
Setelah Angelo meninggal kan pekarangan rumah Ellena, Ellena pun segera masuk ke dalam rumah nya.
Ellena melihat Ayah dan Ibu nya belum tidur dan masih duduk nonton Televisi, Lalu Ellena berjalan menghampiri mereka.
" Selamat malam Ayah, Ibu ! " ucap Ellena.
" Selamat malam Ellen !" Ucap Ayah dan Ibunya bareng.
" Baru pulang Ellen ? " Tanya Erinna
" Iya Bu, tadi sesudah selesai berbincang-bincang, di ajak makan dulu, Sesudah itu baru aku pamit ." Ellena menjelas kan
" Angelo sudah pulang ?" tanya Bryan.
" Iya Ayah, Dia buru-buru, soalnya Ibu nya berada sendiri di Rumah." Ucap Ellena.
" Ohh .Jadi bagaimana dengan rencana yang telah di bahas tadi ?" tanya Bryan.
" Sesuai dengan usulan dari Ayah dan Ibu, mereka telah menyetujui untuk tempat acara nya yaitu di Ellena Hotel , Dan rencana nya mereka akan memakai jasa WO." cerita Ellena.
" Memang seharus nya begitu, mengenai Dekorasi nya bagaimana?" Tanya Erinna.
" untuk dekorasi ruangan yang di guna kan adalah nuansa Broken White. " kata Ellena.
" Lalu bagaimana dengan Gaun mu juga Jas nya Angelo ? " tanya Erinna
" Gaun ku berwarna Rosen Red dan Jas Angelo berwarna Broken white pula." kata Ellena.
" Bagus juga. kalau keluarga kan bebas warna nya ya !" ucap Erinna.
" Iya Bu, " ucap Ellena.
" Kalau gitu kita juga harus siap kan baju kita, kita juga perlu penampilan khan he he he !"
ucap Erinna sambil tertawa kecil.
" Iya donk Bu !" ucap Ellena
" Bu, Ayah..Ellen ke kamar dulu ya, udah capek banget !" ucap Ellena.
" Iya Nak, kamu pasti capek, istirahat udah ya !"ucap Erinna sambil memandang Ellena.
Lalu Ellena pun beranjak dari situ dan naik ke lantai dua dan menuju ke kamar nya.
Di kamarnya, Ellena segera mengganti kan baju nya dengan baju tidur nya, Lalu dia membasuh wajah nya di wastafel dan memoles Night Cream di wajah nya, Sesudah itu, dia membaring kan tubuh nya di atas ranjang nya, yang berukuran big size itu.
Ketika Ellena mencoba untuk memenjam kan mata nya, Dia mendengar ada sebuah Notifikasi yang masuk. Dia lalu mengambil Hand-phone nya yang tadi di letak kan di atas nakas, di lihat nya, ternyata ada sebuah pesan masuk dari Angelo.
Angelo: Yank, aku sudah tiba di rumah .
Ellena : syukurlah, istirahat ya udah sayang.
Angelo: Baik lah sayang ! Good night dear, sweet dreams.
Ellena : Good night too dear, take me in your dreams
Lalu mereka pun mengakhiri WA nya.
Ellena meletak kan kembali di atas nakas dan dia pun menutup mata nya dan tertidur dengan lelap nya.
πΏπΏπΏ
Pagi hari
Ellena berjalan masuk ke dalam Rumah-Sakit dan menuju ke Ruang Praktek nya.
Sampai di depan pintu dia segera membuka pintu nya dan menghampiri meja kerjanya lalu duduk di belakang meja.
Ellena terkejut ketika ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.
" Iya silahkan masuk ! " seru Ellena
Seseorang membuka kan pintu, di tangan nya memegang se buket bunga Mawar merah.
" Selamat Pagi Dokter ! Saya mengantar kan bunga untuk Dokter ! " ucap Orang tersebut, yang mengantar kan bunga untuk Ellena.
" Bunga dari siapa ya ? Saya rasa tidak pernah memesan bunga." kata Ellena bingung. karena ini merupa kan yang ke tiga kali nya dia di kirim buket Bunga Mawar Merah.
" Maaf Dokter, saya sendiri tidak tau, karena disini tidak ada nama pengirim nya. Dan saya hanya di suruh antar saja !" jelas Orang itu.
__ADS_1
" Baik lah, Terima-kasih Ya ! tolong di letakkan saja di atas meja itu! " kata Ellena sambil menunjuk ke meja sofa.
Lalu pengantar Bunga itu pun meletak kan buket Mawar Merah itu di atas Meja Sofa. Lalu dia pun pamit dan meninggal kan Ruang Praktek Ellena.
Ellena segera berdiri mengambil buket Mawar merah itu. dia melihat ada sepotong kertas disitu, dia lalu mengambil kertas yang berwarna Pink yang terselip di antara bunga-bunga itu. dan membaca nya.
ππ
Aku tak pernah lupa kenangan indah kita bersama. Melalui hari-hari kita dengan bahagia. Temui lah aku siang ini, jam 12.00 di Taman Mangrove. aku menunggu mu.
dari aku yang pernah Spesial di hati mu.
ππ
Ellena bingung, siapa kah orangnya yang mengirim bunga ini ? dan di ajak ketemuan lagi !
Pintu di ketuk kembali.
" Iya silahkan masuk ! " seru Ellena
Seorang OB membuka pintu dan berjalan masuk dengan membawa nampan yang berisi kan Secangkir teh dan sepiring kecil Snack.
" Selamat Pagi Dokter ! " sapa OB yang bernama Dimas itu.
" Selamat pagi Dimas.! " Ucap Ellena.
Lalu Dimas meletak kan Teh dan Snack nya di atas meja.
" Silahkan minum Dok !" ucap Dimas.
" Iya Dimas, Terima-kasih ya !" ucap Ellena. Lalu kembali duduk di kursinya.
Dimas lalu pamit dan segera keluar dari Ruang Praktek nya Ellena.
Ellena langsung meneguk teh nya.
akhir-akhir ini dia merasa cukup lelah menjalani segalanya aktivitas nya.
Akhir-akhir ini Ellena extra sibuk, Disamping harus menjalani tugasnya sehari-hari sebagai seorang Dokter di Rumah-Sakit, dia juga harus mempersiap kan berkas-berkas nya untuk ke Jerman nanti.
Dan mana lagi dia harus mempersiap kan diri untuk menghadapi persiapan-persiapan Buat resepsi Pertunangan nya dengan Angelo yang sudah semakin dekat.
Dan setelah cita-cita nya terwujud , dia telah berkomitmen untuk tetap setia pada Profesi nya untuk melayani Sesamanya.
Ellena melihat Jam di tangan nya, telah jam 09.00. Ellena lalu segera mengambil Stateskop nya dan melangkah keluar dari Ruang Praktek nya lalu berjalan ke tangga dan menuju ke lantai dua.
Ellena memasuki Kamar jaga Perawat
" Selamat Pagi Suster ! " sapa Ellena
" Selamat pagi Dokter ! " Ucap Perawat yang sedang bertugas.
Lalu Perawat memberi buku laporan Pasien pada Ellena dan setelah membaca nya, Ellena lalu keluar di ikuti oleh Perawat, untuk berkunjung ke kamar-kamar Pasien.
Ellena mengunjungi satu demi satu pasien nya.
Sesudah itu Dia pun kembali ke Kamar jaga untuk menulis resep obat buat pasien nya.
Lalu Ellena kembali ke Ruang Praktek nya kembali.
πΏπΏπΏ
Tepat Jam 12.00
Ellena mengendarai mobilnya menyusuri sepanjang pinggiran Sungai itu menuju ke Taman Mangrove.
Setibanya disana, Ellena pun memarkir kan mobil nya di tempat yang teduh. Dia melihat ada sebuah
mobil Feroza berwarna hitam juga di parkir kan disitu.
Dalam hati Ellena bertanya, Apa kah ini mobilnya orang yang mengajaknya ketemuan ? soalnya tidak ada mobil yang lain nya selain mobil ini.
Ellena keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke Jembatan. Dia berdiri sebentar di Jembatan dan melihat di Sekitar nya. Dia masih tanda tanya, " Siapa kah dia orang itu? lalu dimana kah orangnya berada ?" Batin Ellena.
Dia melangkah kan kaki nya di atas jembatan itu, dan berjalan menuju ke taman Mangrove.
Setibanya di Sebrang dia terus berjalan melewati kios-kios tempat jualan makanan, Namun semua Sepi hanya ada beberapa pasangan yang sedang duduk-duduk di atas Bangku kayu yang ada di dekat situ.
Sambil berjalan, Pandangan nya terus mencari-cari dimana kah orang tersebut ?
__ADS_1
Namun begitu dia melewati sebuah tanjakan, dia melihat ada seorang pria yang sedang berdiri dan berbalik belakang.
" Permisi ! " ucap Ellena waktu hendak melewati jalan tersebut.
Pria itu pun membalik badan nya dan menatap Ellena. Ellena terkesima melihat Pria itu. lalu pandangan mereka bertemu, Pria itu tersenyum. Ellena tersenyum, Namun bagaikan terhanyut dalam mimpi.
" Matthew !!? " Panggil Ellena tak percaya.
" Ellena !!! " Ucap Pria yang di panggil Ellena,, Mathew.
Air mata Ellena mengalir di pipi Ellena, bibir nya terasa bergetar, dia berdiri terpaku dan tubuhnya kaku.
Dia berada di antara mimpi dan kenyataan.
" Dia kah Mathew?? benarkah dia Mathew ??" batin Ellena.
" Ellena !! " Panggil Mathew.
Mathew berjalan mendekati nya.
lalu memegang kedua pundak Ellena.
" Ellena, merindu kan dirimu ! Waktu itu Aku kembali ke Gunung Putri untuk mencari mu, Seperti yang pernah aku janji kan akan datang kembali untuk mu. Tapi ketika aku kesana, Kau tak ku temu kan lagi, mereka bilang kalian telah pindah ke Surabaya. Akhirnya aku pergi meninggal kan Gunung Putri, meninggal kan semua kenangan yang pernah kita jalin bersama disana ! "Mathew menghentikan kata-katanya,
Ellena hanya terdiam membisu.
" Lalu Aku datang di Surabaya hanya untuk mencari diri mu walau pun aku tak tahu dimana kau berada.
Namun tak ku duga, Suatu hari aku melihat mu dengan seorang Pria, Saat diri mu sedang makan dengan mesra, bersama diri nya.
Waktu itu aku ingin menyapa mu, ingin mengungkap kan rasa rinduku ! tapi aku sabar, aku pikir kau telah menikah. aku sadar kau telah menjadi milik orang lain,, dan Kau telah melupakan diri ku. Namun Aku tak dapat menipu drri ku sendiri,, aku merindukan mu, merindukan kenangan kita dulu ! " Mathew berhenti sebentar sambil menatap Ellena dengan sendu.
" Akhirnya Ellen, Aku mengikuti mobil kalian, Sampai saat Pria itu menurun kan Kamu di Rumah-sakit itu, aku tahu Rupanya cita-cita mu telah tercapai, Kau telah menjadi seorang Dokter seperti impian Mu selama itu ! Aku bahagia melihat mu. dan Bunga-bunga Mawar itu aku kirimkan untukmu, sebagai tanda Cinta ku padamu yang tak pernah pudar, meski pun aku sadari, Kau bukan lagi milik ku lagi !"
Tanpa di sadari Air mata Ellena telah membasahi wajah nya dan dia pun memeluk Mathew dan menangis dalam pelukan nya.
" Maaf kan aku Mathew ! Waktu itu aku juga selalu menunggumu kembali ! Namun Ketika harus meninggal kan Gunung Putri, dan pindah ke Surabaya, Tak pernah ada ada Berita dari mu. Aku kira kau telah melupakan diri ku.
Di Surabaya pun, Aku masih menanti dirimu. Tapi tak ada kabar dari mu sama sekali, Sampai aku kembali dari Jerman.
Maka akhirnya aku menerima Angelo menjadi Pacar ku. Namun Mathew, Kau tetap Spesial di hati ku !" ucap Ellena dalam tangis nya, dia menyesal telah mengingkari janji yang pernah mereka berdua ikrar kan bersama.
Ellena melepas kan pelukan nya.
" Aku tak tau Mathew ! Aku tak tau kalau kau masih mencari ku seperti yang kita janji dulu. aku juga tak pernah melupakan janji kita Mathew!
Tapi kini aku mohon Mathew, Lupakan lah diri ku, aku hanya ada di masa lalumu." ucap Ellena sambil menatap wajah Mathew
Air mata Mathew juga mengalir di wajah nya.
" Demi untuk kebahagiaan mu, Aku rela melepas kan diri mu untuk dia ! Namun untuk melupa kan diri Mu, Aku tak sanggup, Ellena ! " ucap Mathew.
" Doa kan aku, agar aku bahagia bersamanya. " ucap Ellena.
" Aku selalu mendoakan dirimu sayang !" Ucap Mathew.
"Aku sangat berterima-kasih atas pengertian mu, maafkan lah daku !" kata-kata Ellena sangat menusuk hati Mathew.
Mathew kembali memegang kedua pundak Ellena dan tersenyum sendu.
Mathew lalu menunduk dan mencium kening Ellena.
Ellena tak sanggup berkata-kata. Hatinya bahagia bisa jumpa dengan Mathew, Pria yang selama ini selalu dia rindukan.
Namun Dia merasa sedih karena harus
melupakan Mathew, melupa kan Cinta Pertama nya, demi Angelo.
π Bersambung ke Bab 39.
Mdo 23032021
ππΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ππ
Baca juga Novelku yang lain nya:
Melangkah di Tengah Badai
__ADS_1
Misi Rahasia Psikolog Cantik