Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 94 Senja di Tanah Lot.


__ADS_3

~ Kebersamaan itu sangat indah, karena dari situ lah kita akan mulai merasa kan saling memiliki satu dengan lain nya. ~


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Suara riak gelombang yang saling berkejaran memecah di tepian pantai, ibarat irama suara Biola yang melantun kan musik dengan irama gembira.


Sementara itu Mentari mulai menyembul kan wajah nya yang memerah, menyingkir kan awan kelabu di ufuk langit timur.


Burung-burung pipit kecil pun mulai saling bersahutan, terbang kesana kemari, lalu hinggap kembali di atas dahan pohon, menghiasi keheningan di pagi hari a


Embun pagi jatuh menetes satu-satu ke atas tanah. Dan semilirnya angin pantai membawa kesejukan buat hati yang sedang menikmati keindahan Alam semesta. Karya Agung Allah Maha Kuasa.


Elena yang telah bangun sejak jam, 05.00 dini hari, dan keluar duduk di balkon, Sambil menikmati proses Alam di Pulau Bali, di saat hari menjelang pagi.


~ Aku tak pernah menduga, ada tempat seindah ini. ~ kata Elena dalam hati.


Ketika suasana mulai Remang-remang, Elena keluar dari kamar dan segera turun ke Lantai bawah, dia mendengar suara dari arah dapur, Elena pun menuju ke dapur, ketika berjalan dalam ruangan yang luas itu, sedikit terbersit rasa takut di hati nya. Tapi setelah dia mengintip ke dalam dapur, Elena melihat ketiga ART yaitu, Bi Yanny, Bi Inah dan Bi Sumi telah berkutat di dapur, memasak untuk Sarapan pagi.


Elena pun keluar dari Villa melalui pintu samping, dia berjalan menuju ke arah tebing di depan Villa. Di pinggiran tebing telah kelilingi pagar yang terbuat dari besi, sehingga orang tak akan mudah terjatuh, bila berdiri di pinggiran nya.


Elena berdiri sambil kedua tangan nya memegang pagar besi. Dia memandang riak gelombang yang sedang saling berkejaran memecah di tepian pantai, sedang kan semilir angin pantai bertiup lembut, menerbangi rambut nya yang lepas terurai di atas pundak nya.


Ketika matanya memandang ke angkasa biru, terlintas 2 pasang burung Camar yang sedang berterbangan beriringan mencari mangsa nya untuk di santap nya. Ada rasa kedamaian yang menyusup ke dalam hati nya. kedamaian yang membawa dia pada titik kepuasan.


Elena tersentak sadar dari lamunan nya, di saat dia sadar, ada tangan kekar yang melingkar di atas pundak nya. Elena langsung paling kan kepalanya dan melihat, Sosok Angelo yang sedang memandang nya dengan lembut. Lalu menunduk mencium dahi nya.


" Morning Kiss. " Kata Angelo tersenyum.


" Thank You.. " Ucap Elena, membalas senyuman nya.


" Kamu menyukai tempat ini ?" Tanya Angelo


" Suka banget Yang! " Ujar Elena.


" jika begitu, bila kita telah nikah nanti, waktu liburan kita kesini ya?! Nanti kita bawa Anak-anak kita main di pantai. " kata Angelo.


Elena tersenyum bahagia mendengarnya.


" Iya, lalu kita saling kejaran di atas pasir. " kata Elena mengkhayal.

__ADS_1


" kita mandi di laut bersama mereka. " Angelo tersenyum.


" yah.. Semoga semua itu bisa jadi kenyataan " kata Elena.


" Pasti Sayang !" Ucap Angelo sambil membelai rambut Elena.


Angelo menarik tangan Elena dan mengajak nya ke pantai, dengan perlahan Angelo memegang tangan Elena, dan mereka menapaki anak tangga satu demi satu, turun ke bawah.


Lalu mereka berjalan menyusuri sepanjang pantai, dengan tangan yang saling bertautan.


Sementara itu deburan ombak makin bergemuruh memecah di batu karang, pertanda Air laut mulai pasang. mereka terus berjalan meninggal kan jejak-jejak kaki nya di atas pasir.


Angelo menarik tangan Elena untuk memanjat sebuah tebing karang yang ada di dekat situ. Lalu mereka berdua duduk di atas nya. sambil memandang ke tengah Samudra lepas.


" Kita sampai kapan disini sayang? " tanya Elena pada Angelo.


" Sampai tanggal 2Januari, baru kita kita balik ke Surabaya. soalnya tanggal 4, sudah mulai aktifitas di Kantor kembali.


" Wow, cukup lama juga. " Ujar Elena.


" Biar puas liburannya, biar kita dapat berdua selalu. " Ujar Angelo sambil tertawa kecil dan menarik Elena bersandar di dadanya yang bidang itu.


🌿🌿🌿🌿


Setelah sarapan, semuanya telah siap mengambil posisi masing-masing untuk memanfaat liburan ini sebaik mungkin.


Terlihat Pak Hendra dengan memakai celana pendek, bersama dengan Bu Lilani, telah keluar dari Villa dan berjalan menuju tangga untuk turun ke Pantai. Walau pun dalam usia yang tidak muda lagi, Namun kedua Orang tua itu masih kuat dan masih sanggup untuk naik turun tangga.


Tak lama kemudian yang lain pun mengikuti mereka, Semua nya pada main di pantai, sedangkan di Villa Tinggal Bi Inah, Bi Yanny dan Bi Sumi serta Mang Kino. Mereka sibuk mempersiapkan makan siang, sedang kan Mas Kino membersihkan rumah dan merawat kebun.


Mereka semua pada masuk ke dalam air laut, sedangkan Leon sibuk abadi kan moment ini dengan memakai Drone.


Semua pada gembira berenang di laut.


Angelo mengejar Elena dalam air dan mereka tak lupa selfi berdua dengan mengguna kan Goprow water proof.


Mereka berenang sampai siang, dan atas usul Bu Sesilia, agar mereka makan siang di pantai saja. maka Elena dan Angelo memberi info pada ART untuk membawa makanannya ke pantai.


Lalu mereka pun makan siang di tepi pantai.

__ADS_1


Mereka mengakhiri mandi-mandi di laut sekitar jam 3 sore.


Setelah mandi, Semua duduk di sofa di ruang Keluarga.


Bi Sumi dan Bi Inah keluar membawa Teh di atas nampan, dan dan beberapa piring pisang goreng.


Mereka pun segera menghangat kan tubuh mereka dengan teh panas dan Pisang goreng panas.


Sorenya Angelo mengajak Elena untuk keluar jalan-jalan ke Kota.


Mereka Berdua pun meninggal kan Villa lalu menuju ke Kota. Mereka menuju ke Tanah Lot. Menurut Angelo disana sangat indah Sunset nya.


angelo selalu berusaha untuk membahagiakan Elena.


Mereka tiba di Tanah Lot, hari hampir senja, Tanah Lot yang mempunyai pengunjung yang tak pernah sepi, sehingga tampak lah banyak orang yang berjejal disana.


Angelo memilih tempat di bagian taman, letak nya di bagian atas, agak jauh sedikit dari tanah Lot. karena dari sini pemandangan nya lebih bagus dan bisa melihat ke segala arah.


Angelo mengajak Elena duduk di atas bangku yang terbuat dari beton, Lalu mereka pun duduk disitu dan menghadap ke arah Tanah Lot, sehingga dapat melihat pemandangan nya dengan sempurna.


Angelo memeluk pinggang Elena, Lalu mengambil foto mereka.


Ketika Matahari mulai merangkak dengan


tersendat-sendat menuju ke peraduan, melepas kan rasa letih nya setelah bertugas seharian, memberi sinarnya menghangat kan bumi. sinar jingga nya memenuhi langit barat dan memantul di Pura yang berdiri kokoh di atas tanah Lot. Sebagian nya memantul lagi ke atas samudra. sehingga terlukis sebuah panorama yang sangat menakjubkan .


Angelo mengajak Elena berdiri dan dia pun mengambil Foto mereka dengan berlatar belakang Tanah Lot, yang di payung senja, dengan menggunakan Tongsis.


Sunset di Tanah Lot, Akan terukir dalam kenangan mereka berdua.


Ketika hari mulai Remang-remang, Elena pun mengajak mereka kembali ke Villa agar dapat makan malam bersama


Dan mereka tiba di Villa ketika hari mulai gelap. dan Rembulan mulai bertakhta.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 95


Mdo13072021/14.58

__ADS_1


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


__ADS_2