
Mathew dan Ellena masih terhanyut dalam perasaan...
Ada suatu rasa yang sulit, Yang dapat mereka ungkap kan dengan kata-kata.
Hanya Air matanya yang mengalir, sebagai suatu ungkapan perasaan dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam.
dan itu hanyalah Ellena dan Mathew mengetahui nya. karena Mathew sangat mengenal Ellena melebihi dirinya sendiri.
πΏ
Flash Back On.
10 Tahun yang lalu.
Waktu itu sepasang Remaja berlari lari saling berkejaran di tepi Danau Kemuning, Mereka berlari dan tertawa seakan tak ada beban di hati mereka
" ha ha ha kejar aku Mathew ! " Ucap Ellena sambil terus berlari.
" Ellen berhenti ! aku lelah. " ucap Mathew dengan napas ngos-ngosan dan berhenti mengejar Ellena.Lalu duduk di atas rumput di tepi danau itu
Ellena berhenti berlari kembali dan menghampiri Mathew yang sedang duduk diatas hamparan rumput yang menghijau.
" Kamu kenapa Mathew ?" tanya Ellena.
" Aku lelah mengejar mu Ellen!" kata Mathew dan berbaring di atas Rumput itu.
" Kalau begitu kita istirahat ya ! " ucap Ellena.
Hari itu hari Minggu, Ellena dan Mathew mengikuti Ayah mereka yang sedang memancing di Danau Kemuning, karena itu merupa kan salah satu hiburan buat mereka di saat libur dari bekerja.
Ellena dan Mathew sama-sama lahir di Gunung Putri, mereka tumbuh bersama dalam satu lingkungan.
Karena Mareka berdua ada lah tetangga yang tinggal hanya selang tiga rumah.
Sejak kecil mereka telah akrab dan berteman, Mereka sekolah mulai di bangku TK dan selalu bersama-sama, Pada Saat di SMP mereka mulai merasakan benih-benih cinta itu bersemi di dalam hati mereka.
Mereka selalu ingin bersama dan tak ingin untuk di pisahkan.
" Ellen, aku sayang kamu.! kata Mathew mulai menyatakan perasaannya pada Ellena.
" Aku juga Sayang pada mu Mathew! Aku ingin selalu bersama dengan mu !" ucap Ellena
" Aku tak ingin berpisah darimu !" ucap Mathew.
" Aku juga Mathew ! " Ucap Ellena.
Cinta Monyet mereka bawa sampai mereka duduk di bangku SMA.
ketika mereka duduk di bangku kelas satu SMA hubungan mereka semakin dekat. sampai pada naik ke kelas dua SMA.
Pada suatu hari tidak di sangka, Ayahnya Mathew pindah Tugas kan ke Lampung, karena Ayah nya ada lah seorang pegawai pemerintahan,maka terpaksa harus di turuti nya.
" Ellena, Aku terpaksa akan meninggal kan diri mu ! Aku harus pergi untuk mengikuti Keluarga ku pindah ke Lampung. " Suatu hari itu Mathew Menyampai kan pada Ellena.
" Tapi kenapa Mathew? kenapa ini harus terjadi ? Mengapa kau harus pergi dan meninggal kan diri ku ?
" Ucap Ellena dengan perasaan sedih.
" Aku terpaksa Ellen, aku terpaksa harus meninggal kan diri mu, walau pun hatiku tak ingin ini terjadi. " ucap Mathew.
" Bila Kamu pergi Mathew, Aku dengan siapa lagi ? " tanya Ellena.
" Mau kah Kau menunggu ku Ellen? Suatu hari nanti, Bila Aku telah Sukses, Aku Akan kembali untuk mu. Aku akan datang menjemput diri mu !" kata Mathew sambil menggenggam kedua tangan Ellena.
" Benar kah itu Mathew ? benar kah kau akan datang menjemput ku ?" tanya Ellena.
" Aku berjanji Ellen, aku akan kembali ke Gunung Putri untuk menjemput diri mu suatu hari nanti. Mau kah Kau berjanji untuk selalu menunggu ku Ellena ? " Kata Mathew sambil memandang Ellena.
" Aku berjanji Mathew ! Aku berjanji untuk selalu menunggu diri mu Mathew, aku akan selalu menunggu mu kembali untuk menjemput diri ku !" ucap Ellena dengan berlinang Air matanya.
Dan akhirnya saat yang mereka tak ingin itu pun tiba. Mathew harus pergi meninggal kan Gunung Putri, meninggal kan Ellena, meninggal kan sebongkah Cinta yang ada di Hati Mereka. Dia pergi dengan jangka waktu yang tak dapat di pasti kan, kapan dia akan datang lagi. ??
Air mata Ellena menghantar kan kepergian Mathew.. Matanya menatap Kepergian Kekasih nya, Sampai bayangan Mobil yang di tumpangi Mathew itu menghilang di ujung jalan...
__ADS_1
πΏπΏπΏ Ellena.
" Selamat Jalan Kekasihku, Selamat jalan Cinta ku ! Rangkul lah Hatiku ini dan bawalah pergi bersama diri mu.
Jangan lah melupa kan diri ku bersama sebongkah Cinta yang ada di hati ku. Aku selalu setia untuk menunggu diri mu untuk kembali menjemput diri ku. " Tangis Ellena dalam hati.
πΏπΏπΏ Mathew.
" Selamat tinggal Cinta ku, Selamat tinggal Kekasih ku ! Ku rangkul Cinta mu, kubawa pergi. Aku tak akan pernah melupa kan Dirimu, aku tak pernah melupa kan Cinta kita.
Tunggulah Aku sayang, Disuatu saat nanti, Aku akan kembali untuk dirimu dan untuk cinta kita. " ucap Mathew dalam hatinya dengan mata yang berlinang air mata.
πΏ
Dan saat itu Mobil yang membawa Mathew pun melaju meninggal kan Gunung Putri dan meninggal kan bayang-bayang Ellena Kekasih nya.
πΏπΏπΏ
Flash Back Off.
Ellena melepas kan Pelukan Mathew, dia menghapus kan air matanya.
" Selamat tinggal Mathew ku ! kau selalu menjadi yang terbaik untuk ku !" ucap Ellena lalu meninggal kan diri Mathew yang berdiri kaku dengan mata berlinang dan menatap kepergiannya Ellena dengan hati yang Pilu.
" Selamat jalan Ellenna, Kau selalu ada di hati ku ! " ucap Mathew perlahan.
Ellena pun berjalan dengan dengan langkah-langkah yang berat, segera meninggal kan tempat itu, meninggal kan Mathew bersama sebongkah Rindu dan sebongkah Cinta nya yang Dia akan kubur kan di lubuk hati nya yang paling dalam.
πππ
Ellena melangkah dengan Lesu masuk kedalam Rumah-sakit. Dia membuka kan Pintu Ruang Praktek nya dan berjalan masuk.
Dia ke Wastafel untuk membasuh wajah nya menghapus kan sisa-sisa Air mata nya.
Sesudah nya dia memoles bedak di wajahnya, agar sembab dari bekas tangis nya bisa tersembunyi dan tidak kelihatan.
Lalu, Dia pun Duduk di kursi nya di belakang meja kerjanya.
Dia pun mulai membuka Laptop nya dan mengerja kan tugas-tugas nya.
" Tadi kamu kemana ? kok nggak makan siang bareng ? " tanya Virly, Ellena diam saja.
Virly melihat Ellena seperti tiada bersemangat dan mata nya kelihatan sembab.
" Ada apa dengan diri mu Dokter Ellena ? " tanya Virly.
" Aku nggak kenapa-kenapa Dokter Virly, Hanya aku kurang mood hari ini. Aku belum makan kok ! " ucap Ellena.
" So What ? Kamu belum makan ?? kenapa Ellena ? " tanya Virly Heran.
" Belum sempat Virly ! " ucap Ellena karena tak ingin memperpanjang kan pertanyaan dari Virly.
" Aku pesan Makanan di On-Line ya!"
tawar Virly. Ellena mengangguk, dia tak mau nanti ada pertanyaan lagi.
Bagi Ellena, biar lah Rahasia nya bersama Mathew. hanya lah dia dan Mathew sendiri saja yang tahu. "
Pesanan Makanan yang Virly pesan kan, tak lama kemudian datang.
Virly segera mengambil nya, lalu beri kan pada Ellena.
" Ini, makan lah, Sebelum Lambung mu sakit Ellen ! " Kata Virly. Ellena segera mengambil makanan nya lalu membuka nya.
" Thank's ya ! Kamu sudah makan Virly ? " tanya Ellena.
" Sudah ! tadi bareng Mourinho dan Mayoshi. kami cari kamu, tapi kami nggak ada. lalu kami pergi. dan kami melihat di parkiran mobil mu juga nggak ada. kamu kemana Ellena ? " tanya Virly kembali.
" Aku pergi ke suatu tempat yang membuat hatiku merasa damai ! " ucap Ellena sambil memaksa untuk bisa tersenyum.
Ellena pun melanjut kan makan nya sambil berbincang-bincang dengan Virly.
" Vir, apa kah kamu mau bercerita pada ku mengenai Cinta pertama mu? " tanya Ellen
__ADS_1
" Ada apa dengan cinta pertama ku Ellen ? " tanya Virly sambil memandang Ellena.
" Aku hanya ingin dengar saja Vir ! " Kata Ellenna.
" Ellen, tidak ada yang istimewa dengan Cinta pertama ku, yang ada hanya Tangis dan Air mata ku. karena sakit hati dengan penghianatan nya. " kata Virly.
" Ohh begitu ya Virly ? " ucap Ellena.
" Lalu bagaimana dengan diri mu, dan Cinta Pertama mu ? " tanya Virly. Ellena terdiam.
" Sangat sulit Virly ! Semua itu terjadi seperti mimpi. dan sulit untuk di terjemah kan dengan kata-kata. " ucap Ellena sedih.
" Ellena, lupakan lah bila ada yang membuat mu sedih, tatap lah selalu Matahari yang sedang bersinar cerah, karena disana pasti selalu ada Kehangatan untuk mu ." Ucap Virly.
" Aku Tahu Virly, Dan Matahari itu pun tak pernah berdusta untuk selalu terbit di pagi hari, meski pun kadang-kadang ada kabut yang menutupi nya. begitu juga dengan Cinta suci Virly ! selalu ada di hati walau pun selalu ada rintangan yang menghalangi nya !" ucap Ellena.
" Lho ! kok jadi melenceng ? Dokter ngomongin Cinta. memang nya kamu mau menjadi dokter Cinta ? " Ucap Virly sambil tertawa. Ellena tersenyum.
" Ellena, kapan kalian berangkat ke Jerman ? " tanya Virly sambil berdiri.
" Bulan depan Vir !" ucap Ellena
" Enak dong, kembali ke masa-masa kuliah lagi !" kata Virly.
" Iya, mumpung belum menikah ! " ucap Ellena. Virly lalu berdiri.
" Ayoo Ellen, aku balik dulu ke Ruangan ku ya ! " kata Virly lalu membuka pintunya.
" Thanks ya Virly, atas makanan nya. ! " ucap Ellena tersenyum . Virly juga tersenyum.
Lalu Virly pun berjalan keluar menuju ke Ruang Praktek nya.
Ellena mengambil Bunga Mawar Merah pemberian Mathew, lalu mencium nya.
" Mathew, Cinta mu paling Indah, seindah Bunga Mawar Merah ini. walau pun nanti dia menjadi layu, tapi akan mekar lagi kuncup-kuncup yang baru. Sehingga Keindahan nya itu tetap akan menjadi Abadi, memenuhi taman hati ku. Kau selalu memenuhi hati ku. " Ucap Ellena dalam hati nya.
Dia lalu mengambil Vas bunga dan memasuk kan Bunga Mawar itu ke dalam Vas dan meletakkan di atas meja kerja nya.
Dia kembali duduk di meja kerja nya dan melanjut pekerjaan nya yang tertunda.
Dia membaca sebuah Notivikasi yang baru masuk dari Angelo.
Angelo : Besok hari minggu, aku menjemput mu Ellena, Rencana nya kita bersama Ibu mau ke Butik.
Ellena : Baiklah ! aku tunggu.
Ellena lalu Meletak kan Hand-phone kembali.
Seorang Perawat mengetuk kan pintu dan masuk dengan tergesa-gesa.
" Selamat Sore Dokter, Pasien di Kamar 06 mengalami sesak napas Dokter, Bisa kah Dokter menjenguk nya ? " kata Suster itu.
Ellena terkejut dan segera mengambil Stateskop nya, Lalu segera mengikuti perawat itu dan naik ke lantai dua, menuju ke kamar inap nomor 6.
Ellena lalu menghampiri Pasien nya yang kelihatan susah bernapas itu.
" Suster, segera mengambil Oxigen dan memasang nya" perintah Ellena, lalu perawat itu pun tergesa-gesa ke tempat penyimpanan Oxigen dan mengambil Satu tabung Oxigen dan di bawa ke kamar nomor 6.
Ellena lalu memeriksa dan meng kop dada pasien, lalu Perawat pun memasang Oxigen untuk membantu Pasien, agar kembali bernapas dengan teratur.
Setelah semuanya selasai dan keadaan pasien pun kembali Stabil, Ellena pun meninggal kan Kamar tersebut dan kembali ke ruang Praktek nya.
π Bersambung ke Bab 40.
Mdo 24032021
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ππ
Vote dan Like Anda sangat membantu Author agar lebih semangat untuk Up date Episode-Episode selanjutnya.ππ
Baca juga Novelku yang lainnya.
__ADS_1
Malangkah di tengah Badai
Misi Rahasia Psikolog Cantik.