Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 106. Terakhir bersamaMu.


__ADS_3

Hari terakhir bersama Angelo


~ Tiada hal yang paling menyakitkan, dari pada Perpisahan, berpisah untuk tak bertemu kembali. Maka itu, Selama kita masih bersama, Cintailah dengan tulus Seseorang yang mencintai kita. Agar tiada penyesalan nanti, bila perpisahan itu datang menghampiri. ~


Agnes Chen


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


~ Gerimis jatuh satu-satu membasahi bumi, Matahari yang tak mampu nampak kan wajahnya dan bersembunyi di balik awan kelabu, Angin yang berhembus, menghempas dahan dan ranting, membuat Bunga- bunga kamboja jatuh berguguran, dan berhamburan di atas tanah pekuburan. Suara burung begitu sumbang, bersenandung irama sendu. ada juga suara burung gagak yang berkoar-koar, dengan suara yang menggema, menyeram kan.. mencari mangsanya.


Suara sirene mobil jenasah menggaung menghantar Jenazah Angelo, memasuki Area Tanah Pemakaman, di iringi oleh isak tangis para orang-orang tercinta.


Elena yang di dampingi oleh Randy dan Erny, keluar dari mobil dan berjalan bersama dengan Bu Sisilia dan keluarga lainnya, beriringan dengan Orang-orang yang sedang mengusung peti matinya Angelo.


Elena mengena kan celana panjang dan blouse hitam, serta Mantila hitam dari bahan brokat yang menutupi kepalanya.


Elena melangkah dengan hati yang hampa, dan tubuh yang bergetar menahan tangis, mengikuti kemana saja dia di tuntun.


dengan mata yang sembab, serta pandangannya yang sendu, Elena menatap Peti Jenasah, hatinya pilu ! karena di dalam peti itu, Angelo terbaring dalam tidurnya yang panjang, dengan wajah yang membayang kan senyuman dan tubuh yang terbujur kaku....


Bila Elena membayangkan semua itu, Membuat Air matanya seakan tak pernah mau berhenti mengalir.


Hati Elena benar-benar hancur berkeping-keping, di saat Peti Jenasah nya di masuk kan ke dalam liang lahat dan ketika Liang lahatnya di tutup, Tubuh Elena bergetar hebat, dengan suara serak dia berseru.....


" Selamat Jalan Angelo Sayang. " hanya kata-kata itu yang dapat terucap dari bibir Elena, diantara sedu sedannya dan dengan tubuhnya yang limbung, karena menanggung kesedihan yang sangat mendalam


Erny Memeluk Kakaknya dari belakang.


" Yang kuat ya Kak ! " Bujuk Erny, walaupun dia sendiri ikut terhanyut dalam kesedihannya.


Firly bersama sahabat-sahabat mereka yang lain pun mendekati Elena, dan memeluknya. Mereka percaya, bukanlah seorang wanita lemah, Tapi Elena adalah sosok yang kuat. Pasti dia mampu untuk menghadapi kenyataan ini, Walau pun terasa begitu Pahit dan berat.


Tak pernah terlintas dalam pemikiran Elena, Semuanya akan berakhir seperti ini.


Hari Pernikahan yang seharusnya Mereka berdua menikmati kebahagiaan, Justru Dia di seret ke dalam Duka yang paling menyakitkan.


Dia dan Angelo harus berpisah untuk selama-lamanya., pada saat Mereka akan mereguk Anggur Merah sebagai lambang kebahagiaan Mereka berdua.


Akhirnya Elena baru menyadarinya, Semua mimpi-mimpi yang pernah datang di dalam tidurnya, kini menjadi kenyataan.


Kini Angelo benar-benar pergi meninggal kan dirinya untuk Selama-lamanya.


Seandainya Dia di beri kesempatan untuk memilih, dia tak ingin semua ini harus terjadi, Namun mau bagaimana lagi, semua ini adalah kehendak Tuhan. Tuhan telah menulis skenario drama kehidupan ini, Dia serta Angelo adalah sebagai pemeran Utamanya. Dan kini, Angelo telah mengakhiri permainannya, tinggal Dia sendiri yang masih belum mengerti, bagaimana peran selanjutnya.


Ibadah Pemakamannya selesai, Rombongan para Pelayat pun satu demi satu meninggal kan tempat Pemakaman


Tinggal lah Elena beserta keluarganya, Juga Ibu Sisilia beserta Keluarga mereka yang lainnya.


Ibu Sisilia merasa begitu sangat terpukul, kehilangan Putra tercintanya.


Harapan satu-satunya, tempat dia menggantung kan hidupnya, untuk menjadi pelindungnya di hari tua.


Namun kini Angelo telah tiada....Angelo telah pergi untuk Selamanya.


Angela memeluk Ibunya dan membujuknya untuk masuk ke dalam mobil.


Begitu pula dengan Elena.


Erny serta Riska memapahnya untuk masuk ke Mobil.


Lalu mereka semua meninggalkan Tanah Pemakaman, Dimana disitu tubuh Angelo terbaring dalam kegelapan yang abadi .


Mereka pun segera kembali ke Rumah duka, di Rumah keluarga Angelo.


Sampai di Rumah Angelo, Mereka semua keluar dari mobil, lalu berjalan masuk ke dalam Rumah dengan perasaan yang hampa, Karena merasa Kehilangan.


Ibu Sisilia mendekati Elena....


" Elena, Walau pun Angelo telah tiada, Ibu mohon agar kamu mau tinggal disini bersama Ibu. Temani lah Ibu, Elena ! Pasti Angelo akan merasa bahagia disana." Pinta Bu Sisilia pada Elena.


Air mata Elena mengalir....


" Iya Bu..., Ellen akan menemani Ibu. Tapi untuk sementara, ijin kan Elena pulang ke rumah dulu, karena Ellen butuh waktu untuk tenangkan hati...." Ucap Elena.


" Iya...., Ibu mengerti, Dan bila hati Mu sudah tenang, balik lah kesini, tinggallah bersama Ibu di rumah ini." kata Ibu Sisilia.


" Baiklah Bu !" Ujar Elena.


Erina dan Bryan sangat menghargai keputusan Elena, Mereka tahu apa yang telah di putus kan oleh Elena pasti telah di pertimbangkan dengan matang, Apalagi Elena telah resmi menjadi Istri Angelo, meski pun Hanya sekejap mata dan Angelo telah pergi meninggalkan Elena.


🌿🌿🌿🌿


Pagi telah tiba, Sejak subuh Elena telah bangun dan membersihkan dirinya, Mandi serta bersiap-siap untuk pergi, Dengan Gaun hitamnya dan Mantili hitam menutupi kepalanya, Dia menapaki anak tangga, untuk turun ke lantai bawah rumah mereka.


" Ellen, Kamu mau pergi kemana sepagi ini ?" tanya Bu Lilani Omanya, Ketika melihat Elena telah bersiap-siap untuk pergi.


" Aku mau ke makam Angelo, Oma." jawab Elena.


" Tapi sebaiknya kamu sarapan dulu dan ajak Erny untuk ikut menemani mu.l" Ujar bu Lilani, Omanya.


" Baiklah Oma." Jawab Elena. Lalu berjalan menuju ke taman belakang dan duduk di dekat Kolam Renang.


Elena sangat merindu kan kehadiran Angelo di Sampingnya. Dia ingin dapat bersama dengan Angelo seperti dulu lagi, Namun keinginannya tak mungkin lagi dapat terwujud, Karena Angelo telah tiada..Angelo telah pergi untuk selamanya dan tak akan bisa kembali lagi.


Butiran- butiran air bening kembali membasahi pelupuk matanya.


~Hanya sampai disini kah, kisah cinta kita, Angelo sayang ? Begitu indahnya...., Tapi begitu singkat. Semuanya terjadi bagaikan mimpi ! Namun aku tak akan pernah lupa kan diri Mu serta Cinta Mu sayang ! ~ batin Elena.


~ akan ku tulis kan semua itu dengan tinta emas di dalam lubuk hatiku yang paling dalam, Nama Mu dan kisah cinta kita, biarlah semua itu tetap menjadi kenangan yang abadi di hatiku. ~ batin Elena


Erny datang menghampiri Elena, dan mengajaknya untuk sarapan.


Setelah Mereka sarapan bersama, Elena pun pamit untuk berkunjung ke Makam Angelo dengan di temani oleh Erny adiknya.


Di Makam Angelo,


Setelah Berdoa, Elena memeluk Nisan Angelo dengan air mata yang menetes Satu-satu...


" Andaikan waktu dapat di putar kembali, sayang....

__ADS_1


Aku tak ingin semua ini terjadi sayang..


Berat rasanya kehilangan dirimu..


mengapa Perpisahan ini harus terjadi di Antara kita sayang?" Ucap Elena sambil membelai Nisan Angelo dengan mata yang masih berlinang air mata.


" Aku ingin seperti apa yang pernah Kau Ucap kan sayang,


Bila kita telah menikah nanti, Kita akan selalu bersama-sama, dan tak akan berpisah lagi, Sampai kita menua.


Namun takdir berkata lain,


Takdir telah memisah kan kita, pada saat seharusnya kita mereguk kebahagiaan.


Kini Kita berdua telah berada di Alam yang berbeda...Oh Tuhan....mengapa ini harus terjadi ??? Berat rasanya ku lalui hidup ini tanpa diri Mu Angelo !!" Dalam sendu Elena mengungkap kan perasaannya.


Elena biar kan rambut nya yang terurai panjang di hembus oleh angin, Sementara gerimis masih menetes satu-satu membasahi wajahnya dan membaur dengan air matanya.


Elena membiarkan semua itu...


Beberapa kuntum bunga Kamboja berguguran dari tangkainya dan jatuh di atas pangkuan Elena. Elena mengambil bunga itu serta.memciumnya, lalu meletakkan nya di atas Pusara Angelo.


" Aku sangat merindu kan dirimu sayang, Aku.merindu kan saat-saat manis kita berdua.....


Namun kini semua itu tak mungkin akan terulang kembali, Semuanya hanyalah tinggal kenangan, Kenangan yang manis, yang tiada mungkin akan kembali lagi." Ucap Elena Lirih..


Rintikan hujan tiba-tiba tambah membesar dan angin pun berhembus dengan kencangnya, merontokkan bunga-bunga kamboja dari tangkainya...


Erny menghampiri Elena yang masih bersimpuh di samping Makam Angelo.


"Kak, Kita pulang yuk ! Hujan makin bertambah deras, Nanti Kakak jadi sakit ! " kata Erny membujuk Elena. Elena tak menjawab, Namun Ia pun berdiri...


"Aku pergi sayang, nanti aku datang lagi. Semoga Kau bahagia disana ya...Aku akan selalu mendoakan Mu.! " Ujar Elena , Lalu dengan langkah yang berat, Elena berjalan mengikuti langkah Erny.


Dan begitu mereka masuk ke dalam Mobil, Hujan pun turun dengan derasnya. dengan perlahan, Erny menyetir mobil keluar dari area tanah Pekuburan. Menuju kembali ke Rumah mereka.


🌿🌿🌿🌿


Hidup ini memang sangat sulit untuk di tebak ! Hidup dan Kematian dari Seseorang semuanya berada dalam takdir dari Sang Pemilik Hidup.


Kita Manusia hanya menjalaninya,


Sebagai Pemeran dari Skenario yang telah di Tulis Oleh tangan Penciptanya dan Sutradara, sebagai Pengatur perannya.


Elena termenung dalam kamarnya, Dia mengambil buket Mawar Merah yang di berikan Angelo pada dirinya, ketika Angelo menjemputnya di kamar Hotel, Pada Saat Prosesi Pernikahan Mereka waktu itu, Mereka akan pergi ke Gereja...Dia mencium bunganya, Semua itu terasa masih hangat dalam.ingatannya, di saat Angelo memberi kan bunga itu padanya, Lalu mencium keningnya. Saat itu hati Elena merasa sangat Bahagia dan sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata.


Karena waktu itu, hanya hati mereka yang dapat berbicara.


Elena Tersenyum sendu, Semua itu kini hanyalah tinggal kenangan buat Elena. Kenangan Indah, yang akan selalu menjadi kenangannya, dan tiada mungkin akan kembali lagi.


Tinggal Gaun Pengantinnya menjadi saksi bisu, Gaun Pengantin buat Elena, Dimana dia pernah memakainya, dan berdua dengan Angelo Mengikrarkan janji Suci di depan Altar Tuhan.


Saat ini Elena hanya dapat mengusap air matanya yang selalu mengalir membasahi di pipinya.


🌿🌿🌿🌿


Hari ini, Elena akan menepati janjinya pada Ibu Sisilia, Ibunya Angelo, untuk tinggal di Rumah Angelo dan Menemani Bu Sisilia.


Elena tak ingin mengecewakan Angelo, dengan mengecewakan Ibu tersayangnya.


Setibanya di rumah Angelo, Mereka di sambut oleh Bu Sisilia dan Angela dengan rasa senang, karena Elena mau tinggal disana untuk menemani Bu Sisilia.


Setelah berbincang-bincang sebentar, Bryan dan Erina serta Erny pun pamit untuk pulang.


" Baiklah Jeng, Kami pamit dulu ! Kami titip Elena ya Jeng, Semoga dengan adanya Elena disini, Jeng Sisilia dapat terhibur." Kata Erina, sambil memeluk Bu Sisilia.


" Terima Kasih Jeng Erin, Percayalah, Aku sangat menyayangi Elena seperti sayang ku pada Angelo." Ucap Bu Sisilia, dengan senyum yang tulus.


" Aku Percaya Jeng ! " Ujar Erina, lalu mereka pun melangkah keluar dan kembali ke Mobilnya.


🌿🌿🌿🌿


Elena ......


~ Babak demi babak telah aku lalui. Ada suka, ada juga duka...


Namun hidup ini tak boleh berhenti hanya sampai disini saja.


Hidup ini haruslah tetap di pertahankan, demi Orang-Orang yang Ku kasihi.....


Dan juga, Demi banyak Orang yang masih membutuhkan uluran tanganku untuk Menolong Mereka....


Sebagai Seorang Dokter, Aku harus rela menyumbang kan waktu, tenaga dan pikiranku, bagi mereka yang membutuh kan nya. Agar tidak sia-sia Ilmu yang ku dapat.


Angelo.... Aku tahu, Kau pasti bahagia melihat ku dari Sana. Doa kan aku Bila tugas Ku telah usai, Kelak Aku akan menyusul Mu.


Tunggulah aku, Angelo ku, Sayang. ~


🍁🍁🍁🍁


Elena merasa sulit untuk pejamkan matanya, Dia memandang Foto pernikahan Mereka yang sempat di Foto waktu di Gereja.


Air matanya kembali menetes.....


Di ambilnya Buku Diary nya, Lalu dia .menulis sebuah Puisi.


Buat Mu Angelo Sayang


Kau yang disana.....


terbaring bisu dalam Lelap Mu yang Panjang


Bersemedi di balik ubin tebal,


Yang menjadi pemisah di antara Kau dan Aku.


Hari-hari Mu yang sepi Kau lalui, dan Bersembunyi dari ramainya dunia nyata...


Kau yang disana....

__ADS_1


Kau tinggalkan sekeping hati yang merana.


Sekeping hati yang separuhnya Kau bawa pergi, bersama cintanya yang suci..


Sekeping hati yang Pasrah menghitung hari tanpa batas waktu


Merajut Rindu yang tiada berujung......


Menjuntai air mata , menjadi teman dalam Sunyi.


Aku yang disini..


Duduk sendiri mengukir rindu


menata satu demi satu kenangan


Menuai harapan yang telah sirna


Terbawa arus derita..


Kau telah pergi, untuk selamanya...


Kau tinggalkan sepi membelenggu hidupku


Di tengah badai yang menghempas


Memupus semua mimpi-mimpi kita..


Angelo Sayang.....,


di setiap tarikan napas ku,


Nama Mu selalu ku sebut...


dengan menggenggam rindu yang mencekam kalbu...


Ilusi Ku berlari mengejar kenangan bersama Mu..


Namun semuanya pupus sudah,


hanya bayang-bayang Mu,


Ku cumbu di dalam mimpiku...


Angelo Sayang......


Ku sapa bayang Mu,


di tengah sepinya malam...


Namun semuanya bisu


Hanya desiran angin dan irama sumbang sang jangkrik...


Membisik nada nada pilu...


Dia telah pergi untuk selamanya.....


Kau telah tiada sayangku...


Hanya tinggal kenangan yang abadi


Dari sini ,


Ku titip rindu dan Cinta di dalam doa ku


Semoga Kau Bahagia disana


Di Alam Mu yang abadi.~ Elena.


πŸŒ»πŸŒ»πŸŒ»πŸ™πŸ™πŸ™πŸŒ»πŸŒ»πŸŒ»


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


T A M A T


Mdo.11082021/16.07


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Reader ku yang tercinta..


Hanya sampai disini cerita ini


~ Gaun Pengganti Buat Elena. ~


Sekali lagi Author sampaikan, yang mana Cerita dalam Novel ini benar-benar berasal dari Imajinasi Author sendiri, Bukan Plagiat atau pun cerita dari orang lain.


Untuk itu, Apabila di dalam Novel ini ada terdapat : Kejadian yang sama.


Nama yang sama.


atau pun Tempat yang sama.


Author mohon maaf yang sebesar-besarnya, Karena itu mungkin hanyalah suatu kebetulan belaka..


Author juga mohon maaf, Bila dalam Novel ini terdapat banyak kata-kata yang salah, dan alur ceritanya tidak sesuai dengan selera anda.


" Karena seperti Pepatah mengatakan ' Tak ada Gading yang tak retak, Begitulah dengan Manusia, tidak ada yang sempurna"


Terimakasih untuk Reader semua yang telah berpartisipasi dalam.memberi Like, Vote dan Komennya, marilah kita semua saling mendukung, dalam berkarya, dan saling menyempurnakan kekurangan dari kita masing-masing. Sekali lagi Terimakasih.πŸ™πŸŒΉAuthor mohon diri, Sampai jumpa di Novel ku yang lainnya.


Salam Sejahtera πŸ™πŸ™


Salam sehat... πŸ’ͺπŸ’ͺ


Dari Author


Agnes Chen

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2