HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU
CHAPTER 46 - ADA YANG PANAS TAPI BUKAN KOMPOR


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


"Beneran loh, Tan. Aku sama sekali gak dibolehin Bara buat megang Gala," adu Raisa sembari menggendong bayi tampan yang kini tengah tertidur itu.


Fara–ibu Bara tersenyum maklum, memang putranya itu tak suka jika anaknya yang masih bayi dipegang oleh orang asing. Bukan hanya Bara, tapi ia dan Doddy–suaminya juga tak suka jika cucu mereka di sentuh oleh orang lain.


"Ya kamu berusaha dong, Sa. Buat Bara terpesona sama kamu. Kamu kan wanita dewasa, sifat kamu juga keibuan. Coba kamu taklukin Gala dulu. Kalo Gala udah nyaman sama kamu, otomatis Bara juga bakalan nempel ke kamu," sahut Fara, lalu ia membawa cangkir yang berada di atas meja ke arah mulutnya.


Mencium aroma teh yang menenangkan pikirannya lalu meminumnya dengan perlahan. Membiarkan rasa manis itu bertahan lebih lama di tenggorokannya.


"Gimana mau dekat sama Gala, orang Bara aja gak izin aku dekat sama anaknya," sungut Raisa kesal, mengingat beberapa hari lalu saat Bara sama sekali tak mengijinkan menatap anaknya lama.


Raisa yang kini sedang menggendong Gala, berjalan mendekati Fara yang kini duduk di sofa ruang tamu keluarga Adinata.


Fara dan suaminya baru pulang dari Singapura beberapa jam lalu karena tak bisa menahan rindu pada cucunya. Saat Fara membuat WhatsApp Story berfoto bersama Gala, Raisa langsung mengomentari dan menanyakan apakah Fara sudah tiba di Indonesia atau belum. Saat Fara mengatakan sudah berada di Indonesia, Raisa langsung menancap gas ke rumah keluarga Adinata, mungkin untuk mencari muka ?


"Ah, pokoknya Tante gak mau tahu. Kamu harus dekat sama Gala dan Bara. Tante gak setuju dengan istri Bara, Tante mau mereka cepat bercerai, dan Bara segera menikahi kamu!"


Raisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Siapa juga orang yang mau nolak nikah sama lelaki kaya dan tampan seperti Bara ? Tapi masalahnya di sini Bara terlalu kentara jika tak suka padaku, lalu aku harus apa lagi???" batinnya memekik kesal pada Fara. "Tante gak suka banget ya sama istrinya Bara ? Memang istrinya Bara itu siapa sih Tan ?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


Fara melirik singkat pada Raisa, tak mungkin jika ia mengatakan Bara menghamili adik angkat yang sekaligus office girl di perusahaan mereka. Mau taruh dimana muka Fara ?


"Kamu gak usah kepo! Pokoknya jalani terus rencana kita!" ucap Fara final. Dengan cepat ia meraih Gala yang tertidur dalam dekapannya dan memberikan ciuman berkali-kali pada wajah bayi tampan itu.


...o0o...


Perubahan Jelita yang semakin angkuh membuat para staff lainnya menjadi kesal dengan sikap baru Jelita itu.


Kini wanita yang berkerja menjadi Office Girl itu tak lagi menggunakan pakaian Office Girl, tapi sudah menggunakan dress cantik yang membuatnya semakin bersinar.


Tak ada lagi Jelita yang kusam dan kumuh. Kini hanya ada Jelita yang seksi, cantik dan menawan. Yang bisa membuat pria melihatnya dua kali saat melintas di hadapan mereka.


Dan itu tentu saja menjadi bahan pergunjingan dari semua karyawan termasuk rekan kerjanya yang menjadi Office Girl.


"Datang dan pulang naik mobil yang sama dengan tuan Bara dan juga tuan Gio," ucap Riska yang sedang mengepel lantai satu perusahaan.


"Jelita, tolong buatkan aku kopi hitam dengan satu sendok teh gula pagi ini," pinta Bara dengan senyum tipis yang membuat para staff perempuan yang berada di ruangan itu memekik tertahan tak kuat dengan pesona Bara.


Jelita menganggukkan kepalanya mengerti, lalu mereka berpencar. Bara yang menaiki lift khusus CEO bersama Gio, sedangkan Jelita langsung melangkah kakinya ke dapur.


"Lulusan SMP aja sok keras, dasar udik!" sengit Fani, salah seorang staff.


"Percuma cantik, tapi otak gak di pake! Kesian anak lo tuh. Udah gak punya bapak, ibunya ngelonT lagi!"


Jelita mengibaskan rambutnya melewati segerombolan orang yang menggibahi dirinya secara terang-terangan itu.


Kira-kira sudah seminggu Jelita menjadi pelayan pribadi Bara dan orang yang membenci semakin bertambah. Tapi ia tahu perduli itu, toh nanti saat mereka tahu faktanya, mereka akan sujud-sujud dibawah kaki Jelita agar tak dipecat.

__ADS_1


Wanita cantik itu meracik kopi hitam sesuai dengan permintaan Bara sembari bersenandung kecil.


"Wah ada lonT lagi bikin kopi nih, gayanya udah kayak sekretaris aja," sungut Dewi menatap Jelita kesal.


Entah dimana hilangnya sikap sopan, dan rendah hati Dewi. Kini wanita dewasa itu menunjukkan taringnya yang sebenarnya.


"Enak ya Bu, kalo ada tetangga tanya 'wah Jelita cantik banget, kerja apa emang ?' terus nanti Jelita jawab 'sekretaris Bu..' eh tapi aslinya malah jadi Office Girl..." Wirda menyahut sembari tertawa kencang.


Seperti biasa, Jelita tak mempedulikan hinaan mereka, ia tersenyum saat kopinya sudah siap. Lalu menaruh cangkir kopi itu diatas nampan.


Namun sebelum pergi, ia menatap kedua wanita itu dengan tatapan meremehkan. "Padahal gak ada yang kebakar ya, kok suasana dapur ini panas banget ya...." setelah Jelita keluar dengan suasana hati yang senang saat melihat wajah mereka yang muram.


"Banyak sekali ternyata orang iri di sini. Ini aku baru naik jadi pelayan pribadi Bara. Gimana kalau mereka tahu aku istrinya ? Pingsan mungkin mereka...." gumamnya seraya memasuki lift.


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2