
Hujan belum juga reda, Sementara jam telah menunjuk kan pukul 11 siang. Akhir nya atas kesepakatan bersama, mereka membatalkan untuk pergi ke Pantai Kuta.
Bi Inah, Bi Yanny dan Sumi sibuk kembali di Dapur untuk menyiapkan makanan siang.
Sedang kan Elena, dan yang lain nya, memilih berada di kamar Mereka masing-masing. Karena cuaca dingin seperti ini, lebih nyaman berada dalam kamar, dari pada Keluyuran.
Elena berada di atas pembaringan sambil mendengar Lagu-lagu dari You tube, sambil memejamkan matanya.
Sementara Angelo juga berada di kamar nya, Dia merasa gelisah, mengapa hujan belum juga reda, Dia ingin selalu berada berdua dengan Elena untuk menikmati masa-masa Liburan Mereka. Karena bila telah balik ke Surabaya nanti, pastilah Mereka berdua akan jarang bertemu, oleh karena kesibukannya masing-masing.
Angelo mengambil Hand Phone nya di atas nakas di samping tempat tidurnya.
Lalu dia pun menelpon Elena.
~ Halo Yang ! ~ sapa Elena ketika menerima telpon Angelo.
~ Sayang, Keluar yuk.. Aku tunggu di Gazebo depan. ~ kata Angelo.
~ Males ah, dingin banget. ~ ucap Elena.
~ Ayolah sayang ! Aku tunggu ya.. ~ bujuk Angelo.
~ mm baiklah! " ~ ucap Elena.
Lalu Elena bangun dan merapi kan rambut nya, Lalu melangkah keluar dari kamarnya dan turun kelantai bawah.
Sebenarnya Elena merasa males untuk keluar kamar, tapi dia tak ingin untuk mengecewakan Angelo, Maka dia segera bangun, dan langsung keluar dari kamarnya, lalu turun ke lantai bawah dan menuju ke pintu keluar.
Hujan masih saja turun, Angelo duduk di Gazebo di bawah pohon Lengkeng, sambil menunggu kedatangan Elena.
Elena mengambil payung yang ada di teras depan, lalu dengan memakai payung, Elena pun berjalan menuju ke Gazebo untuk menemui Angelo.
" Ih masih hujan kok maunya main di luar. kamu nggak dingin, Yang? !" Ujar Elena. Angelo tersenyum.
" Dingin sih dingin ! Tapi kangennya lebih berat sih ! " ujar Angelo
" Ya ampun, setiap hari disini !" kata Elena, lalu duduk di samping Angelo.
" Aku ingin terus bersama mu Sayang. dan tak ingin melewati sehari pun tanpa diri Mu di samping ku. " Ucap Angelo sambil memegang tangan Elena. Elena terdiam.
" Aku ingin kita duduk berdua memandang hujan ! melihat air hujan yang mengalir turun membasahi bumi. melihat Kau tersenyum dan selalu berada di dekat ku, bercanda berdua, bersama melukis kenangan tentang hujan. " Ucap Angelo.
" Wah kata-kata mu Puitis banget sayang!? Aku baru pernah mendengarnya. " ucap Elena sambil tertawa kecil.
" Nanti Bila kita telah menikah , Aku akan selalu bersama Mu Sayang! menemani Mu melewati hari-hari Mu, dalam susah mau pun senang, aku akan selalu ada untuk Mu !" Ucap Elena kembali sambil tersenyum.
" Aku berjanji akan membahagiakan diri Mu. Percayalah! " Ucap Angelo.
" Ssttt, " Kata Elena sambil meletakkan telunjuk nya di bibir. " Jangan berjanji, janji itu berat..bila tak di tepati ! kita jalani saja proses cinta Kita. percayalah, aku akan selalu menemani diri Mu !" Ucap Elena.
Lalu menggenggam tangan Angelo dengan erat.
Hujan belum juga berhenti, mendung tebal masih membungkus langit.
Udara dingin makin mencekam, membuat tubuh makin terasa menggigil menghadapi udara yang dingin membeku.
__ADS_1
Burung-burung pun diam membeku, hanya sesekali mencicit mengungkap kan rasa laparnya. Hembusan angin yang agak santer menghempas daun-daun, sehingga daun-daun yang menguning pun jatuh berguguran, dan tak berdaya di dalam genangan nya air.
Bunga-bunga juga merunduk sedih, karena tak mampu menahan berat nya air yang membebani tubuhnya.
Melihat telah hampir jam 12 siang, Elena dan Angelo pun melangkah masuk ke dalam Villa, ketika mobil box dari Catering langganan Mereka memasuki pelataran Villa.
Angelo dan Elena pun menghampiri mereka. Ternyata Leon juga telah standby menyambut kedatangan Mereka.
Langsung Mereka pun mengangkat Satu demi satu, Panstove yang berisi makanan yang di antar dari Catering.
dan membawa masuk ke dalam dapur.
Ketika melewati Ruang Keluarga, Elena melihat semuanya telah bangun dan berkumpul di Ruang keluarga.
Fira dan Lira serta Erina pun ke dapur dan mereka menolong Elena untuk menyediakan makanannya di atas meja makan, di bantu juga oleh Riska.
Setelah semuanya siap, Elena pun mengajak semuanya untuk makan siang.
Sedangkan Bi Inah Dan Bi Yanny sibuk di dapur membuat wedang jahe.
Setelah semua nya berkumpul dan mereka pun mulai menikmati makan siang, Makanan yang masih hangat, cocok dengan udara yang dingin ini.
Karena Soup Asparagus yang sengaja di panas kan kembali oleh Erina, Terasa begitu hangat menyusup di tenggorokan.
Itu lah kebersamaan yang mereka jalani selama berlibur di Bali.
Setelah selesai makan siang, Mereka pun ke teras depan, berkumpul dan ngobrol bersama. Sedang kan yang wanita masih membereskan meja makan. Setelah itu barulah mereka keluar bergabung dengan yang lain di teras.
Ketika mereka sedang berbincang-bincang, Bi Yanny datang dengan membawa nampan, di atas nampan terdapat gelas-gelas yang berisi wedang jahe dengan onde-onde ketannya.
" Ini sebagai makanan penutupnya, di saat udara dingin. " Kata Bi Yanny tersenyum,sambil meletakkan nampan itu di atas meja kecil yang ada disitu.
" Iya Pak. Hujan-hujan begini cocok minum yang Panas-panas. " Ujar Bu Yanny tersenyum kembali.
" Terimakasih Bi! " Ucap Bu Lilani di ikuti oleh yang lainnya.
" iya, Sama-sama. " ucap Bi Yanny sambil berlalu kembali ke dapur.
Jam 2 siang baru lah hujan nya reda, Ketika itu, semuanya telah bertekuk kembali di atas ranjang. Udara yang dingin membuat mereka lebih betah di dalam kamarnya.
Angelo merasa bahagia melihat semuanya bahagia. Buat Angelo, keuntungannya dalam setahun tak akan habis, karena membiayai liburan ini, Karena dia ingin melihat wajah-wajah gembira dari orang tua nya dan juga dari orang-orang yang dikasihinya.
Angelo ingin mempersatukan kedua keluarga ini dalam ikatan rasa persaudaraan, karena dia dengan Elena akan hidup bahagia, bila berada di tengah-tengah keluarga yang Rukun dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.
Ketika mereka minum Teh sore di Gazebo taman belakang Villa.
Diam-diam Bryan mengajak Erina untuk keluar, Kebetulan hujan telah reda.
" Kita kemana Pak? " Tanya Erina pada Bryan.
" Kita ke Super market, Beli persediaan bahan makanan. " Kata Bryan.
" Baiklah Pak." ucap Erina.
lalu mereka berdua pun pamit pada semuanya.
__ADS_1
" Mau kemana Jeng Erin? " Tanya Bu Sesilia.
" Kami mau jalan-jalan Sebentar, nggak lama kok! Kami pamit ya Jeng. " Ucap Erina pada Bu Sesilia.
" Boleh aku ikut Erin? " Tanya Fira.
" Aku juga Erin! " seru Lira.
" Boleh.. Mari Kak! " Ujar Erina.
" Sabar ya, aku ambil tas ku dulu. " ujar Fira.
lalu Mereka bertiga pun masuk ke kamarnya Masing-masing, dan. Mengambil tas nya.
Bryan telah menunggu mereka di garasi mobil. Begitu melihat mereka datang, Bryan pun segera membuka kan pintu mobil buat mereka.
Fira dan Lira duduk di kursi bagian tengah, sedangkan Erina duduk di depan di samping Bryan yang menyetir.
" Kita mau kemana Erin? " Tanya Fira , kakak iparnya.
" Kita ke Super Market Kak, Mau beli bahan makanan untuk persediaan nanti. " ujar Erina.
" Tadinya aku juga rencana gitu, tapi tadi hujan terus. " ujar Fira.
" Aku juga, semalam Mas Donny udah bilang. Nggak enak deh, Angelo yang nanggung semuanya ! " Kata Lira.
" Baiklah kita sama-sama belanja nanti, untuk persiapan sampai Tahun Baru. " Kata Fira.
" Baiklah Kak! " ucap Erina dan Lira bareng.
Bryan pun melajukan Mobil nya menuju ke Super Market terdekat.
Tiba di Super Market, Bryan memarkir kan mobilnya di area parkir, lalu membuka pintu mobil dan mereka semua pun keluar dari mobil, lalu berjalan masuk ke dalam Super Market.
Mereka Masing-masing mengambil troli barang, dan mulai mengambil apa-apa yang ingin mereka beli, termasuk daging dan ayam, serta sayur-sayuran.
Setelah belanjaan mereka penuh, Erina serta Fira dan Lira pun menuju ke kasir untuk membayarnya.
Setelah membayar, Erina mengajak kedua kakak ipar nya untuk ngopi sebentar.
Lalu mereka pun berjalan menuju ke Cafe yang berada di sudut dalam Super Market itu. Bryan hanya tersenyum mengikuti langkah mereka.
Mereka lalu duduk dalam Cafe tersebut, lalu Erina memesan 4 cangkir Kopi Susu.
Mereka duduk dengan santai sambil minum kopi untuk menghangat kan tubuh mereka yang dingin.
Setelah beristirahat sejenak, dan mengopi sambil mengobrol.
Hujan belum juga berhenti, mendung tebal masih membungkus langit.
Udara dingin makin mencekam, membuat tubuh makin merasa menggigil menghadapi udara yang membeku.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Bersambung ke Bab 98
__ADS_1
Mdo16072021
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ