
Mobil Angelo pun melaju menuju ke Butik Aneshen. Di Lampu merah Angelo pun berhenti, Seorang Kakek mengetuk jendela mobil di bagian tengah,
" Minta uangnya Neng, Bapak belum makan sejak kemarin Neng ! " Kata Orang tua itu, Ellena merasa terharu melihatnya.
Ellena lalu mengambil selembar uang Lima puluh ribu dan membuka jendela mobil, lalu memberi kan Uang itu pada kakek tersebut.
" Ini Kek, Untuk beli makanan ya Kek! " kata Elena, Kakek tersebut menerima nya.lalu membungkuk,
" Terima-kasih Neng, Tuhan selalu mempermudah kan rejeki Eneng ! " ucap Kakek tersebut.
" Amin Kek ! " Ucap Ellena.
Tak lama kemudian, lampu hijau pun menyala, Angelo lalu menjalan kan mobil nya kembali menuju ke Butik Aneshen.
Tiba di Butik Aneshen, Angelo pun memarkir kan mobil nya di area parkir Butik, lalu mereka pun segera keluar dari dalam mobil, dan berjalan masuk ke dalam Butik.
" Haloo Selamat siang Bu, Apa yang bisa kami bantu ? " Tanya Pelayan Butik nya ketika melihat Bu Sesilia dan Ellena seta Angelo berjalan masuk ke dalam Butik.
" Selamat Siang, Bu Siska ada ? Saya ingin bertemu dengan Ibu Siska ! " kata Ibu Sesilia.
" Oh iya ada Bu, Bu Siska sedang berada di Lantai 3 bu ! Nadia, tolong antar kan Ibu ini untuk ketemu dengan Bu Siska di lantai 3 ya. " kata Pelayan tersebut.
" Baiklah Mbak Freny !" Ucap Nadia.
Lalu Nadia pun mengajak Ibu Sesilia, dan mereka pun masuk ke dalam lift, Lalu menuju ke lantai 3.
Sampai di lantai 3, Lift pun berdenting, lalu mereka pun keluar dari lift menuju ke Ruang kerja nya Bu Siska.
Setiba nya di depan Ruang kerja nya Bu Siska, Nadia mengetuk pintu, lalu membuka nya dan mempersilahkan Bu Sesilia, Ellena dan Angelo untuk masuk.
" Selamat siang Bu Siska ! " sapa Ibu Sesilia.
" Eeh..Selamat siang Bu Sesilia. ! Apa kabar ? Sudah lama nggak ketemu. " Ucap Bu Siska sambil menjabat tangan Bu Sesilia, lalu Cipika- Cipiki. Sesudah itu Ellena dan Angelo juga menjabat tangan Bu Siska.
" Ini siapa Bu Sesil ? " tanya Bu Siska menunjuk ke Ellena.
" Ini Ellena, Calon Istrinya Angelo! " jawab Bu Sesilia tersenyum.
" Oh ya ?! jadi Angelo sudah mau nikah ?" Tanya Bu Siska. Angelo dan Ellena hanya tersenyum.
" Belum Bu, Mereka mau Tunangan dulu ! Justru kesini mau pesan baju untuk Tunangan mereka." kata Bu Sesilia juga tersenyum.
" kenapa nggak sekalian Menikah! " ucap Bu Siska.
" Soalnya Ellena masih tugas belajar di Jerman 2 tahun lagi ! " Jelas Ibu Sesilia.
" Ohh Begitu !" Ucap Bu Siska.
" Ini Bu, mau pesan Gaun untuk Ellena dan Stelan Jas buat Angelo. "
Kata Bu Sesilia.
" Baiklah Bu. Nanti pilih model nya dulu dan aku akan mengambil ukurannya." kata Bu Siska lalu memberi kan buku contoh Model Fashion buat Bu Sesilia.
Mereka lalu memilih model gaun untuk Ellena, serta model Jas untuk Angelo.
Setelah itu Bu Siska pun menyuruh Asisten nya untuk mengambil ukuran badan mereka, lalu mencatat nya dalan buku catatan nya.
" 2 minggu Bisa selesai ya, Bu Siska ? " tanya Bu Sesilia.
" Saya usaha kan Bu ! mengenai Fitting nya nanti Saya Telpon ya. " kata Bu Siska.
" Sudah Ya Bu Siska, kami pamit dulu, nanti di kabarin ya, bila mau fitting nya ! " Kata Bu Sesilia, lalu berdiri, Ellena dan Angelo pun ikut berdiri.
" Baiklah Bu Sesilia, kalau Sudah, aku kabarin nanti. " kata Ibu Siska.
Setelah Selesai urusan mereka di Butik Aneshen, Mereka pun pamit, dan turun ke lantai bawah, Lalu berjalan menuju ke mobil mereka.
Angelo pun menjalan kan Mobilnya keluar dari area parkir Butik eksklusif tapi Aneshen menuju ke jalan raya.
" Kita kemana lagi Bu ? " tanya Angelo.
" Baik nya kita cari Makan Siang dulu, ini sudah Jam 12.30 " kata Bu Sesilia.
__ADS_1
Ellena pun sejak tadi sudah merasa lapar, tapi di tahan nya. Dia merasa tidak enak, bila mengatakan nya pada Angelo.
Mobil Angelo lalu memasuki halaman sebuah Restoran dan memarkir kan mobilnya di area parkir Restoran tersebut. Lalu mereka pun keluar dari mobil, dan berjalan masuk ke dalam Restoran tersebut.
Angelo memilih tempat duduk di bagian sudud, dekat dengan jendela.
Lalu Angelo memanggil pelayan untuk meminta Buku Menu masakan nya. Pelayan datang dan memberi kan buku menu masakan nya,
Angelo memberi kan Buku menu pada Ibunya dan Ellena untuk memilih Makanan nya.
" Kamu mau pesan apa Angelo ? " tanya Bu Sesilia, sambil memandang Angelo.
" Aku terserah Ibu saja!" ucap Angelo
" Kamu Ellena ? " Tanya Bu Sesilia pada Ellena.
" Aku juga terserah Ibu saja !" kata Ellena.
" Baiklah, Ibu akan pilih ! " Kata Ibu Sesilia. Lalu Ibu Sesilia pun membuka buku menunya dan membaca nya.
" Tolong di catat ya dek ! " kata Bu Sesilia pada pelayan nya.
" Baik lah Bu ! " Jawab pelayan nya.
Bu Sesilia pun melihat buku menu nya kembali.
" 3 porsi Nasi putih.
1 porsi Gurame asam manis.
1 porsi Udang goreng.
1 porsi Sapo tahu.
1 Ekor Ayam panggang rica.
3 gelas Orange jus.
" Ibu belum pernah makan disini. " kata Bu Sesilia.
" Kalau aku sudah sering, karena biasa suka meeting dengan Klient disini. " kata Angelo. Ellena hanya ter-senyum mendengar nya.
Tak lama Kemudian, Pelayan datang dengan membawa makanan pesanan mereka, dan meletak kan di atas meja.
" Silahkan Bu, Pak ! " ucap Pelayan tersebut.
" Terima-kasih ya ! " ucap Angelo dan Ellena.
Lalu mereka pun makan dengan lahapnya, karena memang sudah lewat jam makan siang.
" Ini Enak Ellen ! " Kata Bu Sesilia sambil menyendok Sapo Tahu nya dan masuk kan ke dalam piring Ellena.
" Makasih Bu ! " Ucap Ellena.
Ellena lalu mencicipi nya dan benar Enak rasanya.
Ketika Mereka Sementara makan, Tiba-tiba Hand-phone Ellena berdering.
Ellena mengambil Han-phone nya dari dalam tasnya, karena dia tak enak dengan calon mertua nya. di lihatnya, ternyata dari UGD Rumah-Sakit tempat dia berkerja.
" Maaf Bu, aku terima telpon dulu, dari Rumah-Sakit. " kata Ellena meminta maaf pada bu Sesilia,
Lalu Ellena pun berdiri menjauh sedikit dari meja tempat mereka makan.
Ellena segera menekan Tombol hijau nya.
" Haloo.. ! " sapa Ellena.
" Iya haloo Dokter, kami minta maaf, telah mengganggu istirahat Dokter.
Tapi saat ini ada pasien darurat, yang butuh penanganan Dokter, bisa kah Dokter kesini ? " kata Dokter Jaga di UGD.
" Baiklah aku segera kesana ! " jawab Ellena lalu menutup Telpon nya. dan dia menghampiri Bu Sesilia dan Angelo.
__ADS_1
" Aku mohon maaf Bu, Angelo, aku terpaksa nggak bisa melanjutkan makan ku, Soalnya ada Pasien darurat di Rumah-sakit dan butuh penanganan ku. Lanjut aja makan nya Bu, aku naik ojek saja ke Rumah sakit !" kata Ellena, Sambil mengatub kan kedua tangannya di dada.
" Tapi Kamu belum selesai makan Ellen ! " kata Angelo.
" Nggak papa, tadi udah makan sedikit. !" ucap Ellena .
" Makan lah sedikit lagi Ellen. " kata Bu Sesilia.
" Maaf Bu, Aku harus segera ke Rumah-sakit Bu, kasihan Pasien nya. " ucap Ellena,
" Aku antar Ellen ! " kata Angrlo sambil berdiri.
" Tidak Angelo, kamu temani Ibu, Aku naik Ojek saja !" Ucap Ellena lalu berlari kecil keluar dari Restoran.
Ibu Sesilia hanya menggeleng kan kepala nya, melihat Angelo yang berdiri dengan bingung.
" Lanjut lah makan mu Nak ! itulah Tugas Seorang Dokter, mereka lebih mementing kan keselamatan pasien nya dari pada kepentingan Pribadi nya. itu suatu Tugas yang Mulia,
Angelo !" kata Ibu Sesilia menghibur Putra nya. Angelo hanya terdiam.
" Bukan begitu Bu, Aku mengerti, Cuma aku takut dia yang sakit karena nggak teratur makan nya." kata Angelo memandang Ibu nya.
" Bersabar lah Nak, Dia pasti makan, kalau lapar nanti ! " ucap Bu Sesilia.
Elena keluar dari Restoran dan berjalan ke halte Ojek, yang tak jauh dari Resoran tersebut. lalu dia pun suruh mengantar nya ke Rumah-sakit.
Setibanya di Rumah-Sakit, Ellena pun tergesa-gesa berjalan menuju ke UGD.
Sampai di UGD, dia pun berjalan masuk ke dalam ruangan nya.
Ellena lalu. bertemu dengan Dokter jaga.
" Yang mana dengan Pasien nya dokter ?" tanya Ellena pada dokter jaga.
" Yang ini Dokter ! sampai saat ini Pasien nya masih belum sadar ! " Kata dokter Adrian sambil mengantar Ellena ke Pasien nya. karena kebetulan disana ada beberapa orang pasien yang sedang di rawat juga.
Ellena lalu memeriksa Pasien nya, untung dia selalu membawa Stateskop nya di dalam tas nya.
" dokter Adrian, Sekarang juga tolong Pasien nya di bawa ke Ruang ICU. Pasien butuh perawatan Intensif !" kata Ellena.
Kelihatan seorang wanita sedang berada di dekat Pasien dengan wajah yang sedih.
Lalu Pasien pun Di pindah kan ke atas brankar lalu di dorong ke Ruang ICU.
Ellena pun melangkah dengan tergesa di sepanjang koridor Rumah-Sakit, menuju ke Ruang ICU.
Setiba nya di Ruang ICU, Ellena masuk dan melanjut kan tindakan nya pada pasien.
" Suster, tolong di pasang Oxigen pada Pasien nya ! " kata Ellena, Lalu Perawat tersebut pun tergesa-gesa mengambil Oxigen dan memasang nya pada Pasien.
Perawat yang lain pun memasang infus pada Pasien.
Lalu Ellena pun menulis resep obat nya dan menyuruh keluarga Pasien untuk membeli nya, Ellena memantau terus keadaan Pasien.
Sekitar Tiga jam Ellena berada di Rumah-Sakit. dia menunggu di Ruang Praktek nya, menunggu perkembangan Pasien nya.
Setelah Jam 5, dia melihat kondisi pasie mulai membaik, dia pun memberi Wanti-wanti pada Suster yang jaga, lalu dia pun pamit untuk pulang.
Ellena memanggil Mobil On Line dan Ketika mobilnya datang, dia pun segera pulang ke rumah nya.
๐Bersambung ke Bab 42.
mdo 27032021
๐๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ๐๐
Baca juga Novelku yang lainnya:
Melangkah di tengah Badai
Misi Rahasia Psikolog Cantik.
__ADS_1