
Walau pun sedih mereka harus pergi meninggalkan semua kenangan indah yang pernah terukir disini..tentang pahit manisnya kehidupan yang akan di tulis kan dengan tinta emas dalam hati mereka masing-masing
Gunung Putri
di tanah ini mereka pernah hidup, anak-anak mereka lahir dan di besar kan juga disini dan kalau nanti mereka pergi namun hati mereka separuhnya akan tinggal disini, di rumah ini..
Isak tangis para tetangga mengantar keberangkatan mereka dan ketika Erinna mau naik ke mobil bu Riris memeluknya dan tersedu.
" jangan lupa kami ya bu Erin.. "ucap bu Riris.
" Pasti bu, saya tidak akan pernah melupa kan semuanya yang ada disini, kalian yang selalu ada bersama saya di saat susah dan senang. " ucap Erinna sambil menetes kan air mata.
begitupun dengan Ellena,dia pun berpamitan dengan teman-temannya.
Ketika pintu mobil di tutup mereka pun melambaikan tangan dan sopirpun melaju kan mobil dengan kecepatan sedang,menuju Bandara Soekarno Hatta.
Jam 10.00 mereka tiba di bandara. Bryan dan Randy mengeluarkan koper-koper mereka dari dalam bagasi dan Erinna membayar kan ongkos mobil, Lalu mereka pun masing-masing menarik kopernya masuk keruang keberangkatan.. setelah melewati Exray, dan mereka menuju ketempat cek in,disana ternyata sudah ada beberapa penumpang yang antri, maka mereka pun ikut berbaris dalam antrian. Setelah cek in, mereka lalu menuju ke Escalator dan naik ke lantai dua
Dan mereka pun menuju ke ruang tunggu.
Masih 1 jam lagi berangkat, namun Bryan dan Erinna merasa aman dan tenang karena telah berada di dalam aruang Tunggu Keberangkatan.
Ellena,Randy dan Ernny duduk diam sambil bermain Hand-phonenya.
Sekitar setengah jam kemudian terdengar panggilan boarding dan Bryan mengajak mereka ikut antri boarding.
Setelah boarding merekapun berjalan melalui koridor, menuju ke dalam Pesawat.
Pramugari yang berdiri dekat pintu mempersilahkan mereka masuk dan mereka pun masuk mencari tempat duduk sesuai nomor yang ada di boarding pass mereka.
Mereka mendapat tempat duduk di nomor 4 dengan nomor kursi ABC dan DE.
Ellena, Ernny dan Randy duduk di kursi ABC dan Erinna dan Bryan di kursi D dan E
Sebelum pesawat terbang, Erinna memberi isyarat buat anak anaknya untuk berdoa Lalu mereka pun berdoa bersama dalam hati.
Tak lama kemudian, Pramugari memberi pengumuman yang mana pesawat akan segera meninggal kan Landasan Bandara Soekarno-Hatta.
Ernny memegang erat-erat tangan Ellena, dia merasa agak takut karena belum pernah naik pesawat.. Mereka bertiga memang belum pernah naik pesawat.
Cuaca sangat bagus dan langit cerah ketika Pesawatnya terbang di Angkasa.
Dan ketika Pramugari memberikan Pengumuman yang mana tak lama lagi Pesawat akan.mendarat di Bandara Juanda.
Dan akhirnya tak lama kemudian,Pesawat mendarat di Bandara Juanda, saat itu jam jam 12.15.
Mereka pun keluar dari tempat dudukmya, dan antri untuk keluar dari pesawat.
Setelah tiba di Bandara, Mereka singgah di toilet sebentar, karena Ellena sudah sejak di pesawat kebelet pipis.
setelah merapikan rambut dan berbedak, mereka Lalu berjalan menuju ruang bagasi untuk mengambil koper-koper mereka.
Erinna mengaktif kan hand-phone dan menelpon ibu nya mengabari kalau mereka telah tiba di bandara Juanda.
"Hallo bu.. kita sudah tiba di Bandara Juanda !" kata Erinna
" Oh iya Erin, Kakak mu dudah jemput tuh..!." ucap Lilani
" Ooh iya Bu, begitu nanti aku coba hubungi Kak Gun bu, kami masih nunggu bagasinya.. " ucap Erinna lalu menutup telponnya dan ketika dia baru mau hubungi Pak Gunawan, tiba-tiba telponnya berdering..dia melihat, ternyata dari Pak Gunawan.
" hallo Erin.. sudah dibandara ya.. ?!" tanya Pak Gunawan..
" iya kak, Tapi sabar ya kami lagi nunggu bagasinya." ucap Erinna
" Iya Nggak papa, Kakak tunggu didepan ya.. " ucap Gunawan.
" iya kak !" ucap Erinna.
Lalu Erinna mendekati Bryan dan anak- anak yang lagi menunggu koper-koper mereka.
Setelah koper-kopernya sudah di ambil, Mereka pun berjalan menuju ke pintu keluar.
dipintu Erina melihat Kakaknya sudah berdiri menunggu dipagar yang menghadap pintu..
Kakaknya melambai kan tangan dan Erinna membalasnya.
Lalu mereka pun berjalan menemui Pak Gunawan.
Bryan menyalami tangan kakak iparnya, di ikuti oleh Erinna dan anak-anaknya.
__ADS_1
Lalu mereka pun berjalan menuju parkiran.
Bryan dan Randy segera menaik kan koper- koper di bagasi mobil.
Pak Gunawan duduk di depan bersama sopir, Sedangkan Ellena , Ernny dan Randy duduk di kursi bagian belakang, Erinna dan Bryan duduk di kursi bagian tengah.
Setelah Semuanya siap, Sopir pun menjalan kan mobilnya keluar dari area Bandara, ada Melaju dengan kecepatan standar menuju ke rumah Pak Hendra.
πΏπΏπΏπΏ
Di rumah Pak Hendra hari ini bu Lilani sibuk di dapur.
Dia sibuk memasak makanan kesukaan putrinya. dia sangat bahagia karena hari ini Erinna serta keluarganya akan pulang dan selamanya akan tinggal disini menemani mereka.
Pak Hendra juga hari ini sengaja tidak ke kantor, Karena dia ingin ketemu dengan Cucu-Cucunya.
Bibi Onah telah menata makanannya di meja makan, Di suruh oleh bu Lilani. Karena mendengar telpon dari Pak Gunawan, bahwa mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah.
Tak lupa juga tart labu kuning dan Puding buah kesukaan Erinna. Bu Lilani paling tau kesukaan Putri bungsunya itu.
Mobil Feroza hitam memasuki halaman rumah Pak Hendra, dan langsung berhenti di depan teras. Pak Gunawan turun dan di ikuti oleh Erinna,Bryan dan anak-anaknya.Sopirnya langsung mengambil koper di bagasi, di bantu oleh Bryan dan Randy.
Pak Hendra dan Bu Lilani telah menunggu didepan teras rumahnya, Erinna dan anak. anaknya berjalan menemui ayah dan Ibunya
Erinna memeluk Ayah dan ibunya di ikuti oleh anak-anaknya.
Bryan setelah meletakkan kopernya, lalu menyalami mertuanya.
Bu Lilani kembali memeluk Ellena dan Ernny..
" Cucu Oma udah segede ini.. " ucap Bu Lilani sambil tersenyum.
Ellena dan Ernnypun ikut tersenyum.. Pak Hendra duduk dekat Randy sedangkan Bryan duduk dekat Pak Gunawan sambil ngobrol.
Bi Onah dan Pa Kasman telah membawa barang barang Erinna kelantai dua.
Setelah selesai melepas kan rindu
Bu Lilani lalu mengajak mereka untuk makan siang.
Mereka pun menuju ke meja makan, untuk makan bersama.
Rumah yang berlantai dua dan sangat luas sekali.
Di lantai bawah ada 3 kamar tidur dan di lantai atas ada 5 kamar tidur dan semua di lengkapi dengan kamar mandi di dalamnya.
" pasti Ibu sibuk ya hari ini.., masaknya sebanyak ini " ucap Erinna
" Tentu donk..! kan Cucu-cucu Oma mau datang. " ucap Lilani tersenyum sambil memandang ketiga Cucunya.
Mereka pun duduk mengitari meja makan dan sebelum makan Pak Hendra mengajak mereka untuk berdoa mengucap syukur karena hari ini mereka dapat berkumpul kembali.
Sesudah itu, merekapun makan bersama-
sama.
Setelah selesai makan, Erinna dan Ellena menolong bi Onah untuk membersih kan meja makan. Lalu kembali bergabung dengan keluarganya di ruang keluarga.
Pak Gunawan segera pamit untuk balik ke kantornya.
Lalu Bu Lilani mengajak Bryandan Erinna serta anak-anaknya ke lantai dua. dan menunjuk kan kamar untuk Cucu-cucunya. Elenna dan Ernny senang karena mereka mendapat kamarnya masing-masing.
" Ini kamar kalian, Oma sudah menyuruh Bi Onah dan Pak Kasman untuk bersih-bersih. sekarang Kalian istirahat dulu ya, kalian pasti lelah." ucap Lilani pada ketiga Cucunya.
Sedangkan Bryan dan Erinna sudah masuk ke kamarnya.
" Kamar kamu besar banget.. " ucap Bryan
" Iya ini kamarku sejak dulu, Ibu tak pernah merubahnya. " ujar Erinna
" orang tuamu sangat menyayangimu. " kata Bryan
" iya..., mereka cuma marah sebentar ketika kita pergi.. sekarang mereka sudah tua dan tak ada yang menemani, maka mereka sangat mengharapkan kita pulang dan tinggal bersama mereka. " kata Erinna
" iya " ucap Bryan dan menarik tangan Erinna dan mencium dahinya. " aku akan tetap mencintaimu." ucap Bryan pula.
Lalu Erinnapun mengambil handuk dan ke kamar mandi untuk mandi.
asetelah Erinna selesai mandi, Bryan pun gantian mandi.
__ADS_1
Jam 5 sore anak-anaknya pun telah selesai mandi, Lalu mereka turun ke lantai bawah, dan Erinna mengajak mereka ke taman di samping rumah. disitu banyak bunga- bunga yang Omanya tanam, baik dalam pot mau pun di halaman,ada juga kolam ikan yang penuh berisi kan ikan-ikan Koi.. Bu Lilani dan Pak Hendra memang hobby menanam bunga dan pelihara hewan. ada juga anjing.
Lalu mereka duduk-duduk di kursi yang ada di samping taman menikmati udara sore..
Bi Onah keluar memanggil mereka untuk minum teh sore, karena Pak Hendra dan Bu Lilani telah menunggu di ruang keluarga.
Erinna mengajak Bryan dan anak- anaknya agar segera masuk menemui Ibu Dan Ayahnya. Lalu mereka duduk bersama menikmati teh sore.
" Kapan mau urus sekolah anak-anak ? " tanya Pak Hendra
" Mungkin hari selasa Ayah, aku urus dulu surat pindahnya Ernny, kalau untuk kuliahmya Randy dan Ellena biar Bryan dengan mereka yang urus. " ucap Erinna
" Iya, Ayah kira lebih cepat lebih baik, kasihan Randy dan Ellena sudah lama nggak kuliah" ucap apak Hendra
" Besok kalian mengunjungi orang-tuanya Bryan ya.. " kata Bu Lilani
" iya bu " ucap Erinna. Bryan hanya diam mendengarnya. sebenarnya dia juga sudah rindu untuk ketemu dengan orang tuanya.
Sore itu mereka lalui dengan minum teh sambil berbincang-bincang .
Besoknya begitu bangun Erina membantu Bi Onah menyiap kan sarapan pagi buat keluarganya.
sesudah mereka sarapan Erinna membantu ibunya buat kue yang katanya untuk dibawa Erinna buat mertuanya.
Mereka bersiap-siap untuk kerumah Pak Setio orang tuanya Bryan.
Setelah siap mereka naik ke mobil dan Pak Kasman segera menjalankan mobil menuju rumahnya Bryan..
Mobil memasuki pekarangan rumahnya Bryan.
Pintu rumahnya kelihatan tertutup
mereka semua keluar dari mobil dan Bryan berjalan duluan ke pintu serta mengetuknya.
Pintu di buka dan seorang Ibu keluar dan terpaku di depan pintu. Bu Hanna seakan tak percaya kalau di depannya ini adalah Putra nya yang telah pergi 21 tahun lalu.
" Ibu... !!" ucap Bryan sambil memeluk ibunya dan menangis tersedu-sedu.
ibunya juga menangis.
" kemana saja kamu Nak.? ibu dan bapak selalu merindukan mu. " ucap Bu Hanna sambil memeluk anaknya erat-erat.
" maaf kan Bryan bu. Bryan telah menyusah kan ibu dan Bapak" ucap Bryan.
" Bapak dimana bu? " tanya Bryan.
" Bapakmu lagi diTokonya. setelah kamu pergi, Dengan modal sedikit Bapak mu coba menyewa tempat dan buka toko kecil- kecilan, puji Tuhan semua berjalan dengan lancar,Tokonya laris dan sekarang sudah lumayan Bapak sudah beli Ruko dan buka usaha disitu. " Cerita Bu Hanna.
" syukurlah Bu ! " ucap Bryan lalu memberi kesempatan buat Erinna dan anak anak.
" Ibu, Erin juga minta maaf ya Bu " ucap Erinna sambil memeluk Bu Hanna, Dan Bu Hanna pun memeluknya.
" Nggak papa Erin, yang penting sekarang kita kumpul lagi. " ujar Bu Hanna. lalu Ellena, Randy dan Ernnypun memeluk Omamya.
" Cucu-Cucu Oma sudah segede ini, Baru oma ketemu " ucap bu Hanna sendu. lalu Bu Hanna menelpon suaminya Pak Setio dan tak lama kemudian Pak Setio pulang. Bryan memeluk Bapak nya.
" maaf kan Bryan Pak. tak seharusnya Bryan tinggal kan Bapak berusaha sendiri. " ucap Bryan sambil berurai air mata.
" Tak apa Bryan ! bagi bapak yang penting kamu itu bahagia Nak" ucap Pak Setio lalu Erinna pun menyalami mertua nya dan Pak Setio memeluk cucu-cucunya.
Hari itu mereka lalui dengan penuh sukacita dirumahnya orang tua Bryan.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
π Bersambung ke Bab 11
Mdo 18122020
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya untuk pembaca setiaku..
jangan lupa di Like, Vote dan Komen ya
juga jangan lupa mampir dinovelku yang lainnya
Melangkah ditengah Badai
Raja Ampat in Love ππ
__ADS_1