
Jam 11.30 Elena keluar dari ruang Prakteknya dan berjalan keluar menuju parkiran.
Elena segera masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin mobilnya lalu jalan keluar dari parkiran menuju kejalan raya.
Elena mampir disebuah Restoran dan memesan beberapa menu makanan yang akan dia bawa untuk makan siang bersama dengan Angelo di kantor Angelo.
Elena duduk menunggu sampai pelayannya datang membawa bungkusan yang berisi makanan pesanannya. Elena lalu membayar nya. dan segera keluar dari Restoran itu menuju mobilnya.
Elena melajukan mobilnya menuju kekantor Angelo. Setibanya dihalaman kantor Angelo, Elena memarkirkan mobilnya diarea parkir untuk tamu. Lalu Elegan melangkah masuk menuju meja Resepsionis.
" selamat siang mbak, saya mau ketemu dengan Pak Angelo. " kata Elena
" apakah ibu sudah buat janji ? " tanya Resepsionis yang menatap Elena dengan tatapan curiga.
" iya sudah.! " jawab Elena.
" baiklah bu, nanti saya hubungi Pa Angelo dulu.! " Kata Resepsionis yang bernama Soty. Wajahnya menunjukkan sikap tidak senang pada Elena.
" silahkan duduk dulu bu." kata temannya Soty yang bernama Jenny. kalau Jenny ini sedikit ramah.
" Oh begini saja, biar aku yang akan hubungi Pak Angelo sendiri." kata Elena. Lalu Elena
segera menelpon Angelo.
" halo yang..! " sapa Angelo
" halo Yang, aku sudah di lobby kantormu. " kata Elena
" langsung saja naik keruang kerjaku. minta tolong diantar resepsionis. " kata Angelo
" kamu yang telpon mereka aja deh.! " kata Elena.
" okey baiklah." lalu Angelo mengakhiri pembicaraannya lalu Elena memasukkan handphonenya kembali kedalam tasnya.
terdengar Resepsionis itu mendapat telpon dari angelo.
" Jenny. tolong antar bu Elena ke Ruangan saya." kata Angelo
" baiklah Pak.! " kata Jenny sambil memandang Elena.
" marilah bu, kita naik ke ruangan pak Angelo, Pak Angelo menyuruh aku mengantar ibu ke atas." ajak Jenny.
" baiklah " ucap Elena
Soty memandang Elena dengan sinis.
Lalu Elena mengikuti Jenny, mereka masuk kedalam lift lalu Jenny menekan angka 7. dan lift pun naik sampai dilantai 7, pintu lift terbuka. dan mereka segera keluar dari lift lalu berjalan kearah ruangan Ceo.
tiba didepan pintu, Jenny mengetuk pintu
" silahkan masuk ! " terdengar suara Angelo
lalu Jenny membukakan pintu dan dan beri jalan buat Elena masuk.
" Selamat siang yang ! " sapa Elena
" haii yang..selamat siang.!" ucap Angelo
" ayo duduk di sofa aja.!" kata Angelo sambil berdiri menghampiri Elena.
" Jenny, sebentar..! " Angelo memanggil Jenny yang masih berdiri didepan pintu.
" iya pak ." Jenny mendekat Angelo
" Jenny, kenalin ini tunangan ku Elena." kata Angelo. lalu Jenny mendekat ke Elena dan mengulurkan tangannya lalu menjabat tangan Elena.
" nanti lain kali kalau bu Elena datang, biarkan masuk saja ya.tolong beritahu sama Soty ." jelas Angelo.
" Baiklah Pak, maaf bu Elena, tadi kami belum tahu kalau ibu tunangannya Pak Angelo " kata Jenny sambil mengatupkan kedua tangannya di dada.
" ah nggak papa Jenny, memang seharusnya berhati hati untuk orang yang belum dikenalnya." kata Elena.
" kalau begitu saya pamit kembali kebawah ya Pak, bu." kata Jenny
" baiklah Jenny." kata Angelo dan Elena hampir bersamaan.
Setelah Jenny pergi dan menutup pintunya lalu Elena mengeluarkan makanannya dari dalam tas plastik, lalu menatanya di atas meja.
" ayo kita makan ! " ajak Elena lalu mengambil Hand sanitizer dari dalam tasnya dan membersihkan tangannya. sedangkan Angelo mencuci tangannya di wastafel yang terdapat di samping toilet yang ada di ruangan itu.
Lalu mereka berdua duduk makan dengan nikmatnya.
" maaf aku terlambat, pasti kamu sudah lapar ya ? " tanya Elena
" iya aku merasa lapar, tapi kerena sibuk maka tidak terlalu dipikirkan." kata Angelo.
" Aku sih dari jam 11.30 sudah keluar dari Rumah sakit, cuma tuh menunggu pesanan makanannya yang lama." kata Elena
" nggak papa yang, santai aja. aku senang kita bisa makan bersama hari ini." kata Angelo
__ADS_1
" kapan kamu ke Semarang ? " Tanya Elena
" 2 hari lagi yang." kata Angelo
" Kok bisa Sama ya ! " kata Elena
" sama bagaimana yang ? " tanya Angelo
" tadi aku buka Email ku, kamu tau, aku diundang untuk menjadi pembicara dalam seminar kesehatan di Semarang selama 2hari. dan itu 3 hari lagi, karena diadakan dari pagi sampai siang hari, maka aku diminta untuk datang sehari sebelumnya." kata Elena.
" Kok bisa sama waktunya ya ?! berarti kita itu jodoh dan tak boleh dipisahkan " kata Angelo sambil tertawa.
" ih kamu bisa aja.! " seru Elena
" kalau begitu kamu berangkatnya bareng aku saja ya.." kata Angelo.
" kamu berangkatnya kapan ? " tanya Elena
" Lusa Sore ! " kata Angelo
" baiklah bisa nebeng transportasi gratis. " ucap Elena dan merekapun tertawa lagi.
" bisa aja yang.! " ucap Angelo
Setelah mereka selesai makan, Elena membersihkan kotak kotak makanannya dan masukkan kembali kedalam kantong plastik dan masukkan dalam tempat sampah yang ada disitu.
🌱
Sementara itu Jenny yang tadi keluar dari ruang kerja Angelo dan turun kembali kelantai bawah dan diapun segera menuju kemeja kerjanya.
" yang tadi itu siapa Jenny ? " tanya Soty
" kamu tau itu siapa ? " tanya Jenny pada Soty. Soty lalu mengangkat kedua bahunya.
" yah paling pengusaha yang mau mengejar proyek ! " jawab Soty ketus
" kamu salah Soty ! itu adalah tunangannya Pak Angelo.! cantik ya..untungnya kamu tadi tidak terlalu kasar padanya seperti biasanya." kata Jenny.
" Tunangan Pak Angelo ? sejak kapan Pak Angelo bertunangan ? " kata Soty
" Memangnya kamu siapa ? sehingga Pak Angelo mau Tunangan harus lapor kamu!? " seru Jenny.
" ih Jenny kamu ! setidaknya kita karyawannya kan harus tau ! " kata Soty makin ketus. Jenny tahu kalau Soty temannya itu ada hati sama Bosnya.
" Makanya sadarlah Soty ! jangan terlalu mengharapkan untuk dapat memeluk
gunung." kata Jenny
🌱
" Yang, please kalau kamu mau lanjut kerja, aku menemanimu sebentar lalu aku balik lagi ke Rumah sakit.! " kata Elena
" Sebentar lagi yang, nggak usah buru buru balik. aku masih kangen sama kamu." ucap Angelo sambil duduk mendekat ke Elena.
" 15 menit lagi ya. soalnya aku takut jika ada pasien darurat. ! " jelas Elena.
Angelo membuka kulkas dan mengeluarkan buah Sunkist lalu memberikan pada Elena. Elena mengambil piring yang mengisi Sunkist itu dan meletakkan di atas meja. Elena mengambil sebuah Sunkist dan membelah empat memakai pisau yang ada di atas piring tersebut. lalu memberi sepotong buat Angelo dan Angelo memakannya. Elena juga mengambil sepotong dan memakannya pula.
" enak rasanya manis banget, kemarin aku beli kok rasanya asem ! " kata Elena
" siapa dong yang pilih, aku khan ahlinya." kata Angelo sambil tertawa.
" nggak pilih kali, mungkin jenisnya yang beda. " kata Elena tersenyum.
" iya sayang . " ucap Angelo tersenyum lebar.
Lalu Angelo membelai rambutnya Elena.
Elena merasa bahagia dan menikmati belaian tangan Angelo.
Elena melihat jam dinding yang ada dalam ruangan itu, pas sudah pukul 13.00 lalu Elena segera berdiri.
" Aku balik sekarang ya sayang ." kata Elena.
Angelo pun ikut berdiri.
" Baiklah sayang, hati hati ya dijalan." kata Angelo lalu meletakkan kedua tangannya dipundak Elena lalu merapat dan menciumi kening Elena. Elena juga menciumi pipinya Angelo.
" terima kasih ya sayang, sudah temani aku makan siang." kata angelo perlahan.
" sama sama sayang, kalau masih sibuk, besok aku datang lagi okey ? " kata Elena.
" baiklah sayang, asal nggak merepotkan kamu ! " kata Angelo.
" okey yang, aku jalan dulu ! " kata Elena
" baiklah sayang, maaf aku nggak antar ya.! kata Angelo.
" nggak papa kok ! " kata Elena
__ADS_1
Elena mendekati pintu dan Angelo membuka kan pintu lalu Elena pun melangkah keluar.
" bye ." ucap Elena.
" bye Yang " kata Angelo.
Elena melangkah menuju ke lift dan segera masuk kedalam lift.
sampai dilantai ground liftnya terbuka dan Elena melangkah keluar.
" Permisi ya..!" Elena pamit pada Resepsionis.
" iya bu Elena.! " kata Jenny sambil tersenyum Soty yang melihat Jenny tersenyum dia menyentuh tangan Jenny.
Elena keluar dari kantornya Angelo dan segera menuju ke mobilnya di area parkiran.
Elena membuka pintu mobilnya dan segera masuk kedalam mobil lalu menjalankan mobilnya keluar dari area perkantoran menuju kejalan raya lalu menuju ke Rumah Sakit tempat dia bekerja.
Setibanya di Rumah Sakit Elena keluar dari mobilnya dan berjalan masuk menuju keruangan Prakteknya.
Elena membuka pintu dan segera masuk kedalam ruang prakteknya.
lalu diapun segera duduk didepan meja kerjanya, dia santai sejenak untuk melepaskan lelahnya lalu dia berdiri dan mengambil air mineral di kulkas dan meminumnya.
Setelah itu, Elena mengambil Laptop dan membukanya. dia mulai coba untuk menyusun makalah buat Seminar di Semarang nanti.
pintu ruang praktek Elena diketuk dari luar
" iya..silahkan Masuk ! " seru Elena
Lalu pintu dibuka dan Dokter Mourinho melangkah masuk dengan wajah yang berseri.
"Siang Ellen ! " sapa Mourinho
" siang Mourinho, tumben kok wajahnya nampak berseri seri ? ! " kata Elena
" aku lagi gembira Ellen, kamu tau, aku dapat kesempatan untuk balik ke Jerman untuk memperdalam lagi Spesialis ku ! " kata Mourinho
" Hah!!! Kok bisa sama ?? he he he " ucap Elena terkejut kalau Mourinho juga mendapat tawaran untuk kembali ke Jerman.
" Kamu juga Ellen ? " tanya Mourinho
" iya Mourinho, jangan jangan teman kita yang lainnya juga. !" kata Elena sambil membayangkan masa masa mereka kuliah di Jerman.
" Mungkin ! wah kita bisa kumpul lagi." kata Mourinho.
" Iya Mourinho, untung ya, kita belum berkeluarga. " kata Elena membuat mereka tertawa kembali.
Tiba tiba Hp Elena berdering.Elena segera mengangkatnya. ternyata dari UGD
~ iya halo.! sapa Elena
~ Dokter, bisa ke UGD Dok, ada pasien darurat. ~ kata petugas UGD
~ baiklah aku segera kesana ! ~ kata Elena.
Lalu Elena pun memberitahu Mourinho
" Maaf Mourinho, ada pasien darurat, aku harus ke UGD sekarang.! " kata Elena lalu mengambil stetoskopnya dari dalam tasnya.
Mourinho segera berdiri dan mereka sama sama keluar dari ruang prakteknya Elena.
" Nanti kita lanjutkan ceritanya lagi ya Mourinho. " kata Elena.
" Iya Ellen ! " lalu Mourinho kembali ke ruang prakteknya dan Elena berjalan tergesa-gesa ke UGD.
Setibanya didepan UGD dia melihat beberapa orang sedang berada dekat pintu UGD Dengan wajah yang penuh kekhawatiran
melihat Elena datang, mereka memberi jalan buat Elena.
Elena melangkah masuk kedalam Ruangan UGD. dia melihat ada seorang Bapak yang berbaring tak sadarkan diri di atas tempat Brankar UGD. ada juga seorang wanita yang menungguinya dengan wajah sedih dan mata yang tergenang air mata.
Melihat Elena masuk, wanita itupun menyingkir kesamping dan memberi kesempatan buat Elena.
" Dokter tolong suami saya Dokter!" suara wanita itu memelas dan memohon pada Elena.
" Sabar ya bu, saya periksa dulu ya." kata Elena lalu memeriksa nadi pasien serta kop dada Pasien.
" sudah di tensi tekanan darahnya dok ? " tanya Elena pada dokter jaga.
" sudah dok, 265 per 160 ! " kata dokter Wisman dokter jaga pada siang itu.
" tinggi banget ! dok, tolong segera dimasukkan ke ruang ICU, aku akan segera kesana. " kata Elena lalu berjalan keluar menuju keruang ICU.
Perawat yang sedang bertugas itupun segera mendorong pasiennya di atas brankar itu keruangan ICU.👉
Mdo 09022021
🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 🙏🙏