
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Mendengar berita cucunya telah lahir, tentu saja kedua orang paruh baya yang berada di Singapura itu segera memesan tiket untuk pulang ke Indonesia.
Meskipun sampai detik ini mereka masih tidak menerima Jelita sebagai menantu mereka. Jujur saja dari lubuk hati yang paling dalam jika mereka sangat mendambakan cucu pertama mereka itu.
Saat ini mereka meminta supir untuk sedikit mempercepat laju kendaraan mobil mereka menuju rumah. Tak sabar bertemu dengan cucunya.
"Pa, bener kan anak Bara laki-laki ?"
Doddy menatap istrinya lalu menganggukan kepalanya. "Iya Ma, waktu di USG pas usia kandungannya Jelita enam bulan kata dokter laki-laki."
Fara membuang mukanya menatap luar jendela mobil. "Kalau ternyata perempuan bagaimana ?"
"Bisa kita manfaatkan, Papa dengar juga Sinta bulan depan akan melahirkan anak laki-laki. Dari kecil kita jodohkan saja, agar perusahaan kita tambah maju," jawab Doddy, ia memegang tangan istrinya, ibu jarinya mengusap punggung tangan Fara. Ia tahu jika saat ini istrinya sedang tidak tenang.
Fara menghela nafas panjang, omongan Doddy benar juga. Mau anak Jelita laki-laki atau perempuan pasti akan menguntungkan keluarganya.
"Semoga anaknya mirip Bara ya, Pa! Mama bakal benci itu bayi kalo mukanya mirip Jelita. Gak sudi Mama mau gendong dia," ucap Fara.
Tak bisa berkata, Doddy hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Jujur ia tak peduli dengan wajah bayi itu akan mirip dengan siapa. Yang penting ia mendapatkan seorang penerus.
Hening, tak ada lagi terdengar suara pembicaraan mereka. Hingga mobil mewahnya memasuki pekarangan rumah berlantai tiga miliknya.
Tak ingin berlama-lama, Doddy dan Fara saling bergandengan memasuki rumah dan langsung menuju kamar anaknya.
Ceklek...
Wangi minyak telon dan bedak tabur bayi langsung menyeruak indra penciuman mereka.
Kedua orang paruh baya itu melihat Jelita yang sedang di infus di kasur, dan Bara yang sedang belajar menggendong anaknya ditemani satu orang wanita berusia 30 tahunan berpakaian suster.
"Papa, Mama ?" panggil Bara yang terkejut dengan kedatangan kedua orangtuanya.
Kedua orang tua Bara tersenyum dan berjalan menuju Bara. "Kenapa lahiran di rumah ? Kenapa tidak di rumah sakit ? Itu bisa membahayakan bayi kamu, Bar!" tanya Fara beruntun pada anaknya.
"Kan kalian di Singapura, baru berangkat tadi pagi, kok sekarang udah balik ke Indo. Ada yang penting kah ?" alih-alih menjawab Bara justru memberikan pertanyaan balik untuk kedua orangtuanya.
"Ck! Anak ini kebiasaan, jawab dulu pertanyaan Mama!" sentak Doddy.
Bara memutar bola matanya malas, orangtuanya memang selalu mau menang sendiri. Tak tahu kah jika Bara sangat terkejut dengan kedatangan mereka. "Jelita gak mau ke Rumah Sakit, jadi dia melahirkan di rumah."
"Wanita itu benar-benar merepotkan! Untung saja cucuku selamat!" kesal Fara menatap Jelita tajam, sedangkan yang di tatap mengalihkan pandangannya ke arah jendela kamar. "Lihatlah dia, sudah berlagak seperti tuan rumah setelah melahirkan cucuku! Tidak ada ucapan selamat datang saat aku dan Papa-nya datang ke kamar ini. Memang kurang ajar!" sambungnya kesal.
Jelita hanya diam, sama sekali tak memperdulikan ocehan mertuanya. Terserah mau dikatakan tidak sopan, tapi yang jelas Jelita benci semuanya!
"Kalau Mama mau marah-marah silahkan keluar! Anakku lagi tidur!" Bara berusaha menghentikan omelan ibunya. Iya tahu, sangat tahu bahkan, jika kedua orangtuanya masih tidak menyetujui hubungannya.
"Lihat kan Pa! karena ulah penggoda itu Bara jadi berani melawan Mama!" adunya pada Doddy.
Doddy memijit pelipisnya, "sudah Ma, biarkan saja anak panti itu. Kita datang cepat ke Indonesia dari Singapura kan untuk menemui cucu kita. Kamu memang gak pengen gendong dia ?"
Fara menghela nafas panjang, berusaha mengurangi emosinya. "Jenis kelaminnya apa Bar ?"
"Laki-laki," jawab Bara malas, pandangannya menatap anak yang berada pada gendongannya itu dengan senyum tipis.
Mata Fara berbinar mendengar ucapan Bara, ia menoleh ke arah suaminya, dan mereka tersenyum lebar. "Berikan pada Mama, biar Mama gendong cucu Mama!"
__ADS_1
Dengan hati-hati dan di bantu baby sister, Bara mengalihkan anaknya pada gendongannya ibunya.
"Astaga mirip sekali dengan Bara, Pa!!" ucap Fara senang setengah mati. Senyumnya bahkan sangat lebar. Senyumannya tak kalah lebar saat ia menggendong Bara untuk yang pertama kalinya.
Mendengar ucapan istrinya, Doddy pun kita menatap cucunya yang berada di gendongan Fara lalu tersenyum. "Benar-benar duplikat Bata," bangganya.
"Siapa namanya Bar ?" tanya Doddy.
Bara tersenyum, "Gala Hussein Adinata."
...o0o...
Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, sepasang suami istri itu tertidur dengan lelap. Jelita yang baru saja melahirkan beberapa jam lalu, dan Bara yang mengurus anaknya sepanjang hari, meskipun ada baby sitter ia tak mungkin meninggalkan anaknya.
Maka dari itu, tidur mereka terasa sangat lelap sekali. Tak menghiraukan suara tangisan bayi yang semakin lama semakin kencang.
"Oek...oek...oek..."
"Oek...oek...oek..."
Mereka masih tertidur lelap, itu menjadi bukti jika mereka sangat kelelahan.
Sedangkan di sebelah kamar mereka, seorang bayi yang sedang di gendong suster terus saja menangis.
"Astagfirullah, den Gala ayo di minum ini susunya," ucap Mira, baby sitter Gala yang sejak tadi menyodorkan dot berisi susu formula.
Namun Gala masih terus menangis, karena kesal dot itu terus menerus di sodorkan pada mulutnya, Gala menghentakkan tangannya mengenai botol susu itu hingga terjatuh dan masuk ke dalam kolong kasur.
"Ya Allah, ilang deh botolnya," ucapnya dengan sedih.
Gala terus menangis membuat Mira kelimpungan, ia menaruh Gala pada box bayi.
"Oek...oek...oek..."
"Iya sayang iya, di cek dulu ya. Gala tadi gak mau minum susu, berarti popok-nya penuh. Coba mbak Mira lihat ya," ijinnya sembari membuka diaper Gala.
Ia menepuk-nepuk punggung bayi itu berusaha menenangkan tangisannya. Namun sayang, tangisan Gala malah semakin kencang.
"Kamu kenapa sih nak ? Susu gak mau, pipis juga engga, badan juga gak panas. Kamu mau apa ?" tanyanya.
"Oek...oek...oek..."
Mira menghela nafas panjang, dilihatnya jam yang berada di dinding kamar Gala. Jam setengah dua dini hari, tak ada jalan lain Mira harus membangunkan tuan dan nyonya.
Dengan segala keberanian Mira mengetuk pintu yang berada tepat di samping kamar Gala. "Tuan Bara, nyonya Jelita..." panggilnya.
Tak ada sautan.
Tentu Mira tak akan berhenti, ia terus menggedor dan meneriaki nama majikannya, bebarengan dengan suara tangisan Gala.
Sedangkan di dalam kamar, Bara terbangun mendengar namanya di teriaki dan segera membulatkan matanya dan melompat bangun dari tidur saat tangisan anaknya terdengar begitu menyakitkan.
Dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxer Bara segera membuka pintu kamarnya.
Ceklek...
"Kenapa ?" tanyanya dengan suara dingin menatap Mira tajam.
Dengan keberanian, meskipun masih sedikit takut, Bara mengambil alih anaknya yang di gendong Mira.
"Oek...oek...oek..."
"A-anu tuan, Den Gala gak mau minum susu, rewel terus dari tadi," adunya sembari mendudukkan kepalanya takut, tak berani menatap wajah majikannya.
Bara mendecih mendengar ucapan tak masuk akal baby sitter anaknya itu. "Namanya juga bayi pasti rewel! Bodoh! Kalau kamu gak bisa ngurus anak jangan kerja sama saya !"
__ADS_1
Brakk...
Tak menunggu jawaban Mira, Bara membanting pintu kamarnya tepat di hadapan Mira.
Ia menatap putranya masih menangis, ia bingung harus melakukan apa. "Kamu kenapa sayang ? Mau minum susu Mama ?" tawarnya.
Dengan inisiatif Bara meletakkan anaknya di atas ranjangnya, ia yakin jika Jelita akan terbangun karena suara tangisan anak mereka yang begitu kencang.
Dan benar saja, Jelita mengedipkan matanya beberapa kali, ia terbangun karena suara tangisan Gala yang sangat kencang.
"Tolong jauhkan dia dari saya!" pinta Jelita dengan suara lemas menatap Bara dengan mata sayunya.
"Dia haus, beri dia ASI!" titah Bara.
Jelita menggeleng, "tidak! dia bukan anak saya! Saya tidak mau menyusui dia!"
"Dia butuh kamu Jelita! Dia tidak mau minum susu Formula! Kasihanilah dia!" pinta Bara memelas.
Jelita diam, ia dengan hati-hati membalikkan badannya ke arah lain, meskipun rasa sakit jahitan itu sangat menyiksanya.
"Oek...oek...oek..."
Gala terus saja menangis, Jelita memejamkan matanya berusaha untuk tidur dan mengabaikan Gala, kedua tangannya menutup telinganya, berharap tak mendengar lagi suara tangisan Gala.
Bara mengepalkan tangannya geram dengan tingkah kekanakan Jelita. Dengan langkah tegas Bara berjalan menuju tepi ranjang, ia menarik Jelita dan membalikkan tubuh itu menghadapnya.
Plakk....
Tamparan keras mengenai pipi kanan Jelita, daripada merasakan sakit, Jelita hanya merasakan rasa kebencian yang semakin membara.
"BERIKAN ANAK SAYA ASI WANITA SIALAN!!"
Plakk...
Kini kedua pipi Jelita memerah, rasa panas menjalar pada tubuh wanita itu.
Melihat keterdiaman Jelita, Bara tersenyum dan segera merobek baju tidur yang di kenakan Jelita dan membuka penutup dadanya. Ia memposisikan Jelita agar menghadap anaknya, lalu dengan susah payah Bara membantu Gala agar bisa mendapatkan dada ibunya.
Dan HAP!
Gala menyedot tanpa ampun, Jelita meringis menahan sakit yang teramat sangat. Ini seratus kali lebih menyakitkan daripada tamparan Bara tadi.
"Sa–sakit..." cicitnya.
"Ck!" Bara menatap Jelita dengan tak suka. "Gak usah lebay, tinggal kasih air ASI doang apa susahnya ? orang kamu cuma diam doang di atas kasur, gak usah alesan bilang sakit! Aslinya keenakan kan ?" ejek Bara tersenyum miring.
Tanpa sadar Jelita meneteskan air matanya, bukan karena ucapan pesan Bara, hanya saja pu"""t**gnya terasa melepuh karena lidah kasar anaknya.
"Sakit sekali," ucapnya lirih.
"Awas kalo sampai di lepas! Aku tampar sepuluh kali!" ancam Bara.
Pria itu berbaring di samping Gala, lalu memejamkan matanya. Ia ngantuk dan lelah mengurus Gala sejak tadi. Meninggalkan Jelita yang menangis karena rasa perih di dadanya.
...o0o ...
SAYANGKU JANGAN LUPA VOTENYA 🥺🥺
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA