HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU
CHAPTER 12 - MATA-MATA ?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Dengan cepat Jelita memakai tas ransel pada pundaknya lalu menyalami kedua orangtuanya dan segera berlalu dari meja makan untuk menemui Hades yang sejak kemarin ingin mengantarnya.


Ia tahu sang kakak kini sedang marah, ia tahu sang kakak sedang cemburu, ia tahu sang kakak tadi menatapnya tajam, ia juga tahu jika nanti ada konsekuensi yang harus ia tanggung.


Tapi bisakah hari ini saja ia egois ? Ia sangat membenci Bara atas perlakuan tak senonohnya kemarin.


3 kali di kamar mandi, 4 kali di ranjang. Dia seorang adik atau pemuas kakaknya ?


"Nih pake helmnya, cepet!" desak Hades yang sedari tadi tidak turun dari motor ninja merahnya.


Jelita berlari kecil kearah Hades, lalu mengernyit dahinya bingung menatap helm bogo berwarna pink dengan gambar Hello Kitty pada sisi kanan dan kirinya, namun tetap Jelita ambil dan pakai pada kepalanya.


"Warna pink," gumamnya seraya menaikkan dirinya pada jok motor Hades, dengan berpegangan dengan pundak pria itu.


Hades tersenyum kecil mendengar gumaman atau bisa dibilang bisikan Jelita yang sangat pelan itu.


"Gue sengaja beli itu kemarin, sesudah nganter lo pulang," jawab Hades. "Pegangan," titahnya lagi.


Wajah Jelita memerah, tanpa sadar nalurinya membawa tangannya untuk melingkar sempurna pada pinggang lebar Hades. Wajahnya semakin memerah saat merasakan perut Hades yang tampak seperti abangnya–sixpack!!!


"Lo ngapain ngelus-ngelus perut gue, Ta ?" tanya Hades dengan senyum kecil.


Jelita gugup mendengar pertanyaan Hades, sungguh ia tak sadar jika tangannya menggerayangi tubuh kekar Hades.


Secepat mungkin Jelita menghentikan pergerakan tangannya dan melepaskan tangannya dari pinggang Hades.


"Ma–maaf, gak sengaja," cicitnya menahan rasa malu.


Hades terkikik geli, ia melepaskan tangan kirinya pada stir motor, lalu menarik tangan Jelita untuk kembali melilit pinggangnya.


"Jujur, ini pertanyaan kalinya gue bersentuhan secara intens sama perempuan lain, selain ibu gue sendiri. Lo yang pertama, Ta!" Hades mengelus punggung tangan wanita yang ia bonceng itu dengan lembut. "Sentuh apapun yang lo mau sentuh, gue suka." sambungnya.


Jantung Jelita serasa ingin melompat dari tubuhnya. Ia tersenyum lebar. Wanita itu mengeratkan pelukannya, dan kepalanya ia sandarkan pada bahu lebar Hades.


Drtttt....


Dari dalam diri keduanya, mereka sama-sama merasakan getaran aneh yang mengalir pada darahnya dan menyalurkan rasa getaran itu keseluruh tubuh.


Sepertinya dewa cinta, sudah membidik anak panahnya tepat pada kedua hati Hades dan Jelita.

__ADS_1


...o0o...


Tok...tok...tok...


"Masuk!" teriak Bara dari dalam ruang kerjanya.


Seorang pria berjas hitam dengan kemeja putih rapi memasuki ruangan kerja Doddy–ayah Bara. Pria itu membulatkan matanya terkejut saat memasuki ruangan tuannya ini.


"Tuan muda, saya kira hari ini anda ada kuliah. Bukankah sekarang bukan jadwal anda yang memimpin perusahaan ?" tanya Gio–asisten Doddy.


Bara mendengus mendengar pertanyaan asisten ayahnya itu. Satu alisnya terangkat keatas, menunjukkan keangkuhannya. "Ya, memang aku kuliah hari ini. Tapi aku memutuskan untuk pergi ke perusahaan saja. Memang kenapa ? Ini perusahaan Ayah kandungku, ada masalah Gio ?"


Gio menelan salivanya susah payah mendengar nada suram dari tuan muda yang terkenal sangat angkuh itu.


Berbeda dengan Doddy yang lembut, dan sopan pada seluruh orang termasuk bawahannya sendiri. Bara–anaknya, malah memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan Doddy. Sangat angkuh, sombong, dan semena-mena.


"Ti–tidak mengapa tuan muda, hanya saja yang terkejut. Karena tuan Doddy sudah pulang dari Singapura, jadi saya kira hari ini tuan Doddy yang datang," jawabnya gugup.


"Aku suruh Papa untuk di rumah saja, karena aku yang ingin bekerja hari ini!"


Gio menganggukkan kepalanya cepat. "Baik tuan muda, saya mengerti! Maafkan kelancaran saya karena sudah bertanya hal yang sensitif dengan anda," pintanya tulus.


"Tiarap!" titah Bara dengan seringai kecil.


Mendengar perintah tuannya, Gio menatap Bara tak percaya, untuk apa pria itu memintanya untuk tiarap ?


"Untuk apa, tuan muda ?"


Mau tak mau, Gio berjongkok lalu berposisi tiarap di lantai. Sementara Bara, sudah berdiri dari duduknya dan berjalan menuju Gio.


Krekkk...


"ARGHHH TUAN MUDA, AMPUNI SAYA..."


Bara menginjak batang leher Gio, tidak terlalu keras hanya sampai berbunyi saja. Dan tentunya tidak fatal. Ia hanya ingin menunjukkan kekuasaannya pada Gio.


"Aku memaafkan mu!" ucap Bara dengan senyum kecil, lalu berjalan untuk kembali duduk pada kursi kerjanya. "Berdiri!" Segera Gio berdiri dari posisinya sembari memegangi lehernya yang berdenyut sakit.


Gio menundukkan kepalanya, "sekali lagi maafkan saya tuan, lain kali saya akan menjaga kalimat saya di depan tuan!" Bara tersenyum puas mendengar itu.


"Baiklah, Gio."


"Kembali pada topic, aku memanggilmu kesini, karena aku ingin salah satu anak buahku mengawasi adikku di sekolahnya. Aku ingin tahu adikku berteman dengan siapa saja, berbicara dengan siapa saja. Dan yang paling penting agar bisa memantaunya, aku tidak ingin ada lelaki yang berdekatan dengan Jelita!"


Gio menganggukkan kepalanya cepat, "segera saya kirimkan anak buah saya menuju universitas dan kelas yang sama dengan adik anda, tuan muda...."


...o0o...


Motor besar Hades akhirnya sampai pada pekarangan Universitas. Seperti biasa jika seorang Hades datang sudah pasti pusat perhatian seluruh murid beralih kepadanya.

__ADS_1


Namun jika hari biasanya hanya Hades yang akan di sorot, tapi kali ini berbeda dikarenakan anak seorang gadis yang menjadi orang pertama yang berhasil menaiki motor Hades, yang dikabarkan tidak pernah sekalipun membonceng wanita.


Selain ibunya.


"Anjir, Hades sama siapa itu ?"


"Selama 3 tahun di sekolah, baru pertama kali Hades bonceng cewek!"


"Anjir itu ceweknya buka helm..."


"HAH ?? JELITA ?!?!?!"


"Cocok banget woyy, anak perusahaan nomor 1 dan nomor 2 terkaya di Jakarta menjalin cinta...uhuyyyyy!"


Lagi-lagi wajah Jelita memerah karena malu, hari ini benar-benar sangat mendebarkan untuk Jelita.


Sedangkan Hades tak perduli dengan bisikan-bisikan orang tentangnya, ia turun dari motor setelah Jelita turun, lalu menarik tubuh mungil Jelita agar menempel ke tubuhnya.


Deg...


Tubuh Jelita membeku, Hades membukakan pengait helm itu lalu melepaskannya dari kepala Jelita. Tak lupa Hades juga merapikan tatanan rambut Jelita yang berantakan akibat helm tadi.


"Cie...."


"Jadian ya, kalian berdua ??"


"Cocok banget uyyy!!"


Hades tertawa kecil melihat wajah Jelita yang sudah seperti kepiting rebus. "Gak usah malu, ada aku..." bisik Hades tepat di telinganya.


Hades memeluk tubuh Jelita dan membawanya untuk memasuki kelas. Sedangkan Jelita menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu di dada bidang Hades, membiarkan pria itu menuntunnya untuk memasuki kelas.


Cekrek....


Kilatan Lambu Blitz kamera membuat seorang murid gugup, namun saat melihat sekitar tak ada yang menyadari keberadaannya ia menghela nafas lega.


"Harus segera dikirim ke tuan, Bara!" ucapnya yang setelah itu pergi menuju taman belakang sekolah.


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2