
Ellena keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai bawah. Melihat Ayah dan Ibu nya sedang duduk di ruang keluarga, Ellena segera menghampiri mereka dan memeluk mereka.
" Hmmm. Aku rindu Bu !" ucap Ellena ketika memeluk Ibu nya.
" Ibu juga rindu kamu, sayang !" ucap Erinna. sesudah itu Ellena juga memeluk Ayah nya.
" Aku juga rindu Ayah !" Ellena memeluk Ayah nya.
" Ayah juga merindukan Mu Sayang. " ucap Bryan, Sambil membelai rambut Putrinya.
dan memeluk Anak nya dengan penuh kasih sayang.
Lalu Ellena pun ikut duduk bersama dengan Ayah dan Ibu nya di Ruang keluarga.
" Tadi Angelo jadi menjemput Mu ? " Tanya Erinna pada Ellena.
" Jadi Bu, Angelo yang menjemput Aku tadi! " Jawab Ellena.
" Rencana nya Randy yang hendak menjemput Mu, Tapi Angelo telpon, Katanya biar Dia saja yang menjemput Mu. " kata Erinna.
" Ooh begitu bu !?" Kata Ellena.
" Iya !" ucap Erinna.
Tak lama kemudian, Pak Hendra dan Bu Lilani Keluar dari kamar dan menghampiri mereka. Lalu duduk bersama disitu.
" Oma Bahagia, Kamu telah kembali kesini dan berkumpul lagi. " Ucap Bu Lilani.membuat Ellena tersenyum.
" Aku juga bahagia Oma, Akhirnya bisa berada kembali di tengah-tengah keluarga ku ! " Ucap Ellena gembira.
" Yah.. Sekarang tinggal Ernny yang masih berjuang. Opa harap Semoga semua Cucu Opa menjadi Orang yang sukses ! " Ucap Pak Hendra.
" Amin Opa !" Seru Ellena, Sedangkan Erinna dan Bryan serta Bu Lilani hanya tersenyum mendengar nya.
" Selamat Malam !!" tiba-tiba terdengar sapaan Randy dari pintu depan.
" Itu Randy Datang !" Ucap Erinna tersenyum, melihat Putranya muncul di depan pintu.
" Selamat malam !" Balas mereka serentak.
" Selamat malam Kak Randy. " Ucap Ellena lalu berdiri dan memeluk Randy.
" Uuhh Aku Rindu banget pada Mu Kak ! " ucap Ellena.
" Kakak juga rindu kamu dek !" Ucap Randy memeluk adiknya. Lalu mereka tertawa gembira dan melepas kan pelukan nya.
" Ngomong-ngomong Kak Randy sudah punya Calon belum ? Bagaimana Ellen mau Nikah, bila Kak Randy belum Nikah ?" kata Ellena, bercanda dengan Randy.
" Sudah donk Ellen, Pastilah Aku yang duluan Nikah nya. " Ucap Randy.
" Benar ini ? " Tanya Ellena pada Randy.
Randy mengangguk.
" Aku kesini sekalian ingin bicara mengenai Acara lamaran." Jelas Randy Lalu duduk.
Ellena juga duduk kembali.
" Kapan mau Lamaran ?" Tanya Bu Lilani.
" Bagaimana bila hari minggu besok?" Randy balik bertanya.
" Apakah kamu sudah membicara kan dengan Riska ?" tanya Erinna.
" Riska itu, mana -mana saja ! Semua itu terserah aku saja. " Kata Randy.
" Jadi Mau adakan Lamaran nya dimana ?" Tanya Bryan.
__ADS_1
" Aku maunya di Hotel kita, Tapi menurut Riska, sebaik nya di Rumah mereka saja, Alasan nya agar Oma nya juga bisa menyaksi kan, Karena Oma nya sudah Stroke, tidak bisa jalan dan tidak bisa pergi jauh-jauh. " jelas Randy.
" Sebaiknya begitu, kita ikut saja apa yang Riska mau !" kata Pak Hendra.
" Iya, Aku rasa itu juga baik. " ucap Erinna.
" Kalau memang hari Minggu, Kita harus siap-siap, Untuk menghubungi Keluarga Riska dan juga memberitahu keluarga kita. " Kata Bu Lilani.
" Iya Oma ! " Ucap Randy.
" Baiklah, Nanti Kita atur sesudah kita selesai makan malam. " kata Pak Hendra.
" Baiklah ! " Ucap Bu Lilani.
Bi Onah datang menghampiri mereka.
" Makan malamnya sudah siap ." Ucap Bi Onah
" Baiklah Bi ! Ayoo kita makan dulu. " Ajak Erinna.
Lalu mereka semua pun berdiri dan berjalan menuju ke meja makan. dn mereka pun menikmati makan malam nya dengan bahagia, Karena Ellena telah berada di tengah-tengah mereka.
Setelah selesai makan malam, mereka pun berembuk bersama mengenai acara Lamaran dan telah di putus kan, akan di laksana kan pada Hari minggu nanti.
πΏπΏπΏπΏ
~ Hidup ini akan menjadi indah, Apabila kita dapat memanfaat kesempatan buat melaku kan suatu kebaikan, untuk berbagi dengan sesama kita. ~ AC
Suara kan kicauan burung yang Riuh, Menyambut datang nya sang mentari pagi.
Ada sekelompok kupu-kupu kecil yang beterbangan, mengibas-ngibas kan sayap nya sambil menari mengelilingi taman bunga.
Tetes-tetes Embun pagi masih melekat di dedaunan, namun di hembus sang bayu hingga jatuh berguguran diatas rumput yang menghijau.
Pagi ini, Ellena telah bangun dan joging di Sepanjang trotoar di komplex Perumahan.
Dia merasa begitu nyaman, telah berada kembali ke Surabaya. Dan kini saatnya dia akan usahakan untuk bekerja kembali.
Harapan, tempat kerja nya dulu bersama dengan Virly, Mayoshi dan Mourinho.
Ellena berjalan menyusuri sepanjang Koridor Rumah-sakit menuju ke ruang Praktek nya Virly dan Mayoshi. Ellena kangen berat pada kedua Sohib nya ini.
Ellena mendekati Pintu Ruang kerja nya Dokter Virly. dan mengetuk pintu nya.
" Silahkan Masuk !" terdengar suara Virly dari dalam, Ellena tersenyum dan segera membuka kan pintunya.
" Selamat Pagi Dokter Virly !!" sapa Ellena. Virly tertegun memandang Ellena.
" Ellena... !!!" Seru Virly gembira. lalu berdiri dari tempat duduk nya dan menemui Ellena.
" Virly !!" Panggil Ellena. dan akhir nya mereka berdua pun berpelukan dengan penuh rasa bahagia.
" Aku kangen kamu Ellen !" Ucap Virly.
" Aku juga kangen kamu ! Bagaimana kabar mu, Virly ?!" tanya Ellena tersenyum.
" Aku baik Ellen ! Kapan kamu kembali ke Surabaya ?" tanya Virly.
" Kemarin pagi Virly ! Oh iya, Bagaimana dengan kabarnya Mayoshi ? " kembali Ellena bertanya.
" Mayoshi baik Ellen ! tapi Dia sekarang udah punya pacar lho ! " kata Virly.
" Benar Virly ?! " kata Ellena senang.
" Iya..,Pacar Mayoshi seorang Pengusaha. " cerita Virly.
" Oh ya..! Happy donk Mayoshi sekarang. " ucap Ellena. Lalu mereka berdua pun tertawa.
__ADS_1
" Ayoo, kita ke Ruangan nya !" ajak Ellena.
" Ayoo ! " kata Virly.
Lalu mereka berdua pun keluar dari Ruangan nya Virly, menuju ke Ruang Kerjanya Mayoshi.
Ellena segera mengetuk pintunya.
" Masuk !!" Seru Mayoshi dari dalam.
Ellena segera membuka kan pintu nya, lalu dia dan Virly melangkah masuk.
" Ellena !! Kapan kamu pulang Ellen ?!" Seru Mayoshi spontan.
" Mayoshi !!" ucap Ellena, mengulur tangan nya dan mereka pun berjabat tangan lalu Cipika-cipiki.
" Aku kangen kamu Ellen !" Ucap Mayoshi.
" Aku juga kangen Kalian berdua ! " ucap Ellena sambil menatap Mayoshi dan Virly bergantian dengan gembira.
" Kamu akan kerja disini lagi Ellena ?" Tanya Mayoshi sambil memandang Ellena.
" Iya bila masih di terima. " Kata Ellena.
" Tentu Ellena, Karena Dokter Gatot, yang menggantikan diri Mu waktu itu, juga telah resign dan sekarang sedang memperdalam kan Ilmu nya di Australia.
" Oh begitu ! Baiklah, sesudah ini aku akan menemui Pimpinan Rumah-sakit ini. " kata Ellena.
" Asyikk ya, Kita Akan berkumpul lagi. " ucap Virly. Lalu mereka bertiga pun duduk di Sofa sambil saling bertukar cerita selama Ellena jauh dari mereka.
Setelah cukup puas mereka bercerita, Ellena pun pamit untuk Menemui Pimpinan Rumah-Sakit.
Ellena langsung memasuki lift dan menuju ke lantai 5, Dimana terdapat kantor Pimpinan Rumah-Sakit.
Tiba di lantai 5, Ellena pun melangkah keluar dari lift dan berjalan menuju ke Ruang Direktur Rumah-Sakit.
Tiba di depan Ruang Direktur, Ellena pun mengetuk Pintu.
" Masuk ! " terdengar suara dari dalam.
Ellena pun membuka pintu dan melangkah masuk.
" Selamat Pagi Pak. " Ucap Ellena.
" Dokter Ellena? Kapan kembali Dokter? " Tanya Direktur nya terkejut melihat Ellena.
" Kemarin pagi Aku tiba di Surabaya Pak." Ucap Ellena.
" Oh.. Bagaimana, Mau bekerja kembali disini, Dokter ?" Tanya Pak Direktur.
" Iya, Aku mau kalau masih di butuh kan! " Ucap Ellena tersenyum.
" Pasti Donk! Kami masih membutuh kan Dokter, Karena Dokter Jantung yang waktu itu menggantikan Dokter Ellena, juga telah Resign untuk melanjutkan Study nya kembali ke Australia. " jelas Pak Direktur nya.
" Terima-kasih Pak, Kalau begitu Hari senin aku mulai bekerja. " kata Ellena.
" Terima - kasih Dokter, semoga selalu betah disini !" ucap Direktur nya.
" Baiklah Pak, aku pamit dulu, Hari Senin nanti Aku mulai kerja lagi. " Ucap Ellena, Lalu mengulur kan tangannya dan menjabat tangan Pimpinan Rumah-Sakit tersebut.
" Terima-kasih Dokter Ellena ! " Ucap Direktu Rumah-Sakit tersebut.
Ellena pun segera melangkah keluar dari Ruang Direktur dan menuju ke lift.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
π Bersambung ke Bab 79.
__ADS_1
Mdo 15062021
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ