HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU
Extra Part


__ADS_3

6 Tahun kemudian....


Khusus cerita Jelita–Bara–Gala


Bara kini tengah berkutat dengan beberapa pekerjaan yang ada dilayar komputernya, sementara dipangkuannya terdapat seorang bocah laki-laki yang tengah bermain game online sibuk mengunyah makanannya.


"Aduh! Gala kalah lagi, Pa!" adunya dengan bibir mengerucut.


Bara menghentikan ketikan pada keyboard laptopnya lalu mengelus pelan kepala anak tunggalnya dengan sayang. "Terus gimana sayang ? Papa harus apa ?" tanyanya bingung.


Ia juga sama sekali tidak bisa memainkan game itu, karena setiap harinya ia hanya sibuk bekerja. Jangankan bermain game, membalas pesan WhatsApp saja Bara harus menunggu waktu senggang.


"Tau Ah! Papa gak seru! Mending main sama om Hades aja, om Hades jago banget main mobile legends! Papa cemen!" jawab Gala sembari membalikkan jempol tangannya kebawah.


Mata Bara melotot sempurna mendengar anaknya lebih menyanjung Hades dibanding dirinya! Hell! Jangan bandingkan aku dengan bocah tengil itu!


"Om Hades gak akan bisa lawan Papa! Besok Papa bakalan beli saham di game online itu! Papa jamin setiap kamu main, kamu akan mendapatkan lawan yang gampang. Dan kamu tidak akan pernah kalah!" ucap Bara bersungguh-sungguh. Ia akan segera membeli saham itu dan meminta pergantian server untuk anaknya agar memudahkan Gala bermain game.


Berapapun harganya akan Bara beli! Apapun untuk sang anak!


Sedangkan Gala sudah jingkrak-jingkrak senang dalam pangkuan Bara. Ia memeluk tubuh ayahnya dengan erat.


"Beneran kan, Pa ? Sungguh ?" tanyanya dengan mata bulat yang membuat Bara gemas setengah mati.


Dikecupnya semua wajah sang anak dengan sayang. "Beneran! Papa pastikan mulai besok kamu gak akan kalah lagi dalam permainan itu!" jawabnya cepat.


"Yeay!!!" sorak Gala dengan senang hati.


Bara tersenyum miring melihat keantusian anaknya. "Tapi ada syaratnya...." ucap Bara seperti biasa.


Setiap anaknya meminta sesuatu, maka Bara akan meminta imbalan juga. Dan imbalan ini akan sama seperti sebelumnya, tidak pernah berubah.


"Astaga syarat lagi ? Apa syaratnya ?" tanya Gala dengan bibir mengerucut kesal.


Bara tertawa kecil lalu mengecup lama pipi tembem Gala. "Seperti biasa, boy! Jaga Mama, jangan sampai ada co–"


"Cowok lain yang deket-deket sama Mama, apalagi om Hades. Pokoknya Gala harus jagain Mama sama cowok nakal, karena cowok itu bisa buat Mamanya Gala nangis!" potong Gala cepat sembari menirukan suara Bara seperti biasa.


Mendengar penuturan anaknya yang sudah hafal syaratnya membuat Bara tertawa keras. "Good boy! Nanti Papa beliin saham di game online itu, tapi Gala harus bisa jaga Mama lebih keras. Nanti kalo misal ada cowok yang dekatin Mama atau ngajak jalan Mama, Gala harus pukul terus gigit cowok itu ya..." Bara tersenyum menyeringai menatap putranya yang kini memakan snack-nya dengan tenang.


"Karena cuma Papa yang bisa bersanding sama Mamamu. Gak ada satu cowok pun!" batin Bara mantap.


Selama enam tahun menduda, tidak pernah sekalipun Bara mendekati wanita lain. Bahkan untuk menyalurkan hasratnya dengan wanita malam pun, Bara sudah tidak pernah lagi.


Enam tahun menduda, itu berarti Bara sudah enam tahun berpuasa . Bukan ia menjadi pria baik atau tidak ingin melakukannya dengan wanita sebelum menikah.


Tapi Bara sama sekali tidak memiliki hasrat saat bersama dengan wanita lain. Padahal wanita itu sudah bert3l4njang tapi milik Bara tidak bereaksi. Sangat berbeda dengan saat bersama Jelita.


Karena memang diri Bara hanya tercipta untuk Jelita atau memang Bara hanya bisa bernafsu kepada Jelita ? Entahlah dia juga sendiri tidak tahu.


Dan selama enam tahun menduda, Bara selalu merecoki Jelita. Dulu pasti Bara akan menjemput Jelita saat pulang sekolah hingga Jelita kuliah dulu. Dengan alasan aku gak sengaja lewat, tadi habis dari rumah teman. Mau pulang bareng sekalian ? Aku antarkan, sekalian ketemu Gala!


Dan kini Bara sangat susah bertemu dengan Jelita. Wanita itu kini sudah menjabat sebagai CEO diperusahaan milik orangtuanya. Jadi sudah tidak ada waktu untuk Bara bermain kucing-kucingan seperti dulu.


Jangankan Bara, Gala saja sangat susah untuk bertemu ibunya yang selalu sibuk dengan pekerjaan.


Kring....kring....kring....


Ponsel Bara berdering dengan keras hingga membuat lamunan pria itu buyar. Ia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, lalu tersenyum lebar saat orang yang baru saja ia lamunkan menelfonnya.


"Halo, kak Bara?"


Suara Jelita menyapa, membuat jantungnya berdetak kencang. Ia menyentuh dadanya yang berdebar keras dengan senyum tipis.


"Iya, ada apa, Ta ?"


"Hmm kak, tadi katanya Chika kakak ambil Gala di rumah ya ? Nanti malam gak usah antar Gala ke rumah. Kakak bisa bawa pulang Gala buat tidur sama kakak. Jelita hari ini super sibuk, Jelita gak pulang ke rumah. Hari ini Jelita bakal tidur di apartemen dekat kantor..."

__ADS_1


Mendengar itu sontak Bara tersenyum lebar lalu menganggukkan kepalanya.


"Kamu gak usah cemas, nanti Bara biar sama Mama aku. Kamu lanjut kerja aja.."


"Okey, makasi ya kak Bar–"


"Eh, tunggu, Ta! Jangan tutup dulu telfonnya. Kamu sudah makan siang belum?" tanya Bara sembari melihat jam yang berada di pergelangan tangan kirinya. "Mau makan siang bareng gak ? Aku, kamu, sama Gala ?"


"Ehm.... maaf kak, Jelita sudah ada janji makan sama pak Reno. Kita mau jalin kerjasama, jadi gak enak kalo nolak ajakan pak Reno..."


Tangan Bara terkepal erat, Reno bajingan keparat! umpatnya kesal.


"Oh..."


Tut...


Tanpa menunggu jawaban Jelita, Bara segera menutup telfonnya. Emosinya masih belum bisa diredakan. Ia mengeratkan pegangannya pada ponselnya.


Ada satu hal yang perlu kalian tahu, selama enam bulan ini Bara bukan lagi pebisnis properti tersukses di Indonesia. Dia kini adalah pengusaha Billionaire yang memiliki bisnis tersukses di seluruh Benua Asia.


Hasil kerja kerasnya benar-benar membuahkan hasil yang sepadan.


Dan karena kekuasaannya itu pula, Bara dengan mudah menjatuhkan lawan bisnisnya. Dia tidak ada segan-segan menghancurkan karir siapapun pria yang sedang berdekatan dengan Jelita.


Total mungkin, Bara sudah menghancurkan 7 bisnis orang hanya karena seorang wanita yang ia puja.


Bara menyeringai iblis menatap foto Jelita yang berada dimeja kerjanya. "Reno Hartono... ingin bermain bersama Bara ?"


...o0o...


Jelita keluar dari perusahaan saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas menit malam hari.


Pundaknya terasa begitu sakit, ia butuh mandi, makan lalu pergi tidur.


Ia berjalan memasuki mobilnya, lalu segera berjalan untuk menuju apartemennya yang berada satu wilayah dengan kantornya. Ia memilih pergi ke Apartemennya, karena ia tahu jika ia tidak akan sanggup mengendarai mobil hingga sampai ke rumahnya.


Mobil Jelita belok pada gedung Apartemen, ia memarkirkan mobil lalu segera turun. Dengan kaki lemasnya, Jelita berjalan menuju lift untuk sampai ke unit Apartemennya.


"Malam," balas Jelita dengan senyum tipis.


Selama enam tahun menjanda, Jelita langsung memutuskan untuk kembali bersekolah lagi. Ia merahasiakan identitasnya sebagai seorang janda, dan hidup normal sebagai anak kuliahan di salah satu universitas diluar negeri. Hingga dia bekerja pun dia juga tetap merahasiakan status jandanya.


Ya, Jelita kembali memutuskan melanjutkan kuliahnya yang sempat putus karena hamil di luar negeri.


Jelita enam tahun lalu berbeda dengan Jelita yang sekarang. Sekarang dia adalah seorang wanita berpendidikan, dengan background keluarga terpandang.


Berbeda dengan dulu, anak kuliahan yang tidak lulus karena aibnya tersebar. Dan menjadi anak yang tidak diinginkan oleh keluarganya.


"Ah, lelahnya...." gerutu Jelita saat pintu lift sudah membawanya ke lantai unit apartemen.


Tut....


Pintu kamar apartemennya terbuka saat ia sudah menekan password dengan benar.


Keadaan apartemen itu gelap gulita, tidak ada suara apapun. Dan Jelita juga sama sekali tidak menaruh curiga pada kamarnya.


Hingga ia berjalan untuk menghidupkan saklar lampu, ia dikejutkan dengan sepasang tangan kekar yang melingkar pada pinggangnya.


Grep....


"AKH.....ASTAGA KAK BARA!" teriaknya kesal saat itu menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati Bara tengah memeluknya dengan erat. Bara menelusupkan kepalanya pada ceruk leher Jelita.


"Makan siangnya gimana? Genit kamu pasti sama si Reno-Reno itu!" kesal Bara sembari mengigit leher Jelita hingga menimbulkan bekas.


Mata Jelita melotot mendengar ucapan Bara. "Genit apa sih kak, lagian kakak kenapa bisa masuk ke sini ? Kakak tahu darimana apartemen aku? Kakak tahu darimana password kamarku ?" tanyanya beruntun, tangannya tak henti-hentinya berusaha melepaskan pelukan Bara pada pinggangnya. Namun bukannya terlepas Bara semakin menggila, dengan sengaja ia menggosokkan tubuhnya depannya dengan bongkahan pada milik Jelita.


"KAK BARA!!!" teriak Jelita kesal.

__ADS_1


"Kamu gak perlu tahu bagaimana kakak bisa masuk ke apartemen ini. Yang harus kamu tahu cuma, kakak gak suka kalo kamu dekat-dekat sama cowok lain! Kamu sudah 28 tahun, Ta! Berfikir tuh yang dewasa jangan pacar-pacaran terus!" balas Bara cepat.


Jelita mengigit bibir bawahnya saat kedua tangan Bara dengan lihai bermain di sana. Tangan kanan yang setia bermain dengan intinya dan tangan kiri yang tidak henti-hentinya bermain dengan bagian atas Jelita.


"Ahh...shhh..... ampun kak...."


"Apa ? Ampun apa ?" Bara semakin liar, semakin menusuk dan menusuk hingga ada cairan hangat membasahi tangan Bara


"Aahhhh!!!! Ampun Jelita gak bakal dekat sama pria lain...."


Bara melepaskan tangannya, dan membalik tubuh Jelita hingga berhadapan dengannya. "Kamu bohong! Selalu bilang begitu, tapi aslinya kamu sama sekali gak pernah turuti kemampuan aku!"


"Ya memang salah aku apa sih kak ? Aku kan single, memang aku salah kalo aku dekat dengan pria lain ?" tanyanya Jelita kesal dengan nafas yang tersengal-sengal. Sungguh permainan Bara semakin hebat saja.


Bara tersenyum menyeringai, ia berjalan mendekati Jelita hingga tubuh mantan istrinya itu menempel sempurna pada dinding.


Bara sama sekali tidak memberi cela sedikitpun, ia mengunci pergerakan tubuh Jelita.


"Kamu tanya kenapa ? Ya karena kamu cuma untuk aku! Gak ada satupun orang yang bisa milikkin kamu kecuali aku!"


"Kamu gak berubah ya kak ? Tetap seenaknya dan mau menang sendiri!" Jelita dengan berani mendongakkan kepalanya menatap Bara penuh kesal.


Tangan Bara terangkat mengelus lembut pipi Jelita, hingga bibir manis mantan istrinya itu. "Bukan mau menang sendiri. Hanya aku memang tidak pernah kalah. Melepaskan mu enam tahun lalu bukan berarti kamu bisa berkeliaran, Ta! Karena apa yang sudah menjadi bilik Bara akan selamanya menjadi milik Bara!"


Tanpa menunggu lagi, Bara langsung melanjutkan kembali aksi gilanya kepada Jelita. Ia menyesap kuat sesuatu yang sangat ia rindukan ini.


Sudah cukup enam tahun Jelita bebas. Waktunya kembali pada sangkar emas milik Bara Leonardo Adinata!


...o0o...


HAI SAYANGNYA RATU 🥰🥰


HARI INI RATU SUDAH UP CERITA BARU


SEMOGA KALIAN SUKA YA SAMA CERITA BARU RATU 🥰



Rania Ayu Widadari adalah seorang wanita cantik kembang desa yang secara tidak sengaja memikat sebuah pengusaha kaya dari ibu kota dengan paras kecantikannya yang begitu luar biasa.


Rania, nama panggilannya, bukan hanya cantik, tapi bentuk badannya benar-benar sangat aduhai, hingga membuat mata pria melirik kearahnya dua kali setiap berpapasan.


Mata tak jarang banyak yang menyukai Rania, termasuk pengusaha kaya yang ingin membeli tanah di desa itu. Mereka tak sengaja bertemu dan pria super kaya raya itu langsung melamar Rania.


Melihat latar belakang pria kaya itu yang sempurna, membuat kedua orang tua Rania langsung menyetujui lamaran yang ditujukan kepadanya anaknya, tapi bertanya dulu kepada Rania.


Pernikahan pun terjadi, dan mereka hidup berbahagia hingga dikarunia seorang anak perempuan yang cantik, begitu mirip dengan sang ayah.


Tapi keharmonisan rumah tangga mereka yang sudah terjalin bertahun-tahun seketika retak karena sesuatu hal.


Takdir memaksakan pasangan romantis dan saling mencintai itu untuk berpisah.


Lalu bagaimana kah nasib janda kembang cantik Rania saat ia pulang kembali ke desa ? Apakah ia akan menikah lagi ?


Lalu si pengusaha kaya raya itu juga bagaimana ? Apakah ia mampu mendapatkan sang mantan istri kembali ? Atau ia pasrah dengan takdir hidupnya, dan hidup bahagia bersama anaknya saja ?


Yuk, ikuti terus kisah Ratu Yaa......


Jangan lupa Klik ❤️ (masukkan kedalam favorit)


LIKE + KOMEN + VOTE SAMA GIFTNYA...


CERITANYA AMAN UNTUK YANG SEDANG BERPUASA, TIDAK PERLU KHAWATIR 💘💘


MOHON DUKUNGANNYA YA SAYANG 🥺🥺


LIKE+KOMEN+TAP LOVENYA 🥺🥺

__ADS_1


KONFLIK RINGAN ANTI PELAKOR


YANG MAU AKU UP LAGI EXTRA PARTNYA, JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA BARU RATU KE RAK FAVORIT KALIAN YA....


__ADS_2