HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU
CHAPTER 38 - WAWANCARA


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Sedari tadi umpatan tak henti-hentinya keluar dari bibir manis Jelita. Entah sudah berapa lama ia berdiri di dapur sebuah ballroom hotel mewah saat ini.


Ia sedang mengantri untuk mengambil nampan yang telah berisi makanan dan juga minuman soft drink untuk di taruh pada meja-meja yang tersebar pada acara itu.



"Ayo, semuanya tolong gerak cepat ya. Jangan sampai ada satu meja yang kosong. Pastikan ada makanan dan juga minuman. Dan tolong periksa setiap taplak meja, jangan sampai ada satu noda pun yang tertinggal di sana," ucap seorang kepala pelayan.


Tak menghiraukan ucapan pria itu, Jelita maju untuk mengambil bagian nampannya dan segera berjalan keluar dari area dapur untuk menaruh makanan yang ia bawa ke meja sesuai nomor yang ada di nampan itu.


"Dan yang terakhir yang perlu kalian ingat, tamu kita bukan orang sembarang. Ada 10 pengusaha terkenal juga yang akan datang. Lalu juga ada beberapa artis ibukota dan juga selebgram dengan followers yang fantastis juga akan di undang. Jaga nama baik perusahaan kita!"


"Yes, sir!"


Mereka bubar, dan kembali melanjutkan aktivitas mereka. Satu persatu mengambil baki berisi makanan itu dan membawanya menuju meja yang memiliki nomor yang sama dengan baki itu.


"Lebih pegal daripada harus nyapu 1 lantai kantor ya!" ucap Riska yang kini sedang menata piring dan gelas di meja yang sama dengan Jelita.


Gadis itu mengangguk, menyetujui ucapan Riska sembari menatap makanan yang ia bawa ke dalam piring-piring yang sudah Riska tata.


"Yang lain badannya pada wangi parfum semua, lah kita udah keringetan, baju udah kotor, di suruh-suruh lagi. Nasib jadi bawahan begini amat, Ta," gerutunya.


"Mau bagaimana lagi kak, kita harus bersyukur setidaknya ada perusahaan yang mau memperkejakan kita. Kakak mah masih enak sekarang mau lulus kuliah, lah aku cuma lulusan SMA, mana udah punya anak lagi. Masih banyak loh orang yang gak seberuntung kita di luaran sana."


Mendengar itu Riska tertegun, benar apa yang dilakukan wanita malang itu. Dirinya mungkin bisa mencari pekerjaan yang lebih baik lagi dari ini. Tapi jika Jelita ? Memang ada lagi perusahaan yang akan menerimanya ? Hanya lulusan SMA dan sudah punya anak tanpa suami. Mentok-mentok Jelita hanya akan kerja ikut orang dan di bayar di bawah UMR.


"Ah, sudah Jelita jangan jadi adu nasib, ayo ke meja lain. Sebentar lagi tamu undangan akan datang," ajak Riska mengalihkan perhatiannya saat melihat mata Jelita sudah berkaca-kaca.


Jelita mengangguk sembari tersenyum masam, tangannya terulur untuk mengusap kasar air matanya lalu bersama dengan Riska menuju dapur untuk mengambil nampan lain yang berisi makanan.


...o0o...

__ADS_1


Mobil Alphard berwarna silver mengkilat memasuki area hotel Atmajaya yang terkenal sebagai hotel bintang lima nomor satu di Jakarta.


Mobil itu berhenti tepat di depan sebuah karpet merah yang menjulang memasuki area hotel. Di sepanjang red carpet itu sudah di penuhi oleh para media yang siap dengan kamera canggih kebanggaan mereka untuk mengambil gambar dari setiap pengusaha maupun para artis yang datang ke acara ADN Corp Birthday.



Saat mobil berhenti para wartawan sudah berdiri dengan posisi siap membidik seseorang yang keluar dari mobil itu.


Sementara di dalam mobil itu, sang supir sudah keluar untuk membukakan pintu bagi tuan, nyonya serta tuan muda nya.


"Silahkan tuan Jagakarsa..." ucap sang supir saat pintu mobil sudah terbuka.


Setelah merapikan penampilannya, Rio–sang kepala keluarga segera keluar dari mobil diikuti oleh istrinya–Sasa, dan juga Hades–anak tunggal mereka.


Dengan tatapan angkuh yang dipancarkan oleh Rio dan Hades serta tatapan ramah penuh keanggunan yang diberikan oleh Sasa membuat keluarga Jagakarsa yang digadang-gadang sebagai pengusaha nomor satu di Jakarta ini atau biasa di sebut dengan Crazy Rich Jakarta.


Rio dan Sasa berjalan bergandengan tangan, lalu Hades yang berjalan di belakang merah dengan kedua tangan yang masuk pada saku celananya.


"Mr. Rio apa yang ingin anda ucapkan di perayaan berdiri perusahaan ADN Corp yang ke 58 tahun ?" ucap salah seorang wartawan saat keluarga Jagakarsa sudah berdiri di anak tangga yang paling atas.


"Semoga ADN Corp semakin jaya, dapat memuliakan para karyawannya. Sukses selalu untuk Bara Adinata selaku Direktur Utama. Tidak bisa di pungkiri, berkat Bara juga perusahaan Jagakarsa semakin maju setahun belakangan ini," jawab Rio dengan senyum tipis.


Hades memutar bola matanya malah, kupingnya mendadak panas saat ayahnya malah memuji orang yang paling ia benci di dunia ini.


Hades tersenyum menyeringai, menatap penuh keangkuhan pada setiap kamera yang menyorotnya. "Terima kasih atas pujian anda, saya memang akan segera lulus kuliah dan akan mengambil penuh posisi Direktur di perusahaan keluarga kami," jelasnya. "Dan untuk Mr. Bara sebagai Direktur Utama yang baru, saya ucapkan selamat bagi anda karena Berhasil memajukan perusahaan anda."


"Saya berharap anda dapat memperlihatkan posisi anda, setidaknya sampai saya sudah memegang kendali atas perusahaan Jagakarsa. Karena saat waktu itu tiba, posisi anda sebagai CEO muda paling sukses tentu akan tergantikan. Tergantikan oleh Hades Jagakarsa.." sambung Hades.


Sorak ricuh mulai terdengar oleh para wartawan. Sebagai seorang jurnalistik yang mencari berita, tentunya mereka akan sangat senang jika dapat melihat perseteruan mereka. Apalagi jika itu adalah perusahaan besar seperti Jagakarsa dan Adinata.


Bagi mereka itu bukan perseteruan tapi uang mengalir pada saku mereka.


Namun sayang, saat mereka ingin kembali menggoreng berita itu, keluarga Jagakarsa sudah menolak untuk di wawancarai.


"Satu lagi dong, tuan muda..."


"Tuan muda, bisa di jelaskan tidak, maksudnya tadi apa ?"


"Mr. Rio bagaimana tanggapan anda dengan pernyataan anak anda ?"


Keluarga Jagakarsa menulikan telinganya, mereka bertiga masuk ke ballroom hotel yang dipandu oleh tangan kanan Rio.

__ADS_1


"Hades, kamu membuat kericuhan! Pasti beberapa menit lagi beritamu yang mengatakan akan mengambil posisi Bara dari posisi CEO muda tersukses akan segera tersebar!" gerutu Sasa sebal menatap anaknya penuh kesal.


Kini mereka sudah duduk di salah satu meja yang cukup mewah. Rio memandang anaknya tajam sembari meminum red wine yang tersedia di meja.


"Rio! Mommy sedang berbicara kepada mu!" gretak Sasa karena anaknya mengacuhkan ucapannya.


Hades mengedipkan matanya beberapa, untuk menjernihkan pengelihatannya. Ia sedang mencari Jelita.


Sedangkan Sasa yang lagi-lagi diabaikan anaknya, kini merengek ke sang suami meminta Rio untuk menyadarkan anak mereka dari lamunannya.


"Hades!" panggil Rio dengan suara berat dan tajam.


Segera Hades mengalihkan pandangannya ke arah Rio dengan dahi berkerut. "Apa ?" tanyanya santai.


Sasa mendengus melototkan matanya kepada Hades. "Daritadi di panggil gak di jawab!"


"Lagi nyari orang."


"Hah," Sasa menghela nafas, berusaha sabar menghadapi tingkah anaknya. "Kamu itu bilang gitu ke wartawan bikin heboh aja tau gak!" kesalnya.


Rio menganggukkan kepalanya, menyetujui ucapan Sasa. "Kamu bakalan malu, kalo nanti suatu saat kamu udah pegang posisi CEO di perusahaan kita tapi gak bisa menyaingi si Bara itu," beritahu Rio.


Hades menyatukan alisnya menatap Rio, "Daddy pikir anakmu ini selemah itu ? Sampai tidak bisa menghancurkan karir putra tunggal Adinata ?" tanyanya.


Rio terdiam, lalu menyeringai lebar. Ah, bagaimana ia bisa lupa dengan kemampuan keturunan dari keluarga Jagakarsa. Tidak ada satupun yang bisa menyaingi mereka. Itulah sebabnya perusahaan Jagakarsa selalu menjadi yang terdepan.


"Daddy percaya padamu. Jangan buat Daddy malu."


"Pasti Dad!"


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2