
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Jelita turun dari motor ninja merah milik Hades dengan kesusahan. Jika di lihat motor besar ini terlihat biasa saja, tapi jika sudah dinaiki sangat terasa tingginya.
"Makasi ya Hades, udah anter aku pulang." Jelita tersenyum manis menatap mata Hades.
"Ini gak gratis!" ucap Hades tiba-tiba yang langsung melunturkan senyum di wajah cantik Jelita.
Remaja itu mendengus menatap Hades kesal. "Kalo gak ikhlas gak usah nganterin. Lebih baik aku pulang naik ojek aja tadi!" gerutunya kesal.
Hades tersenyum dari balik helmnya itu, entah mengapa sejak mengobrol di atas motonya ia merasa sudah sangat akrab dengan Jelita.
Padahal ini baru pertama kalinya mereka ngobrol. Ini perlu di masukan kedalam note Hades. Ia suka menggoda Jelita, apalagi kalo sampai bibir cantik itu mengerucut karena sebal.
"Gue mau bayaran!"
Jelita menghela nafas panjang, lalu menganggukan kepalanya beberapa kali dengan wajah muramnya. Untung saja, Bara setiap minggunya memberikan uang jajan sebesar 10 juta, jadi jika Hades meminta bayaran tinggi ia tak perlu takut.
"Mau berapa ? Tinggal sebut sini," jawab Jelita sembari menarik turunkan alisnya menggoda Hades.
Tak kuasa menahan tawa, remaja laki-laki langsung terkekeh geli mendengar nada sombong yang dikeluarkan gadis itu.
Sedangkan Jelita seketika terpaku mendengar suara tawa Hades. Selama 3 tahun jadi teman seangkatan Hades, ini pertama kalinya mendengar suara tawa dari most wanted boy di universitasnya.
"Jelita lo mau tahu satu fakta gak ?" tanya Hades yang langsung di angguki oleh Jelita.
Hades tersenyum menyeringai menatap Jelita. "Lo berasal dari keluarga Adinata kan ?" tanya Hades dan juga diangguki oleh Jelita.
"Tau kan kalo di Jakarta ini terkenal sama 5 sultan yang berasal dari 5 pengusaha kaya raya ?" sekali lagi Jelita menganggukkan kepalanya.
Namun kali ini berbeda, Jelita mengangguk sembari tersenyum lebar. "Tahu dong, kan keluarga Jelita termasuk dari 5 pengusaha itu. Keluarga Adinata pengusaha nomer 2 yang paling kaya di Jakarta!" ujarnya dengan nada sombong.
__ADS_1
Lagi-lagi Hades tersenyum menyeringai menatap Jelita, pria itu melepas helmnya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Jelita. "Gue Hades Reandro Jagakarsa. Gue berasal dari keluarga Jagakarsa. Pengusaha nomor satu di sini!" jawabnya lalu menjauhkan wajahnya dan mulai memasang helmnya kembali.
Wajah cengo Jelita membuatnya terkesima, ia tersenyum lebar. Lalu pria itu merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponselnya.
"Bayarkan karena gue nganter lo cukup kasih tau gue nomer ponsel lo. Soalnya gue udah kebanyakan duit." Ia menyerahkan ponselnya pada Jelita.
Setelah mengetikkan nomernya dalam ponsel milik Hades, ia mengembalikannya kepada sang pemilik.
"Nanti malem gue chat!"
Brum...brumm...
Motor Hades pergi meninggalkan pekarangan. Meninggalkan Jelita yang lagi-lagi terdiam dengan wajah memerah.
Tuk...tuk...
Jelita menepuk singkat pipinya beberapa kali, untuk menyadarkan dirinya dari lamunan setelah itu memasuki rumahnya dengan perasaan hati yang begitu berwarna.
...o0o...
Gadis cantik itu menaiki tangga dengan cepat, sekarang pukul 1 siang, ia ingin segera mandi dan menonton acara FTV favoritnya.
Ceklek....
Jelita menelan salivanya susah payah, dengan gemetar ia memasuki kamarnya, dan menaruh tas ranselnya di atas sofa. Saat ia akan mendudukkan dirinya di sebelah tasnya, suara Bara mengurungkan niatnya.
"Tutup dan kunci pintunya!" perintah Bara mutlak.
Gadis cantik itu menghela nafas panjang, dan langsung menuruti perintah sang kakak. "Salah apa lagi aku, Tuhan..." batinnya takut.
Saat akan kembali berjalan menuju sofa, Bara memanggilnya. Ia segera berjalan menghampirinya.
"Bawa ke sini kuncinya!"
Jelita menyerahkan kunci itu kepada Bara, bukannya mengambil kunci yang di berikan sang adik. Bara malah menarik tangan Jelita kasar hingga jatuh diatas kasur.
Grep...
Bara mengunci tubuh Jelita, ia menindih tubuh gadis yang masih berseragam itu dan mengukungnya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Kaka suruh apa tadi sayang? hm ?" tanyanya sembari membelai pipi mulus adik tercintanya.
Jantung Jelita mulai berdegup kencang, bukan karena gugup saat bersama dengan Hades tadi. Ini berbeda! Ini salah! Jelita menjadi ketakutan.
"Ma–maaf kak, tadi gak ada taxi, gak ada angkot. Jelita bingung pulang naik apa jadi Jel–"
"KENAPA GAK PESAN TAXI ONLINE!!!" teriak Bara murka di depan wajah sang adik.
Jelita memejamkan matanya mendengar teriakan Bara. "Jel–jelita.... uang Jelita habis kak!" bohongnya.
"BRENGSEK! MAU BOHONGIN KAKAK HA???"
"KAKAK GAK SUKA DI BOHONGIN! KAKAK GAK SUKA JELITA SAMA COWOK LAIN SELAIN KAK BARA! KAKAK BENCI! JELITA CUMA MILIK KAKAK! JELITA HANYA BOLEH BERGANTUNG SAMA KAKAK!!!!"
Mendengar ucapan Bara sontak membuat emosi Jelita ikut meledak, apa ia tak salah dengar ? Siapa Bara hingga harus membuat Jelita bertekuk lutut pada Bara ? Jelita tahu jika Bara adalah malaikat penolong untuknya, tapi tidak perlu Bara ikut campur dengan masalah personal pribadi Jelita.
"Apa sih kak, gitu aja marah!" kesal Jelita. "Aku udah besar, udah tahu mana yang baik untuk aku, mana yang buruk untuk aku. Memang kenapa kalo aku diantar pulang sama cowok ? Itu artinya bagus dong, artinya Jelita ini laku, Jelita cantik mangkanya cowok-cowok pada mau jalan sama Jel–hmmpphh....."
Jelita melototkan matanya saat Bara dengan kasar menc**ium bibirnya, bahkan benda tak bertulang dalam mulutnya ikut masuk dalam mulut Jelita. Mengabsen setiap benda yang ada di sana.
Tak tinggal diam tangan Bara juga bergerak nakal di balik baju Jelita.
Jelita berontak, Jelita menendang-nendangkan kakinya keudara, Jelita menangis, Jelita mengigit bibir Bara agar ci**um**an itu terlepas tapi tetap tidak bisa. .
Ingin berontak tapi suaranya tiba-tiba hilang karena keterkejutan yang ia dapat.
Segala usahanya terlepas dari Bara gagal. Semakin ia berontak, Bara akan semakin kasar. Semakin ia mengelak, Bara akan semakin menjadi-jadi.
Bara melecehkannya.
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA