
Bagi Orang yang berkunjung di Jerman, Terutama di Kota Munich Atau lebih terkenal dengan Munchen. Tak akan pernah merasa bosan untuk mengelilingi Kota tersebut.
Karena selain pemandangan nya yang indah dan juga Bangunan- bangunan yang Antik model nya, membuat mata tak akan pernah bosan untuk memandang nya.
Pagi ini, Ellena telah bangun dan menyiap kan sarapan pagi untuk diri nya dan Angelo.
Dua porsi Mie goreng Spesial, lengkap dengan telur ceplok nya. telah terhidang di atas meja makan.
Lalu Ellena pun segera mandi, Ahar dia telah bersih sebelum Angelo bangun. Setelah selesai mandi, Dengan mengenakan Baju rumah, dan Memoles baby talk di wajah nya, Ellena keluar dari kamar dan kedapur untuk membuat minuman buat mereka.
Angelo terbangun ketika mencium harumnya aroma masakan Ellena, dia Langsung ke kamar mandi dan mandi. di Apartemen Ellena, (kedua kamarnya mempunyai Kamar mandi di dalam.) setelah Selesai mandi, Dia pun mengenakan Celana Jeans pendek dan T'shirt berwarna biru muda, Lalu Angelo pun keluar dari kamar.
Ketika sementara mengaduk Capucino, Ellena merasa kaget ketika ada tangan yang memeluk nya dari belakang.Tapi begitu mencium bau Parfum yang sangat familiar, Ellena telah tahu kalau itu Angelo. Lalu Dia melihat ke belakang, dan melihat Angelo tersenyum.
" Morning Honey! " Ucap Angelo.
" Morning ! Aku kira kamu belum bangun. " Jawab Ellena.
" Aku terbangun karena aroma masakan mu yang begitu menggoda, Sampai membuat perut ku jadi Keroncongan! " Kata Angelo tertawa. Ellena juga ikut tertawa.
" maaf ya, Udah mengganggu tidur Mu, Kamu pasti Lelah, kemarin kita jalan seharian. " Kata Ellena.
" Tidak juga, Biasa memang segini jam bangun ku." Ucap Angelo
" Ayo kita Sarapan ! " Ajak Ellena, Sambil membawa 2 gelas Capucino ke meja makan, di ikuti oleh Angelo.
Mereka berdua lalu duduk menikmati sarapan paginya dengan menikmatinya.
" Hhmm Enak. Mie goreng mu Enak banget Ellen, Rasanya sama dengan masakan Restoran terkenal. " kata Angelo tersenyum.
" Gombal! Aku baru belajar kok." Kata Ellena.
" Serius Sayang.. Ini enak banget! " Ucap Angelo. Ellena hanya tersenyum
" Makasih sayang, atas pujiannya! " ucap Ellena.
Sesudah selesai sarapan, Ellena segera membersih kan meja makan Dan mencuci piring kotor.
Lalu mereka berdua pun duduk di Ruang keluarga sambil nonton Film dari televisi.
" Nanti makan siang, baru kita keluar sekalian ya sayang !" kata Ellena.
" Iya Sayang, Aku juga masih capek!" Kata Angelo sambil tersenyum.
" kalau begitu kita makan siang di rumah aja, Keluar Ntar sore, kalau nggak capek lagi." ucap Ellena.
" Bisa juga Yank." Jawab Angelo.
__ADS_1
πππ
Sore hari, Ketika Matahari telah mulai merangkak turun menuju ke arah barat.. Alam mulai terasa sejuk oleh hembusan angin Sore, Yang berhembus sepoi, membelai daun daun di ranting pohon.
Ellena dan Angelo Keluar dari apartemen dan menuju ke Mobil yang sudah Stanby menunggu mereka sejak tadi.
Rencana nya Sore ini, Mereka akan mengunjungi Pantai untuk melihat Sunset.
Ellena dan Angelo pun segera masuk ke dalam Mobil dan Sopir pun meluncur kan mobil nya menuju ke Jalan utama.
Cukup Lama juga perjalanan nya, Akhirnya Mereka tiba juga di Pantai.
Sementara itu jam Telah menunjuk kan Pukul 5 sore waktu setempat.
Mereka pun keluar dari Mobilnya, Karena menurut Sopir, DiTempat itu merupakan yang terbaik untuk memandang Sunset.
Karena disitu ada taman, Maka mereka mencari tempat duduk di taman itu, yang mengarah ke Pantai. Sehingga mereka dapat melihat Sunset dengan Leluasa.
Ellena memegang tangan Angelo, Lalu duduk bersandar pada pundaknya Angelo.
Sementara itu Matahari merangkak perlahan-lahan Menuju ke peraduan, dan meninggalkan sinar lembayung yang membaluti cakrawala,memantul kan sinar ke emasan nya di atas samudra biru, sehingga menciptakan warna yang begitu fantatis. Sungguh begitu indah nya Sunset di Pantai Munchen.
" Lihatlah Yank, Senja ini sungguh indah, Terlukis sebuah gambaran tentang betapa agung ciptaan Tuhan, untuk kita menikmati nya. " Kata Ellena.
" Iya, Tuhan menciptakan seisi dunia ini begitu sempurna, Namun kadang kita manusia itu lupa untuk bersyukur." Ucap Angelo.
" Sayang, Aku selalu berharap Semoga suatu saat, Kita tidak akan terpisah kan lagi, Dan bila Tuhan mengijinkan, aku ingin selalu menemani diri Mu, sampai tua nanti." ucap Angelo sambil membelai rambut Ellena.
" Aku juga mengharapkan demikian !
Bagi diri ku, Pernikahan hanya sekali dalam hidup ku, Dan untuk selamanya. aku juga akan selalu mendampingi diri mu sampai kita tua nanti !" Ucap Ellena.
" Biarlah Senja menjadi saksi, Akan cinta kita berdua. " kata Angelo, sambil tangan kanannya memeluk pundak Ellena. Ellena tersenyum bahagia. Angelo menunduk dan mencium dahi Ellena dengan penuh cinta.
" Iya, Biar suatu saat nanti, Bila melihat senja, Disitu akan terlukis disitu kenangan indah kita berdua saat ini, dan akan terbayang semuanya. " Ucap Ellena.
" Iya, biarlah kenangan ini tetap abadi, di hatiku dan di hatimu, sampai selamanya. " ucap Angelo sambil menggenggam erat tangan Ellena.
Sinar Jingga yang membaluti cakrawala, perlahan-lahan mulai pudar, mulai samar..., dan akhirnya hilang di telan kegelapan. Dewi Malam pun mulai merangkak, dengan senyum malu-malu, Lalu Bertakhta di angkasa raya.
Angelo mengajak Ellena untuk meninggal kan tempat itu, mereka pun berdiri, berjalan kembali ke mobil.
" Kita makan malam dulu Yank. " Ajak Angelo.
" Baiklah Yank ! " ucap Ellena. Lalu Angelo menyuruh Sopir untuk mencari Restoran terdekat untuk mereka makan malam.
Kebetulan tak terlalu jauh dari situ, terdapat sebuah Restoran Indonesia, Maka merekapun mampir ke Restoran tersebut.
__ADS_1
Ketika masuk kedalam Restoran tersebut, Ellena merasa kan Nuansa Indonesia tercipta dalam ruangannya. Makanan khas Sunda. tersedia di atas meja, Segala jenis Sayuran segar, lengkap dengan Sambel terasi nya. dan Ayam ungkep yang tinggal kita pilih, mau di panggang atau di goreng.
" Sayang, kamu mau goreng apa bakar?" Tanya Ellena pada Angelo.
" Aku mau di bakar aja! " Kata Angelo.
" Sama! aku juga mau yang di bakar." kata Ellena, Lalu mengambil 2 potong paha Ayam yang telah di Ungkep itu bagian paha, dan meletak kan di atas piring yang tersedia disitu, lalu memberikan nya pada Waiter untuk memanggang nya.
Setelah itu, Ellena mengambil piring lagi dan mengambil sayuran, Sedangkan Angelo mengambil piring kecil untuk mengisinya dengan sambel nya.
Ellena mengambil sayur Salada, Kacang panjang dan Timun, dan Kemangi, Lalu di bawanya ke meja tempat Mereka duduk.
Tak lama kemudian, 2 Orang Waiters pun datang dan membawa 2 porsi Nasi putih dan 2 potong Ayam bakar.
" Selamat menikmati makan malamnya, Tuan dan Nyonya ! Srmoga Anda puas dengan Sajian kami.! " kata Waiter nya dengan senyuman.
Yang Uniknya di Restoran ini, Karena Waitersnya terdiri dari orang Asli Jerman, tapi telah di latih sehingga sangat fasih berbahasa Indonesia.
" Terima-kasih! " Ucap Ellena dan Angelo bareng. Setelah itu kedua Waiters tersenyum Lalu Mereka pun pergi meninggal kan Angelo dan Ellena.
" Ayo, Kita makan, ini pasti lebih enak karena masakan Indo, tapi makan nya di Jerman." kata Angelo sambil tersenyum.
" Iya, apa lagi suasana Orang-orang nya juga beda. " kata Ellena, karena terlihat yang masuk makan kebanyakan Orang penduduk asli Setempat.
" Hhmm enak, Rupa nya mereka memberi madu d pada Ayamnya. " kata Ellena.
" Iya, madunya terasa banget." ucap Angelo.
" Madu yang membuat Cita rasanya beda dari biasanya. " Ucap Ellena.
Setelah selesai makan, Angelo pun membayar dan mereka pun meninggalkan Restoran itu, Lalu kembali Ke Apartemen Ellena.
Mdo 25042021
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan ju
ga. Rate bintang 5 ππ
Baca juga Novelku yang lainnya.
Melangkah di Tengah Badai
Misi Rahasia psikolog cantik
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ππ
__ADS_1