Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 15 Hotel baru


__ADS_3

Bangun pagi ini Elena merasa lelah banget, namun dia paksa untuk bangun dan segera mandi karena hari ini ada pasien yang perlu perawatan intensif..


sesudah mandi, dia berdandan dan segera turun kelantai bawah menuju ke meja makan.. seperti biasa setiap pagi mereka berkumpul untuk sarapan pagi.


" Haloo selamat pagi semuanya... " ucap Elena lalu menarik kursinya untuk duduk disamping Omanya.


" Bagaimana dengan dinnernya semalam ? " tanya bu Lilani.


" biasa Oma. ngak ada yang istimewa. " ucap Elena sambil tersenyum melihat Omanya kepo.


" pasti ada yang istimewa, Oma jugakan pernah muda.. ! " ucap bu Lilanip


" tapi Oma.., inikan cuma sebagai ungkapan terima kasih Antara keluarga Pasien pada Doktermya, nggak ada yang lebih kok.. ! " jelas Elenna sambil tersenyum.


"tapi itu adalah suatu awal yang baik .." kata Omamya lagi sambil tertawa membuat semuanya yang sedang makan jadi ikut tertawa.


" iihh Oma.. " ucap Elena


lalu merekapun menikmati sarapannya dengan nikmatnya..


Selesai Sarapan Elenapun pamit untuk ke Rumah sakit. begitupun dengan Erinna dan Bryan serta Randy.


Ernnypun pergi kuliah.


Randy telah pulang, dia telah berhasil menyelesaikan S2 nya dan segera pulang dan bergabung diperusahaan bersama ibu dan Ayahnya.


Setibanya dirumah sakit Elena langsung berjalan masuk menuju ruang prakteknya. .


sampai didepan ruangannya dia segera membukakan pintu dan masuk.


dia melihat ruangannya telah bersih dan rapi juga bau harum aroma bunga lavender menyebar disetiap sudud ruangan. dia tersenyum senang..dia tau ini pasti tante Linna sang Cleaning service yang selalu mengerti kesenangannya.


Tak seperti biasanya, hari ini Dokter Elena duduk diam dan melamun. dia tiba tiba membayangkan sosok Seorang Angelo,


Entah mengapa sejak pertemuannya dengan Angelo membuat hatinya selalu merasa berdebar debar apabila membayangkan wajah Angelo. apakah dia telah jatuh cinta pada Angelo ?? biarlah waktu yang akan bercerita tentang semuanya.


" tok tok tok " Elena dikagetkan dengan bunyi ketukan pintu ruang kerjanya.


" Silahkan masuk. ! " ucap Elena


" Selamat Pagi Dok.. ! " ucap ibu Ratna sambil berjalan masuk.


" oh iya, Selamat pagi bu, mari Silahkan duduk. " ucap Elena ramah.bu Ratnapun duduk didepan Elena


" Dokter, saya ingin tahu mengenai penyakit suami saya, "ucap bu Ratna.


" baiklah bu.. " ucap Elena


" Hari ini Pa Indra akan menjalani Katerisasi yang mana pa Indra akan di periksa dengan memakai alat yang dimasukkan kedalam pembuluh darahnya sampai diJantung agar kami bisa melihat lewat Komputer dan akan tahu apa penyebab sakit Jantungnya dan penyebab Pa Indra mengalami serangan jantung.


dan mungkin biaya untuk ini agak sedikit mahal.


nanti saya beri pengantar dan hal ini ibu boleh berhubungan langsung dengan bagian administrasi dan bila sudah ada hasilnya baru ibu bawa ke saya. " ucap Elena sambil membuat surat keterangan dan berikan pada ibu Ratna.


" ini bu, ibu langsung saja kebagian administrasi dan mereka yang akan mengaturkan semuanya. " ucap Elena sambil memberikan surat pengantar pada bu Ratna.


" baiklah Dokter...terima kasih. ! " ucap bu Ratna. terbayang wajahnya begitu sedih.


" sama sama bu, ibu harus kuat ya bu, bantu kesembuhan suaminya dengan doa. Tuhan pasti akan menolong bu. " ucap Elena menghibur, bu Ratna tak bisa lagi berkata kata dan hanya bisa menyeka air matanya yang sejak tadi sudah tergenang dipeluouk matanya.


" baiklah Dokter, saya pamit. " kata bu Ratna sambil bangkit berdiri dan berjalan keluar dari ruang praktek Dokter Elena.


Elena tersenyum kecil, sejak menjadi Dokter Spesialis Jantung, dia banyak melihat air mata yang menetes didepan matanya. tapi dia tidak boleh lemah, dia harus kuat agar bisa memberikan kekuatan pada orang lain, terutama pada keluarga pasiennya.


Bagi Dokter Elena dalam menjalani Profesinya sebagai Seorang Dokter Spesialis Jantung. Kesembuhan pasien adalah yang dia utamakan bukan uang Karena bagi dia bisa melihat Pasiennya dan keluarga Pasiennya tersenyum, adalah Suatu Kebahagiaan tersendiri baginya.


Sorenya Ketika Elena sedang bersiap siap untuk pulang kerumah, Turunlah hujan yang sangat derasnya sehingga membuat Elena harus menunda waktu untuk pulang. dia mendatangi ruang Prakteknya Dokter Virly, Dokter Virly juga masih menunggu redanya Hujan.


" kita keKantin yuk.. ! " ajak Virly.


" ayoo. ! " kata Elena


" lalu mereka berduapun keluar dari ruang prakteknya Dokter Virly. begitu diluar, Virly

__ADS_1


iseng mengetuk pintunya ruang prakteknya Dokter Mayoshi yang kebetulan bersebelahan dengan ruangannya.


" siapa ?? " tanya Mayoshi


Virly membuka pintunya sambil menongolkan kepalanya.


" Belum pulang ? " tanya Virly


" hujan deras gitu " ucap Mayoshi


" ayo ngopi bareng yuk.. " ajak Virly


" ayoo " Mayoshipun memprsiapkan tasnya lalu keluar dan berjalan bareng Elena dan Virly menuju kantin Rumah sakit.


" bu, kopi tiga ya.. " ucap Virly


" Yang satu gulanya setengah ya bu.. " kata Mayoshi


lalu merekapun duduk dekat dengan jendela kaca, sambil memandang langit yang tak bersahabat. hujan yang cukup deras mengguyur bumi membuat udara terasa begitu dinginnya.Sehingga cocok buat mereka yang pesan kopi tubruk untuk sekedar menghangatkan tubuhnya.


" bu pisang gorengnya ya bu. " ucap Elena melihat Pisang goreng yang baru daja diangkat dari penggorengan. dia jadi teringat di Gunung Putri, ibunya sering membuat pisang goreng dan pisangnya ditebang dari pohon yang ayahnya tanam sendiri dipekarangan belakang rumahnya.


ingat gunung Putri, Elena jadi kangen sama masa masa kecilnya, kangen teman temannya dan kangen semuanya.


Ketika hujan mulai reda, Elena melihat jam sudah Jam enam dan merekapun keluar dari kantin setelah Virly membayar apa yang mereka makan dan minum.


merekapun naik kemobilnya masimg masing dan melajukan mobil menuju rumahnya.


Setibanya dirumah, Elenapun memasukkan mobilnya digarasi dan melangkah masuk kedalam rumah. kelihatannya Ibu dan Ayahnya juga Kak Randy baru tiba juga.


" Selamat sore.. " sapa Elena


" Sore " balas pa Hendra yang baru saja berjalan keluar dari kamar dan diikuti oleh Omanya bu Lilani.


" tumben hari ini kalian pulang bareng. " ucap bu Lilani.


" hujannya deras tadi Oma, makanya aku baru pulang. " ucap Elena.


" iya kami juga kejebak hujan waktu mau pulang, jadi terpaksa tunda dulu. " ucap Erianna.


Jam tujuh Elena bangun dam merapikan rambutnya lalu diapun keluar dari kamarnya dan turun kelantai bawah menuju ruang makan.dia melihat Ibu dan Omamya lagi sibuk didapur dan bi Onah sedang mengatur makanan dimeja makan, lalu diapun langsung menuju kedapur dan melihat Oma dan ibunya masih menimba makanan keatas piring. Elenapun ikut membantunya.


Setelah semuanya selesai dan semuapun berkumpul diMeja makan, lalu Elenapun menarik kursinya dan duduk.merekapun makan bersama sama.


" Ayah., " ucap Erinna " Hotel kita telah selesai dikerjakan, besok tinggal finishinnya dan dua hari kemudian sudah rampung semuanya. " lanjut Erinna


" tidak terasa ya sudah selesai. " ucap Bu Lilani


" iya, soalnya pekerjanya semua orang orang pilihan yang sudah profesional sehingga selain cepat, hasilnyanya juga begitu memuaskan." ucap Pa Hendra.


" makanya setelah rapat tadi pagi, kami putuskan untuk peresmiannya minggu depan nanti. " ucap Erinna


" Lebih cepat lebih baik supaya bisa cepat di promosikan " ucap Pa Hendra.


" iya Ayah, jadi yang perlu kita undang adalah para Investor, Klien kita dan teman serta kerabat kita. " ucap Erinna


" iya itu nanti menjadi tugas Randy dan stafnya. " ucap Erin lagi.


" iya bu.. " ucap Randy


" Wow hebat ya.., kapan kapan aku pengen lihat hotelnya." ucap Elena


" aku juga. " ucap Ernny


" besok pulang kerja aku akan mengantar kalian kesana. " kata Randy.


Dan besok sore Randy menepati janjinya dan mereka pulang dari kerja pas jam 5 sore dan tiba dirumah setengah enam. lalu merekapun segera mandi dan sesudah mandi Elenapun berdandan dengan sederhana. lalu dia krluar dari kamarnya dan turun kelantai bawah. disana nampaknya Opa, Oma dan Ayah Serta ibunya sedang duduk diruang keluarga,


bi Onah keluar dan membawa nampan yang berisi 7 cangkir teh dan diletakkan diatas meja kecil yang ada disitu.


sesudah itu dia masuk lagi dan keluar membawa dua piring yang berisi kueh lumpur buatannya sendiri.


Ernny rupanya baru selesai mandi, lalu menuruni tangga menuju lantai bawah dan dan ikut bergabung bersama dengan mereka.

__ADS_1


Semenjak Kepulangan Erinna dan keluarganya di Surabaya, Pa Hendra dan Bu Lilani tidak kesepian lagi, mereka sangat bahagia bisa di beri kesempatan untuk berkumpul bersama anak, menantu dan Cucu Cucunya.


Sesudah selesai mereka minum teh sore dan Randypun mengajak kedua adiknya yang Katanya mau lihat lihat Hotel mereka yang baru dibangun.


" Ayo kita pergi ke Hotel Elena, Ernny " kata Randy lalu berdiri dan keluar..


" Ibu ikut.. " kata Erinna


" Oma juga ikut " kata bu Lilani


" kalau begitu kita pergi semua saja." ucap Pa Hendra


dan merekapun semua menuju teras. Bu Lilani memanggil bi Onah untuk menutup


pintu depan, lalu bi Onahpun keluar dan menutup pintunya.


Randy mengeluarkan mobil dari garasi dan mereka semuapun masuk kedalam mobilnya lalu Randy pun menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah menuju jalan raya.


kira kira ada setengah jam merekapun tiba ditujuannya.


Elenna sangat terpesona melihat dari depan dua bangunan yang berdiri berdampingan dengan megahnya sedangkan dibagian belakang bangunan ini tersambung menjadi satu


bagaikan Menara kembarnya Malaysia. dan ditengah antara dua bangunan bagian depan ada taman bunga yang ditata indah dan mempesonakan juga dihiasi dengan air mancur yan dibuat tinggi ditengah bundaran yang mengelilinginya sehingga menciptakan suasana yang sejuk dan alami.


juga ada beberapa tempat duduk disekitarnya.


Mereka semua terkagum kagum melihatnya. dan itu baru bagian luarnya, mereka belum melihat sampai didalamnya.


Elena teringat pada salah satu gambarnya sewaktu dia masih SMP.


Sama dengan gambarku waktu aku SMP.


batin Elena


Elena teringat pada sebuah karya gambarnya sewaktu dia masih duduk dibangku SMP.


waktu itu mereka diberi tugas membuat sebuah gambar bangunan dan denahnya.


maka terinspirasi dengan menara kembarnya Malaysia. diapun mrnggambar dan gambar tersebut dia beri judul.


Hotel Impian Seorang Gadis Desa


dan dia menggambarkan dua bangunan yang berdampingan tapi dibagian tengahnya terdapat sebuah taman bunga yang ditengahnya ada kolam dengan air mancur yang menjulang tinggi. sedangkan latar belakang hotel itu tersambung jadi satu.


dan denah bagian dalam Hotelnya dibagian tengahnya terdapat sebuah auditorium yang bisa digunakan untuk acara pesta.


disamping auditorium sebelah luar terdapat kolam renang yang dihiasi dengan tanaman bugenvile dan disetiap sudud terdapat pohon kemuning.


" Ayo kita masuk kedalamnya. " ajak Erinna dan merekapun melangkah masuk kedalam Hotel. mereka mengelilinginya disetiap Ruangan


dan Elena benar benar tak percaya kalau semua ruangan hotel ini benar benar seperti denah yang pernah dia gambar.


Elena ingin bertanya pada Ibunya siapa arsitek dari Hotel ini tapi dia merasa segan.


Akhirnya sesudah berkeliling dalam Hotel, merekapun pulang kerumah.


07012021


🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Thanks banget buat pembacaku yang setia 🙏🙏🙏


tolong berilah aku semangat terus dengan


Like ******Vote dan Komen dan jangan lupa beri tip nya juga dengan tekan bintangnya******.


Mampir pula di Novelku yang lainnya


Melangkah diTengah Badai


Raja ******Ampat in Love 💘💘******


Misi Rahasia Psikolog Cantik.

__ADS_1


.


..


__ADS_2