
Angin pantai berhembus sepoi-sepoi, Ketika Elena bangun pagi, dan mencoba keluar dari Villa...Dengan langkah perlahan, dia berjalan, agar derap langkahnya tidak akan membangun kan penghuni Villa yang lainnya, yang masih terlelap dalam tidurnya.
Perlahan-lahan, Elena membuka pintu samping dan melangkah keluar menuju ke tepi tebing di depan Villa.
Elena lalu menuruni tangga, dan berjalan di atas pasir di tepi pantai.
Suasana masih remang-remang dan juga masih sangat sepi, hanya suara desiran riak gelombang yang memecah di tepian pantai, lalu kembali lagi ke laut.
Elena berjalan menyusuri sepanjang pantai, lalu duduk di atas sebuah batu.
Dia ingin menikmati keindahan Alam di Pantai ini sekali lagi, sebelum sebentar nanti mereka akan pulang kembali ke Surabaya, dan mulai kembali menghadapi kegiatan rutinitas mereka.
Dia sengaja duduk sambil selonjor kan kaki nya di dalam air. sehingga sebentar-sebentar riak gelombang datang menghampirinya, seakan mengajak nya untuk bercanda. Dan Elena tersenyum sendiri menikmati semua itu.
Sementara itu, Di atas dahan pohon beberapa ekor burung kutilang, bernyanyi dengan riangnya menyambut datangnya sang surya.
Mentari pun mulai beranjak bangun dari tidurnya, tersembul di langit Timur, dan merangkak dengan perlahan-lahan memancar kan sinar keemasannya menyinari mayapada.
Melihat semua ini, Elena mensyukuri akan kemurahan Tuhan, yang telah memberi kan dia kesempatan untuk menikmati semua ini keindahan alam ini.
πΏπΏπΏπΏ
Angelo baru saja selesai mandi, dan keluar dari kamarnya. Lalu dia berjalan turun ke lantai bawah, dia melihat semuanya masih sepi, belum ada tanda-tanda kehidupan di dalam Villa.
Angelo pun membuka pintu depan, membiarkan udara bersih masuk ke dalam.
suasana memang belum terlalu terang, kelihatan nya masih sangat remang-remang.
Angelo berjalan menuju ke Tebing...lalu berdiri di pagar besi di pinggir tebing itu, lalu memandang ke tengah laut.
Nun jauh disana, terhampar samudra biru membentang..airnya sangat teduh, Meskipun ada riak gelombang yang berkejaran di tepian pantai, tapi semua itu menambah keindahan Ciptaan Tuhan untuk di nikmati.
Tiba-tiba pandangan mata Angelo mengitari sepanjang tepian pantai, Dia menjadi terkejut melihat sosok Wanita yang sedang duduk di atas batu, dengan rambut yang terurai, di hembus angin.
" Elena ?!" serunya penuh tanya.
Tak sabar dia pun melangkah menghampiri tangga, lalu turun di atas pasir.
Angelo pun berjalan menuju ke arah Elena.
Elena yang sedang asyik menikmati keindahan alam pantai di pagi hari, menjadi terkejut melihat Angelo yang datang menghampirinya.
" Hii Sayang, kok pagi-pagi benar udah kesini? kenapa nggak ajak aku ?" tanya Angelo lalu mendekati Elena.
" Aku sejak tadi udah kesini, Aku mau bangunin kamu, tapi takut mengganggu tidurmu." ujar Elena sambil tersenyum.
__ADS_1
" Aku sejak tadi sudah bangun, cuma belum keluar saja !" kata Angelo, lalu duduk di samping Elena.
" Jadi, kan sebentar mau balik ke Surabaya?" Tanya Elena.
" Jadi sayang." ujar Angelo.
" Jam berapa kita berangkat?" tanya Ellena kembali.
" Sekitar Jam 10.00, biar semuanya telah siap dulu !" Kata Angelo .
" Iya...!" Ucap Elena.
Lalu mereka berdua menatap ke depan, melihat air laut yang mulai surut, Pasir putih mulai muncul kan dirinya di permukaan, menambah kan satu lagi kesempurnaan ciptaan Allah.
" Kapan kita dapat kesini lagi ? " Ucap Elena seakan bertanya pada dirinya sendiri, sambil tersenyum.
" Kita pasti akan kembali Sayang, Bila kita telah menikah nanti, kita akan sering kesini dan bila kita telah punya anak, kita akan sering juga mengajak mereka berlibur kemari ! Kamu menyukai tempat ini ?" Tanya Angelo.
" Aku sangat menyukai nya." ucap Elena.
" Aku juga sangat menyukainya!" kata Angelo.
" Semua yang ada disini, masih asri. sehingga membuat mata tak bosan untuk memandangnya." Ujar Elena tersenyum.
" Sampai kapan pun, Aku tatap mencintai mu, Elena sayang !" Ucap Angelo.
" Aku juga sayang, Aku juga tetap mencintai mu, Percayalah padaku !" ujar Elena.
" Aku ingin mengucapkan ini setiap saat bersamamu, sampai nanti bila aku tak dapat lagi mengucap kan nya." ucap Angelo.
" Aku juga !" Jawab Elena.
Mereka berdua menikmati keindahan Alam itu bersama-sama. sambil bersenda gurau dan berjalan menyusuri sepanjang pantai.
" Kita balik yuk, jangan sampai kita di tunggu untuk sarapan." ajak Elena.
" Iya Sayang..ayo! " Ujar Angelo.
Lalu mereka berdua berjalan menuju ke arah Villa.
πΏπΏπΏπΏ
Ketika Mereka memasuki Villa, semuanya telah stay di Ruang Keluarga, menunggu mereka berdua. Sementara itu, Makanan telah tertata rapi di atas meja dan Bi Yanny masih sibuk menuang kan air pada gelas-gelas.
Setelah semuanya siap, Mereka pun.menuju meja makan untuk sarapan. karena sesudah sarapan, Mereka harus menyiapkan diri untuk Berangkat ke Surabaya.
__ADS_1
" Kapan lagi ya kita kumpul seperti ini ." Kata Ibu Sesilia, membuka.pembicaraan.
" Kapan saja bisa Bu, yang penting ada kesempatan." ujar Pak Hendra tersenyum.
" Nantilah, Kita cari waktu lagi buat jalan-jalan." kata Pak Gunawan .
" Sabarlah, Pasti ada waktunya !" ujar Bu Lilani dan mereka pun tertawa.
Mereka sarapan dengan gembira, Mengakhiri masa liburan mereka di Bali, karena Sebentar nanti, Mereka sudah harus pulang ke Surabaya dengan membawa sejuta kenangan yang indah.
Setelah selesai sarapan, Mereka pun segera masuk ke kamar mereka masing-masing, untuk mengemas barang-barang mereka.
Sesudah itu, mereka lalu membawa keluar koper dan lain nya menuju ke depan teras.
Lalu masing-masing pun memasuki barang-barang ke dalam bagasi mobil.
Rencananya jam 10.00, barulah mereka jalan.
Sebelum berangkat, mereka semua berkumpul di Ruang tamu, untuk berdoa bersama, agar di lindungi dalam perjalanan nanti, sehingga mereka tiba di tujuan dengan selamat, tanpa kurang suatu apa pun.
Tak lama kemudian, Mereka pun pamit pada Bi Yanny dan Mang Kino, lalu.masing-masing pun masuk ke dalam Mobil.
Mereka pun melambai kan tangan pada Bi Yanny dan Mang kino, Mang Kino dan Bi Yanny menjadi terharu, Karena mereka akan sendiri lagi tinggal di Villa yang sangat luas ini.
Elena ikut di mobil Angelo, Begitu juga dengan Bi Inah dan Bi Sumi.
Lalu Mobil mereka semua pun keluar dari pelataran Villa menuju ke jalan utama dan selanjutnya menuju ke arah pelabuhan Gilimanuk.
" Selamat tinggal Villa ku ! sampai jumpa kembali di lain kesempatan." Ucap Angelo sambil melambai kan tangan dan tersenyum. Elena dan Ibu Sesilia juga ikut tersenyum mendengarnya.
" Nanti kita kembali lagi, Setelah kalian menikah nanti." ucap Bu Sesilia.
" Iya Bu, kita akan kesini lagi ." kata Elena.
Leon hanya tersenyum sambil mengemudi kan mobilnya dengan kecepatan sedang, beriringan dengan mobil Randy dan Pak Gunawan serta mobilnya Donny.
kira-kira sekitar satu jam, Mereka pun tiba di Pelabuhan Gilimanuk, Lalu mereka pun memasuki antrian untuk masuk ke dalam kapal, Dan selanjutnya menuju ke pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
π Bersambung ke Bab 102.
Mdo22072021/16.43
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1