Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 65 Sepi dalam Rindu.


__ADS_3

Ku rangkul bayangmu di sepinya malam, ketika semilirnya angin membisikkan rindu, adakah secercah rasa yang sama untuk diri ku ? Atau hanya sebuah bayangan bisu Yang berbalut kelabu ? Di tepian malam, hati ini resah, ku coba mengembara, mencari untain kenangan yang terukir di dalam nubari, lembar demi lembar tersingkap kenangan manis itu. Indahnya hari-hari yang terlewati bersama dirimu kasih...biarlah cinta kita abadi untuk selamanya. Karena Diri Mu, adalah yang terindah untuk Ku.


Aku tau, Cinta itu ibarat kita memelihara Bunga, harus di rawat, di siram dan diberi pupuk, agar tetap subur dan bertumbuh dengan indah, agar tetap kuat sekali pun diterpa badai. Namun untuk saat ini, biarlah semua itu berjalan sesuai hati kita, karena pada saatnya, Waktu yang akan menjawab semuanya.


Hari menjelang sore, di saat Ellena baru selesai mandi. Angelo video Call. Ellena Mengambil Hand Phonenya, lalu menggesek tanda yang berwarna hijau itu.


Terdengar suara Angelo .


Ellena : Hallo Sayang ..!


angelo : Iya Sayang, bagaimana kabarnya?


Ellena : Aku baik- baik saja yang. bagaimana dengan diri mu.?


Angelo : aku juga baik Sayang. Hanya Aku kangen kamu sayang.


Ellena : Aku juga sayang, aku selalu merindukan diriMu.


Angelo : Aku juga, rasanya waktu begitu lambat berlalu, tanpa diri Mu disini.


kata Angelo sambil terawa kecil.


Ellena : biarlah waktu lambat berlalu, kalau waktu terlalu cepat berlalu, kita akan cepat tua.


lalu Ellena pun ikut tertawa.


banyak yang mereka bicarakan, sampai akhirnya Angelo pun mengakhiri pembicaraannya.


Semburat warna Jingga membaur melukis Cakrawala, Sementara kekelaman mulai merangkak merangkul persada, Namun tak ada senandung jangkrik yang membahana menyambut datang nya Dewi rembulan... Hanya ada kidung-kidung sumbang dari hati yang terbelenggu rindu. Rasa nya ingin hari-hari cepat berpacu, Menemani langkah-langkah yang berlari menggapai asa.


Ada kerinduan mencekam rasa. Dan bersembunyi di balik tirai sepinya malam.


Biar Semua rasa ku peluk menjadi satu, ku bawa menelusuri dalam tiap relung-relung mimpi, dalam tidurku yang lelap.


Ellena menunda pengetikan Buku nya, Dan menutup Laptopnya, Lalu dia pun masuk ke dapur untuk membuat makan malam nya.


Malam ini Ellena hanya membuat burger untuk makan malamnya, Lidah dan perutnya sudah terbiasa dengan makanan ala Eropa, jadi walau pun tanpa nasi, Dia sudah merasa cukup kenyang.


Sesudah selesai membuat Burger, dia pun santai duduk menonton televisi sambil makan Hamburger dan minum Juice Apple Kesukaannya.


Acara Drama Korea di Televisi membuat nya terhanyut dalam perasaan, Sehingga tanpa di sadari air matanya mengalir membasahi pelupuk matanya.


Ellena memasukkan burgernya yang terakhir ke dalam mulut, dan meminum juice Applenya.


Lalu Setelah selesai Drakor nya, Ellena pun segera mematikan Televisi dan masuk ke dalam kamarnya.


Selelah membasuh Wajahnya dan memakai night cream , Dia pun segera naik keatas ranjangnya, lalu dia pun terlelap dalam mimpinya.


🌿🌿🌿


Angelo dan Leon baru saja selesai Meeting dengan Mr Gerrad Van Leuwen, untuk Proyek bantuan pengadaan pangan untuk daerah terpencil Dan Setelah selesai Meeting, di akhiri dengan makan siang di Cafe Jensu.


Kini mereka berdua berada di atas Mobilnya menuju kembali ke Kantor.


Angelo segera membuka pintu Ruang kerjanya, dan segera melangkah masuk kedalam.


Dia pun duduk di kursi kebesarannya, serta mengeluarkan Laptop dari tas Kantormya, dan dia mulai membuka Email yang baru saja masuk, Angelo membaca dan mencermatinya satu persatu. lalu di balasnya yang perlu di balas.


Setelah itu Dia mengambil berkas-berkas di atas mejanya, dan di pelajari nya, lalu di tanda tangannya.


Setelah selesai tanda tangan, Dia pun berdiri untuk mengambil Juice di Kulkas, lalu Dia pun meneguknya, Ketika sedang menyeruput Juice dari sedotannya, Hand-Phonenya berdering. Angelo pun mengangkat Hand phonenya dari atas meja kerjanya lalu Dia melihat, ternyata dari telepon rumahnya.


Dia langsung menggesekkan tanda hijaunya. Dan menyapa.


Angelo : Hallo Bu !?


T R. : Hallo Den, Saya Sumi Den, saya mau kasi tau, Kalau Ibu sakit Den !" Kata Bi Sumi.


Angelo. : Ibu sakit ? Sakit apa Bi ? Sudah panggil Dokter Bi ?


Bi Sumi : Ibu sesak napas Den, Dokter sudah datang, tapi menurut Dokter, Ibu harus segera di bawa ke Rumah-sakit.


Angelo : baiklah Bi Sumi, Aku segera pulang, Bi temani Ibu terus ya .

__ADS_1


Bi Sumi : Baiklah Den.


Bi Sumi Lalu menutup Telpon, dan Angelo pun menelpon Leon untuk bersiap-siap, Lalu Dia juga menelpon Sekretaris untuk menyerahkan tugasnya.


Angelo dan Leon pun segera masuk ke dalam mobil dan Leon pun meluncur kan Mobilnya Ke jalan raya menuju ke Rumah Angelo.


Setiba di Rumah Angelo, Leon pun memarkirkan Mobilnya di depan Halaman Rumah Angelo, lalu mereka berdua pun berjalan masuk kedalam rumah dengan setengah berlari, menuju ke dalam Kamar


Ibu Sesilia.


Angelo mengetuk pintu, Lalu membukanya dengan perlahan. Di Lihatnya Ibu nya sedang Lemah di atas terbaring pembaringan. Angelo mendekati.


" Ibu..., ! " Terdengar suara Angelo memanggil Ibu nya. Bu Sesilia membuka mata nya perlahan-lahan.


" Angelo, Ibu sakit lagi, maaf Ibu telah merepot kan kamu Nak !" Ucap Bu Sesilia. lalu Angelo memegang tangan Ibunya.


" Tidak Bu, Ibu tidak merepotkan kok ! Ayo Bu, kita ke Rumah-Sakit Bu." Kata Angelo.


Lalu Angelo menyuruh,Leon untuk menyiapkan Mobil.


Angelo dan Leon membopong Ibu Sesilia ke Dalam mobil, Sedangkan Bi Sumi membawa Tas yang berisi Pakaian Bu Sesilia.


Leon pun segera melajukan Mobil menuju ke Rumah-Sakit Harapan. Rumah-Sakit langganannya , Tempat Ellena dulu bekerja.


Begitu Mobil tiba di Pintu UGD, Para Perawat segera mendorong Brankar keluar untuk menjemput Pasien nya.


Angelo dan Dean pun di bantu oleh para Perawat, mengangkat Ibu Sesilia dan menidurkan nya di atas brankar, lalu di dorongnya masuk ke dalam UGD.


Dokter jaga langsung menangani Ibu Sesilia, Setelah Angelo di suruh untuk mengambil Status Ibu Sesilia di Ruang Administrasi.


" Maaf Pak Angelo, Berhubung karena Saat ini Dokter Ellena lagi Study ke Jerman, jadi di Ganti oleh Dokter Gatot." Kata Dokter jaga.


" Tidak apa dokter, yang penting Ibu saya bisa di Tolong. " Ucap Angelo.


" Baiklah Pak Angelo, Saya segera menelpon Dokter Gatot." Kata dokter Vandy, dokter jaga tersebut.


dokter Vandy pun segera menelpon Dokter Gatot. Para Perawat pun sibuk untuk Tensi tekanan darah dan memeriksa suhu badan.


Sesudah melihat hasil EKG, Dokter Gatot pun menyuruh Perawat untuk memasang Infus.


Setelah itu Ibu Sesilia pun di bawa Ke Ruang ICU.


Angelo dan Leon menunggu di depan ruang ICU, Karena belum boleh di ijin kan masuk.


Tak lama kemudian, Seorang Perawat keluar menemui Angelo,


" Pak Angelo, Ibu Sesilia memanggil Anda." Kata Perawatnya.


" Terima-kasih Suster !" Ucap Angelo.


Lalu Angelo pun berdiri dan berjalan masuk ke Ruang ICU, Setelah memakai baju Sterill, Angelo pun segera menemui Ibu nya.


" Bagaimana perasaan Ibu sekarang ? Apakah Ibu masih Pusing ?" Tanya Angelo, Sambil menggenggam tangan Ibu nya.


" Sudah agak Mending dikit." Kata Bu Sesilia.


" Syukurlah Bu ! Oh iya, Aku tadi buru-buru, lupa mengabari Kak Angela. Aku Telepon Angela dulu ya Bu ! " Kata Angelo.


Lalu Angelo pun mengambil Hand Phone dari saku celananya dan segera menelpon Kakak nya Angela.


Angela : Hallo Dek !


Angelo : Hallo Kak, Ibu Masuk Rumah-Sakit.


Angela : Hahh?? Ibu sakit lagi ? Di Rumah-Sakit Harapan kan ?


Angelo : Iya Kak.


Angela : Baiklah, Aku segera kesana.


Angela lalu memati kan Hand phonenya. angelo kembali menghampiri Ibu nya.


" Kak Angela akan segera kemari Bu,, Ibu yang kuat ya." Ucap Angelo. Sambil memegang tangan Ibu nya dengan perasaan sedih.

__ADS_1


" Ibu selalu menyusah kan Kalian." kata Ibu Sesilia.


" Tidak Bu, Kami tak merasa di susah kan oleh Ibu, Lagi pula kalau bukan kami, Siapa lagi yang mau merawat Ibu. Sewajarnya kami yang harus menjaga Ibu. Ibu tidak usah berpikir macam-macam ya, biar Ibu lekas sembuh." Ucap Angelo. Bu Sesilia hanya mengangguk.


sekitar satu jam kemudian Angela pun datang. Dia pun segera mendekati Ibu nya, Lalu memeluk Ibu Sesilia dan Mencium Ibunya.


" Ibu Sakit lagi ? " tanya Angela.


" Iya, Ibu merasa sangat pusing. " kata Ibu Sesilia.


" Ibu, cepat sembuh ya ! Ibu nggak boleh Capek , Ibu harus banyak istirahat !" ucap Angela sambil menggenggam tangan Ibunya.


" Ibu nggak kerja apa-apa Nak !" kata Bu Sesilia sambil memandang Angela.


" Atau mungkin Ibu banyak pikiran." Kata Angela.


" Tidak juga Nak. " Ucap Bu Sesilia.


Angelo lalu keluar dari ICU menemui Bi Sumi.


" Bi Sumi, Tadi Gimana sampai Ibu Pusing ? " Tanya Angelo.


" Aku juga lagi di dapur Den, Tiba-tiba mendengar teriakan Ibu, Lalu aku bedrlari menemuinya. Ternyata Ibu telah duduk tersandar di Atas Sofa dan katanya Pusing, Lalu aku menelpon Dokter Dimas." kata Bi Sumi


" Sesudah itu aku telpon Den." Lanjut Bi Sumi


Angelo Menarik napas.


" Oh begitu ya Bi ! Lalu Ibu telah makan Siang atau belum Bi ? " tanya Angelo.


" Sudah Den, Tadi itu baru saja selesai makan siang. " kata Bi Sumi.


Angelo pun segera duduk dengan Leon.


Sambil menunggu Kabar dari Dokter.


Seorang Perawat datang menghampiri Angelo.


" Pak Angelo, Anda di tunggu Dokter Gatot di Ruang Prakteknya. " kata perawatnya.


" Makasih Suster." Ucap Angelo, Lalu berdiri meninggalkan Leon dan berjalan menuju ke Ruang Praktek Dokter Gatot, di Bekas Ruangan Dokter Ellena.


Angelo mendekati pintu masuk, Lalu mengetuk pintunya.


" Iya.., Silahkan masuk. " Terdengar suara Dokter Gatot dari dalam. Angel pun membuka kan pintunya dan berjalan masuk.


" Selamat Sore Dokter.." Sapa Angelo.


" Selamat Sore Pak , Silahkan duduk Pak !" Ucap Dokter Gatot. Angelo pun menarik Kursi dan duduk.


" Pak Angelo, Setelah saya pelajari kasus penyakit jantung nya Ibu Sesilia, Berdasarkan diagnosa dari Dokter Ellena, Bu Sesilia Menderita penyumbatan di Pembuluh darah nya, tapi masih 25 %, dan pernah Pingsan, karena masalah Hypertensi nya yang sangat tinggi.


Begitu juga hari ini, Hypertensi Ibu mencapai 220/135 Sangat tinggi. Sangat berpengaruhi Pada Jantungnya. Makanya untuk sementara ini, Saya harap Ibu Sesilia di rawat dulu di Rumah sakit untuk mendapat perawatan yang intensif." Angelo sangat serius mendengarkan penjelasan dari Dokter Gatot.


" Baiklah Dokter, Lakukan yang terbaik untuk ibu saya." Ucap Angelo, Sambil memandang Dokter Gatot.


" Baiklah, Usahakan agar Ibu Sesilia tidak banyak pikiran, Dan hindari lah beliau dari sesuatu yang membuatnya Stress. saya akan memberi resep obat, dan nanti Pak Angelo segera membelinya." kata Dokter Gatot kembali.


" Iya Dokter ." ucap Angelo.


Lalu setelah Dokter memberikan resep obatnya, Angelo pun pamit pada Dokter, Lalu keluar dari Ruang Praktek Dokter Gatot, Dan Menuju ke Apotik untuk membeli obat.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Bersambung ke Bab 66


Mdo 130521


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Readers yang tercinta, Author mohon maaf atas keterlambatan meng Up Date Novel ini, berhubung karena Signal di daerah Author akhir akhir ini kurang baik.


Tapi jangan khawatir, Author akan tetap Up Date sampai Novel in Tamat. Untuk itu mohon dukungan dari Readers tercinta, untuk Like dan memberi Vote yang sebanyak-banyaknya, Karena Like dan Vote dari Anda, sangat mendukung Author dalam meng-sukseskan cerita ini . Thank's.πŸ˜‡πŸ˜ŠπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2