HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU
CHAPTER 15 - MENGATAKAN KEJUJURAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Bak pahlawan, wanita itu langsung menarik tangan kerah belakang kemeja Bara hingga tubuh pria itu terseret ke belakang dan otomatis Bara menghentikan pukulannya.


"Kenapa malah berantem sih ? Kita kan mau lihat baju tunangan kita ! Ayo, jangan buang-buang waktu!" rengek wanita itu.


Sedangkan Bara menatap sinis wanita itu, dan mengguncangkan tubuhnya agar cekalan Sinta yang berada pada kerah kemejanya terlepas.


"Masuk mobil!" perintah Bara menatap wanita itu tajam.


Sinta mengerucutkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya. Ia melingkarkan tangannya pada lengan Bara.


"Gak mau! Nanti kamu lama lagi..."


Bara menghela nafas ringan, dan membalikkan tubuhnya untuk menatap hadis yang sudah bangkit berdiri dengan wajah yang babak belur.


Berbeda dengan Jelita yang masih syok dengan ucapan sang wanita. "Dia tunangan kak Bara? Kak Bara mau tunangan ? Te–terus aku bagaimana ?" batinnya.


"Lo dengerin gue baik-baik, ini terakhir kalinya lo nganter-jemput Jelita. Dia adik gue, dia milik gue. Jangan pernah sekali lo dekatin dia! Atau nyawa lo taruhannya!" ancam Bara sembari tersenyum miring.


Tanpa melihat Jelita ia berlalu untuk memasuki mobil yang diikuti oleh Sinta.


Ketiga mobil sudah berjalan meninggalkannya, baru Jelita sadar dengan betapa menyedihkannya keadaan Hades.


"Ya ampun Hades..." teriaknya lalu berlari menatap Hades dengan raut cemas.


"Dia kakak lo ?" tanyanya yang hanya di balas anggukan oleh Jelita.

__ADS_1


"Kalo gitu lo harus tanggung jawab!"


Jelita membulatkan matanya terkejut menatap Hades, tapi yang dikatakan pria itu memang benar. Ini salahnya, jadi sudah sepasang dia bertanggung jawab.


"Iya, aku bakalan tanggung jawab kok," jawabnya dengan senyum kecil. "Maafin aku ya, udah buat kamu kayak gini," sesalnya.


"Bantuin gue obatin luka ini, di rumah gue!" titahnya tak terbantahkan.


Lagi-lagi ia terkejut dengan permintaan Hades. "Ta–tapi nanti kalo kakakku tahu aku keluyuran, apalagi saat dia pulang ke rumah aku gak ada di pasti hukum aku," jawabnya dengan mata berkaca-kaca."


Mendengar itu membuat Hades merasakan ada keanehan pada hubungan keluarga Adinata itu. "Gak ada bantahan! Lo harus ikut ke rumah gue!" ucapnya setalah itu memakai helmnya kembali dan menaiki motor.


"Buruan naik!"


Menghela nafas panjang, Jelita menganggukkan kepalanya singkat lalu menaiki motor Hades.


Biarlah nanti ia dihukum oleh Bara. Tapi yang pasti sekarang ia harus menanggung jawabkan perbuatannya pada Hades.


...o0o...


Sedangkan Jelita tak henti-hentinya menatap kagum rumah–ah ralat, istana mewah milik keluarga Hades.


Tiga kali lebih besar daripada rumahnya.


Ting...


Pintu lift terbuka, Hades membawa Jelita untuk keluar dari lift dan berjalan menuju ruang keluarga yang berada di lantai 3.


"Duduk sana, gue ambil obatnya dulu," suruh Hades.


Jelita mengangguk kaku, lalu duduk pada salah satu sofa besar di sana. Sangat empuk, Jelita sangat suka.


Tak berselang lama Hades datang dengan kotak obat di tangannya. Jelita meraih kotak itu dan mendudukkan Hades tepat di sampingnya.


Mengambil kapas, dan menuangkan alkohol untuk membersihkan luka Hades. Setelah selesai Jelita menuangkan obat merah dan mengarahkannya pada luka Hades.

__ADS_1


Hades meringis saat rasa perih itu menjalar pada tubuhnya. Namun rasa sakit itu perlahan memudar digantikan perasaan aneh yang menyelimuti hatinya.


Jantungnya berdetak kencang, saat melihat wajah Jelita dengan jarak yang sedekat ini.


"Lo sama kakak lo emang sedekat itu ?" tanyanya memulai pembicaraan.


Jelita menghentikan pergerakan tangannya yang sedang mengoleskan obat merah pada luka Hades saat mendengar pertanyaan pria itu.


"Iya dekat banget, orang tua kita lebih sering di Singapura. Jadi di rumah lebih sering berduaan sama kak Hades," jawabnya sembari melanjutkan kegiatannya.


Hades menganggukkan kepalanya mengerti, "kalo orang yang gak tahu mungkin tadi ngira dia pacar lo, dan gue selingkuhan lo," ucapnya sembari tertawa kecil. "Bukan seperti kakak, dia lebih kayak pacar yang lagi cemburu banget. Di tambah wajah kalian yang gak mirip sama sekali," sambungnya.


Jelita tersenyum kecil, sama sekali tak tersinggung dengan ucapan Hades. "Dia emang gitu, kak Bara memang sayang banget sama aku. Dan soal wajah kita gak mirip itu karena memang kita bukan saudara kandung. Aku cuma anak angkat keluarga Adinata yang diambil dari panti asuhan."


Deg...


Sebisa mungkin wajah Hades tak menunjukkan raut keterkejutan saat mendengar pengakuan Jelita.


"Bara bukan kakak kandung Jelita. Mungkinkah dia mencintai adik angkatnya ?" batin Hades.


...o0o ...


KIRA-KIRA HUKUMAN APA YANG DI BERIKAN OLEH BARA KEPADA JELITA ?? 🤰👍


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2