Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
bab 9 Rumah Penuh Kenangan


__ADS_3

Ivan mengemudi mobil nya dengan kecepatan sedang di samping nya duduk istri nya Vanny. mereka berniat mau menyelesai kan pembayaran rumah nya Bryan hari ini.


Dari rumah mereka di Cibinong dan di pertigaan jalan, Ivan mengambil jalan arah Bojong Gede.


Dia sengaja memilih lewat Bojong Gede karena di jalan ini pagi-pagi belum terlalu ramai, apalagi lewat sini, tidak terlalu banyak kendaraan lalu lalang. dari pada lewat Bogor Kemang, sangat ramai dan bising.


Sampai di Danau Kemuning, mereka mampir sebentar di warung untuk Sarapan, karena keluar rumah tadi mereka berdua belum makan apa- apa.


Vanny memilih masuk kesalah satu warung yang menjual Nasi uduk, sambil memperhatikan makanan yang dipajang, seorang ibu muda menghampirinya dan bertanya.


" Pagi bu, mau makan ya Bu.. " tanya Bu Riris pemilik warung itu.


" Iya Bu.. " ucap Vanny sambil memandang Ivan.


" Mau makan apa Pa ?" tanya Vanny pada Ivan.


"Aku ikut kamu aja Ma.. " ucap Ivan


" Kalau begitu aku minta 2 porsi nasi uduk " kata Vanny.


" Lauknya Bu ? " tanya Bu Riris


" Itu Bu, telur rebus, rendang jengkol, mihun. dan minumnya teh panas aja ya Bu.. " Ucap Vanny.


" Baiklah Bu.. " Ucap Bu Riris.om lalu Bu Riris menyiapkan pesanan mereka.


Ivan memilih tempat duduk dekat dengan danau, Sehingga mereka bisa melihat pemandangan yang indah.


Air danau yang membiru dan di tepian, di sebrang danau terlihat pohon-pohon yang menghijau, berdiri kokoh dan dihiasi oleh burung-burung kecil yang berterbangan dan hinggap di dahan- dahan pohon, Di tepian danau.


Juga terlihat burung-burung bangau putih yang berterbangan mengelilingi danau, dan sebentar- sebentar menyentuh air danau, dengan gesitnya mematuk ikan dari dalam danau. Lalu terbang pergi.


Suatu pemandangan yang tak bisa di temui dalam kota yang ramai penduduk dan banyak kendaraan.


Vanny dan ivan terpesona dengan pemandangan alam yang mengagum kan ini..


Ivan mengambil beberapa photo pakai Hand-phone nya.


Dia Lalu berdiri di tengah jalan untuk memotret sepanjang jalan Danau Kemuning yang penuh dengan di taburi bunga-bunga Kemuning yang jatuh berguguran menghiasi sepanjang jalan itu.


Bu Riris menghampiri mereka dengan nampan yang berisi kan makanan pesanan Vanny dan meletakkan nya di atas meja segi empat yang terbuat dari kayu itu.


" Silahkan di makan Bu. " ucap Bu Riris


" Terima kasih Bu. " Ucap Vanny. sesudah itu dia memanggil Ivan yang lagi memotret beberapa pemandangan yang sangat menarik perhatiannya.


" Makan dulu Pa..! " ucap Vanny


" Iya.. " jawab Ivan lalu berjalan mendekati meja dimana Vanny sedang duduk.


" Pa, Coba rasa nih, Jengkolnya enaak banget " ucap Vanny. Ivanpun coba mencicipinya dan memang Rendang jengkol ini lebih enak dari yang lain yang pernah dia rasakan.


" Betul Ma, enak ya.. " kata Ivan. lalu mereka berdua makan dengan lahap nya sampai habis.


Sesudah selesai makan, Vanny pun membayar dan segera pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan nya ke Gunung Putri.


mobil melaju di sepanjang Danau Kemuning.


Sesudah melewati danau kemuning, Danau Tonjong lalu Ke Kali Suren setelah melewati pertigaan pasar Salasa.


sampai mendekati pertigaan Inkopat, Tiba-tiba mobil berjalan agak terseok-seok..


Ivan segera menghenti kan mobil nya di tepi jalan dan turun memeriksa ban mobil.


" Ban kiri nya kempes Ma.. " Kata Ivan


" Lalu bagaimana Pa.. ? " tanya Vanny.


" Aku tadi lupa memasuk kan ban serep nya. Begini aja ya, Kamu tunggu dimobil dulu Ma, aku cari bengkel terdekat. " kata Ivan.


Lalu Ivan pun berjalan ke depan untuk mencari bengkel yang bisa mengisi angin di ban mobilnya.


Untung tak jauh dari situ ada bengkel tambal ban dan pengisi angin lalu Ivan balik ke mobil dan menghidup kan mobil lalu menjalankan nya perlahan-lahan menuju bengkel.


Setiba nya di bengkel, Orang bengkel pun memeriksa, Dan ternyata hanya angin saja yang buat kempes. Lalu mereka isi angin. Ivan lalu membayar.


Sesudah itu mereka melanjutkan perjalanannya kembali.


Ivan pelan-pelan membawa mobil nya karena jalannya kurang begitu bagus dan juga sudah hampir tiba di tujuan.

__ADS_1


Sementara itu di Gunung Putri, Erinna baru saja selesai masak, Lalu menyiapkan nya di meja makan.


Lalu Erinna segera mandi, Mumpung anak-anak nya dengan Bryan masih belum pulang dari joging sejak tadi subuh.


Selesai mandi Erinna memakai baju rumah dan mengoles bedak tipis- tipis di wajah nya dan lipstik juga, dia poles tipis-tipis, Lalu dia keluar dari kamar menuju teras samping untuk menjemur handuk. Ketika dia baru jalan masuk menuju ruang depan, Terdengar suara Randy memanggil.. rupanya mereka telah kembali dari jogging.


Erinna bergegas membuka pintunya, lalu Suami dan anaknya pun masuk , Lalu mereka pun langsung mandi karena Erinna telah menunggu mereka untuk sarapan.


Mereka menyantap makanan dengan lahapnya, Mereka merasa lapar karena mungkin tadi mereka joging cukup lama.


Sesudah selesai makan Ellena dan Ernny pun membersih kan meja, dan mencuci piring-piring kotor.


Lalu mereka berdua menyusul Ayah dan Ibu nya duduk di teras samping sambil Berbincang-bincang.


Rumah mereka cukup luas, Karena bukan perumahan. Dan halaman nya sangat besar. Dulu mereka membeli tanah dan rumah nya mereka bangun sendiri secara bertahap.


Karena saat itu gaji bryan masih sedikit, Tapi di bantu oleh hasil jualan kueh-kueh buatan Erinna, akhirnya bisa selesai juga.


Maka nya mereka sangat bersyukur!


Dan ketika anak-anak mereka sudah dewasa, mereka sudah bisa menikmati hasil kerjanya. Meski pun hidup mereka tidak semewah orang lain, Tapi mereka selalu merasa bersyukur.


Mobil berhenti di depan rumah mereka, Ivan dan Vanny keluar dari mobil. Melihat itu, Erinna dan Bryan jalan masuk kedalam dan membuka pintu depan.


" Selamat pagi Pak Bryan dan Bu Erinna. " Sapa Ivan, Lalu mereka bersalaman.


" Pagi Pak Ivan dan bu Vanny. " ucap Bryan.


"mari silahkan masuk ." ucap Erinna


Lalu mereka pun masuk dan duduk di atas kursi plastik yang ada disitu.Karena Sofa nya sudah di jual.


Rumah telah kosong tinggal barang satu, dua yang ada.


" Pak Bryan.., saya mau melunasi uang rumah ini. " Kata Ivan.


"baiklah Pak Ivan, Jadi sudah pasti ini mau beli? " kata Bryan.


" Iya Pak, Istri saya sudah nggak sabar untuk pindah kesini. " Kata Ivan.


" Iya Pak Ivan, disini udara nya masih bersih dan juga sejuk banget. " ucap Bryan.


Vanny hanya diam dan tersenyum.


" Silah kan diminum Pak, Bu... !" ucap Ellena.


" makasih Dek " ucap Vanny.


" sama-sama bu. " balas Ellena sambil tersenyum dan berjalan masuk kedalam.


" Itu putri nya Bu ? " tanya Vanny sama Erinna


" Iya bu Vanny, anak kami yang nomor dua " jawab Erinna.


" Cantik banget kaya ibu nya Bu. " ucap Vanny membuat Erinna tertawa.


" Ibu Vanny juga cantik kok" ucap Erinna.


Lalu mereka ngobrol sana sini dan mereka pun masuk ke dalam rumah melihat-lihat lagi keadaan dalam rumah lalu ke samping dan belakang rumah.


Vanny dan Ivan merasa puas karena rumah nya besar dan masih bagus karena selalu di rawat juga halaman rumah yang luas dan sangat bersih di belakang rumah ada sebatang pohon mangga madu yang sedang berbunga dan di samping kiri juga ada pohon Rambutan yang telah berbuah kecil-kecil.


Setelah melihat-lihat, Mereka kembali ke tempat duduk.


Ivan dan Vanny Meminum teh nya. Sesudah itu Ivan mengeluar kan Uang dan kwitansi dan dari dalam tas nya, Lalu memberikan buat Ryan .


" Tolong di hitung Pak, siapa tau nggak cukup. " kata Ivan.


Lalu Bryan dan Erinna mulai menghitung uang nya.


" Cukup Pak, . terima kasih. " ucap Bryan, Lalu Bryan pun Tanda tangan Kwitansi nya


"sama-sama " Jawab Ivan, sambil menerima Kwitansi dari Bryan.


" lalu mengenai akte jual beli gimana Pak ? " tanya Bryan.


" kalau Pak Bryan dan Ibu punya waktu, Bagaimana kalau hari ini juga kita selesai kan sekalian? Kebetulan Notaris nya ada lah sahabat saya jadi bisa segera di urus dan juga mengenai biaya kita tanggung bersama ya. " Kata Ivan


" Boleh Pak ! Kebetulan kami nggak ada kesibukan, Maka lebih baik kita pergi sekarang saja ya.. " Kata Erinna.

__ADS_1


" Iya Bu biar urusan nya cepat selesai dan kita bisa segera berangkat " ucap Bryan


" Minum lah dulu Pak, bu.." kata Erinna


🌿🌿🌿


Ivan melaju kan mobil nya menyusuri jalan raya.. mereka pergi bersama menuju Bogor.


Tiba di kantor Notaris mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam kantor. Mereka menunggu Pak Rendy, Notaris, teman nya Ivan yang kata nya lagi ada tamu lain.


beberapa saat kemudian, tamu nya keluar, Lalu sekretaris nya keluar memanggil Ivan dan kemudian mereka semua masuk ke ruang kerja nya Rendy.


"selamat siang Ren, " Ucap Ivan.


Lalu Ivan pun menjabat tangan Rendy, Di ikuti oleh Vanny, Bryan dan Erinna.


Ivan lalu memberi kan Sertifikat rumah Pada Rendy, Dan Rendy pun membaca nya, Lalu menyuruh sekretaris nya membuat akte jual beli dan mereka pun masing-masing suami istri memberi paraf.


Sesudah selesai, mereka lalu membayar sesuai dengan apa yang tertulis.


Erinna agak terharu karena rumah itu kini telah menjadi milik Ivan dan Vanny.


Setelah semua nya selesai, Mereka pun keluar dari Kantor Notaris


" Jadi Pak Ivan, seperti tadi saya bilang bahwa kami berangkat Lusa, Hari Minggu siang, Maka saya harap mungkin pagi-pagi Pak Ivan, Bisa ke rumah untuk mengambil kuncinya. " kata Bryan.


" Baik Pak, Saya akan usaha kan datang pagi-pagi nanti. " Kata Ivan.


Ivan berniat untuk mengantar mereka kembali kerumah, Tapi Bryan menolak nya, Dengan alasan mereka mau mampir ke Bank untuk menyetor uang tadi. Lalu Ivan dan Vanny pun duluan pergi.


Bryan memanggil taxi online, Lalu mereka ke Bank yang terdekat. setelah menyetor uang mereka keluar dari Bank, Dan karena Stasiun nya sangat dekat dengan Bank maka mereka pun berjalan kaki ke Stasiun... Sampai di depan Stasiun Bogor, Mereka mampir sebentar untuk beli Fried Chiken, di salah satu rumah makan yang ada di depan Stasiun.


Sesudah itu mereka menyebrang dan masuk ke dalam Stasiun.


Lalu Bryan menyuruh Erinna untuk tunggu, Dia masuk untuk membeli ticket KRL. Sesudah itu, mereka pun berjalan masuk ke tempat kereta.


🌱


Erinna dan Bryan tiba di Rumah telah sekitar jam 12.30.


Ellena mengambil tas yang di bawa oleh Ibu nya dan menyiap kan makan siang.


Lalu mereka pun berkumpul dan makan bersama.


Setelah selesai makan siang, Ernny membantu Ellena membersih kan meja, Randy menyapu lantai.


Erinna dan Bryan masuk ke kamar Untuk istirahat.


Tiba-tiba telpon berdering, Erinna mengankat nya, ternyata dari Pak Gunawan, Kakak nya.


" Erin, kapan berangkat nya? " Tanya Gunawan


" Rencana nya lusa siang Kak. " Jawab Erinna


" maksud Kakak begini, Kalian nggak usah beli tiket, Nanti kakak beli ticket nya lewat online dari sini saja, Biar kalian nggak repot. Nanti kirim photo KTP nya ya.. !" kata Pak Gunawan.


" Iya Kak.. maaf ya, sudah merepot kan Kakak. " ucap Erina


" Kakak nggak repot kok ! Okey, jangan lupa, foto ktp nya ya.. " ucap Pak Gunawan kembali.


" Baik lah Kak.. terima-kasih ya. " ucap Erinna lalu menutup telpon nya.


Erinna dan Bryan merasa sangat lelah, Dan akhir nya tertidur dengan pulas nya.


Mdo14122020


πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


terima kasih buat yang sudah membaca ceritaku..


jangan lupa di Like, Vote dan komentarnya


biar tambah memicuku dalam berinspirasi


mampir pula diNovelku yang lainnya.


Melangkah ditengah Badai


Misi Rahasia Psikolog Cantik

__ADS_1


*******


"


__ADS_2