Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 83. Hujan


__ADS_3

~Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bila kita di beri kesempatan untuk dapat menolong sesama yang membutuh kan pertolongan kita. ~


Hari ini Ellena di sibukkan dengan pasien-pasien nya. Dia gembira, Karena Meiddy dan Yoggy telah bergabung di Rumah-Sakit Tersebut, Sehingga mereka dapat bekerja sama dengan nya, dalam menangani pasien yang yang menderita sakit Jantung.


Karena Mereka mempunyai saling keterkaitan satu sama lainnya. Yoggy Sebagai Dokter Ahli Bedah, Ellena sangat membutuhkan nya untuk menangani Pasien nya yang akan melakukan Operasi Jantung, Sedang kan Meiddy sebagai Dokter Ahli Syaraf, Juga sangat di butuh kan untuk Pasien Sakit Jantung.


Seperti di hari ini, Ellena melaku kan Operasi Jantung Pasiennya Pak Teddy. untung ada Yoggy, sehingga Operasi nya dapat berjalan lancar, tanpa kendala. sesuai dengan apa yang di harap kan nya


Operasi nya berakhir dengan Sukses.


Ellena dan Yoggy berjalan keluar dari Kamar Operasi, Mereka berjabat tangan dengan sukacita, atas keberhasilan mereka. Lalu Mereka kembali ke ruangan Kerjanya masing-masing.


Ellena merasa puas atas keberhasilannya menyelamat kan Pak Teddy dari penyakit jantung nya. tidak sia-sia Ilmu yang Dia peroleh selama pendidikannya.


Ellena Masuk ke kamar mandi yang ada di dalam Ruang Praktek nya, Lalu dia pun mandi.


Tadi dia telah mempersiap kan pakaiannya dan keperluan mandi, dia tau hari ini akan melaku kan Operasi.


karena setiap Selesai melaku kan Operasi, Ellena selalu membersih kan diri dulu, barulah melanjutkan pekerjaannya.


🌿🌿🌿🌿


ombak yang menggulung dan memecah di dinding-dinding karang, dan menerbang kan buih putih yang bagaikan salju bertaburan dan berhamburan di antara batu-batu karang yang berdiri kokoh di tepian pantai.


sementara itu sepasang burung camar yang berterbangan berdampingan, lalu menukik dan mencengkram mangsa nya di tengah samudra Biru.


Di hari minggu yang cerah ini, Selepas mengikuti Misa, Angelo menjemput Ellena untuk ke Pantai.


Ini adalah yang pertama kalinya Mereka ke Pantai, setelah Ellena kembali ke Surabaya.


Angelo dan Ellena berjalan sambil menyusuri sepanjang tepian pantai, Dengan tangan yang saling bertautan.


" Hari ini Cuacanya begitu cerah, Di langit bahkan tak ada segumpal awan pun yang menghiasinya. Kita beruntung ya sayang, bisa Jalan-jalan di Cuaca yang baik ini. " Kata Ellena Samping menengok ke sampingnya, memandang wajah Angelo sambil tersenyum.


" Iya sayang, Tapi kita tak boleh terlalu percaya pada keadaan alam, Kadang ketika sedang cerah-cerahnya, tiba-tiba tanpa di harap, datang kabut yang menutupi langit, dan Terjadilah hujan atau pun badai." kata Angelo, juga ikut tersenyum memandang Ellena.


" Betul juga ya, Keadaan Alam sulit di tebak. " Ujar Ellena.


" Rahasia Alam hanya Tuhan saja lah yang tahu. Begitu pula dengan kehidupan kita Manusia. Semuanya berada di tangan Tuhan. Ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Itu semua telah menjadi bagian dari kehidupan ini. dan itu juga merupakan takdir yang kuasa. " Ucap Angelo tersenyum.


" Iya ! Tapi Kalau Aku dapat memilih, Aku tak ingin berpisah dengan Orang-orang yang aku cintai. " Ujar Ellena.


" Aku juga demikian. tapi seringkali, sulit buat kita untuk mendapat kan apa yang kita Harap kan, Seperti apa yang pernah aku alami, Ketika Aku dan Kakak ku Angela, Kami saat itu sedang merasa bahagia dan masih bermanja-manja pada Ibu dan Ayah ku, Tiba-tiba Ayah ku meninggal kan Kami karena serangan jantung. kami sangat sedih harus kehilangan sosok Ayah. " Ucap Angelo dengan sendu. Ellena tambah mempererat kan pegangan tangannya. Ia ingin menguat kan Angelo.

__ADS_1


" Sabar ya Sayang, Itulah Rahasia Tuhan yang sangat tak dapat kita pahami. Tapi kamu harus tetap kuat, demi Ibu. Karena Ibu sangat membutuhkan Mu. " Ucap Ellena.


" Iya Sayang, Bagi ku Ibu adalah Segalanya, Aku sangat menyayangi Ibu dan selalu berusaha untuk bisa membahagiakan Nya." Ujar Angelo


" Aku mengerti. Semoga kamu selalu menjadi anak yang berbakti pada Orang tua, Sayang!" Ucap Ellena.


Mereka berdua singgah dan duduk pada sebuah batu yang ada di bawah sebatang pohon Akasia.


" Tak lama lagi Kita Menikah Yang, Bagaimana bila Besok Sore kita mampir ke Butik untuk melihat-lihat dan memesan baju Pengantin kita?" ujar Angelo.


" Iya Sayang! Aku juga pikir demikian, Agar nggak terlalu Buru-buru mereka mengerjakan nya " ucap Ellena.


" Begitu Besok Aku akan menjemput Mu. " Ujar Angelo.


" Baiklah. setelah pulang kerja nanti. " Ucap Ellena.


Benar saja seperti apa yang ucap kan oleh Angelo, Rahasia Alam tak di mengerti oleh Kita. Ketika mereka berdua sedang asyik ngobrol, tiba-tiba mendung pun datang, Gumpalan-gumpalan Awan hitam mulai mengitari langit biru, tanpa membuat Celah sedikit pun. Dan tak lama kemudian, hujan turun dengan deras nya.


Ellena dan Angelo pun berlari dan berteduh pada sebuah pondok kecil yang ada di Pantai itu.


" Seperti apa yang aku kata kan tadi kan, Rahasia alam hanya Tuhan saja yang tau. " Ujar Angelo, Ellena tersenyum.


" Kamu benar sayang ! " Ucap Ellena, Lalu menyandar kan kepalanya di dada bidang Angelo. tangan Angelo pun membelai Rambutnya.


Hari telah menjelang siang, namun hujan belum juga reda. Ellena merasa dingin dan di peluk Angelo dengan penuh cinta.


Sementara itu perut mereka mulai keroncongan. tapi hujan yang turun seakan tak mau berhenti.


" Kamu lapar Sayang? " tanya Angelo pada Ellena. Ellena tertawa kecil


" Kamu juga kan? aku dengar perut mu telah keroncongan! " Ujar Ellena. Angelo juga tertawa.


" Pasti sayang, Ini kan sudah jam 12.30." Ucap Angelo sambil memperlihatkan jam tangan nya pada Ellena.


" Tanpa terasa ya. udah siang banget! kalau hujan nya hingga sore gimana?! " ujar Ellena.


" Mudah-mudahan sebentar lagi reda. " Ucap Angelo.


" Iya.! biar kita bisa mencari makan! " Ucap Ellena.


Dan memang seperti apa yang mereka harap kan, tak lama kemudian, Hujan pun berhenti, begitu pula dengan badai. langit pun kembali membiru sedangkan badai pun berlalu, hanya meninggal kan Daun-daun yang berserakan tak beraturan di atas pasir pantai.


Angelo mengajak Ellena untuk meninggal kan pantai.

__ADS_1


" Sayang, kita makan di kota saja ya!? " kata Angelo pada Ellena.


" Ayoo ! " Ujar Ellena. Lalu Mereka berdua pun meninggalkan pantai dan berjalan menuju ke mobil Angelo yang sedang parkir di area parkir di Pantai tersebut.


Setelah mereka masuk ke Mobil, Angelo segera menjalan kan mobil nya menuju ke daerah Kota.


Tiba di salah satu Cafe, Angelo lalu memarkir kan mobilnya di area parkir, Untung jam segitu Keadaan Cafe sudah mulai sepi, sehingga mereka bisa leluasa mencari tempat duduk.


Seorang Pelayan Pria mendekati mereka dengan memegang buku nota di tangannya, siap untuk mencatat pesanan mereka.


Angelo mengambil Daftar menu yang tersedia di atas meja dan membaca nya.


" Kamu mau makan yang mana Yank?" tanya Angelo pada Ellena.


" Aku Beef Steak aja! " ujar Ellena


" Aku juga! Jadi 2 Beef Steak Mas ! minumnya Air mineral 2 botol ya. " kata Angelo pada Pelayannya.


" Baiklah, di tunggu ya Pak! " kata Pelayannya lalu meninggal kan mereka.


Hampir 30 menit mereka menunggu sambil Berbincang-bincang, tak lama kemudian Pelayannya pun datang membawa pesanan mereka.


" Silahkan di makan Pak, Bu " Kata Pelayannya, sambil meletakkan Makanan pesanan mereka di atas Meja.


" Terima-kasih ya Mas! " Ucap Angelo dan Ellena bareng.


" Sama-sama." ucap Pelayan tersebut dan segera berlalu dari situ.


Setelah Pelayannya pergi, Angelo dan Ellena pun segera menikmati santapan yang terhidang di hadapan mereka


Sesudah selesai makan dan membayarnya, Mereka berdua pun meninggal kan Cafe tersebut dengan rasa puas.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 84.


Mdo 28062021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Author mohon maaf atas keterlambatan Up-date. di karenakan Gangguan signal, sehingga tak bisa menulis.


Mohon Pengertiannya ya. πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2