
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Tuan, sampai kapan kita akan menunggu di sini ?" tanya Ranz sembari menggaruk lengannya yang gatal akibat gigitan nyamuk.
Hades bermain ponsel, lalu melirik asistennya sekilas. "Jangan banyak bicara, habiskan saja nasi goreng mu itu."
Ranz mendengus dalam diam, lalu kembali menyendokkan sebungkus nasi goreng yang baru datang setelah menunggu lama karena panjangnya antrian.
Suara kunyahan Ranz membuat Hades ingin muntah, apalagi saat ini mereka tengah berada di warung pinggir jalan yang berada di depan perusahaan Bara. Hawa dingin menyelimuti tubuh Hades.
Hades menutup mulutnya, saat merasakan ada gejolak seperti ingin muntah. "Kau cepat makan makananmu, aku akan kembali ke mobil."
Tanpa menunggu jawaban Ranz, Hades sudah memasuki mobil yang terparkir tak jauh dari warung pinggir jalan itu.
JEDERRRR!!!!
Tak berselang lama dari Hades yang memasuki mobil, tiba-tiba hujan deras disertai petir mengguyur bumi.
"Astaga, hujan badai...." gumam Hades menatap kaca mobil yang memperlihatkan hujan yang begitu deras. "Batal dong, acara makan malam gue," desahnya kecewa.
Padahal Hades sudah membooking sebuah restoran mewah hanya untuk wanita idamannya itu. Tapi ternyata alam semesta sama sekali tak berpihak kepadanya.
BRAKKK...
Pintu ditutup dengan cukup keras oleh Ranz yang setengah basa kuyup itu. Pria itu menggosokkan tangannya agar badannya tetap hangat.
"Tuan," panggilnya dengan bibir yang bergetar–menggigil. "Saat ini tengah hujan badai, apakah anda masih berniat untuk mengajak nona Jelita makan malam ?"
Hades masih menatap kaca yang berembun, mengabaikan sejenak ucapan Ranz.
Memori-memori kecil melintas pada otaknya, ia jadi teringat saat SMP dulu ia bergoncengan dengan Jelita melewati hujan.
Jelita yang tertawa lepas yang membuat Hades juga merasakan kebahagiaan.
Lalu tangan Jelita yang masih setia melilit pinggangnya erat. Bahkan semakin derasnya hujan pegangan tangan Jelita pada pinggangnya.
Hades tersenyum lebar.
Biasakan Jelita kembali memeluknya dikala hujan ? Berbagai kehangatan bersama dengan dirinya atau mungkin mereka bisa membagi ma–
"Tuan, itu mobil Bara sudah keluar dari perusahaan!!" beritahu Ranz dengan nada suara yang meninggi.
Hades membuyarkan lamunannya, menatap mobil Bara yang berjalan dengan kecepatan tinggi keluar dari perusahaan.
"Tunggu apalagi ?" tanya Hades menatap tajam sang supir. "SEGERA IKUTI DIA!!!!" sentaknya.
Brummm.....
Mobil Hades bergerak dua kali lebih cepat menyusul mobil Bara, lalu memelankan mobilnya saat merasakan mobil Bara sudah dekat dengan mobilnya.
"Kenapa mereka berhenti ?" tanya Hades yang melihat mobil yang dikendarai Bara berhenti di dekat pohon besar.
"Mungkin mogok, tuan," ucap Ranz ngawur, apa benar mobil mahal milik seorang CEO yang sudah pasti terawat akan mogok ? Yang benar saja!
"Ah, mobilnya sudah berjalan lagi..." gumam Ranz.
Tak menunggu lama, mobil Hades mengikuti pergerakan mobil milik Bara yang begitu kencang.
Entah mengapa, Hades penasaran kenapa Bara melakukan mobilnya begitu cepat.
__ADS_1
"Em, tuan mengapa kita mengikuti mobil mereka ? Bukankah ini memang tidak ada dalam rencana ?"
Hades menyetujui ucapan Ranz dalam hati, mereka memang merencanakan makan malam dengan Jelita, tapi tidak mengikuti mobil Bara seperti penguntit seperti ini.
Awalnya Hades hanya akan mengajak cerita makan jika wanita itu tidak mendapat jemputan. Dan jika kita pulang bersama Bara maka Hades akan membiarkannya, dan membatalkan acara makan malam itu. Tapi kenapa malah sekarang Hades membuntuti mobil Bara ?
"Entahlah, tapi firasat ku tidak enak," jawab Hades.
Kini mobil yang dikendarai Bara memasuki area tol, gambaran semakin melajukan mobilnya dengan cepat. .
"Ah, mereka berhenti lagi..."
Mata Hades memerhatikan mobil itu, hingga beberapa menit matanya membulat terkejut saat melihat Jelita dengan pakaian yang sudah koyak keluar dari mobil di tengah derasnya hujan.
Setelah mengeluarkan Jelita dari mobil, kini Bara kembali melajukan mobilnya meninggalkan Jelita yang terduduk di aspal.
Sesuai permintaan Hades, mobil mereka sampai dapat di dekat tubuh Jelita.
Brakk...
Tak mau menunggu lama hadir segera berlari kecil untuk mendekati Jelita.
Kak Bara aku tahu pasti––HADESS???" tanya Jelita dengan melotot saat tahu pria yang membuka pintu mobil itu bukan Bara tapi Hades.
Hades tersenyum menghampiri Jelita dengan membawa sebuah payung menutupi tubuhnya. "Gak sia-sia aku ngikutin kamu pulang Ta. Padahal niat awal aku mau ajak makan malam, eh ternyata aku sekarang jadi penolong kamu karena diusir Bara dari mobilnya," ucap Hades dengan senyum ceria.
"Ayo Ta, masuk ke mobil. Kamu tidur di Apartemen aku aja sekarang...."
Jelita menggeleng dan menjaga jaraknya dari Hades. Pria inilah sumber masalahnya, jika pria ini tak datang di perusahaannya tadi, pasti Bara tak akan semarah ini kepadanya.
"ENGGAK!!! KAMU PERGI AJA!? PASTI NANTI SUAMIKU BAKAL DATANG KE SINI LAGI!" Jelita menolak mentah-mentah pertolongan Hades.
Hades tersenyum kecut, padahal jelas-jelas Jelita ditinggalkan sendiri disini, tapi tetap saja wanita itu tetap kekeh ingin menunggu Bara.
"Sadar Ta!! Dia udah ninggalin kamu! Dia itu cowok brengsek!! Coba aja gak ada aku, pasti kamu bakalan pingsan di jalan tol ini!"
"Merusak rumah tangga ? Emang rumah tangga lo udah rusak Ta!" balas Hades tak mau kalah, kenapa malah ia jadi yang disalahkan, padahal ia hanya niat membantu. "Mata lo buta, cuma karena kebaikan Bara yang fiktiv!!" tekan Hades.
Pria itu memegang pundak jelita agar melihat ke arahnya. "Dia cuma mau tubuh lo. Lo diperk0s4 waktu lo di bawah umur. Itu artinya dia memang pedofil. Kalo umur lo udah lebih tua, bisa aja kemungkinan dia bakal cari perempuan muda yang lain."
Deg....
Kalimat hasutan yang Hades katakan sedikit mengena dalam pikirannya. Ia termenung dibawah payung yang Hades bawa.
"E–enggak, Bara beneran cinta sama aku," jawabnya terbata-bata.
Hades tersenyum miring, Jelita telah memakan omongannya yang memang ia sengaja katakan untuk menyudutkan Bara.
"Kalo cinta, lo gak bakalan di tinggal sendiri di jalan tol!"
Melihat tubuh Jelita hanya diam menatap aspal, segera Hades melepaskan jasnya untuk menutupi bagian atas Jelita yang pakainya sudah koyak, setelahnya ia menggiring tubuh mungil Jelita untuk masuk kedalam mobilnya.
"Lo tinggal di Apartemen gue dulu sementara, kalo memang Bara beneran sayang sama lo, dia bakalan nyari lo."
Setelah mengatakan itu, mobil Hades segera pergi meninggalkan area tol untuk menuju apartemennya.
...o0o ...
Bara memasuki rumahnya dengan wajah kusutnya, berulangkali pria itu memukul kepalanya yang terasa berdenyut nyeri.
Saat sudah sampai di ruang keluarga, dan akan menaiki tangga menuju kamar, ia dikejutkan dengan kehadiran orangtuanya yang sedang bermain-main dengan Gala di ruang keluarga.
Ia membatalkan niatnya menuju kamar, dan berbelok ke ruang keluarga.
"Mama sama Papa kapan datangnya ?" tanya Bara yang sepertinya mengagetkan kedua orang paruh baya itu.
"Astaga ngagetin kamu, Sayang..." pekik Fara mengelus dadanya.
__ADS_1
Sementara suaminya, acuh tak acuh. Ia melirik Bara sekilas lalu kembali bermain dengan cucu kesayangannya.
"Aku tanya, Mama sama Papa kapan datangnya ?" Bara duduk di depan sofa yang diduduki Doddy, lalu merebut paksa anaknya dari gendongan Doddy.
Doddy mendegus kesal, mengalihkan pandangannya kearah lain. Dia masih merindukan cucunya!!!
"Tadi pagi sampainya," jawab Fara menatap serial sinetron kesukaannya dilayar televisi. "Padahal rencana pulang Minggu depan, tapi kangen banget sama Gala..."
Bara mengangguk saja, lalu mengecup pipi anaknya berulang kali dan memeluk bayi itu dengan erat.
Gala adalah nafasnya, Gala adalah segalanya, batin Bara dalam hati sembari tersenyum.
"Mam....ma...mammm.....ma...." ucap bayi sati tahun itu terbata-bata.
"Mamm....mammm...mmm....." ucapnya lagi tapi kali ini lebih nyaring.
Bara melepaskan pelukannya dan menatap anaknya bingung. "Kamu mau apa sayang ?" tanya Bara. "Mau susu ? Mau mainan ?" tanyanya beruntun.
"Ma.....emmm...ma....mam..."
Doddy tersenyum mengerti maksud cucunya, lalu merebut alih Gala dari gendongan anaknya. "Mama!" ucap Doddy tegas lalu tersenyum menatap Gala.
"Dia mau mamanya," ucap Doddy mengalihkan pandangannya kearah Bara. "Dimana Jelita ? Dia belum pulang ?"
Deg....
Mata Bara membulat, ia meninggalkan Jelita sendiri di tengah jalan tol. Jantung berdebar kencang pikiran pikiran negatif mulai menghantui otaknya.
"Kalau Jelita diperk0s4 bagaimana ?"
"Kalau Jelita diculik bagaimana ?"
"Kalau Jelita tertabrak oleh mobil atau truk bagaimana ?"
Lama Bara berfikir negatif tentang istrinya, hingga tak sadar keringat dingin membasahi pelipisnya.
"Namanya juga babu kantor Pa, jelas harus pulang belakangan dong. Masa tuannya belum pulang tapi babunya sudah pulang duluan," jawab Fara sarkas.
Tangan Bara terkepal mendengar ucapan sang ibu, ia menatap Fara nyalang. "JANGAN PERNAH BILANG ISTRI BARA BABU!!" teriaknya dengan urat leher yang menonjol. "ATAU KALIAN BERDUA GAK AKAN PERNAH BISA LIHAT GALA LAGI!!" ancam Bara.
Brakk....
Bara menendang salah satu sofa dengan cukup keras sehingga menimbulkan suara yang berisik.
"Tuh kan Pa, setelah nikah sama anak buangan itu, Bara jadi kurang ajar sama kita," ucap Fara kesal. Ia semakin ingin memisahkan Bara dengan anak angkatnya.
Sementara Bara kini sudah melakukan mobilnya menuju lokasi Jelita terkini. Untung saja cincin pernikahan mereka terdapat GPS dengan mudah bisa melacak lokasi istrinya melalui cincin itu. "Jelita di Apartemen ?" gumamnya menatap layar ponselnya. "Apartemen siapa ?" tanyanya, namun ia sama sekali tak mempermasalahkan itu.
Malah ia beruntung ada seseorang yang menolong Jelita, atau mungkin istrinya itu sudah dalam hanya di jalan tol.
"Sayang maafkan aku...." gumamnya dengan suara bergetar, ia khilaf melakukan itu. Rasa cemburunya sangat besar hingga ia bisa berbuat kasar pada Jelita.
"ARGHHHH.... " Bara menjambak rambutnya frustasi saat mobilnya harus berhenti dirambu lalu lintas yang menampilkan lampu merah. "LAMA BANGET SIALAN!!!"
"SEMOGA KAMU MAU MEMAAFKAN KU SAYANGG..."
...o0o...
Kemarin padahal mau double up...
Tapi Ratu lupa pencet publikasi 😭🤣🤣🙏
Baru tadi siang, waktu buka aplikasi NT baru tahu kalo yg up baru 1 bab....
Jadi baru Up sekarang...
JANGAN LUPA LIKE + GIFT+ SAMA KOMEN YA SAYANGNYA RATU 🥺🥺🥺🥺
__ADS_1