjungi pasien dikamar masing masing.
🌱
Selesai mengunjungi pasiennya Elenapun kembali keruangannya diikuti oleh Sustet Zita.
Elena menulis resep resep untuk pasiennya dan memberikan pada Suster Zita.
lalu Zitapun segera keluar dari ruangannya Dokter Elena dan kembali kelantai 2.
Elena mengeluarkan Laptopnya dari dalam tasnya, dia segera membuka Emailnya.
Elena terkejut membaca sebuah Email yang masuk berasal dari Universitas tempat dia mengambil Spesialis Jantung di Jerman dulu.Elena diberi kesempatan untuk memperdalam kan lagi bidangnya di Universitas tersebut selama satu tahun dan akan dimulai pada 3 bulan mendatang, dan semua biayanya ditanggung oleh universtas tersebut. lalu dia diminta untuk mengisi formulir yang telah dilampirkan.
Elena gembira membacanya tapi dia harus minta persetujuan orang tuanya dulu.
Elena membaca pula Email yang masuk lainnya.
ada juga sebuah Email yang masuk dari Dinas Kesehatan, yang mana dia di Undang untuk menjadi pembicara selama 2 hari, pada Seminar yang akan diadakan di Semarang 3 hari mendatang.
Elena berpikir, berarti dia harus bekerja extra untuk membuat makalah seputar kesehatan jantung. tapi dia senang menerima tugas itu, karena dia merasa bahwa itu sudah menjadi tanggung jawabnya.
mdo 09012021
🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Thanks ya untuk anda yang setia membaca Novelku ini. jangan lupa ya untuk meninggalkan jejaknya ..
__ADS_1
Like Vote Komen Tip dan Rate Bintang 5
Thanks 🙏🙏😇😇