
Ellena Sangat bahagia sepulang dari pantai bersama Angelo.
Pagi ini dengan Santai Ellena mengendarai kan mobilnya menuju ke Rumah-Sakit, setibanya di Rumah-Sakit Ellena pun segera memarkir kan mobilnya di tempat parkir dan dia segera keluar dari mobil dan berjalan menuju ke ruang prakteknya.
di depan ruang prakteknya, Ellena pun membuka kan pintu dan melangkah masuk.
Ellena merasa kaget, di atas meja kerjanya ter-dapat sebuket bunga Mawar merah kesukaan nya.
Ellena heran, siapa kah yang telah mengirimnya Buket bunga Mawar merah itu. dia mendekati dan mengambil bunga mawar tersebut dan dia melihat ada tulisan di secarik kertas ber-warna pink, yang tertulis.
Untuk : Ellena Sayang.πΉπ
dari aku yang selalu merindukan mu.
Ellena bingung, kenapa tidak di tulis nama pengirimnya. Ellena ber-pikir ini tidak mungkin dari Angelo.
Dia lalu memindah kan buket mawar merah itu di ada kulkas yang ada di ruang kerjanya.
Lalu Ellena pun duduk di belakang meja kerjanya.
Dia mulai memeriksa berkas-berkas di atas mejanya. ter-nyata tidak ada Pasien baru, ber-arti dia hanya menerus pemeriksaan ter-hadap pasien-pasien yang lama.
Ellena memeriksa satu demi satu status pasien, sesudah itu dia mengambil Stateskop dari dalam tas dan dia pun segera keluar ruang prakteknya menuju ke lantai dua.
Ellena masuk ke kamar jaga perawat yang ber-tugas.
" Selamat Pagi Dokter. " sapa Suster Retno yang dinas pagi itu. Ellena tersenyum.
" Pagi Suster ! bagaimana dengan pasien-pasien, apa kah ada keluhan?" tanya Ellena.
" semua kelihatan baik-baik saja. hanya bu Nany di kamar 210 cairan infus tinggal terakhir dan obatnya tinggal sekali di minum. " kata Suster Retno.
" Baik lah kita mulai kunjungan sekarang. ! " ucap Ellena. lalu dia segera keluar dari ruang perawat, di ikuti oleh Suster Retno dan Suster Debby.
mereka memasuki kamar pasien satu demi satu. sampai pada kamar 210 Ellena masuk dan menyapa pasiennya.
" selamat pagi bu Nany. ! sapa Ellena.
" Selamat pagi Dokter ! " jawab bu Nany yang saat itu sedang duduk di tepi ranjang dan di temani oleh putrinya.
" bagaimana keadaannya bu, apa kah sudah ada perubahan ? " tanya Ellena.
" iya Dok, aku sudah tidak Sesak napas lagi. dan sakit di dada kanan ku juga sudah hilang. " jelas bu Nany
" coba ibu baring ya, saya akan periksa." kata Ellena
Lalu Bu Nany pun berbaring, lalu Ellena meng-kop di bagian dada bu Nany, lalu Ellena pun menarik napas lega.
" Ibu Nany sudah bisa pulang sekarang. nanti seminggu lagi baru Ibu kesini untuk kontrol. " kata Ellena.
" Jadi ibu ku sudah bisa pulang Dokter ? " tanya Ayu anaknya.
" iya, ibu Nany sudah boleh pulang, yang penting di rumah, makannya teratur, jangan sampai stress dan juga jangan mengangkat yang berat-berat. karena semua itu bisa memicu Hypertensi nya." kata Ellena
" Iya Dokter, saya akan menjaga ibu ! " ucap Ayu, gadis belia yang masih berusia sekitar 16 tahun.
" Baik lan saya akan beri resep untuk 1 minggu, dan jangan lupa di minum dengan teratur dan bila 1 minggu obat telah habis, kembali kontrol kesini ya. langsung saja di ruang praktek ku di lantai bawah ! " kata Ellena.
" Baik lah Dokter ! " ucap Ayu.
Lalu Ellena memegang lengan Bu Nany.
" cepat sembuh ya bu ! " kata Ellena
" terima-kasih Dokter. " ucap bu Nany.
" Baik lah saya pamit. " uacap Ellena.
Ellena dan Perawat pun keluar dari kamar 210 menuju ke ruang jaga perawat.
Ellena menulis resep obat buat pasien nya dan di tinggal kan, nanti perawat yang akan mengantarnya.
Setelah semuanya selesai, Ellena pun kembali ke ruang prakteknya di lantai bawah.
__ADS_1
π±
Dokter Mourinho mencoba mengetuk pintu ruang Praktek nya Ellena, tapi tak ada jawaban dari dalam. Mourinho berpikir pasti Ellena sedang mengunjungi pasiennya.
Ketika Mourinho hendak balik kembali ke ruang prakteknya, dia mendengar bunyi suara sepatu ber-jalan menuju ke arahnya.
" Haii Dokter Mourinho, cari aku ya ? " Sapa Ellena.
Mourinho melihat Ellena yang sedang ber-jalan menghampirinya.
" iya Dokter Ellena, aku kira kamu berada di. dalam ruangan mu, aku mengetuk pintu tapi nggak ada jawaban mu ! " seru Mourinho.
" aku baru saja selesai mengunjungi pasien ku. " ucap Ellena.
" aku juga ber-pikir demikian. " ucap Mourinho.
Ellena membuka pintu ruang prakteknya dan berjalan masuk di ikuti oleh Mourinho.
" Apa-kabar Mourinho ? " seru Ellena
" baik ! aku hanya ingin menanya kan mengenai berkas-berkas yang perlu di kirim ke Jerman, apa kah kamu sudah kirim Ellen.? " tanya Mourinho
" aku sudah mengirim 2 hari yang lalu, kamu belum mengirimnya ? " Ellena balik ber-tanya.
" Aku masih memperbaiki kata-kata nya, sebentar nanti aku akan mengirimnya. " kata Mourinho.
" lebih cepat lebih baik Mourinho..., agar bila ada yang salah, kita masih sempat untuk memperbaiki nya. " ucap Ellena.
" iya Ellen, aku usaha kan sebentar untuk mengirimnya." ucap Mourinho.
" itu baru anak pintar ! " ucap Ellena sambil ter-tawa kecil.
Ellena menghampiri Mourinho.
" Waktu kita tinggal 2 bulan lagi, makanya kita harus menyelesai kan semua pekerjaan kita yang penting- penting, agar kita tidak terbebani. " kata Ellena.
" iya Ellena ! " ucap Ellena.
πππ
Mereka pun segera masuk ke dalam lift khusus, dan menuju ke lantai 7.
Tiba di lantai 7, lift ber-denting dan pintu lift terbuka, mereka segera melangkah keluar dari lift dan ber-jalan menuju ke ruang kerjanya.
" Leon ikut ke ruangan ku, ada yang perlu aku bicara kan dengan mu. " kata Angelo.
" baik lah ! " ucap Leon.
Lalu Angelo mendekati ruang Direktur dan segera membuka kan pintu, lalu melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya. sedang kan Leon mengikuti nya dari belakang, lalu duduk di atas sofa.
Angelo duduk di depan Leon.
" Leon, aku rencana mau melamar Ellena dan segera mengada kan resepsi per-tunangan kami, bagaimana menurut pendapat mu ? "
" Aku kira itu rencana yang baik Angelo. " kata Leon.
" iya, makanya aku harap sebelum Ellena berangkat ke Jerman semuanya telah ter-laksanakan. " kata Angelo.
" sebaiknya begitu ! terus kapan rencana untuk resepsi pertunangan ? " tanya Leon.
"Rencana minggu depan, tapi aku belum konfirmasi dengan Ellena, bagaimana menurut mu ? " tanya Angelo.
" Boleh Angelo, kebetulan minggu depan Proyek yang saat ini kita tangani sudah selesai, dan aku kira kita punya waktu yang luang untuk mengurus acara tersebut. " ucap Leon sambil berdiri dan mengambil minuman di kulkas, lalu duduk kembali.
" kalau begitu besok malam aku akan mengundang keluarga Ellena untuk makan malam, dan disitu aku akan menyampai kan lamaran ku. " kata Angelo.
" nanti tolong kamu pesan ruangan VIP di Restoran ZIPP. dan sekalian kordinasi dengan mereka tentang dekorasinya. saya ingin semuanya ber-nuansa Cream ! " lanjut Angelo.
" baik lah, hari ini juga saya akan kesana untuk memesan tempat acara lamarannya. " ucap Leon.
" Terima-kasih Leon, hanya kamu satu-satunya Sahabat ku yang bisa aku harap kan. " ucap Angelo.
" nggak usah ber terima-kasih Angelo, semua ini pantas aku laku kan, karena kamu dan ibu adalah keluarga ku sendiri." ucap Leon.
__ADS_1
Leon ingat bahwa Bu Sesilia lah yang telah membesar kan dia, ketika kedua orang-tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat terbang, dia adalah putra tunggal dari Sahabat dekat Ibu Sesilia.
Ibu Sesilia telah menganggap Leon sebagai anaknya sendiri, serta membesarkan Leon bersama-sama dengan Angelo.
" Iya Leon, aku juga menganggap kamu adalah adik ku, walau usia kita tak selisih jauh. " ucap Angelo.
" Baik lah Angelo, aku kembali ke ruangan ku untuk menyusun rencana buat acara lamaran nanti. " kata Leon sambil ber-diri dan berjalan menuju ke pintu.
" okey Leon ! " ucap Angelo.
Leon pun membuka kan pintunya dan berjalan ke ruangannya yang berada di sebelah ruang kerjanya Angelo.
Angelo duduk di belakang meja kerjanya, lalu dia mengambil hand-phonenya di saku bajunya dan menelpon Ellena.
" haloo sayang.. ! " sapa Ellena .
" iya haloo sayang.., bisa nggak kita makan siang bareng ? " tanya Angelo.
" bisa sayang..! kamu jemput aku atau.. ? " kata Ellena.
" Baik lah, aku akan menjemput mu ! kamu tunggu ya.. " kata Angelo.
" iya.. aku akan menunggumu. " ucap Ellena. lalu Angelo pun mengakhiri panggilannya.
Jam 11.30, Angelo pun meluncur kan mobilnya menuju ke Rumah sakit tempat Ellena bekerja.
π±
Elenna memberes kan pekerjaan nya lalu ke kamar mandi membasuh wajahnya lalu dia pun memoles kan bedak tipis-tipis di wajahnya, memperbaiki lipstik dan alisnya. lalu ketika dia keluar dari kamar mandi, hand-phonenya ber-dering. ternyata dari Angelo.
" iya haloo sayang ! " sapa Ellena
" sayang.. aku sudah di depan Rumah-sakit. " kata Angelo.
" iya sayang, aku segera keluar ! " kata Ellena. lalu mengambil tasnya dan membuka pintu ruang kerjanya dan dia pun berjalan keluar.
Tiba di teras dia melihat mobil Angelo sedang parkir di teras bagian samping.
Lalu Ellena menghampiri nya.
Angelo melihat Ellena datang, segera keluar dari mobil, lalu membuka pintu mobil, Ellena segera masuk kedalam mobil dan Angelo pun menjalan kan mobilnya keluar dari halaman rumah-sakit dan meluncur ke jalan raya.
tiba di sebuah Restoran yang tak ter-lalu jauh dari Rumah-sakit, Angelo pun membelok kan mobilnya masuk ke halaman Restoran tersebut.
Angelo memarkir kan mobilnya di area parkiran Restoran dan mereka ber-dua pun segera keluar dari mobil dan berjalan menuju ke dalam Restoran.
Mereka duduk dekat dengan jendela
Pelayan mendekati mereka dengan membawa daftar menunya.
" Kamu makan apa Ellena ? " tanya Angelo sambil memberi kan daftar menunya pada Ellena.
" Aku Nasi sama Ayam cah jamur saja." kata Ellena
" aku juga sama.! kata Angelo.
" jadi 2 porsi Nasi dengan Ayam cah jamur ya mbak ! " kata Ellena.
" terus minumnya bu ? " tanya pelayan.
" air mineral saja 2 botol ya. ! " jawab Ellena.
lalu Pelayan itu pun mencatat nya dan membawa catatan nya ke dalam.
π Bersambung ke Bab 35.
Mdo 08032021
πΊπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ππ
Mampir pula di Novel ku yang lainnya.
__ADS_1