HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU
CHAPTER 61 - MAAF


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Ting....tung...


Pintu apartment terbuka, tanpa basa-basi untuk memanggil nama istrinya, Bara segera masuk kedalam.


"Sial! Dimana Jelita! Apartemen ini nampak sepi!" gumamnya meneliti setiap ruangan.


Hingga ia memasuki ruang tengah dalam apartemen itu, dan matang melihat sebuah kamar dengan pintu hitam polos yang sedikit terbuka, pelan-pelan Bara membuka pintu itu, matanya terfokuskan dengan istrinya yang sudah tak sadar dengan pakaian yang masih terpakai berada di bawah kukungan pria lain diatas ranjang.


"JELITA!!????!!!!!" teriak Bara kencang hingga membuat kedua aktivitas pasangan di dalam kamar itu terhenti.


Hades melihat Bara dengan raut terkejutnya, sungguh tak menyangka jika Bara akan menerobos masuk ke dalam Apartemennya.


Namun beberapa detik kemudian, ia sadar dan menyembunyikan wajah terkejutnya. Dengan senyum miringnya ia melepaskan Jelita yang masih berkeringat hebat itu dari kukungannya, dan berjalan untuk mengambil kaos yang tadi ia sempat lempar ke lantai lalu memakainya lagi ke tubuhnya.


"SIALAN LO! LO NGAPAIN ISTRI GUE BRENGSEK!!!" teriak Bara nyalang, kedua tangan pria itu terkepal kuat, dadanya bergerak naik turun penuh emosi.


Bukan takut, Hades malah tertawa kecil mendengar teriakan Bara. Ia duduk di tepi ranjang, menatap Bara penuh angkuh. "Santai man!" jawabnya.


Kini mata Hades melirik Jelita yang sedang menahan gejolak panas di sekujur tubuhnya. "Gue sama sekali gak ngapa-ngapain istri lo. Dia sendiri yang mau gue sentuh."


"Bacot," jawab Bara.


Ia berjalan mendekat ke arah Hades, dan menarik kaos Hades hingga pria muda itu kini kembali berdiri. "GUE TANYA SEKALI LAGI SAMA LO! LO NGAPAIN ISTRI GUE!!!"


Hades menyentak tangan Bara yang terkepal di kaosnya. Lalu ia mendorong tubuh Bara hingga memberi sedikit ruang. "Gue udah bilang gue gak ngapa-ngapain Jelita! Dia sendiri yang mau gue sentuh!" jawab Hades.


"BULLSH1T!"


Tak menjawab umpatan Bara, pria muda itu berjalan memutari kasur hingga kini ia duduk di tepi ranjang dekat kepala Jelita.


Tangannya menggoyang-goyangkan lengan Jelita agar sedikit sadar. "Ta! Jelita!" panggil Hades. "Kamu mau apa ? Bilang sama aku sekarang!" pinta Hades dengan mata yang berulangkali melirik Bara.


Dengan tangan bergetar, Jelita meraih tangan Hades yang memegang lengannya, lalu ia arahkan untuk menyentuh tubuhnya.


"Sen.....shh....sentuh aku Hades, aku...ahh...hmm...mohon....." pintanya dengan mata berkaca-kaca dan nafas yang tersengal-sengal.


Hades tersenyum kemenangan, ia menatap Bara dengan senyum lebar. "Lihat kan ? Istri lo yang mau gue sentuh. Mungkin karena lo gak bisa muasin dia di ranjang!" ledeknya.


"Mending sekarang lo pulang deh, lo ganggu proses pembuatan anak gue sama Jelita." Hades semakin menjadi-jadi. "Oh ya bilangin sama calon anak tiri gue. Dia bakalan jadi kakak secepatnya. Kalo gue udah jadi ayah tiri Gala nanti pasti lo akan tetep gue ijinin ketemu Gala tiap har–"


"BACOT LO ANJ1NG!" tak menunggu lama, Bara segera mendatangi Hades dan menarik tubuh pria muda itu untuk menjauh dari istrinya. "LO NYELECEHIN ISTRI GUE SIALAN! LO KASIH DIA OBAT P3R4NGSANG!"


Bugh....

__ADS_1


Bugh.....


Bugh......


Bara memberikan pukulan-pukulan mematikan pada Hades, hingga membuat pria itu kewalahan dan sama sekali tak bisa memberikan serangan balik untuk Bara.


Bugh....


"Itu buat lo yang udah ngajak istri gue makan siang!"


Bugh....


Bugh.....


"Itu buat lo yang ngajak istri gue ke apartemen cuma berdua!"


Bugh....


Bugh....


"Buat lo yang udah kasih istri gue obat p3r4ngsang!"


Krekk....


Terakhir, Bara tak lagi memberikan Hades pukulan, tapi pria itu menginjak dada Hades hingga terdengar suara tulang yang patah.


"Itu buat Lo karena udah mau megang istri gue!" ucapnya terkahir.


Dilihatnya musuhnya itu di bawah kakinya. Sudah tergeletak pingsan, dengan kondisi yang tidak baik-baik saja. Wajah penuh luka lebam, lalu hidung dan mulutnya yang mengeluarkan darah.


Kini mata Bara beralih pada Jelita, istrinya itu kini sedang tidak baik-baik. "Sayang....sayang..." panggilnya lembut.


"To–tolong kak.....hiks...hiks...panas...."


Bara mengangguk mengerti dengan efek obat p3r4ngsang itu. Ia menggendong Jelita ala bridal style dan membawanya ke dalam kamar mandi.


"Panas kan sayang ?"


Jelita mengangguk, "panas..sangat panas kak.." jawabnya.


Tak menunggu lama, Bara menurunkan istrinya di dalam bath up. Lalu mengisi bath up itu dengan air dingin.


"Hades memang sialan..." geramnya.


Sementara Jelita yang sedikit dapat penyegaran tersenyum senang. Ia malah semakin menenggelamkan dirinya di dalam bath up.


Bara keluar untuk mencari pakaian baru untuk istrinya, membuka lemari pakaian dan mengambil kemeja putih.


Melihat Jelita sudah tersenyum, Bara segera menghampirinya. "Gimana ? Udah baikan ?" tanyanya.


"Masih terasa panas kak, tapi...shhh.... lumayan...ak–"


Tak....

__ADS_1


Jelita tak bisa melanjutkan ucapannya, saat pandangannya kabur dan perlahan menghitam. Jelita jatuh pingsan karena pukulan Bara pada tengkuknya.


"Maafkan aku sayang, ini demi kamu juga." Tak membuang waktu lama, Bara membopong tubuh Jelita dan ditaruh di atas ranjang.


Mengeringkan tubuhnya dengan handuk dan memakaikan pakaian kering. Saat sudah selesai, Bara menggendong Jelita kembali ala bridal style dan keluar dari apartemen Hades.


"Kita pulang sayang, Gala sudah menunggu kita di rumah."


...o0o ...


Sinar matahari kini mulai mengusik tidur tenang seorang wanita cantik di balik selimut itu.


Namun sepertinya ada seseorang yang sengaja mengarahkan cahaya matahari itu padanya hingga ia tak kuasa menahan sengatan cahaya itu di wajahnya.


Perlahan matanya terbuka, ia mengerjap perlahan menyesuaikan pencahayaan yang masuk pada retina matanya.


"Morning sayang...." sapa Bara yang sudah rapi dengan setelan jas kantornya tengah berdiri merapikan gorden yang baru saja ia buka.


Jelita tersenyum, lalu menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, hingga– "Shh.....ahh....kenapa s3l4ngkanganku sakit sekali...." gumamnya berbisik.


Mata sipit Jelita langsung terbuka lebar, ia langsung terduduk saat mengingat kejadian semalam. Bukankah semalam ia berada di apartemen Hades ? Kenapa malah sekarang ada di kamarnya ?


Matanya beralih pada tubuhnya yang sama sekali tak terdapat sehelai pakaian.


"Astaga apa yang terjadi ???" tanyanya.


Sementara Bara yang kini memasang dasi, tersenyum miring. Dirasa dasinya terpasang dengan benar, ia melangkahkan kakinya mendekati Jelita dan duduk di tepi ranjang.


"Udah ingat kejadian kemarin ?" tanyanya. "Untung aku datang tepat waktu! Kalo enggak mungkin sekarang kamu gak bakalan t3l4njang di kamar kita, tapi di apartemen Hades!" sambungnya menatap sengit Jelita.


"Ak–aku...aku bisa jelasin. Ka–kamu plis jangan marah sama ak–"


"It's ok. Kali ini aku gak bakalan marah, karena kejadian semalam setengahnya memang kesalahan aku," jawab Bara cepat memotong ucapan Jelita.


Cup....


Ia mencium kening Jelita lama, "aku berangkat dulu." pamitnya seraya berdiri dari duduknya.


"A–aku ijin ter–terlambat bole ?" tanyanya takut-takut.


"Enggak! Mulai hari ini kamu sudah aku pecat! Tugas kamu dirumah cuma jadi istri yang nurut sama suami dan ibu yang baik untuk Gala!" jawab Bata final sebelum keluar dari rumah untuk bekerja.


...o0o ...


JANGAN MALAS BUAT LIKE SAMA KOMEN YA SAYANG 🥺


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2