
~ Tak ada Kebahagiaan yang lebih sempurna, dari pada selalu berada di dekat Orang yang kita Cintai dan mencintai Kita. ~
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Mereka berdua berlari kecil di atas pasir putih, bagai dua pasang remaja yang baru jatuh cinta. Mereka terus berlari dan berkejaran hingga jauh dari tepian Laut.
" Ayo, kejarlah aku Angelo.! "Seru Elena.
" Baiklah.. Aku akan mengejar kamu sampat dapat . " Ujar Angelo dengan napas yang masih Ngos-ngosan.
Elena kembali berlari, dan Angelo pun mengejarnya lagi. Sampai akhirnya Angelo Menyerah dan duduk di atas pasir.
"Sayang, Aku menyerah deh ! " Ujar Angelo, Elena tertawa melihat Angelo yang telah duduk selonjor kakinya di atas pasir.
" Kok Baru gitu aja udah menyerah! " seru Elena. Lalu berlari kembali menghampiri Angelo dan duduk di samping nya.
" ini Minum Dulu. " kata Elena sambil memberi air yang tadi di bawanya, pada Angelo. Angelo pun menerima, lalu meminumnya.
" Kita balik ke tepian yuk! " Ajak Angelo.
" Hayoo!! " Ujar Elena. Lalu mereka pun bangkit, berdiri dan berjalan kembali ke tepian. Lalu duduk di bawah pohon Akasia yang Berada disitu.
Dari kejauhan Mereka melihat Randy dan Riska juga sedang berjalan di atas pasir, juga kedua putrinya Donny.
Tak lama kemudian, Randy dan Riska menghampiri mereka.
" Kirain kalian berdua dimana, Tau-tau ada disini. " Ujar Randy lalu Mereka pun duduk di atas batu dekat Elena dan Angelo.
" Tadi kami ke pasir putih disana. " Kata Elena, sambil menunjuk ke arah pasir Putih dekat laut.
" disana, Pasirnya putih bersih banget, ya... " kata Riska.
" iya, nanti sebentar pasirnya tenggelam lagi bila air pasang. " kata Randy.
" Aku ingin kesana, tapi sayang, matahari sudah mulai terik. " Ujar Riska.
" Tadi lupa ya, bawa Topinya. " kata Randy.
" Iya, Aku sama sekali Nggak ingat sih! " ucap Riska, dari raut wajah nya kelihatan kecewa.
" Nanti besok kita kesini lagi. " ucap Randy menghibur Istrinya.
__ADS_1
Tak lama, kedua anaknya Donny datang mendekati mereka.
" Kak Ellen, boleh kan kita kesana?" tanya salah satu dari mereka sambil menunjuk ke tepian laut.
" Boleh Saja, asal hati-hati ya, Bila air mulai pasang, segera balik. " ujar Elena.
" Iya Kak, Kami hendak nyari siput. " lalu mereka Berdua berjalan menuju ke pasir putih. Untuk mereka membawa topi, hingga tidak kepanasan.
" hati-hati l, kalau hujan segera balik. " kata Elena pada Mereka berdua.
" Okey Kak! " Ujar mereka berdua bareng. Elena tersenyum melihat mereka berdua. Mereka telah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik.
Lalu Terdengar Angelo, Elena, Randy dan Riska berbincang - bincang.
Elena melihat telah jam 11 siang Dia pun memanggil Anak anak Donny untuk kembali.
" Ayu kita ke atas, Sudah jam 11, persiapan untuk makan siang. " ujar Elena. Lalu Mereka berenam pun berjalan pulang, kembali ke Villa.
Sampai di Villa, mereka masing-masing pun membersih kan diri, lalu kembali keluar bergabung dengan yang lain yan kelihatan sedang asyik ngobrol di Gazebo bagian depan.
Elena dan Riska segera ke Ruang makan untuk melihat persiapan untuk makan siang nanti. Hari ini mereka tidak sibuk masak, karena untuk makan siang dan makan malam, Angelo telah menyuruh Leon untuk memesan Catering. Jadi Riska dan Elena hanya tutup meja, dengan mempersiapkan Piring, gelas dan lain lain nya untuk keperluan makan. Juga tak lupa Mereka mengeluarkan puding Karamel yan di Buat oleh Erina dan Lira pagi tadi. Juga Es buah yang di buat oleh Bu Sesilia dan Fira.
pas jam 11.45 , pesanan Catering nya Datang, Leon, Angelo dan Randy pun mengambil dari mobil box nya dan membawa masuk ke Ruang makan. Elena dan Riska pun menatanya dengan baik di atas meja, Karena semuanya di sedia kan di dalam Panstove yang terbuat dari porselin.
Kembali mereka berkumpul Bersama untuk makan Siang.
Sesudah makan siang, Mereka pun keluar ke Taman, Berbincang-bincang sebentar , lalu masing-masing ke kamarnya untuk beristirahat.
πΏπΏπΏπΏ
Kabut tebal membaluti langit, Cuaca terasa begitu dingin di pagi ini, sehingga membuat insan yang masih berada di balik selimut, merasa Enggan untuk Merangkak keluar dari selimut yang menghangat kan tubuh nya.
Tak lama kemudian, Hujan pun turun dengan derasnya, membasahi pohon dan daun nya.
Suara Cicit burung pipit, menciap-ciap mencari perlindungan di teras samping Villa, Mereka berlindung dari derasnya hujan dan terpaan angin, yang dapat membuat tubuh mungil mereka menggigil gemetaran karena kedinginan.
Elena juga merasa malas untuk bangun, Dia benar-benar menikmati liburannya ini dengan merehat kan raga dan pikiran nya. Agar fresh bila kembali menjalani aktifitas nya.
Hari ini Rencana nya Mereka akan keluar bersama-sama ke Pantai Kuta. Namun rupanya Cuaca tidak mendukung.
Ketika Elena melihat Jam di dinding, jam telah menunjuk kan pukul 06.30. Walau masih malas bangun, terpaksa Elena bangun untuk Melihat Sarapan pagi, Walau pun ada 3 ART, Namun dia merasa puas bila dapat memastikan dan dapat membantu Bibi Mereka.
__ADS_1
Elena pun segera ke kamar mandi untuk mandi membersih kan dirinya, Lalu setelah itu, Dia pun mengering kan badan dan rambut nya dengan handuk.
Dengan memakai Babby Doll dan berdandan seadanya, dia pun keluar dari kamar dan berjalan ke dapur.
Elena terkejut ketika di dapur dia melihat Ibunya dan bu Sesilia sedang sibuk bersama dengan bi Inah. Sedangkan Bi Yanny dan Bi Sumi sedang bersih-bersih.
" Selamat Pagi Bu, Kok tumben sudah duluan bangun! " Sapa Elena pada kedua orang tuanya.
" Pagi! " Jawab Bu Erina dan Bu Sesilia bareng.
" Kenapa cepat bangun Ellen? istirahat dulu." Kata Bu Sesilia, calon mertuanya.
" Ah nggak papa Bu, Lagi pula udah biasa bangun jam segini, nggak bisa tidur lagi. " Ujar Elena,
Lalu mengambil Piring dan sendok lalu di Lap nya dan di atur di atas Meja makan. Dan juga di ambil gelas-gelas lalu di isi dengan air putih. dia juga menyiapkan teh di dalam termos dan meletakkan di meja kecil di dekat meja makan dan juga dia meletakkan cangkir cangkir, serta Cake.
Pagi ini Erina Memasak Ayam lapis dan Soun goreng, dan Ayam goreng. Sedang kan Bu Lilani membuat Opor Ayam dan Cap Chay. Bi Inah membantu untuk menyiapkan bahan-bahan serta menanak nasi.
Sesudah semuanya selesai, Erina dan Bu Sesilia pun kembali ke kamar nya untuk mandi dan mereka minta tolong Elena dan Riska Yang kebetulan baru datang dari kamarnya. Untuk menyiapkan makanan di meja makan.
Setelah Ibunya dan Ibu Sesilia pergi, Elena dan Riska pun menyiapkan makanan nya di dalam Panstove dan meletakkan di atas meja makan.
Kaum Pria pun telah bangun, Begitu pula Omanya Elena, Bet Lilani. Juga Fira dan Lira, Istrinya pak Gunawan dan Donny, Pamannya Elena.
Setelah Bu Sesilia dan Erina Selesai Mandi serta telah bergabung dengan yang lainnya di Ruang Keluarga, Elena pun mengajak mereka buat sarapan.
Lalu mereka pun menuju ke meja maka dan sarapan bersama.
Hujan belum juga reda, Ketika mereka selesai sarapan, kembali mereka berkumpul di Ruang keluarga sambil ngobrol.
" Rupanya rencana kita gagal hari ini. " Kata Pak Gunawan.
" Tak apa lah, Kan masih ada hari esok, lagi pula udaranya kurang menyehatkan. " ujar Pak Hendra dan yang lain pun hanya mengiyakan.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
π Bersambung ke Bab 97.
Mdo16072021/18.08
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
.