Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 69 Salju telah datang.


__ADS_3

Musim Dingin mulai datang, Salju pun mulai turun satu-satu menghiasi bumi, Pohon-pohon dan ranting Berbalut salju, bagaikan kapas yang bertaburan Dimana-mana.. Di jalan, di rumput, di gunung dan di pohon-pohon, semua nya berbalut Salju.


Suatu pemandangan langka bagi kita Orang Indonesia. Karena kita berasal dari Daerah Tropis.


Ellena dan Ernny, merasa sangat senang bisa melihat semua ini, Sesuatu yang langka buat mereka. Mereka melihat pemandangan yang indah ini, dari kaca jendela Apartemen nya.


Beberapa hari lalu, Ellena mengajak Ernny untuk membeli persiapan makanan mereka, serta kebutuhan lain-lainnya. Mereka memang sengaja tidak mau pulang di Musim dingin ini.


Beberapa minggu yang lalu, Ellena mendapat kabar dari Angelo, yang memberi tahu bila dia tak dapat datang ke Jerman pada Musim dingin ini. Berhubung karena banyak tugas yang harus di Selesai kan.


Ellena Enjoi saja, karena ada Ernny bersamanya, maka dia tidak akan merasa kesepian.


Seperti di pagi ini, Ellena sedang membuat sarapan dan Ernny membersihkan dalam rumah.


Setelah selesai Membuat Sarapan, Ellena pun meletakkan di atas meja makan, Ernny juga setelah selesai membersihkan rumah, lalu mencuci tangan di Wastafel, mereka berdua pun duduk sarapan Mie goreng yang Ellena masak.


" Coba saat ini ada Ayah dan Ibu, Kak Randy, juga Opa dan Oma, bersama kita,


tentu kita lebih bahagia, dapat bersama-sama melewati musim dingin ini. kita dapat melihat jatuhnya salju bersama-sama !" Ucap Ernny.


" Iya dek ! Tapi bersyukurlah, biar saat ini kita hanya berdua, tapli kita bisa menikmati nya. " Ucap Ellena.


" Iya Kak ! Semoga suatu saat kita bisa bareng kesini, di musim dingin. " Ucap Ernny.


" Amin !" Ucap Ellena. Lalu menyelesai kan sarapan nya.


Setelah membersihkan piring bekas sarapan mereka, Ellena pun lanjut mengetik bukunya.


Sementara di meja depan sofa, Ernny pun ikut sibuk menulis buku Diary nya.


Dear Diary..


Musim Dingin telah tiba, Salju mulai jatuh dimana-mana, Di pohon-pohon, di rerumputan, diatas jalan, bahkan di Jendela Apartemen kami, semuanya putih bagaikan berbalut kapas, Seumur hidup ku, Ini Ada lah pertama kalinya aku melihat Salju. Bagaikan sebuah Fantasi, Pemandangan yang biasanya hanya aku lihat di Dalam Film, kini menjadi nyata, Aku sendiri mengalami nya. Terasa udara dingin masuk ke dalam Apartemen kami, Dan Kakak ku menyalakan alat pemanas, yang berada di sudud Ruang keluarga, hingga, membiar kan kehangatan itu menjalar di setiap sudud ruangan.


Aku coba berdiri di jendela kaca Apartemen kami, dan memandang keluar Jendela. Aku melihat pemandangan begitu indah nya, Karena belum semua pohon pinus tertutup oleh salju, sehingga masih terlihat daun-daunnya yang hijau terhias salju putih. Masih ada satu dua ekor burung yang berterbangan kebingungan mencari tempat yang teduh untuk berlindung. Aku merasa bahagia bisa menikmati semua ini. Namun ada rindu di hatiku, Andai kan saat ini, Ada Ayah dan Ibu, Juga kak Randy, Aku ingin kami dapat menikmati pemandangan ini bersama-sama. Aku juga ingin kami Berlima bisa bermain dan saling berkejaran diatas Salju.


Namun, suatu saat nanti, Aku ingin semua itu terjadi. Biar kebahagiaan seperti ini menjadi milik kita dan kita reguk bersama.


Munchen Des 2012.


Ernny.


Setelah selesai menulis Diary. Ernny pun menyimpan buku kembali ke dalam tasnya.


🌻🌻🌻


Bell pintu Apartemen Ellena berbunyi, Ernny menghampiri pintu dan mengintipnya dari balik kaca kecil. tampak Meiddy dan Yoggy sedang berdiri di depan pintu. Ernny lalu membuka kan pintunya.


" Selamat pagi! " Sapa Meiddy dan Yoggy bareng.

__ADS_1


" Selamat Pagi Kak !" Ucap Ernny.


Meiddy pun berjalan masuk, dan melihat Ellena sedang berada di depan Laptop.


" Haiii Ellen !! sedang apa? " Tanya Meiddy.


" Ini..aku masih menulis buku ku! " Kata Ellena.


" Musim Salju telah datang Ellen, Mau kah Kita main di luar, kita bermain salju seperti dulu. " Ajak Meiddy.


" Saljunya belum terlalu banyak, Meiddy !" Ucap Ellena.


" Iya, nanti saja bila Saljunya mulai menebal! " Ucap Meiddy.


" Kok Mourinho nggak bareng kalian ? " Tanya Ellena.


" Dia lagi malas keluar, katanya. " kata Yoggy.


Ernny Membawa 4 gelas Kopi Panas, Dan Meletakkan di atas meja di depan sofa, Lalu mereka pun duduk di sofa sambil menikmati kopi Panas.Ernny juga mengeluarkan setoples Nastar.


" Wauw Enak banget, Dingin-dingin minum kopi panas dan makan kue nastar. " seru Yoggy sambil tertawa.


" Biar Gemetaran kita hilang. " ucap Ellena Ikut tertawa.


" Dek Ernny pengertian banget. !" Ucap Meiddy membuat Ernny juga tertawa.


Memang sangat pas nya di Musim Salju, menghilang kan rasa dingin yang mencekam, dengan memang meminum Kopi panas.


Sekitar 2 jam Yoggy dan Meiddy berada di Apartemen nya Ellena, sesudah itu mereka pun pamit dan kembali ke Apartemen mereka masing-masing.


🌿🌿🌿


Di Surabaya, Angelo sangat sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk, apalagi di akhir tahun, Persiapan untuk memeriksa laporan Tahunan dari tiap Divisi di Kantor nya. Maka itu Angelo Extra sibuk.


Itulah sebabnya Angelo tak dapat ke Jerman di Bulan Desember ini. Namun dia percaya, Bila Ellena adalah seorang yang sangat pengertian tentang keadaannya saat ini.


Siang ini, Leon datang menemui nya.


" Selamat Siang Boss! " sapa Leon ketika berjalan masuk ke ruang kerja Angelo.


" Siang Leon, ada apa? Kok wajah mu kusut kayak gitu? " Tanya Angelo.


" Ada masalah dikit Bos, Bahan bangunan yang kita kirim ke Papua, sampai kini belum tiba disana, Karena kapal yang membawa bahan bangunan tersebut, masih di Makasar. sedangkan disana bahan-bahan seperti Besi ulir dan Semen telah habis. Jadi terpaksa pekerjaan di tunda sampai bahan-bahan yang kita kirim tiba, baru lah mereka dapat mulai bekerja. " Cerita Leon.


" Kenapa sampai bisa begitu, Leon? " Kata Angelo.


" Menurut Informasi yang ku dapat, Kata nya Kapal tersebut mengalami gangguan mesin sewaktu tiba di Makasar, Jadi saat ini sedang di perbaiki, mungkin besok sudah bisa jalan kembali." jelas Leon.


" Jika demikian coba hubungi Pak Joddy untuk memberitahu nya." Kata Angelo.

__ADS_1


" Baiklah Boss, Aku akan segera menelpon Pak Joddy. " ucap Leon.


Setelah itu, Leon pun meninggal kan Angelo dan kembali ke ruangan nya, untuk menelpon Pak Joddy di Papua.


Siangnya, dengan di temani oleh Leon, Angelo keluar makan di Restoran langganan mereka.


Ketika Mereka berdua berjalan masuk ke dalam Restoran, Angelo mendengar seseorang memanggil namanya. Dia melihat kesamping, mencari arah suara yang memanggil nya.


" Angelo..?" Seorang wanita menghampiri nya dan menyebut namanya ragu-ragu.


Angelo memandang wanita tersebut.


" Carlyn? " Angelo balik tanya.


" Iya.., Aku Carlyn.. anak nya bu Zelina, tantemu ! " Ucap Wanita yang di panggil Carlyn itu.


" Ya Ampun Carlyn, Aku lupa, Soalnya lama kita nggak ketemu, untung kamu masih ingat aku! Apa kabar Tante dan Om? " Tanya Angelo.


" Mereka baik-baik. lalu bagaimana dengan Tante Sesilia? " Carlyn balik Nanya.


" Ibu juga baik, Oh iya, Ngomong-ngomong, mari lah makan siang bareng kami yuk! " Ajak Angelo. Carlyn memandang teman pria nya dan temannya mengangguk.


" Okey baiklah, Oh iya, kenalin ini Tunangan ku Stanly " Kata Carlyn memperkenal kan Tunangan nya Stanly pada Angelo. Angelo lalu menyalami Stanly.


" Angelo. " Ucap Angelo


" Stanly." ucap Stanly. Lalu Angelo pun memilih tempat duduk di ruang VIP. dan Angelo menyuruh Leon untuk memesan makanan.


Sambil menunggu makanan nya datang, Mereka pun Berbincang-bincang untuk melepas rindu mereka, karena lama tidak bertemu.


Carlyn adalah anak Sulung dari Ibu Zelina, adik dari Ibu Sesilia. Mereka tinggal di Manado, Karena Ayah Carlyn Orang Manado. usia Angelo hanya selisih beberapa bulan dari Carlyn. Angelo lebih tua dari Carlyn.


Ketika Carlyn serta Orang tua nya pindah ke Manado, Waktu itu Angelo Dan Carlyn masih SMP, Sejak itu Mereka tidak pernah ketemu, sampai hari ini barulah Mereka bertemu kembali.


Tak lama kemudian, Pelayan datang menghidang kan makanan diatas meja.


" silahkan makan, Pak, Bu. " ucap Pelayannya.


" Makasih Dek ! " Ucap Leon.


" Mari kita Makan " ajak Angelo. Lalu Cari n dan Stanly menimba makanan, Dan mereka pun segera makan


Setelah selesai makan, Angelo pun meminta nomor Hand phone nya Carlyn, karena selama ini Mereka memang putus kontak, padahal Bu Sesilia sangat merindu kan Adiknya itu. dan Sebelum berpisah, Carlyn berjanji akan menemui Tantenya, Bu Sesilia.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


πŸ‘‰Bersambung ke Bab 70


Mdo21052021

__ADS_1


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Readers tercinta, jangan lupa ya meninggalkan jejaknya, Dengan Like, Komen dan Vota. juga Rate Bintang 5 ya.


__ADS_2