
Dalam perjalanan kembali ke kota, Ellena merasa gembira yang luar biasa dalam hati nya. Segala bayangan tentang mimpi-mimpi buruk yang selama ini membuat hatinya merasa gundah, menjadi sirna. Yang ada saat ini rasa bahagia yang memenuhi setiap relung hatinya.
Dengan kecepatan sedang, Angelo melaju kan mobilnya sambil mendengar lagu-lagu yang berasal dari siaran Radio yang sengaja di putar oleh Angelo.
Tadi Mereka telah sepakat untuk makan malam lebih dulu, sebelum kembali ke rumah, Hari ini Angelo ingin membahagia kan kedua keluarga ini.
Mobil Angelo memasuki pelataran Restoran yang terkenal di kota itu, di ikuti oleh mobil Bryan dan mobil nya Randy.
Setelah memarkir kan mobil dengan rapi di area perkir, Lalu mereka keluar dari Mobil dan berjalan masuk kedalam Restoran tersebut. Angelo dan Ellena telah duluan masuk ke dalam Restoran.
Angelo memesan Sebuah Ruangan VIP. Agar mereka semua dapat berkumpul dalam satu ruangan, Untuk makan bersama.
Mereka semua lalu masuk kedalam ruangan tersebut, dan duduk berhadapan di depan sebuah meja panjang.
Ellena dan Angelo pun segera memesan beberapa jenis makanan yang terenak di Restoran tersebut, lalu juga mereka memesan minuman sesuai dengan selera mereka masing-masing.
Angelo ingin mencipta kan rasa kebersamaan antara keluarganya dan keluarga Ellena. Agar di saat mereka menikah nanti, telah ada rasa akrab di antara kedua belah pihak keluarga.
Tak lama kemudian, Para Waiters datang dengan membawa makanan pesanan mereka serta menata nya di atas meja.
Setelah selesai menghidang kan Makanan nya. Mereka pun mempersilahkan untuk makan.
" Selamat menikmati hidangan kami, Bapak, Ibu! Semoga anda puas. " Ucap salah satu Waiter nya. yang rupanya sebagai ketua nya.
" Terima -kasih ya. " ucap mereka hampir bareng.
Lalu Waiters itu pun pergi meninggal kan Ruangan tersebut, hanya tinggal. dua orang Waiters yang standby untuk melayani Mereka. Bila di butuh kan.
Lalu mereka pun mulai menyantap hidangan yang telah tersedia dengan gembira, dan saling Berbincang-bincang.
Dan setelah selesai makan Mereka pun meninggal kan Restoran tersebut.
Angelo mengantar kan Ellena kembali ke rumahnya, beriringan dengan Mobil Bryan, Sedang kan Randy dan Riska, Langsung menuju ke Rumah mereka yang tak jauh dari Hotel Ellena.
πΏπΏπΏπΏ
Mayoshi sedang berjalan di koridor Rumah-sakit, menuju ke Ruang Kerjanya, dia tak tau kalau Ellena sedang mengikutinya dari belakang.
" Haii Dokter Mayohsi! " panggil Ellena, sambil terus berjalan mendekati Mayoshi.
Mayoshi yang mendengar ada yang memanggil namanya, segera berpaling dan melihat, ternyata Ellena yang memanggil nya.
" Profesor Ellena, Aku kira siapa !" ujar Mayoshi tersenyum.
__ADS_1
" Tumben hari ini datangnya pagi. " kata Ellena sambil tersenyum pada Mayoshi.
" Ya.. Gitu lah, Mood nya lagi baik sih! " Ucap Mayoshi tertawa kecil.
Mereka terus berjalan menuju ke Ruang Kerja mereka, sambil terus ngobrol.
Mayoshi duluan masuk Ke Ruang kerjanya .
" Okey, Aku duluan masuk ya, kita ketemu siang nanti. " Ujar Mayoshi sebelum menutup pintu ruang Kerjanya.
Ellena terus melangkah dan membuka Pintu Ruang Kerja nya, lalu melangkah masuk dan duduk di Kursi kebesaran nya.
Ellena coba untuk beristirahat sebentar, sambil memperhatikan tumpukan kartu-kartu pasien yang terletak di atas meja di depannya.
Setelah merasa cukup untuk beristirahat, Dia pun mengambil Kartu-kartu pasien itu, lalu di baca satu persatu. Dan di ambil pula buku Laporan perkembangan Pasien, dan di Pelajarinya.
Tok tok tok
Ada yang mengetuk pintu Ruang kerjanya.
" Masuk. " Seru Ellena dari dalam.
Terdengar pintu di buka dan tampak lah Suster Retno melangkah masuk.
".Pagi juga Suster! " Ucap Ellena tersenyum.
" Prof, Aku cuma mau kabarin, Kalau Pak Teddy semalam masuk ICU lagi. " kata Suster Retno menunjuk kan wajah khawatir nya.
" Lho kenapa lagi dengan Pak Teddy, Suster? " tanya Ellena.
" Menurut Dokter Jaga, tadi malam ketika di bawa kesini, Beliau dalam keadaan pingsan. Lalu di masuk kan ke ICU, dan di beri pertolongan pertama. Untuk selanjut nya menunggu tindakan dari Profesor. " Jelas Suster Retno pada Ellena.
" Berapa lama dia pingsan? " tanya Ellena.
" setelah di UGD. Sekitar 20 menit. " ucap Suster Retno.
" Baiklah, aku akan memeriksanya setelah ini. Tolong Suster siapkan berkasnya. " Kata Ellena.
" Baiklah Prof." ucap Suster Retno. Lalu beranjak mendekati Rak tempat kartu Status Pasien dan mencari Kartu Pak Theddy Pramanto.
Ellena melangkah menuju ke Ruang ICU di temani oleh Suster Retno.
Begitu membuka pintu ruang ICU, Ellena melihat Pasien Theddy sedang terbaring lemah tertidur di atas pembaringan, sedang kan Istri nya sedang duduk di samping nya dengan wajah yang kusam dan pucat, Menunjuk kan bila dia tak tidur nyenyak semalam.
__ADS_1
" Selamat-pagi Bu, bagaimana keadaan Pak Theddy? " tanya Ellena pada Istri nya Pak Theddy.
" Selamat-pagi Dokter. Aku sendiri juga nggak mengerti, ketika itu, baru selesai mandi, dan sedang menonton televisi. Tiba-tiba aku liat Bapak diam, aku kira Beliau tertidur, ketika Aku hendak kasih bangun untuk pindah ke kamar, aku panggil-panggil tapi tak ada respon, baru lah aku sadar, Ternyata bapak tak sadar kan diri. Lalu aku panik dan segera bawa kesini. " cerita Bu Teddy dengan rasa cemas.
" baiklah Bu, hari ini kita akan Cek darah lengkap, dan kembali dan EKG. juga Bu, akan aku beri Pengantar untuk Pak Theddy Konsultasi pada Dokter Syaraf. " ujar Ellena.
" Baiklah Dokter. Terima-kasih " ucap Bu Theddy.
Setelah memeriksa Pak Theddy, Ellena pun kembali ke Ruangan nya untuk membuat laporan dan juga membuat Surat pengantar untuk Pak Theddy ke Dokter Syaraf.
Setelah urusan Pak Theddy selesai, Ellena lalu mengunjungi pasien lainnya di dampingi oleh Suster Retno.
Siang hari nya Seperti biasa, Ellena di temani oleh sahabat-sahabat nya, Mereka menghabis kan waktu istirahat nya di kantin Rumah-Sakit, Sambil makan siang, mereka bersenda gurau, karena sudah beberapa hari in Ellena melewati Istirahat siangnya bersama dengan Angelo.
" Ellen, kapan acara Nikahan Mu? "Tanya Virly pada Ellena.
" lagi 2 bulan, Bulan Februari tahun depan." ucap Ellena.
" Wah nggak lama lagi, masa Lajang Mu berakhir Ellen! " ujar Mayoshi.
" Iya.. mau gimana lagi, semua juga pasti kesitu, termasuk kamu, Mayoshi. " Uca Ellena tersenyum.
" Sudah harus kita menyiap kan Baju pesta kita! " kata Virlly.
" Bagaimana bila sabtu nanti, kita ke Butik ya. " Kata Meiddy.
" Aku sich okey okey saja! Yang penting kita di undang. " kata Mayoshi.
" Pastilah! Masa kan kita sohib setianya kok nggak di undang?! " Ujar Mourinho.
Ellena hanya tersenyum mendengar ulah sahabat-sahabat nya
" Iya donk, masa aku nggak undang kalian? " ucap Ellena sambil tertawa.
Siang itu mereka menyelesai kan makan siang dengan gembira.
Sesudah selesai makan siang, mereka pun kembali ke Ruang kerja masing-masing, melanjut kan tugas mereka untuk melayani Orang yang sedang membutuh kan pelayanan Mereka.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
π Bersambung ke Bab 90.
Mdo 07072021
__ADS_1
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ