
~ Di dalam dunia percintaan, hanya ada dua pilihan, Yaitu..Ingin Bahagia dan membahagiakan orang yang kita cintai. ~
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Tak ada hari-hari yang membahagia kan, yang di rasa kan oleh Ellena, dari pada ketika dia berada di Sisi Kekasihnya Angelo.
Seperti hari ini, Mereka mengunjungi Butik Langganan, untuk melihat-lihat model Gaun Pengantin untuk Ellena, dan juga Stelan Jas buat Angelo, yang akan mereka pakai pada Acara Pernikahan Mereka nanti.
Ellena sangat tertarik pada salah satu model
Gaun Pengantin dengan Model yang tidak terlalu Glamour, tapi juga tidak terlalu sederhana. di hiasi dengan mote-mote di bagian dada sampai turun ke panggul.
Sedangkan bagian bawah nya model klok payung menjuntai di atas lantai.
" Aku pilih model yang ini, Bagaimana sayang? " Tanya Ellena pada Angelo.
" Aku setuju sayang, Model nya sangat indah, tidak terlalu norak tapi juga tidak terlalu sederhana. " Ujar Angelo tersenyum tanda setuju dengan apa yang Ellena pilih.
" Baiklah, Kalau begitu aku pilih yang ini saja, hanya bagian lehernya aku minta di rubah sedikit bentuk nya, aku nggak suka model Sabrina, Aku mau dari bahu di masukin sekitar 3 centi meter. Dan lehernya berbentuk hati, Runcing bagian tengahnya. " jelas Ellena pada Desainer nya Butik tersebut.
" Baiklah Sis, Bila aku telah selesai membuat desainnya, Aku akan segera kirim ke WA nya. " Kata Desainernya.
" Oh iya, aku minta Mote nya yang transparan atau bening. " Ucap Ellena kembali.
" Sip.. ! Aku usahakan yang buat yang terbaik untuk Ibu Dokter yang cantik ini ! " ucap Nadya sang Perancang yang Lulusan Sekolah Desainer di Paris itu, sambil tertawa kecil.
" Okey.., Aku percaya pada kamu Sis! itu untuk Resepsi di malam hari" Ucap Ellena sambil tersenyum dan menyatukan kedua tangan di dadanya.
" Dan yang satu lagi untuk di Gereja, aku kira yang ini cocok ya.. " ujar Ellena sambil melihat Angelo.
" Iya, ini sangat cantik dan cocok, sederhana, dan kelihatan anggun. " ucap Angelo.
Lalu Ellena memperlihat kan pada Nadya dan meminta pendapat nya.
" Ini sangat Anggun dan memang cocok untuk di pakai di Gereja. " Ujar Nadya sambil tersenyum.
Setelah selesai memilih desain untuk Gaun Pengantin Ellena, Mereka pun beringsut ke Desainer Pria. Sebenarnya bila mau tadi Angelo bisa memilih sendiri model Jas nya di saat Ellena sedang memilih Model Gaun Pengantin nya, Tapi Angelo ingin apa yang menjadi pilihannya harus juga atas persetujuan Ellena.
" Bagaimana kalau yang ini, sayang..?" tanya Angelo pada Ellena, disaat dia melihat salah satu model stelan Jas yang dia kira cocok untuk dirinya. Ellena mengangguk tanda setuju.
" bagus yank. Model nya sangat cocok dengan postur tubuh Mu. " ujar Ellena.
Lalu Angelo pun memberikan buku model itu pada Desainer nya dan menjelas kan detail nya sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Lalu Mereka juga mencari satu lagi model nya untuk acara Pernikahan di Gereja nanti.
Setelah selesai memilih Baju untuk acara Pernikahan mereka berdua, Mereka pun kembali ke Rumah Ellena.
Begitu sampai di halaman Rumah Ellena, Mereka melihat, Erinna dan Bryan sedang duduk -duduk di teras, di kursi yang berada dekat samping pintu masuk.
Ellena membuka pintu mobil lalu keluar dari Mobil, Begitu pula dengan Angelo, Dia pun segera keluar dari Mobil, Lalu Mereka berdua pun berjalan mendekati Erinna dam Bryan.
Ellena pun mendekati orang tuanya dan memberl salam.
" Selamat Malam Ayah, Ibu " Ucap Ellena lalu mencium tangan kedua orangTuanya dan di ikuti oleh Angelo.
" Malam nak! " balas Bryan dan Ellena bareng.
" Selamat Malam Om, Tante ! " Ucap Angelo lalu mengikuti Ellena menciumi tangan kedua calon mertuanya.
" Malam juga Nak Angelo,. " Ucap Bryan dan Eriina bersamaan.
" Ayoo Kita masuk ke dalam, Kami menunggu kalian datang, baru kita makan malam bersama. " Ujar Bryan.
" Wah.. Sudah merepot kan Om, Tante. " Ujar Angelo. Lalu berjalan masuk menuju ke Ruang keluarga mengikuti Ellena,
Begitu pula dengan Erinna dan Bryan, Mereka Juga bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan masuk ke dalam.
Angelo duduk di kursi Ruang keluarga, begitu juga Bryan. Sedangkan Ellena dan Erinna langsung berjalan masuk menuju ke Meja makan, untuk melihat Bi Onah telah selesai menyiap kan makanan nya atau belum.
__ADS_1
" Bi Onah.., sudah selesai ya ! " tanya Erinna pada Bi Onah, Ketika Bi Onah keluar dari dapur membawa Soup Jagung dalam Mangkok, dan masuk ke Ruang Makan.
" Sudah Non Errin !" Ujar Bi Onah.
Sementara itu Ellena menuang kan air minum ke masing-masing Gelas.
Tak lama kemudian, Bu Lilani dan Pak Hendra telah keluar dan bergabung dengan Angelo dan Bryan Di Ruang keluarga.
" Oh ada Nak Angelo. " Ujar Bu Lilani.
" Sudah dari tadi Nak Angelo? " tanya Pak Hendra.
" Belum terlalu lama juga Opa. " Ucap Angelo, Lalu berdiri menyalami Kedua Oran-tua itu serta mencium tangan mereka.
Lalu Mereka pun duduk sambil ngobrol.
" Habis dari mana tadi Nak Angelo? " tanya Bu Lilani.
" Kami baru saja dari Butik untuk memilih Model Gaun Pengantin buat Ellena dan Stelan Jas buat Aku. " ucap Angelo tersenyum.
" Iya Waktu nya tinggal 3 bulan lagi kan ?!" Ujar Bu Lilani.
" Iya, Ini sudah bulan November. Acara pernikahan nya di bulan Februari, Khan. " ucap Pak Hendra.
" Iya Opa . " Ucap Angelo.
Dari Ruang Makan, Erinna datang dan mengajak mereka semua untuk makan malam.
Lalu Mereka pun meninggal kan Ruang Keluarga dan menuju ke Ruang makan.
Ellena menimba nasi untuk Opa dan Oma nya, juga untuk Angelo. lalu Ellenna duduk di samping Angelo dan mereka pun mulai makan malam bersama.
Sesudah Makan malam, Mereka kembali lagi ke Ruang Keluarga untuk melanjut kan obrolan mereka yang tertunda.
" Untuk keluarga, Dress code nya Apa?".tanya Erinna Pada Ellena dan Angelo.
Aku kira Warna Gold sangat serasi dan untuk Pria. Kita pilih juga stelan jas yang warnanya hampir mendekati Gold. Dan tadi kami sudah melihat bahannya. Ada warna yang seperti itu. " Jelas Ellena pada Ibu nya.
" Aku rasa nanti minggu depan, Kita semua sudah boleh mengukur badan untuk pesan baju nya. Oh ya. Nanti ajak juga keluarga Paman Gunawan dan Paman Donny. " Kata Ellena.
" Baiklah Ibu akan menghubungi mereka."ucap Erinna.
Angelo melihat jam nya, Telah menunjukkan pukul 21.30. Angelo pun segera pamit Pulang.
Ellena mengantar Angelo sampai di teras.
Angelo membuka pintu mobil lalu melangkah masuk kedalam dan duduk Di belakang setirnya.
" Aku pulang yank ! selamat bobo. " Ucap Angelo Pada Ellena.
" Iya Hati-hati di jalan yank, Jangan ngebut ya. Bye..! " ucap Ellena sambil melambaikan tangannya dan tersenyum
" Bye..! " Ucap Angelo, lalu menginjak pedal gas mobilnya dan meninggalkan halaman rumah Ellena menuju ke jalan keluar kompleks Perumahan.
Ellena memandang kepergian Angelo, hingga menghilang di balik tikungan.
Setelah Mobil Angelo menghilang dari pandangannya, Ellena pun berjalan masuk ke dalam Rumah.
Di dalam dia melihat Semuanya sudah pada masuk ke kamar, tinggal Bi Onah yang masih Membersih-bersih.
" Bibi, Istirahat lah, Sudah larut malam, besok saja Bersih-bersih nya ya.. " Kata Ellena pada Bi Onah.
" Nggak papa Non, biar besok bisa kerja yang lain. " Ujar Bi Onah tersenyum.
Bi Onah memang orang nya sangat baik, sudah sangat lama mengikuti keluarga Pak Hendra. Sejak Erinna tak lama meninggal kan Orang tuanya dan menikah dengan Bryan. jadi Bagi Bu Lilani dan Pak Hendra, Telah menganggap Bi Onah seperti anggota keluarganya sendiri, begitu pula dengan Bi Onah, Apalagi sudah lama dia tak punya keluarga. Karena dia adalah anak tunggal dan kedua Orang tuanya telah lama meninggal dunia, Dan juga Suaminya yang menikahinya juga meninggal kan dia sebelum dia punya anak.
Ellena mengunci Pintu Rumah, lalu berjalan naik ke tangga dan menuju ke kamar tidurnya.
Sampai di kamarnya, Dia pun segera ke kamar mandi, Lalu membersih kan wajah nya dan mengoles kan Cream malam, lalu mengganti kan baju nya dengan Baby Doll, Setelah itu, dia pun naik ke atas ranjang nya, Ketika Ellena baru saja mengambil guling untuk di Peluk nya, bunyi denting di Hand phonenya berbunyi.
__ADS_1
Ada Notivikasi yang masuk.
Ellena lalu mengambil Hand phonenya di atas nakas dan melihatnya. Ternyata dari Angelo.
Angelo : Sayang, Aku telah tiba di rumah.
Ellena : Okey Yank, Selamat Istirahat yah! Aku juga baru mau bobo! muahh !
Angelo : Iya.. Selamat bobo juga ya.. Muahh !
Ellena meletak kan kembali Hand Phonenya di nakas dan Kembali mengambil guling lalu memeluk nya.
Tak lama kemudian Ellena pun terlelap dalam tidurnya.
πΏπΏπΏπΏ
Ellena berjalan sambil mengait kan tangan nya pada sikunya Angelo.
Mereka melangkah berdua menyusuri sepanjang pasir pantai, yang terhias dengan rumput -rumput laut yang bertebaran di sepanjang tepian.
Tiba-tiba ada Ombak besar yang di hiasi buih-buih putih, Datang menggulung tinggi dari laut dan menuju ke tepian pantai.
Ellena dan Angelo terkejut.
Lalu mereka berlari menuju keluar dari tepian pantai.
Ombaknya semakin mendekat... Dan mendekat.. Ellena menggenggam erat tangan Angelo dan terus berlari.. dan berlari menghindari kejarannya Ombak.
Namun, Tiba-tiba genggaman tangan mereka terlepas Dan Angelo tersungkur jatuh..tanpa sadar, Ellena yang masih berlari, melihat ke belakang dan bermaksud ingin kembali untuk menolong Angelo, Tapi dia terlambat, Ombak besar itu telah menerjang Angelo dan menarikkan nya ke tengah laut. Ellena kembali hendak mengejar, Namun Angelo telah jauh di bawa ombak, Ellena hanya melihat tangan Angelo Menggapai-gapai dan berteriak meminta tolong.
" Tolong ..tolong aku Ellena..!!! " Teriak Angelo dari tengah Samudra.
Tubuh Ellena lemas.. Sambil menggapai tangan nya seakan hendak menolong Angelo.
" Angelo.. Angelo...! " teriak Ellenal
" Ellena.. Ellena!! " teriak Angelo terus menggapai -gapai.
" Tolong.. Tolong !! " teriak Ellena meminta tolong, Namun tak ada satu pun Orang yang mendengar dan mau datang untuk menolong Angelo.
Ellena pun melihat, Perlahan-lahan tubuh Angelo pun mulai tenggelam dan lenyap di balik Samudra biru.
" Angelo...!!! Angelo !!! jangan tinggal kan Aku !!! " teriak Ellena, Ketika Ellena melihat Angelo telah tenggalam Kedalam samudra biru itu. Seluruh tubuh Ellena menjadi lemas, Lalu Ellena pun menghempas kan dirinya di atas pasir sambil menangis tersedu-sedu sambil memanggil-manggil nama Angelo.
" Angelo.. Angelo.. Jangan tinggal kan Aku! " ucap Ellena.
Ketika itu laut telah menjadi teduh, namun angin masih berhembus dengan santer, menerbang kan rambut panjang Ellena menutup wajahnya yang masih basah air mata, dan berlepotan pasi pantai.
" Angelo... Angelo. ..mengapa tinggalkan Aku? " Suara Ellena masih memanggil Angelo dengan tersedu..
Dan tiba-tiba Ellena membuka matanya, Lama barulah dia sadar kalau itu hanyalah sebuah mimpi.
Ellena bangun lalu duduk di tepi ranjang.
" Apa arti mimpiku itu ya Tuhan! Sudah dua kali aku mimpi seperti itu.! Semoga tak terjadi hal-hal yang buruk! " bisik Ellena pada diri nya sendiri. Tapi bila dia kembali mengingat mimpi nya tadi, Hatinya menjadi gelisah dan takut.
Ellena bangun dan berjalan menuju ke wastafel untuk membasuh wajahnya yang masih basah dengan air mata.. Sesudah itu dia melihat ke jam dinding yang berada di dalam kamarnya, baru pukul 03.15. Ellena pun kembali ke ranjang nya, Lalu membaring kan dirinya dengan pikiran yang masih galau.
Sekitar pukul 04.00 akhirnya Ellena terlelap kembali dalam tidur nya.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
π Bersambung ke Bab 86
Mdol03072021
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thank's ya Readers yang tercinta. Jangan lupa untuk Like, Vote, dan juga Hadiah nya.
__ADS_1
Dukungan mu adalah semangatku! ππ