Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 52 Kembali keJerman


__ADS_3

Hari Keberangkatan Ellena Ke Jerman, pun telah tiba.


Pagi ini Ellena bangun lebih cepat Dari biasa nya, Begitu pun juga dengan Orang tua nya.


Mereka rencana akan mengantar Ellenna ke Bandara.


Jam 08.00, Pesawat nya akan Take off, Jadi mereka rencana ke Bandara pada jam 06.30


Ellena telah mempersiap kan bawaan nya di dekat pintu depan. Bawaan nya yang terdiri dari Dua buah Koper. 1 Koper berisi kan Baju nya dan yang satu lagi berisi Alat-alat kedokteran dan keperluan lain nya.


Juga ada sebuah dus yang berisi kueh-kueh buatan Oma nya. Sebenar nya dia telah pikir akan kelebihan bagasi, Namun dia telah minta tolong pada Mourinho, untuk bantu membawa bagasi nya, karena bawaan Mourinho tidak begitu banyak, Dan kebetulan mereka pun akan tinggal di Apartemen yang sama.


Jam 06.00 Angelo dan Bu Sesilia, telah tiba di Rumah nya Ellena,


Setelah Semua nya siap, Jam 06.30, Mereka pun Segera berangkat dari Rumah menuju ke bandara.


Ellena ikut di Mobil Angelo, dan duduk di bagian depan di samping Angelo. Sedangkan Bu Sesilia bersama Bu Lilani dan Pak Hendra juga ikut di mobil Angelo, duduk di bagian tengah.


Erinna dan Brian, ikut di mobil Randy, begitu pula Ernny .


Setiba nya di Bandara, Mereka pun Segera keluar dari Mobil, Bryan telah turun duluan untuk mengambil trolly, Lalu mereka pun menaik kan Barang Ellena keatas Trolly.


Ellena mencari dimana Mourinho berada, Karena Ellena hendak


menitip kan barang nya, Pada Mourinho. Tapi akhirnya dia berhasil melihat Mourinho.


Setelah ketemu dengan Mourinho, Ellena lalu menitip kan Dus yang berisi kue itu pada Mourinho dan dia pun menemui Angelo bersama dengan Keluarga nya.


Ellena lalu memeluk Oma dan Opa nya.


" Opa dan Oma harus ingat ya, jaga kesehatan nya baik-baik, Ellen tidak mau dengar kalau Oma dan Opa sakit.! " Kata Ellena, Lalu mencium Opa dan Oma nya.


Sesudah itu dia pun memeluk Ibu dan Ayah nya,


" Ibu, Ayah, Ellen Pamit ya, jaga kesehatan ya, banyak istirahat! " Kata Ellena.


Erinna dan Bryan pun memeluk Putri nya dengan penuh kasih sayang.


" Kamu juga Ellen, Jaga kesehatan, jangan terlalu capek. " Kata Erinna.


"Jangan lupa kabari kalau sudah tiba disana, hati-hati di jalan Nak! " kata Bryan.


Lalu Ellena pun pamit pada Kakak nya Randy Dan Adik nya Ernny.


Sesudah itu Ellena juga Pamit pada Bu Lilani, Calon Ibu mertua nya.


" Ibu, Aku pamit ya, Jaga kesehatan Ibu, jangan lupa minum obat nya teratur ya Bu. "


Kata Ellena pada Bu Lilani.


" Iya Ellena, Hati-hati di jalan ya Nak, jangan lupa, sering-Sering telpon .!" Kata Bu Lilani.


Yang paling terakhir, Ellena pamit pada Angelo.


Mereka berdua tak bisa berkata-kata, Mereka hanya saling berpandangan dalam diam. sampai Akhir nya Ellena membuka suara.


" Yank.., Aku pamit ya !" kata Ellena.


" Hati-hati di jalan ya! Jangan lupa Telepon bila tiba disana. " kata Angelo.


" Baik lah Yank , See you again!! " kata Ellena.

__ADS_1


" I'm Always Waiting for you ! " ucap Angelo


Lalu Angelo pun menarik kedua tangan Ellena dan mencium kening nya.


Perlahan-lahan terdengar alunan lagu Kiss me Good Bye, dari speaker bandara.


" Aku jalan ya. " kata Ellena melepas kan pegangan tangan Angelo.


Lalu mengambil Trolly barang nya, dan melambai kan tangan nya, Hati di balut rasa sedih, harus meninggal kan orang-orang yang di cintai nya.


" Semua nya, Aku pamit ya! " Ucap Ellena sambil melambai kan tangan nya, Dia tak mau memandang semua nya, dengan menunduk kepala nya dia mendorong Trolly nya, berjalan masuk menuju ke pintu keberangkatan. Mourinho yang sedari tadi menunggu nya, Lalu mengikuti nya dari belakang. Setelah dia pun pamit pada Angelo dan keluarga Ellena. ketilka Mourinho menjabat tangan Erinna,


" Tante, Aku pamit ya.! " kata Mourinho.


" Iya.., Hati-hati di jalan, Titip Ellena ya! " Kata Erinna pada Mourinho.


" Iya Tante. " kata Mourinho. Lalu segera mengikuti Ellena dari belakang.


Setelah melalui Xray, Ellena dan Mourinho pun berjalan menuju ke Counter untuk Cek In serta mengambil Boarding Pass. syukurlah, Ellena dan Mourinho mendapat tempat duduk satu deret, sehingga Ellena punya teman untuk ngobrol nanti di Pesawat.


Setelah selesai mendapat Boarding Pass, mereka berdua pun masuk ka bagian Imigrasi untuk pemeriksaan Pasport da Visa sesudah itu baru lah mereka menuju ke ruang tunggu keberangkatan.


Setelah menunggu kira-kira setengah Jam, Saat boarding pun tiba. Ellena dan Mourinho pun segera ikut berdiri di antrian untuk boarding.


Tepat pukul 08.00, Pesawat yang ditumpangi oleh Ellena dan Mourinho, Meninggal kan bandar Udara Juanda, Menuju ke Munchen Air PortJerman.


Langit yang Cerah, membuat pandangan di atas angkasa begitu menakjub kan, awan-awan putih yang terihat dari atas pesawat, Bagaikan permadani putih dari kapas-kapas yang lembut bertebaran di bagian bawah Pesawat. Sungguh indah dan menakjub kan.


"Ellen, Jangan lah terus bersedih. " kata Mourinho membujuk Ellena.


" Aku sedih harus kembali meninggal kan Mereka, Dalam jangka waktu yang cukup lama, Mourinho. " Kata Ellena.


" Tapi kamu harus kuat, Karena Aku lihat, Kau bukan lah seorang wanita yang lemah. " kata Mourinho.


Mereka berdua ngobrol hingga Ellena merasa ngantuk dan akhirnya, Dia pun tertidur.


Mereka tiba Di Jerman telah jam 24.00 Waktu setempat, Dari Bandara. Mereka langsung ke Apartemen.


Setiba di Apartemen, Ellena pun Membawa masuk barang-barang nya ke dalam lalu dia pun masuk dan membaring kan tubuh nya di atas Tempat tidur. Saking lelah nya, dia pun langsung tertidur.


🌿🌿🌿


Sementara itu dengan Angelo, Setelah Ellena pergi, Dia merasa sangat kehilangan, Hati nya begitu nelangsa dan merasa hampa.


Begitu meninggal kan Bandara Juanda, Angelo menyetir Mobil nya dalam diam.


Setelah mengantar Pak Hendra dan Bu Lilani, kembali ke Rumah mereka, Maka Angelo dan Ibu Sesilia pun, melanjut kan perjalanan mereka untuk kembali ke rumah mereka.


Mobil Angelo memasuki halaman Rumah mereka, Angelo pun memarkir kan mobilnya di halaman depan, dia membuka kan pintu mobil, Lalu dia bersama Ibu nya segera keluar dari mobil nya, dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Ibu Sesilia sedih melihat Angelo yang tidak bersemangat, Dia tau kalau anak nya itu merasa sangat kehilangan Ellena.


" kamu harus kuat Angelo, Dua tahun itu nggak lama kok, Nanti kalau kamu rindu, Kamu kan bisa ke Jerman !? " kata Bu Sesilia.


" Bukan masalah itu Bu, Aku cuma ragu akan Kesetiaan Ellena, Karena disana pasti banyak teman pria nya-" jelas Angelo.


" Cinta itu harus saling percaya Angelo, dan Ibu Percaya, Ellena bukan lah tipe Gadis yang tidak setia. Maka kamu harus bisa sabar dan menunggu sampai Dia kembali. " Kata Bu Sesilia.


" Iya Bu, Mungkin perasaan ku saja. " kata Angelo.


lalu Angelo pun bersiap-siap untuk pergi ke Kantor nya.

__ADS_1


πŸƒ


Sore hari nya, Sepulang dari Kantor, Angelo masuk ke kamar nya dan Mandi.


Sesudah mandi, Dia pun memakai baju nya, Lalu Dia membaring kan tubuh nya di atas ranjang nya.


Angelo menunggu Telepon dari Ellena. Entah Ellena telah tiba atau belum? Membuat Dia gelisah dan selalu bertanya dalam hati nya.


Angelo merasa terkejut, Ketika Ibu nya memanggil Dia untuk Makan malam.


Angelo pun bangun dan merapi kan Rambut nya, Lalu keluar dari kamar nya, menuju ke meja makan.


" Ayo Kita makan! " Ajak Bu Sesilia. lalu mulai menimba makanan nya.


" Iya Bu !" Jawab Angelo dan Mengambil Nasi nya.


" Ellena belum telepon? " Tanya Bu Sesilia kembali.


" Belum Bu, Aku pikir mungkin Dia Capek, Sehingga dia sudah tertidur, Soal nya perjalanan yang memakan waktu lebih kurang 8 Jam pasti membuat dia sangat Lelah. " Jelas Angelo.


" Iya juga, Sabar lah, Besok pagi dia pasti telepon. " Kata Bu Sesilia.


" Iya. " jawab Angelo.


🌿🌿🌿


Di Rumah Ellena pula, Ibu nya dan Oma nya menunggu telepon dari Ellena, namun telah jauh malam, belum juga ada telepon dari Ellena.


" Bu, Sudah Malam banget, Tidur lah sudah!" kata Bryan, Menyuruh Erinna untuk tidur.


" Ellena tibanya disana kan sudah jauh malam, Apalagi perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama, pasti membuat nya sangat lelah. Aku kira pasti dia telah tertidur. " kata Bryan pula.


" Iya, mungkin juga. " Kata Erinna. Lalu mengikuti Bryan naik ke lantai dua dan masuk ke kamar nya.


πŸƒ


Pagi ini ketika Erinna baru saja memicing mata nya, Dia mendengar Hand-phone nya berdering, Dia pun segera mengangkat nya dan melihat, Benar saja dari Ellena.


" Hallo Ellen, kamu sudah tiba, Semalam ibu menunggu telepon mu, kamu nggak telapon"


"Hallo Bu, Maaf Ellen nggak Telepon, soal nya Ellen capek banget. Tiba disini uda larut malam, maka nya Ellen tertidur.! " kata Ellena


" Oh gitu, jangan lupa makan ya Ellen, jaga kesehatan mu nak! " kata Errinna.


" Iya Bu. Cukup dulu ya Bu, Salam buat Oma, Opa dan Ayah. Juga Erny dan Kak Randy. " Kata Ellena.


" Baiklah, Akan Ibu Sampai kan." kata Erinna, Lalu Mereka pun mengahiri pembicaraan nya.


Errina pun meletak kan kembali ponsel nya di atas nakas.


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 53


Mdo12042021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 πŸ™πŸ™


Baca juga Novelku yang lainnya.


Melangkah di Tengah Badai

__ADS_1


Misi Rahasia Psikolog Cantik


__ADS_2