
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Bara mengetuk apartemen dengan tidak sabaran, oh ya! Jangan lupakan juga senyum sumringah yang terpatri pada wajah pria dewasa itu.
Tok....tok....tok....
Entah sudah yang berapa kalinya ia mengetuk pintu apartemen itu, ia sungguh tak sabar melihat wajah sang istri.
Ia ingin memeluk dan mencium seluruh wajah cantik Jelita. Dan tak lupa ia ucapkan banyak-banyak terima kasih pada teman Jelita atau mungkin sekedar orang yang lewat di tol dan menolong Jelita, atau apapun itu yang pasti ia akan mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena sudah membawa istrinya pulang untuk berteduh.
Tok....tok....tok....
Untuk yang kesekian kalinya Bara mengetuk pintu itu, senyum di wajahnya tak lagi tersemat. "Sialan, kenapa gak dibukain ?" gumam Bara yang seketika kesal.
Jangan bilang jika Apartemen ini kosong! Karena lampu apartment itu menyala, berarti di dalamnya ada seseorang.
"BUKA ANJ11NG! Masa udah tidur sih!" umpatnya kesal.
Sekali lagi ia mengetuk pintu itu, namun kali ini lebih kencang hingga jari-jarinya memerah.
"**1*! Sakit banget sialan!"
Bara menendang pintu itu kesal, "Jelita sayang.....Jelita!!!" teriak Bara kencang. "Sayang, ini aku Bara, buka pintunya..."
"Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku salah, aku mengakui itu. Tolong kasih kesempatan aku untuk mendapatkan maaf dari kamu ya sayang..." ucap Bara lemas di depan pintu itu.
Dalam otaknya ia berfikir jika Jelita pasti tahu jika dirinya sudah sudah melihat dirinya berdiri di depan pintu melalui lubang kecil di pintu.
Dan ia juga yakin, jika Jelita yang tak mau menemuinya.
"Aku akan tetap di sini Ta! Gak akan pergi sebelum kamu bukain pintu dan kita pulang bersama-sama ke rumah!"
Bara menjatuhkakan dirinya di lantai, bersandar pada dinding. "Aku gak akan kembali tanpa kamu, sayang..." sambungnya lirih.
...o0o...
"Kamu tunggu di sini ya, biar aku aja siapa yang datang," ucap Hades kepada Jelita yang masih sibuk menyesap coklat panas yang ia buat untuk wanita itu.
Jelita menganggukkan kepalanya, ia rasa sangat tidak sopan saat ia yang membukakan pintu apartemen itu, karena ia di sini hanya tamu. Dan bisa saja orang yang datang itu adalah tamu penting Hades.
Jelita tak ingin membuat masalah.
Sementara Hades kini berjalan ogah-ogahan menuju pintu apartemennya. Dalam hati ia mengumpati pada siapapun orang yang datang menganggu waktunya dengan Jelita.
"Siapa sih ?!?!" jengkelnya. "Perasaan yang tahu aku punya apartemen di sini cuma Ranz deh. Daddy sama Mommy aja gak tahu aku punya apartemen di sini," tanyanya bingung.
"Sudah pasti Ranz! Pasti pria itu akan membahas soal jaringan lagi!" tebak Hades mengacak rambutnya frustasi. "Berarti aku gak bisa menghabiskan malam bersama Jelita!" dengusnya kesal.
Pasalnya Hades sudah melancarkan rencana liciknya untuk membuat Jelita tetap berada di sisinya.
Hades kembali mengacak rambutnya frustasi, "jika sampai rencanaku gagal. Maka habislah kamu Ranz!" batin Hades menggerang kesal.
Saat sampai di depan pintu apartemen, ia tak langsung membuka pintu apartemennya meskipun gedoran pada pintunya itu terdengar semakin nyaring.
__ADS_1
"Ck!" decaknya kesal mendengar suara ketukan pintu.
Hades berjalan untuk lebih dekat dengan pintu itu, lalu melihat siapa orang yang berada di depan pintu melalu lubang kaca kecil di tengah-tengah pintu.
Mata pria muda itu melotot terkejut saat melihat Bara dengan pakaian kantornya yang sudah kusut berdiri di depan pintu.
"Aku akan tetap di sini Ta! Gak akan pergi sebelum kamu bukain pintu dan kita pulang bersama-sama ke rumah!"
Samar-samar Hades mendengar ucapan Bara. Tangannya terkepal kuat, tidak! Ia tidak akan membiarkan Jelita pulang bersama Bara lalu kembali memaafkan pria itu.
"Tidak itu tidak boleh terjadi!" gumamnya samar.
Hades berjalan mondar-mandir di depan pintu apart, memikirkan cara akan Jelita segera bisa masuk dalam rencananya.
"**1*! Aku harus apa ?" tanyanya bingung. "Bara itu sangat keras kepala, ia sudah di pastikan tak akan pulang sebelum membawa Jelita..."
Otak Hades berfikir keras, sungguh ia tak tahu harus melakukan apa.
"Lagian kenapa Bara tahu sih, Jelita di sini ? Jangan-jangan dipakaikan GPS lagi di tubuh Jelita..." ia menerka-nerka.
Apa lebih baik ia mematikan seluruh lamou Apartemennya hingga terlihat seperti apartemen tak berpenghuni ? Hades menggeleng-gelengkan kepalanya dengan rencananya itu. Bara sudah pasti melihat lampu apartment, ia pasti tahu jika ada orang di dalam apartemen ini.
Asik Hades berada dalam lamunannya, sampai-sampai ia tidak sadar jika Jelita sudah berdiri di hadapannya dengan wajah memerah dan keringat membawahi wajahnya dengan sangat banyak.
Tuk...tuk...
Jelita menarik-narik ujung kaos yang dikenakan oleh Hades, hingga membuat lamunan pria itu buyar seketika.
Hades menolehkan wajahnya pada Jelita, matanya membulat terkejut lalu sedetik kemudian wajah terkejutnya digantikan dengan seringai tipis.
Wajahnya memerah hingga kuping, lalu baju kemeja yang dipakai Jelita sudah basah. Hingga membuat kemeja itu menjadi menempel pada tubuh hingga memperlihatkan lekukan-lekukan tubuh molek milik Jelita.
"Pa–pan...ahh.....panas kak Hades...."
"Panas....ah....to–tolongin Jelita...." rengeknya.
Senyuman Hades semakin melebar–rencana yang ia susun berhasil....
Ia menarik tangan Jelita kasar hingga jatuh dalam pelukannya. "Panas kenapa Ta ? Kan udah ada AC ?" tanya Hades pura-pura tak mengerti.
"Pan–panas....ahh....hiks....hiks.... tolong..."
Hades mengangguk dalam pelukan itu, "aku tolongin kamu, tapi kamu nurut ya sama aku. Jangan nolak," jawabnya. "Nikmatin aja....rileks...." bisik Hades di telinga Jelita.
Ya! Susu coklat yang di buatkan oleh Hades pada Jelita sudah dicampur ob4t per4ngs4ng oleh Hades.
"Jika Bara mendapatkan Jelita dengan menghamilinya secara paksa! Maka Hades jika akan melakukan hal yang sama pada wanita ini!" batin Hades tersenyum menyeringai.
...o0o...
Mira baby sitter
Malam, tuan Bara....
Maaf menganggu...
Tuan muda Gala rewel, manggil-manggil
__ADS_1
namanya terus.....
Kalau bisa tuan sama nyonya cepat pulang...
Terima kasih 🙏
Bara memijit pelipisnya yang berdenyut membawa pesan yang dikirimkan oleh Mira. Bukan cuma Bara yang butuh Jelita, tapi anak mereka juga.
"Baiklah, jika begini biarlah uang yang berbicara..." ucap Bara dengan wajah yang tak bersahabat. "Meskipun kamu menolak keluar, aku akan tetap membawamu pulang!" sambungnya.
Pria itu bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju lift untuk sampai di lantai satu.
Ting....
Pintu lift terbuka, ia segera keluar dari lift untuk menuju resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu pak ?"
"Tolong bukakan pintu untuk apartemen di lantai 10 nomor 3," pinta Bara dengan tanpa basa-basi.
Kedua resepsionis wanita itu saling tatap, lalu tersenyum kikuk kearah pria tampan yang berdiri dihadapannya dengan aura tak mengenakan. "Maaf tuan tapi itu tidak bisa saya lakukan. Karena memang privasi dan juga akan melanggar peraturan perusahaan apartemen ini," jelas resepsionis itu dengan senyum.
Bara menatapnya tak minat. "Di dalam apartemen itu, teman saya sedang sekarat dan tak bisa membuka pintu. Apa aku masih tidak boleh diberikan kunci cadangan apartemennya ?"
"Oh begitu tuan ?" tanya resepsionis itu dengan wajah terkejut yang dibuat-buat. "Baik jika begitu saya akan cek CCTV kamar terlebih dahulu. Jika memang ada seseorang yang sekarat–"
"Lima ratus juta apa cukup ?" tembak Bara langsung.
"Ma–maksud tuan ?"
"Beri aku kunci Apartemen, akan aku bayar kau secara pribadi 500 juta!"
Mata kedua resepsionis itu saling bertatapan lagi. Hingga senyum kecil terbit diwajah cantik mereka.
"Ba–baik tuan, ini rekening saya silahkan di transfer," ucap resepsionis ini tak malu. Sedangkan Bara sudah mengeluarkan ponsel dari celananya dan mentransfer uang pada rekening wanita itu.
Bara menunjukkan bukti transfer pada ponselnya. "Ini tuan, kunci Apartemen yang tuan maksud."
Tak menunggu lama, Bara segera mengambil kunci itu dan berlari ke pintu lift.
Saat sudah keluar dari lift, Bara segera berlalu menuju pintu apartemen itu. Dan membukanya dengan tergesa-gesa.
Ting....tung...
Pintu apartment terbuka, tanpa basa-basi memanggil nama istrinya, Bara segera masuk kedalam.
"Sial! Dimana Jelita! Apartemen ini nampak sepi!" gumamnya meneliti setiap ruangan.
Hingga ia memasuki ruang tengah dalam apartemen itu, dan matang melihat sebuah kamar dengan pintu hitam polos yang sedikit terbuka, pelan-pelan Bara membuka pintu itu, matanya terfokuskan dengan istrinya yang sudah tak sadar dengan pakaian yang masih terpakai berada di bawah kukungan pria lain diatas ranjang.
"JELITA!!????!!!!!"
...o0o...
Hehe...Gaissss ❤️🥰😝
Judulnya Baruuu, kalian suka gak ? Atau ada saran judul lain ? kalian bisa kasih tahu aku... ❤️❤️🥰
Curhat dikit....
Kemarin Ratu mau update, tapi karena ada suatu kesalahan, jadi Ratu sedikit kesel sama ed1t0r NT!
__ADS_1
Dan mood Ratu jadi jelek banget! Sampai sekarang masih badmood sebenernya, tapi Ratu paksa update 😭😭
Nanti kalo udah lebih baik, Ratu usahain double up 🥰🥰