
Erinna dan Bryan pagi ini kelihatan akan bepergian, mereka keluar dari kamarnya dengan menarik kopernya lalu turun kelantai bawah lalu meninggalkan kopernya dekat tangga bagian bawah dan mereka berduapun berjalan keruang keluarga sambil menunggu yang lainnya untuk sarapan sarapan bersama.
Pa Hendra dan Bu Lilani baru saja pulang joging lalu masuk kedalam rumah dan langsung kekamar lalu merekapun segera mandi. sesudah mandi merekapun memakai baju dan keluar dari kamarnya menuju keruang keluarga dimana disitu Bryan dan Erinna yang sedang menonton berita pagi di TV.
" Selamat pagi Ma, Pa.. ? " ucap Erinna dan Bryan serentak.
" pagi.. " jawab bu Lilani dan Pa Hendra.
" jam berapa berangkatnya ? " tanya bu Lilani
" Jam 9.00,, tapi kami kekantor dulu, jadi nanti dari Travel menjemputnya dikantor.. " kata Erinna
" Oh.. Papa kira kalian bawa mobil sendiri. " kata Pa Hendra.
" nggaklah Pa. Pakai travel aja lebih praktis kok ! " ucap Errina
" baiklah klo gitu, yang penting hati hati dijalan. " ucap Pa Hendra.
" Berapa lama Di Malang ? " tanya bu Lilani
" cuma 3 hari bu. " ucap Bryan.
Elena dan Ernny sama sama turun dari tangga dan segera menuju keruang keluarga.
" Selamat pagi..! " ucap Elena dan Erny hampir serentak.
" pagi.. ! " balasnya
" seperti akan bepergian jauh Ayah dan Ibu. " kata Elena
" Iya ...,besok ada meeting bersama investor dari Jakarta dicabang perusahaan yang di Malang,, jadi kami harus hadir. makanya hari ini kami berangkat. " kata Bryan
" berapa lama Ayah dan Ibu diMalang ? " tanya Ernny
" 3 hari Nak. " jawab Erinna.
Setelah Randy datang Merekapun segera sarapan lalu seperti biasanya sesudah makan merekapun berangkat untuk melakukan aktifitasnya masing masing.
🍁
Elena melangkah menuruni Escalator Sebuah Mall ketika dia sedang mencari kado untuk hadiah Ulang Tahun temannya Dokter Soraya.
Sampai dilantai bawah dia melihat Bu Sesilia bersama dengan anaknya Angela dan seorang anak kecil yang dipegang oleh Angela dan kemungkinan itu adalah anaknya., Elena sengaja ingin mnghindarnya tapi terlambat karena bu Sesilia telah melihanya.
" Elena.. " panggil bu Sesilia
" Ibu Sesilia.. " Elena pura pura terkejut mendengar panggilan ibu Sesillia. dan segera berjalan mendekati mereka.
" apa kabar bu ? " sapa Elena, lalu menjabat tangan bu Sesilia dan Angela.
" ibu baik, kamu dengan siapa disini? " tanya bu Sesilia
" aku sendiri bu. lagi nyari kado buat teman " kata Elena
" Oh... udah dapat atau belum ? " tanya bu Sesilia
" belum bu, ini masih bingung mau milih yang mana makanya aku lihat lihat dulu. " jelas Elena pada bu Sesilia .
" Kalau begitu bersama kita makan siang dulu ya.. nich udah jam 12. 00. " ajak Angela..
" Iya Elena. sesudah makan baru cari lagi kadonya. " bujuk bu Sesilia. Elena mau menolak tapi rasa tidak enak hati.
" baiklah bu.. " ucap Elena.
Lalu merekapun mencari Restoran yang ada di lantai bawah itu.
Mereka masuk ke Restoran SR yang ada disitu.
Angela segera mengambil daftar menu yang ada diatas mejanya lalu memberikan satunya buat Elena.
" Dok mau pilih apa, silahkan.. !" ucap Angela
"iya baiklah Kak.. " ucap Elena.
"pilihlah Elena mau makan apa...." kata bu Sesilia
" iya bu, aku nasi goreng aja. " ucap Elena
" minumnya ? " tanya bu Sesilia
" teh hangat aja.. ! " ucap Elena.
Setelah itu Angela mencatatnya dan serahkan catatannya pada pelayan dan pelayannya pun segera kedapur dan menyerahkan notanya pada chefnya.
" Siapa namanya.. " kata Elena sambil menyentuh pipi gadis kecil yang sejak tadi hanya diam diam dan malu.
" ayo dijawab donk pertanyaan Aunty. " kata Angela pada putrinya.
__ADS_1
" Veren Aunty. " kata Veren
" aduh pintarnya.., udah sekolah belum..? " kembali Elena bertanya
" belum Aunty. " ucap Veren.
" berapa usianya. " kembali Elena menanya sambil membelai rambut Veren.
" 3 tahun Aunty. " ucap Veren sambil memegang lengannya Elena.Elena lalu mencium pipinya Veren.
Pelayan datang mengantarkan makanan pesanan mereka.
" ini pesanannya bu,, " kata pelayannya sambil meletakkan makanannya diatas meja.
" tolong dicek ya bu,, sudah lengkap atau belum ? " kata pelayan itu
" udah kok mbak.. terima kasih mbak" kata Angela .
" sama sama bu.. selamat menikmati. " ucap sang pelayan
" makasih. " ucap Elena sambil tersenyum.
lalu pelayan itupun berlalu meninggalkan mereka dan merekapun makan sambil ngobrol dengan akrabnya.
Sesudah selesai makan Elenapun pamit untuk mencari kado buat temannya.
Elena memasuki sebuah toko perhiasan dan melihat lihat mana yang cocok untuk dijadikan kado.
Akhirnya pilihan Elena jatuh pada sebuah Cincin Platinum dengan hiasan dari berlian yang tersusun membentuk Apple sangat mungil dan cantik.
" Aku lihat yang ini. " kata Elena pada pelayannya. lalu pelayanpun mengeluarkan Cincin yang dipilih Elena. lalu Elenapun coba mengukurnya dijari manisnya agak sedikit longgar, tapi dia tau karena badan Dokter Soraya lebih gede darinya maka pasti jarinya juga lebih gede.
" Saya mengambil yang ini, tolong sekalian buat kado ya. " kata Elena
" baiklah Non.. " kata pelayannya.
Sesudah itu Elenapun membayarnya dan menyimpan perhiasan itu dalam tasnya lalu diapun segera meninggal Mall itu dan kembali lagi ke Rumah sakit.
Elenapun langsung masuk ke Rumah sakit setelah dia memarkirkan mobilnya diparkiran. dia segera membukakan pintu ruang kerjanya dan masuk kedalam lalu duduk dikursi depan meja kerjanya.
Elena mulai memeriksa kembali data data pasiennya.
Seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya dari luar..
" iya..., silahkan masuk. !" ujar Elena
" selamat siang Dokter.. ! " ucap Valdo
" Siang Pak Valdo.. silahkan duduk. " ucap Elena sambil mempersilahkan Valdo untuk duduk.
" terima kasih Dokter. " ucap Valdo lalu menarik kursi didepan Elena dan duduk
" bagaimana Kabarnya bu Ocha Pa.. " tanya Elena
" Sekarang dia lagi tidur. " kata Valdo
" Seperti yang pernah saya katakan Pa Valdo. Hasil pemeriksaannya, bu Ocha memang menderita Gagal jantung. jadi saat ini saya hanya bisa memberikan obat saja untuk membantu meredakan sakitnya. yang penting sekarang makanannya harus diperhatikan, lebih banyak kongsumsi sayur sayuran dan buah buah..kurang makanan yang banyak mengandung lemak, juga kurangi garamnya. " kata Elena.
" baiklah Dokter.. selain itu apa yang bisa saya lakukan agar Istri saya bisa sembuh ? " tanya Valdo dengan suara yang kedengaran agak sedih.
" Pak Valdo saat ini harus sabar dan kuat..
Bu Ocha untuk sembuh sama sekali mungkin tidak bisa. namun diusahakan agar dia jangan sampai stress atau tertekan.... buatlah hatinya bahagia, dan jangan sampai membuat dia marah karena itu dapat berakibat fatal bagi penyakitnya. juga Pa Valdo,, yang paling penting adalah berserah pada Tuhan, berdoa dan memohon. Mujizat Tuhan selalu ada bagi Orang yang percaya padanya. " kata Elena
" terima kasih Dokter ,, Saya selalu mengharapkan agar dia bisa sembuh Dok.Semoga mujizat Tuhan benar benar mau menyelamatkan dia. " ucap Valdo sambil menunduk sedih.
" Baiklah Dokter, saya balik kekamar dulu ya. " kata Valdo
" baiklah Pa Valdo,, jangan lupa kalau ada apa apa panggil saya. " kata Elena.
" iya.. baiklah Dok. " ucap Valdo sambil berdiri dan meninggalkan Elena, dan membukakan pintu dan menutup lagi dan berjalan menuju tangga dan naik menemui istrinya di kamar nomor 102.
Valdo membukakan pintu kamar dengan perlahan lalu menutupnya kembali dan segera berjalan mendekati istrinya ditempat tidur.
Valdo memandang wajah istrinya yang sedang terlelap dalam tidurnya yang nyenyak sekali, mungkin pengaruh obat yang diberikan untuk mengurangi rasa sakitnya.
Valdo membelai rambut ocha dengan penuh kasih sayang. dia sangat mencintai Ocha. diusia pernikahan mereka yan ketiga tahun ini Ocha telah berjuang antara hidup dan matinya,,meskipun Dokter telah melarang dia untuk mengandung dan melahirkan anaknya, namun dia tetap mempertahankan keinginannya untuk memberikan keturunan buat Valdo. dan akhirnya diapun berhasil memberikan Valdo seorang putra yang tampan buah cinta mereka berdua untuk pernikahannya.
🍁
Virly dan Mayoshi telah balik dari Puskesmas dimana sudah dua hari ini ada bakti sosial untuk pemeriksaan gratis buat keluarga yang kurang mampu.
Virly membuka pintu ruang prakteknya dan segera masuk dan mencuci tangannya di wastafel lalu diapun duduk dan bersandar diatas sofa. tubuhnya terasa sangat lelah banget karena kerjaan mereka sejak kemarin itu sangat padat.
Virlypun coba untuk bisa memenjamkan matanya walaupun dalam keadaan duduk.
dia berusaha untuk serilex mungkin agar rasa capeknya bisa hilang.
__ADS_1
Ketika dia mulai meresa tenang dan hampir terbawa dialam mimpi, tiba tiba pintunya diketuk orang.
" hmm iyaa.. silahkan masuk.. ! " ucap Virly sambil membenahi duduknya..
Elenapun membuka pintu dan melangkah masuk.
"Selamat Sore Dokter Virly.. " uvap Elena sambil tersenyum.
" Selamat sore Dokter Elena.. " Virlypun tersenyum melihat sohibnya yang datang.
" kok udah pulang ? udah selesai tugasnya.. " tanya Elena
" ya.. udahlah.. Capek banget aku.. !" kata Virly.
" bagaimana dengan Dokter Mayoshi ? apa dia juga udah balik.. ?" tanya Elena
" udah.. kita sama sama kesini tadi. " ujar Virly
" ehh ngomong ngomong,, kalian jadi kepestanya Dokter Soraya nggak ? " tanya Elena pula
" aku sich jadi.. aku belum tanya Mayoshi. " kata Virly. " coba telpon dia aja. " kanjut Virly
" ok aku coba menelponnya. " lalu Elenapun menelpon Dokter Mayoshi
" haloo Dokter Elena.. " sapa Mayoshi
" haloo Dokter Mayoshi, kami tunggu diruangnya Virly. " kata Elena
" ngapain ?." tanya Mayoshi
" datang aja.. " ucap Elena.
Elena lalu balik keruangannya dan membuka kulkas lalu mengambil 3 gelas salad buah dan babana cake yang dibelikan di Mall tadi dan dimasukkan ke dalam tas plastik lalu diapun keluar dan keruangannya Virly.
Elena membukakan pintunya, dia melihat Mayoshi sudah ada disana.
" Haloo. " ucap Elena lalu mengeluarkan bawaannya dan meletakkannya diatas meja.
" ini sebagai penghilang rasa lelah dan rasa kantuk kalian. " ucap Elena sambil tertawa kecil dan duduk bersama dengan mereka diatas sofa.
" ayoo dimakan.. " kata Mayoshi sambil mengambil saladnya dan segera makan.
Melihat tingkah Mayoshi, Elena dan Virly jadi tertawa. lalu Elena dan Virlypun mengambil saladnya dan segera memakannya.
" Elena,, tadi kamu keluar ?" tanya Virly.
" iya.. aku ke mall mencari kado buat Dokter Soraya. " kata Elena.
" terus kamu sudah belii.. kok nggak ngajak ngajak. !" kata Mayoshi
" soalnya tadi aku pikir kalian masih lama selesainya,, maka terpaksa tadi aku pergi sendirian. kan besok sudah acaranya. " kata Elenna.
" sebenarnya besok baru kami selesai,, tapi tadi menurut kepala Puskesmas sudah selesai dan tadi sudah dibuat acara penutupannya. " kata Virly.
" besok gimana. kita pergi masing masing atau.. ?" tanya mayoshi
" menurut kalian bagaimana baiknya ? " tanya Elena sambil mengambil sepotong banana cake dan memakannya lalu diikuti oleh Mayoshi.
" baiknya kita pergi dari rumah masing masing saja. nanti disana baru kita gabung..bagaimana.. ? " tanya Virly
" aku setuju.. biar aku ajak adikku untuk menemaniku. " seru Elena
" iya,, aku juga bawa adikku.. !" kata Virly
" Lalu aku ?? kaliankan tau kalau aku anak tunggal.. ! " kata Mayoshi sedih membuat Virly dan Elena tertawa.
" kamu bisa membawa adiknya tetanggakan.." ucap Virly dan merekapun tertawa.
Akhirnya mereka ngobrol sambil bercanda tanpa terasa sudah jam 5 sore dan merekapun kembali keruangan mereka masing masing dan bersiap siap untuk pulang kerumah.
mdo 21012021
🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷
thanks ya buat pembaca setia yang sudah Like and Vote juga atas Komentarnya.
Author mohon maaf atas keterlambatan Up nya. dan untuk memicu semangat Author agar selalu rajin menulis dan meng Up date episode episode selanjutnya.. jangan untuk lupa untuk selalu Vote,, Like,, komen dan Tip.
jangan lupa mampir pula diNovelku yang lainnya.
Melangkah di Tengah Badai
Raja Ampat in Love 💘💘
Misi Rahasia psikolog Cantik
*******
__ADS_1
.