
Mentari pagi yang bersinar cerah, menebarkan sinar ke emasannya menembusi celah-celah daun di balik pohon.
Burung-burung pipit yang berterbangan mencicit, terbang kesana kemari, menari dan bernyanyi riang gembira lalu hinggap di dahan pohon.
Bunga-bunga di taman pun indah, mekar berseri, menebar kan aroma harum mewangi memenuhi sekitar taman.
Kupu-kupu menari riang, beterbangan kesana-kemari dan hinggap pada bunga-bunga yang merekah lalu menghisap sari madunya.π»π»
Alangkah besarnya kuasa Tuhan, Alangkah agung kuasanya, Dia mencipta kan seisi dunia dan segala isinya. Allah mahakuasa.
Ellena Telah bangun sejak Subuh tadi, dan rencananya akan bergabung bersama dengan Ayah, Ibu dan Randy serta Ernny. karena Mereka mau memberikan Surprise buat Oma nya yang hari ini berulang-tahun yang ke 65 tahun.
Ellena segera mandi dan menyiapkan diri lalu dia pun segera turun ke lantai bawah untuk berkumpul dengan yang lainnya.
Semalam Erinna telah membeli Kueh Ulang tahun untuk Ibunya dan menyimpan nya di dalam kamarnya.
Makanan pagi telah di siapkan, tapi di simpan di dalam lemari dapur, Erinna, Ellena dan bi Onah yang yang telah bekerja sama untuk menyiap kan semuanya.
Jam 06.00 Bu lilani dan Pak Hendra telah selesai mandi dan telah rapi ketika keluar dari kamarnya.
Mereka berdua pun berjalan menuju ke Ruang makan, Mereka merasa heran kok sepi keadaan dalam rumahnya. di lihatnya di meja makan nggak ada apa-apa yang tersedia.
" Tumben Pak, Semuanya kok pada belum bangun? " tanya bu Lilani merasa heran.
" Iya ya bu, bi Onah juga nggak ada ! kemana ya ? " Pak Hendra juga turut merasa heran. lalu mereka berdua pun duduk di sofa di ruang keluarga. tiba-tiba lampu padam di seluruh Ruangan.
" kok mati lampu ? " kata bu Lilani.
" iya, mungkin ada gangguan kali ! " ucap Pak Hendra tanpa curiga.
Erinna, Bryan serta anak-anak nya bersama bi Onah, telah siap di ruang tamu. Mereka sengaja untuk menurunkan sekring listrik, lalu mereka pun mengatur posisinya mau memberikan Surprise untuk Bu Lilani.
Dari ruang depan Randy memegang kue ulang tahun yang terhias lilin dengan angka 65 yang sedang bernyala, di iringi dengan lagu Happy Birthday to Oma. mereka semua berjalan menuju ke ruang keluarga, dimana Oma dan Opanya sedang duduk,. Lampu di nyalakan oleh Bi Onah.
Bu Lilani terkejut dengan Suprise ini. sampai-sampai menetes kan air mata karena terharu.
" Selamat-Ulang tahun Ibu, Panjang umur, sehat selalu dan bahagia selalu di usia yang baru !" ucap Erinna dan Bryan.
" Selamat ulang tahun Oma, semoga selalu sehat, bahagia dan panjang umur !!" ucap Randy, Ellena dan Ernny.
Lalu mereka menyuruh Bu Lilani untuk berdoa dan meniup Lilin nya.
Sesudah Lilin padam, semua pada menepuk tangan. acara potong kueh, Bu Lilani memotong kuehnya lalu menyuap Pak Hendra. sesudah itu Erinna dan Bryan mengambil kuehnya lalu menyuap kan ibu nya.
Setelah itu, Mereka pun memeluk Bu Lilani dan mencium bu Lilani. Erinna memberikan ibunya Seuntai kalung dari Platinum dengan leontin yang berbentuk Apple bermata berlian,
Bryan memberi sebuah jam tangan. Randy memberi sebuah Cincin bermata berlian dari platinum. Ellena memberikan Gelang yang kemarin dia belikan di Mall.
sedangkan Ernny memberikan Omanya sepasang Giwang bermata berlian, yang juga dari platinum.
Bu Lilani sangat terharu menerima semuanya. Dia sangat bersyukur Karena Anak dan Cucu-cucunya sangat perhatian padanya.
Setelah ritual Tiup Lilin dan potong kueh selesai, merekapun segera menata meja makan., Lalu mereka pun makan bersama dengan Doa dan penuh Syukur.
__ADS_1
πππ
Setelah sarapan pagi selesai, Bryan dan Randy merapikan rumah di bantu oleh Ernny, karena siang ini rencana Pak Gunawan sekeluarga bersama Donny sekeluarga akan datang, seperti biasanya di hari ulang -tahun Orang-tua nya.
Sedangkan Erinna dan Ellena , di bantu oleh bi Onah menyiapkan memasakan untuk makan bersama nanti. sebagian makanan nya mereka pesan di Catering, begitu pula kueh nya.
Hari ini mereka melarang Bu Lilani untuk masuk ke dapur. maka bu Lilani Duduk-duduk bersama Pak Hendra di Ruang keluarga sambil memperhati kan kesibukan anak, Cucu-cucu dan Menantu nya.
Ellena juga tak lupa mengundang Angelo dan Ibu Sesilia atas permintaan Oma nya, karena mereka juga telah menjadi bagian dari keluarga ini.
Jam 11.05 Mobil Pak Gunawan masuk Gerbang halaman rumah Pak Hendra. lalu Pak Gunawan serta Istrinya Fira keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Fira mengambil kueh Ulang-tahun dan berikan pada Pak Gunawan untuk memegangnya, dan Fira pun mengambil kueh lainnya yang Dia bawakan, lalu merekapun berjalan masuk ke dalam dan ketemu Ibu nya di ruang makan.
Pak Gunawan dan Fira menyanyi Happy birthday to Mommy.. dan mereka pun Mencium Bu Lilani.
Tak lama kemudian menyusul Donny dan Istri nya Lira. serta kedua anaknya Sonny dan Selly.
Donny dan Lira juga membawa kue Ulang tahun buat Ibunya dan mereka juga membawa makan lainnya.
Angelo dan Bu Sesilia juga telah datang dengan membawa kue Tart dan kueh-kueh lainnya buatan Ibu Sesilia sendiri.
Setelah semuanya berkumpul, termasuk keluarga Andhika dan Anthony.
Makanan telah siap di atas meja, begitu juga dengan kueh tart dan kueh-kueh lainnya.
Mereka pun membakar lilin di atas kueh tart terhias lilin dengan anhka 65, lalu semuanya pada bernyanyi lagu Happy birthday to you.
Sesudah bernyanyi Bu Lilani pun Berdoa dan sesudah berdoa, diapun segera meniup Lilin diiring dengan tepukan tangan dari anak, Cucu dan Cicit nya.
" Selamat ulang-tahun Ibu, Panjang umur, sehat dan bahagia selalu di usia Ibu yang baru, Tuhan selalu memberkati Ibu. ! " ucapan tulus dari Pak Gunawan untuk Ibunda tercinta.
Bu Lilani memeluk Gunawan.
" Terima-kasih Putra ku, kebagaan Ibu, kau selalu tahu cara untuk membahagiakan keluarga. terima-kasih pula, kau selalu menyempurna kan kebahagiaan Ibu dan Ayah mu. " ucap bu Lilani dengan sendu.
Sesudah Pak Gunawan, menyusul Donny.
" Selamat ulang-tahun Ibu, Semoga Panjang-umur, sehat selalu, bahagia di usia yang baru brrsama anak, Cucu-cucu dan Cicit-cicitnya. Donny sayang Ibu. " Ucap Donny sambil memeluk Ibu nya dan menciumi Ibu nya dengan penuh cinta.
Bu Lilani terharu, dengan mata yang berkaca-kaca dia memeluk Donny dan berkata.
" Ibu bahagia memiliki kalian semua. karena kalian sangat tahu bagaimana bisa menyenangi ibu. Terima-kasih untuk semua yang telah kalian berikan. " ucap Bu Lilani.
Terakhir Erinna menghampir ibu nya lalu memeluk Ibu nya.
" Sekali lagi Erin ucap kan Selamat Ulang-tahun Bu, semoga Ibu Panjang-umur dan selalu sehat, bahagia di hari tua ibu bersama kami, Anak-anak, Cucu-cucu dan Cicit-cicit Ibu. Erin selalu berdoa untuk ibu. " ucap Erinna.
" Terima- kasih Erin, Ibu sungguh sangat bahagia bisa berkumpul bersama dengan kalian Semua. Walaupun saat ini kakak mu tak berada bersama kalian tapi ibu sangat Bahagia.! " ucap Bu Lilani.
Hari ini bu Lilani merasa sangat bahagia, karena dapat berkumpul bersama dengan Anak-anak, Cucu-cucu dan Cicit-cicitnya.
walau pun sebenarnya dia pun sangat merindukan Edelia Anak kedua nya yang berada di Australia, tapi dia bahagia juga karena tadi pagi Edelia telah memberi Ucapan lewat telpon tadi pagi.
__ADS_1
Angelo dan Bu Sesilia pun memberikan ucapan pada bu Lilani.
" Selamat Ulang-tahun Oma, semoga Oma Panjang umur dan sehat selalu. " Ucap Angelo lalu dia memberi sebuah Cincin berlian pada bu Lilani sebagai kado Ulang tahun.
" Selamat Ulang-tahun Bu, Panjang umur dan sehat selalu, bahagia di hari tua. " Ucap bu Sesilia sambil cipika dan cipiki bu Lilani. Bu Sesilia juga memberi kado sebuah gelang emas pada bu Lilani.
Sesudah selesai acara Ucapan selamat Ulang-tahun untuk Bu Lilani, lalu di lanjutkan dengan makan siang bersama dengan gembira sambil berbincang-bincang.
Mereka berkumpul sampai sore.
Akhirnya Angelo pamit pada keluarga Ellena, lalu dia dan Ibunya duluan meninggalkan rumah Ellena.
Sesudah itu menyusul Keluarga Pak Gunawan dan anak-anaknya.
Yang terakhir keluarga Donny dan Lira.
Lanny dan Lynna mencium Opa dan Oma nya. Sesudah itu mereka pun pamit pada Erinna dan Bryan serta kakak-kakak sepupu mereka dan mereka pun menyusul Ayah dan Obu nya dan mereka pun masuk ke mobil lalu segera meninggalkan Rumah Orang-tua nya.
Rumah menjadi lengang setelah semuanya pergi.
Erinna dan Bi Ona serta Ellen segera membersih kan ruang makan, sedangkan Bryan dan Randy membersih kan ruangan-ruangan.
πππ
Pagi ini kembali seperti biasa, Erinna dan Bryan ke kantor di antar oleh Pak Kasman.
Sedangkan Ellena langsung ke Rumah-sakit.
Randy sejak semalam telah kembali ke Hotel.
Ellena melangkah masuk menuju ke ruang kerjanya tapi masih di depan ruang kerja Mourinho telponnya berdering. dia tak mengangkatnya, tapi dia mempercepat kan langkah nya, lalu segera membuka pintu ruang kerjanya dan duduk di sofa barulah dia segera mengambil hand-phone dari dalam tasnya.
dan melihat, ternyata panggilan dari Dokter Jansen di Jokja.
" Haloo Jansen, apa kabar? " dapa Ellena.
" Baik Ellena, maaf aku mungkin mengganggu, tapi aku mau beritahu kalo aku dan Dokter Hardian sekarang sudah pindah tugas ke Surabaya. " kata Jansen.
" Oh iya.. ?! kalau begitu kita bisa kumpul lagi donk ! lalu kalian tugas di Rumah Sakit mana ? " tanya Ellena gembira. karena Jansen dan Hardian adalah teman kuliahnya sewaktu di Surabaya.
" Kami berdua tugas di Rumah sakit Harapan. nanti kapan-kapan kita ketemuan yah ! nanti ku ajak Hardian sekalian. " kata Jansen.
" iya, sudah lama aku nggak ketemu sama Hardian. ! " kata Ellena.
" baiklah klo begitu aku tutup dulu ya Ellen, nanti baru aku telpon lagi." kata Jansen.
" baiklah Jansen, sampai nanti ya.. ! " ucap Ellena sambil mengakhiri pembicaraan nya.
Sesudah itu Ellena pun menyimpan Hand-phone nya dalam tasnya.
π Bersambung ke Bab 37.
Mdo 16032021
__ADS_1
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ππ