
Jerman di Waktu Pagi hari,
Kesibukan para Penduduknya begitu ramai, dalam menjalani aktifitas mereka setiap hari.
Ellena telah bangun dan membuat sarapan nya, Dua potong Roti tawar, Dengan sebutir telur Mata Sapi kesukaan nya, serta daun Salada dan tomat, lalu di beri Mayonaise dan Tomate Sauce, Tara !!! Jadi lah Sandwis ala Cheff Ellena.
Itu lah sarapan pagi kesukaan nya Sewaktu Kuliah di Jerman dulu. Dan sekarang pun dia akan kembali ke masa itu.
Sebenar nya Dia telah membeli beras, tapi rasa lelah yang membuat Ellena malas untuk memasak nya.
Ellena menuang kan segelas juice Apple, Lalu Dia pun duduk sarapan di meja makan.
Udara Masih dingin, Baru pukul 07.00. Nanti Jam 09.00, baru lah mereka berangkat ke Rumah-Sakit, tempat mereka belajar dan Praktek.
Selesai Sarapan, Ellena pun segera bersiap-siap, berdandan dengan memakai Celana Jeans berwarna Putih, Dan Blouse katun berwarna Hijau tosca, warna kasayangan nya. Dia tak lupa memoles wajah nya dengan Day Cream, lalu di lapisi dengan bedak nya. Karena disini Udara nya sangat dingin, Jadi harus rajin memakai cream pelembab, kalau tidak, Wajah nya akan menjadi kering.
Hari Pertama Ellena Memulai kegiatan di Universitas nya.
Setelah selesai Berdandan, dia tak lupa mengambil Jas Dokter nya serta alat-alat Kedokteran nya, Dan di masuk kan ke dalam tas nya.
Lalu Dia pun menghubungi Mourinho serta Meddy dan Yoggy,Agar menunggu dia di bawah
Setelah itu, Ellena pun keluar dari Apartemen nya dan menuju ke Lift, Dia menekan tombol LG, Dan lift segera turun ke bawah.
Sampai dia lantai Ground, teman-teman nya telah menunggunya di lantai bawah
Karena Rumah-Sakit tempat Mereka Praktek dan juga Kampus Mereka sangat dekat dengan Apartemen tempat Mereka tinggal, Maka Mereka tak perlu pakai kendaraan, Cukup berjalan kaki saja, Mereka bisa cepat tiba disana.
Mereka berempat selalu jalan bersama, bila berangkat ke Rumah-Sakit, Walau pun Jurusan Spesialis mereka berbeda-beda, Tapi Mereka memiliki Jam Belajar yang Sama. Maka setelah berada di Tempat praktek, Baru lah Mereka berpisah.
Namun tetap seperi biasa, di siang hari, Mereka selalu berkumpul untuk makan siang bersama.
Ellena tidak merasa kesepian, Karena ada teman-teman nya yang selalu menemani nya.
Apa lagi, Dalam hari-hari nya Dia selalu di Sibuk kan dengan belajar dan Praktek. Sehingga waktu nya benar-benar padat, hanya ada satu waktu yang Luang, Yaitu pada hari minggu. Di hari minggu baru lah mereka punya kesempatan untuk Beribadah dan Istirahat.
π
Seperti di hari Minggu ini,
Ellena serta Mourinho dan Yoggy serta Meiddy, Mereka berencana menghabis kan waktu nya di tempat wisata, Sekedar untuk menghilang kan kejenuhan Mereka, Karena Setiap hari melaku kan Rutinitas mereka.
Ellena duduk di tepi Danau, Dia memandang Air Danau yang berwarna hijau, dan di hiasi oleh Angsa-Angsa putih yang sedang berenang dengan riang nya, di antara bunga-bunga teratai yang menghiasi Danau tersebut.
Ada juga Burung - burung Camar, Yang berdiri dengan sebelah kakinya, di atas ranting kering yang berada di tengah Danau itu, Sambil menunggu mangsa nya.
Dalam hati Ellena Bersyukur pada Tuhan, Karena Dia telah di beri kesempatan untuk menikmati semua keindahan ini.
" Ellen, Kamu disini, Kita mencarimu, di kira kemana?! " Kata Meiddy yang datang menghampiri nya.
" Aku sedang menikmati Keindahan Alam Ciptaan Tuhan !" Ucap Ellena.
" Idihh...Puitis banget kata-kata mu, Ellen! " Ucap Meiddy, lalu Mereka semua pun tertawa.
" Kamu perhatikan itu, Bunga-bunga Patma yang bertebaran bagaikan permadani, di hiasi oleh Angsa-Angsa putih, dan burung bangau itu, menciptakan sebuah Fatamorgana yang sulit untuk di ukir dengan kata-kata. " kata Ellena Setengah berbisik.
" Ayo kita Foto disini! " Kata Mourinho Lalu memotret Mereka bersama.
Sesudah itu, Mourinho pun mengambil Foto Ellena, yang sedang duduk dengan Latar belakang Danau.
Mereka menggelarkan selembar Carpet, lalu mereka pun duduk bersama disitu.
__ADS_1
Ellena mengeluar kan kotak kueh dan Juice, begitu juga dengan Meiddy, Dia membawa dua bungkus Kripik pisang, Lalu mereka pun ngobrol sambil menikmati bekal mereka.
Sementara itu Mourinho dengan Yoggy Memetik Gitar dan Ellena serta Meiddy menyanyi kan sebuah lagunya, Pance Pondaag
Ada Rindu di Hati
πΈπΈπΈπΈ
Kapan lagi kita berbincang dan berterus terang?
Kapan, kapankah lagi?
Kurasakan sunyi mencekam
Hati pun tersiksa
Ada rindu untukmu
Begitu hatiku
Tak ingin kau jauh dariku
Lembutnya sinar di matamu, sayang
Kau begitu seadanya
Namun bergetar sendu hati ini
Kapan lagi kita berbincang dan berterus terang?
Kapan, kapankah lagi?
Kurasakan sunyi mencekam
Hati pun tersiksa
Ada rindu untukmu
Begitu hatiku
Tak ingin kau jauh dariku
Lembutnya sinar di matamu,Sayang
kau begitu....
πΈπΈπΈπΈ
πΏπΏπΏ
Angelo baru saja keluar dari Mobil nya dan berjalan masuk ke dalam Kantor nya.
Sampai di lift khusus, Dia pun segera naik menuju ke Ruang Kerja nya.
Ceo muda yang berwajah Handsome itu pun membuka pintu Ruang kerja nya, dan segera berjalan masuk, Menuju ke belakang meja kerja nya.
Angelo pun duduk sambil memperhatikan berkas-berkas yang menumpuk, yang harus Dia periksa dan Tanda Tangan.
Ketika Dia baru saja mau mengambil berkas untuk di periksa, pintu di ketuk dari luar.
" Silahkan Masuk !" seru Angelo.
__ADS_1
Tampak lah Leon, Asisten Pribadi nya, membuka pintu dan melangkah masuk.
" Pagi Boss ." sapa Leon.
" Pagi Leon Ada apa? " Tanya Angelo melihat Wajah Leon yang kusut.
" Ada masalah dengan Perusahaan Cabang yang di Malang, Bos! " kata Leon.
" Malang? Ada apa dengan Perusahaan yang di Malang?" Tanya Angelo.
" Tanah yang sudah di bangun Perumahan itu, Ternyata adalah tanah sengketa, dam sekarang, Perumahan telah berlangsung 50% di bangun. " Kata Leon.
" Kenapa sampai bisa terjadi?? Bukan kah itu semua sudah beres menurut Pak Harrys?! " Tanya Angelo Marah.
" Itu lah Boss, Aku juga sendiri tidak mengerti ! " Kata Leon.
" Kalau begitu, Sekarang juga Kita berangkat ke Malang, Kamu tolong siap kan segala keperluan nya! " perintah Angelo
" Baik Boss! " Ucap Leon.
Lalu Leon pun segera pergi ke bawah dan menyiap kan semua keperluan untuk, di bawa ke Kantor yang di Malang.
Jam 09.00, Angelo serta Leon pun segera meninggal kan Surabaya, Menuju ke Malang.
Dalam perjalanan menuju ke Malang, Angelo Teringat kembali ketika bersama Ellena ke Malang, Masa-masa yang indah, yang mereka lewati bersama.
Mereka tiba di Malang pada Jam 12.00, Sebelum ke Hotel, Mereka singgah untuk makan siang Di sebuah Restoran,
Dan sesudah makan siang, Baru lan mereka melanjut kan perjalanan ke Hotel untuk Cek In. Setelah selesai Cek in di Hotel, Angelo pun mengajak Leon untuk ke Kantor Cabang
Di Kantor Cabang, Angelo menemui Pak Harrys, dan Menanya kan duduk Persoalannya, kenapa sampai masalah tersebut dapat terjadi ?
Pak Harrys lalu mencerita kan Hal yang sebenar nya.
Ternyata Tanah yang Mereka beli itu, adalah tanah, yang di jual oleh Pemilik tanah tersebut, tetapi ketika yang menjualnya telah meninggal, Anak-anaknya yang menuntut untuk mengambil kembali tanah tersebut, dengan alasan, Ayah nya menjual tanpa setahu mereka.
Angelo lalu menyuruh Pak Harrys untuk memanggil Pengacara nya.
Setelah Pengacara nya datang, Mereka pun membahas nya bersama. Dan Angelo pun menyerah kan Masalah tersebut pada Pengacara nya, dan akan di urus langsung oleh Pengacara nya.
Sesudah itu, Mereka pun pergi untuk meninjau Proyek Pembangunan Perumahan yang sempat tertunda.
Semua urusan Selesai, Angelo pun Mengajak Leon untuk pulang.
" Aku pikir Kita nggak perlu nginap malam ini, Sebaik nya kita Balik ke Surabaya saja. " Kata Angelo pada Leon.
" Baik lah, kalau begitu kita ke Hotel dulu untuk mengambil koper?" tanya Leon.
" Iya Leon ! " Ucap Angelo.
Dan mereka pun pamit pada Pak Harrys untuk balik ke Surabaya.
π Bersambung ke Bab 54
Mdo 13042021
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ππ
Baca juga Novelku yang lainnya.
__ADS_1
Melangkah di Tengah Badai
Misi Rahasia Psikolog Cantik