
Setengah Enam Pagi Erinna telah siap dan tinggal menunggu jemputan. Pak Hendra menyuruh Pak Kasman yang mengantarnya tapi Erinna tidak mau karena dia memikirkan bagaimana bila Ayahnya mau ke kantor nanti, maka Erinna memanggil Taxi online saja.
sebelum pergi, dia memeluk Ayahnya.
"Jaga kesehatannya ya Ayah, Erin akan pulang secepatnya. " ucap Erinna
" kamu hati hati di jalan ya Nak.. " ucap Pak Hendra menahan rasa sendu di hatinya. lalu Erinna pun memeluk Ibunya..
" Ibu jaga Ayah ya.. ibu juga jaga kesehatannya ya ! " ucap Erinna sambil memeluk ibunya.
" kalau tiba di rumah kabarin ibu ya Erin ! " kata ibunya sedih
Erinna pun pamit dan masuk ke dalam mobil.
ketika mobil mulai berjalan meninggal kan rumahnya Erinna melambai kan tangannya buat Ayah dan Ibunya.
Erinna sedih meninggal kan Ayah dan Ibunya.apalagi dia melihat Ayah dan Ibunya sudah mulai menua dan tiada seorang anak pun yang mau menemaninya. makanya dia harus berusaha untuk secepatnya kembali lagi dan tinggal menjaga mereka.
Pak Hendra dan bu Lilani sangat menyayangi putri bungsunya dan harapan mereka Erinna lah yang akan menemani mereka di hari tua nanti. makanya mereka selalu berdoa dan mengharapkan suatu saat Erinna akan pulang dan kini rupanya Tuhan telah mengabulkan permohonan mereka walau pun mereka harus menunggu selama 21 tahun.
Erinna masih punya seorang lagi kakak perempuan nya yang bernama Edelia, tapi Edelia sekarang ikut suaminya tinggal di Australia karena suaminya Marllon asal dari Australia.
Edelia adalah anak ke dua sesudah Gunawan. Donny anak yang ketiga sedangkan Erinna anak yang bungsu. namun perbedaan usia antara Donny dan Erinna sangat jauh, jaraknya 5 tahun.itu sebabnya kakak-kakaknya pun sangat menyayangi Erinna.
Mobil yang membawa Erinna memasuki terminal keberangkatan bandara Juanda Surabaya.. sopir menghentikan mobilnya dan mengeluar akan barang-barang dari bagasi.
Erinna keluar dari mobil dan mengambil troly untuk menaruh barang-barang bawaannya,sesudah itu Erinna membayar ongkos mobilnya dan berterima- kasih pada sopir lalu mendorong troly masuk kedalam antrian di pintu masuk.
Sesudah cek in Erinna pun naik di escalator menuju lantai dua, di ruang keberangkatan dia menelpon Ibunya..
" Haloo Ibu.. " Sapa Erinna
" Haloo Erin, kamu sudah dimana? " tanya bu Lilani.
" Erin sudah di ruang tunggu Bu,sebentar lagi sudah mau berangkat, salam buat Ayah ya bu ! " kata Erinna
" iya nak, hati-hati ya di jalan nak.. jangan lupa berdoa ! " kata Bu Lilani.
" Iya bu, terima kasih. " ucap Erinna.
Erinna sangat sayang orang tuanya. meski pun dia pernah mengecewa kan mereka, namun kasih sayang mereka padanya tak pernah habisnya. Erinna selalu ingat pesan pesan ibunya Jangan lupa berdoa di segala kesempataan yang ada, karena dengan doa kita bisa di bebas kan dari segala masalah dan juga dari hal-hal yang buruk.itulah yang selalu di ingat kan ibunya setiap mereka pergi kemana saja dan itu pun juga selalu di ajar kan buat anak-anaknya yang lainnya.
ibu dan ayahnya memang orang yang sangat taat beribadah, mereka selalu mendidik anak -anaknya untuk sll menghormati orang yang lebih tua dan tetap setia berbakti pada Tuhan.
Panggilan untuk boarding terdengar, Erinna berdiri dan berjalan menuju antrian.tiba-tiba ada seorang wanita disamping menegurnya
"Errina ?! " sapa wanita di sampingnya dengan ragu, Erinna melihat dan lama menatap wanita itu dengan penuh tanya.
" Vinna... ? " tanya Erinna
" iya Erin ! ya ampun kemana aja kamu? udah lama nggak ketemu " ucap Vinna
" iya, udah lama aku tinggal di jakarta Vin. ! " ucap Erinna.
" kamu gimana kabarnya Vinna? " tanya Erinna
" aku masih di Surabaya. aku ke jakarta ini karena ponakan ku mau nikah ! tuh kami rombongan perginya. " kata Vinna sambil menunjuk ke depan. kelihatan keluarga besarnya sedang berkumpul.
pembicaraan mereka putus karena pas sampai pada giliran mereka boarding.
" Oke Erin, sampai ketemu lagi ya.. " ucap Vina sambil mengejar keluarganya.yang telah berjalan duluan.
Selesai boarding Erinna pun melangkah dengan cepat dan masuk kedalam pesawat.
" permisi dek..! " ucap Erinna
" oh iya bu. " kata perempuan muda yang telah duduk duluan di bagian tengah.
__ADS_1
Erinna mendapat seat di nomor 2 kursi A. perempuan itu berdiri dan Erinna pun masuk, lalu duduk di dekat jendela pesawat. dia memandang keluar jendela, dia teringat masa lalunya selalu bersama Ayah dan ibunya,
bila ke Luar Negri dia selalu maunya duduk dekat jendela, dia ingin melihat-lihat pemandangan keluar dan dia selalu berebutan dengan Donny, kalau Donny nggak mau mengalah, Erinna pun ngambek.Erinna tersenyum sendiri.
lalu Erinna pun berdoa sebelum pesawat take off.
Tiba diBandara Soekarno Hatta jam 09.20 tadi cuaca agak kurang bagus sehingga berapa kali pesawat bolak-balik mencari posisi yang baik untuk landing...
Erinna antri untuk mengeluar kan hand-bagnya dari dalam cabin dan sesudah itu dia pun berjalan keluar dari pesawat menuju Toilet.. sejak tadi dia sudah keblet pi*is. dia masuk dan ikut antri dalam toilet.. sesudah itu, dia membasuh wajahnya, merapikan rambutnya lalu memoles sedikit bedak di wajahnya serta memakai lipstik dan dia pun keluar dan berjalan ke arah tempat pengambilan bagasi.
Sesudah selesai mengambil bagasinya, dia pun berjalan menuju pintu keluar. rencananya dia akan naik bus Damri yang menuju Bogor..
Erinna terkejut ketika sampai mendekati pintu keluar dan maksudnya mau menyebrang ke terminal Bus, ada suara yang teriak memanggil...
" Ibuuu " teriak dari arah kanan
seperti suara Ernny anakku batinnya sambil melihat ke kanan..
benar saja dia melihat Ellena dan Ernny sedang berlari kecil menujunya.
" lho, Ibu sudah bilang nggak usah jemput. " ucap Erinna.
" kebetulan kami libur bu, makanya ayah memberi ijin kami untuk menjemput Ibu ! " ucap Ellena.
Erinna batal naik Bis, dia mencari taxi lalu memindah kan barang-barang bawaannya dari troly ke bagasi mobil dan mereka pun menuju ke gunung Putri..
cukup lama juga perjalanan karena agak macet di daerah Slipi.
Sampai nya di rumah, Bryan membuka kan pintu.. Erinna kaget
" kok Ayah nggak kerja ? " ucap Erinna lalu mencium tangan suaminya.
" aku cuti 2 hari Erin.. " kata Bryan.
" ohh enak donk begitu.. ! " ucap Errinna.
" aku kangen Bu " ucap Randy
" ibu juga kangen sama kalian.. " ucap Erinna.
" mana oleh-oleh ku bu ? " tanya Randy
" kamu itu yang di pikir kan oleh- oleh melulu coba tanya Ibu , bagaimana kabarnya bu, apa sehat-sehat ? " ucap Erinna membuat yang lainnya tertawa.
" ya iyalah bu, ibu kan baru datang harus lah bawa oleh- oleh buat anak sulungvmu ini ! " kata Randy sambil mendelik ke arah Ernny. Erny mencibir bibirnya.
begitu lah mereka kalau sedang kumpul selalu bercanda nggak ada habis-habisnya.
Erina menyuruh anak-anaknya untuk buka barang bawaan nya.
mereka bertiga segera membuka nya. Ernny sangat gembira karena Ibunya membawa banyak kue-kue.
sedang kan Elena mengambil piring untuk mengisi makanan- makanan yang Erinna bawa. tadi pagi bu Lilani maksa Erinna untuk membawa makanan yang sengaja di masaknya sejak subuh.
" biar begitu tiba kamu nggak repot lagi Erin, kasihan anak- anak dan suamivmu. " kata bu Lilani
Ellena mengeluar kan satu-satu, ada ayam goreng, bihun goreng, baikut dan bebek bakar.sesudah itu Elena menatanya di meja makan, lalu mereka pun makan bersama.
sementara makan Bryan bertanya.
" bagaimana keadaan Ayah dan Ibu Rin.. ? tanya Bryan..
" Ibu sih sehat, cuma Ayah yang sering sakit-sakitan. " ucap Erinna. " makanya mereka semua mengharap kan agar kita bisa segera pulang ke Surabaya. " lanjut Erinna
" aku sih mana-mana saja, terserah kamu Rin ! " ucap Bryan
" Maka nya kita harus usaha kan secepatnya." ucap Erinna
__ADS_1
" lalu bagaimana dengan Rumah kita bu ? " tanya Randy.
" Rumah sebaiknya kita jual saja ya, soalnya repot nanti nggak ada yang urus. " ucap Bryan.
" iya aku pikir juga begitu ! " ucap Erinna
" yah.. sayang dong.., banyak kenangan kita di rumah ini.. " ucap Ernny
" iyaa tapi mau gimana lagi..panggilan tanah leluhur untuk pulang.. ! seru Ellena sambil tertawa dan mereka pun semua ikut tertawa.
" besok kita buat iklannya untuk jual rumah. " ucap Bryan.
" iya Yah, lebih cepat lebih baik." ucap Erinna.
" nanti aku juga coba-coba tanya teman-teman aku siapa tau ada yang berminat. " ucap Bryan kembali.
" dan besok juga aku mau urus surat pindah sekolahnya Ernny, terus Ayah, Ellena dan Randy boleh urus surat Resign kalian dari tempat kerja masing- masing. " kata Erinna
" Baik Bu.. " ucap Randy dan Ellena bareng.
" Sampai di Surabaya Randy dan Ellena akan kuliah dan nggak lagi kerja. " kata Erinna " jadi jangan lupa bawa persiapan yang di perlu kan " lanjut Erinna.
"senang bu, bisa kuliah lagi. " ucap Ellena.
" Ibu dan Ayah sangat mengharap kan agar bila nanti bila kalian kuliah, kalian harus belajar dengan giat, agar apa yang kalian cita-cita kan itu bisa tercapai.. kalian nggak boleh jadi orang sombong dengan apa yang akan kalian dapat kan,tetapi harus menjadi pribadi yang sabar, sederhana dan selalu menjadi orang yang bijaksana dalam setiap tindakan dan perbuatan. " ucap Erinna.
" berusaha agar tidak berubah,walau pun hidup mu telah berubah..apa pun yang akan kalian laku kan selalu memohon petunjuk dari Tuhan.. " ucap Bryan.
" karena kehidupan kita akan berubah dratis maka Ibu selalu mengharap kan kalian tetap menjadi anakanak Ayah dan Ibu yang seperti sekarang ini. " ucap Erinna.
Randy dan Ellena serta Ernny menunduk terharu..
" iya Ayah, ibu.. kami berjanji untuk selalu patuh pada apa yang Ayah dan ibu kata kan " ucap Randy.
" sampai disana Ayah dan Ibu akan bekerja untuk mengembang kan usaha Opa. jadi ibu harap kalian itu hanya fokus pada pendidikan kalian. ! " kata Erinna
" baik bu " kata Ellena.
setelah selesai makan Ellena dan adiknya memberes kan piring kotor.
Erinna dan Bryan duduk di ruang keluarga sambil nonton televisi.
Randy kembali lagi ketempat kerjanya karena tadi cuma istirahat untuk makan siang.
Ellena bersyukur yang mana Tuhan masih memberikan kesempatan baginya untuk menggapai cita-citanya.bagi Ellena sesuatu yang selama ini hanya menjadi mimpinya, akan menjadi kenyataan begitu juga dengan Randy, seakan-akan tak percaya akan kenyataan yang bakal di hadapinya.
Mereka semua merasa bahagia karena mereka melihat wajah ibu nya kelihatan begitu bahagia.
bagi mereka kebahagiaan orang tuanya adalah kebahagiaan mereka.
mereka mengerti bahwa ibunya telah menemukan apa yang selama ini dia rindu kan yaitu bisa ketemu dengan kedua orang tuanya dan saudara- saudaranya.
Mdo 11122020
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
jangan lupa di Like ya... dan juga Vote nya !!!
thanks sudah membaca....
mampir juga di Novelku yang lainnya.
.
__ADS_1