
Setelah kembalinya dari Bali, Dua Hari kemudian, Elena Dan Angelo mulai sibuk menjalani Rutinitas mereka kembali.
Elena mulai menyibukkan dirinya di
Rumah Sakit, menghadapi para Pasiennya yang telah antri menunggu Kedatangannya.
Hari ini ketika bertemu kembali dengan para Sahabatnya, Mereka bersalaman dan berpelukan, mengucap kan Selamat Tahun Baru. dan mereka pun masing-masing membawa cerita tentang liburan mereka, dengan Versi yang berbeda.
Semuanya kelihatan begitu bahagia, dengan liburan yang mereka jalani, karena setelah satu tahun melaku kan Rutinitas, Mereka merasa sangat jenuh.
" Haii !! apa kabar semua ?? Happy New Year !! " Seru Mayoshi yang baru saja melangkah masuk, ke dalam Ruangan Elena, yang memang sengaja pintunya tidak di tutup. di dalamnya terdapat Elena, Firly Meidy dan Mourinho serta Yoggy.
" Haii Mayoshi....!! kamu juga apa kabar ?? Happy New Year juga Mayo !" Ucap mereka bareng, lalu menyalami Mayoshi dan Cipika-cipiki.
Lalu mereka pun duduk di sofa, sambil bercerita saling menukar pengalaman, selama liburan, Lalu menikmati oleh-oleh yang dibawa oleh mereka masing-masing.
Setelah puas bercerita dan saling melepas kan rindu, mereka pun segera kembali ke Ruangan nya masing-masing, untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Elena bersama Firly dan Meidy melangkah keluar dari Rumah sakit, di depan, Angelo telah menjemputnya, Karena mereka rencana akan ke Butik untuk Fitting Baju Pengantin.
" Okey ! sampai besok ya.." Ujar Elena pada kedua temannya, Firly dan Meidy.
" Iya Say...! Bawah kue, kalau masih ada." Ujar Firly.
"Nggak janji ya, kalau masih ada !" Ujar Elena tersenyum.
Lalu dia melambai kan tangannya dan Elena pun masuk kedalam mobil. Begitu pun Firly dan Meidy juga segera masuk ke dalam mobilnya masing-masing
Angelo melaju kan mobilnya menuju ke Butik tempat Mereka menjahitkan baju Pengantin mereka.
Setelah sampai di Butik, Mereka berdua lalu berjalan masuk menuju ke dalam dan menemui Pelayan yang bertugas untuk menerima tamu.
" Selamat sore dek ! Kami datang untuk fitting baju." Sapa Elena sambil tersenyum.
" Oh iya Ibu Elena, Silahkan ke lantai 3." Kata Pelayannya.
" baiklah, Terima kasih ya !" Kata Elena, Lalu Elena pun mengajak Angelo naik ke atas.
Mereka lalu ketemu dengan Managernya, dan Desainernya Nadya.
Nadya pun mengajak Elena dan Angelo untuk melihat Gaun Pengantinnya.
" Wow..Cantik banget !" ujar Elena terpukau memandang Keindahan kedua gaun Pengantinnya. Angelo juga sangat mengaguminya.
" Bagaimana Sayang ?" Tanya Elena pada Angelo.
" Sangat Cantik, Apalagi bila kamu yang memakainya." ujar Angelo tersenyum.
Lalu Nadya mengajak Elena ke ruang Pas untuk mencoba Gaun Pengantinnya.
Setelah Mencoba Gaun Pengantinnya Elena merasa puas, karena sangat cocok dan pas di tubuhnya, sehingga Nadya juga merasa senang, karena kerja kerasnya tidak sia-sia, dan menghasilkan kepuasan. Karena, bagi seorang Desainer, Kebahagiaannya, adalah kepuasan dari Pelanggannya. Baginya Pelanggan adalah Seorang Ratu, yang perlu di layani dengan sebaik-baiknya.
__ADS_1
Seperti Motto dari Butiknya
* Mutu lebih utama dari pada Upah.*
maka mereka selalu lebih mengutamakan Mutu kerja mereka.
Setelah Elena selesai ngepas Gaun Pengantinnya, Dia pun temani Angelo untuk ngepas Stelan Jas Pengantinnya. dan ternyata Semuanya sangat cocok di badan Angelo.
" Bagaimana Sayang, Bagus nggak?" Tanya Angelo pada Elena.
" Cocok banget Sayang, Jasnya begitu bagus." Ucap Elena.
" Apa lagi yang pakai orangnya Ganteng !" kata Desainernya Donny, orangnya sedikit alay.
Sesudah itu Mereka pun Packing Bajunya.
Setelah membayarnya, Dan Nadya minta tolong OB untuk mengantar barangnya mengikuti Angelo dan Elena.
Angelo dan Elena pun pamit pada Manager dan Desainernya.
" Okey, Terimakasih banyak ! Oh iya, Klo Baju Keluarga, kira-kira kapan jadinya ?!" Tanya Elena pada Managernya.
" Baju Keluarga juga sudah hampir rampung, akhir bulan ini juga sudah selesai kok ! " Kata Managernya.
" Baiklah klo gitu, akan aku hubungi nanti !" ujar Elena.
" Baiklah kami pamit dulu. sekali lagi terimakasih ya." Ucap Elena.
Lalu Angelo dan Elena pun turun ke lantai bawah, di ikuti oleh OB yang membawa Bajunya.
Setelah di Parkiran, Angelo pun membuka pintu mobil,dan pintu bagasi, Lalu menolong OB nya memasukkan Dus ya berisi Gaun Pengantin itu ke dalam bagasi.
" Terimakasih ya dek !" Ucap Angelo lalu mengambil 1 lembar uang merah dan memberi tip pada OB tersebut.
" Sama-sama Pak !" Ucap OB tersebut, lalu pergi meninggal kan mereka.
Angelo pun masuk ke Mobil, sementara Ellena telah duluan masuk dan menunggunya di dalam mobil.
Lalu Angelo pun menjalan kan mobilnya meninggal kan butik tersebut.
Angelo langsung menuju ke Rumah Elena.
Setibanya di Rumah Elena, Angelo mengeluarkan dus yang berisi Gaun Pengantin Elena.
" Makasih Yang ! kamu nggak masuk dulu?" Tanya Elena.
" Aku lanjut saja, ya Sayang , soalnya aku merasa lelah banget hari ini." Kata Angelo.
" baiklah, Kalau begitu tiba di rumah, Istirahat ya." ujar Elena .
" Iya sayang, Aku jalan dulu ya...!" kata Angelo tersenyum.
" Iya, Hati-hati di jalan, jangan ngebut ya ! ujar Elena.
__ADS_1
" Iya sayang, Sampai besok, Bye .." Ucap Angelo.
" Bye..!" Ucap Elena. Lalu Angelo pun masuk kembali kedalam mobilnya, dan melaju keluar dari pekarangan Rumah Elena. Dan seperti biasa, Elena mengantar Angelo dengan pandangan matanya, hingga Angelo menghilang di balik tikungan.
Elena meminta tolong pada Mang Ujang untuk membawa masuk dus yang berisi Gaun pengantinnya, dan dia pun ikut dari belakang.
Setelah menyimpan Gaun Pengantinnya di dalam kamarnya, Elena lalu mengunci pintu kamarnya, dan dia pun segera masuk ke kamar mandi dan mandi.
Setelah mandi, badannya terasa segar kembali.
Elena lalu mengenakan baju rumahnya, lalu Dia pun berbaring di atas ranjangnya.
Elena memikirkan Hari Pernikahannya yang semakin mendekat. hatinya bahagia karena akan selalu bersama Angelo.
Setelah beristirahat sejenak, Elena pun keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah. Dia mencari Opa dan Omanya tapi tidak ada di ruang keluarga.
Elena lalu menuju ke taman belakang Rumah, ternyata Opa dan Oma sedang duduk santai di depan kolam renang.
" Halo, Selamat sore Opa, Oma ! " sapa Elena.
" Selamat sore Ellen !" Pak Hendra.
" Hei Cucu Oma sudah pulang ?!" Ujar Bu Lilani.
" Dari tadi Oma, Aku sudah mandi dan baring sebentar, baru aku keluar." jelas Elena.
" Oh Oma kira kamu baru tiba." Kata Bu Lilani tersenyum.
Lalu Elena duduk di dekat Oma dan Opanya.
" Bagaimana dengan pekerjaan Mu?" apakah Pasiennya banyak? " tanya Pak Hendra.
" Awal tahun ini belum terlalu banyak Opa. ada yang di rawat saat ini, sekitar 9 orang." Kata Elena.
" Opa punya usul, Bagaimana bila kita bangun Klinik Jantung sendiri, Agar kamu yang mengelolanya." saran Pak Hendra.
" Aku juga pikir begitu, Opa. Tapi nanti sesudah aku menikah dulu." kata Elena.
" Kalau begitu, bila kamu butuh dana, Opa akan membantu kamu!" Kata Pak Hendra.
" Terimakasih Opa ! Opa memang yang terbaik !" Ucap Elena tersenyum.
" Oh..iya, jadi 0ma nggak baik ya...!" ujar Bu Lilani bercanda.
" Oh..Oma juga adalah Oma ku yang terbaik!" ucap Elena, Lalu mereka pun tertawa gembira.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
๐Bersambung ke Bab 103
Mdo26072021/05.17
๐๐๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1