
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Tok...tok...tok...
Sasa mengetuk pintu anaknya pelan, dengan senyum yang masih menghiasi wajah cantiknya, karena mengingat wajah cantik dari Putri angkat keluarga Sanjaya yang sudah datang.
tok...tok...tok...
Dahi Sasa berkerut karena pintu kamar Hades masih belum terbuka juga, padahal sudah berulang kali ia mengetuk pintu.
"Sayang....buka dong pintunya, tamunya Daddy sudah datang tuh ..." ucapnya sedikit keras.
Sementara didalam kamar, Hades tengah melakukan berbagai cara agar bisa kabur dari acara perjodohan gila ini.
Lebih baik dia mati daripada menjalani kehidupan pernikahan dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai.
"Sial! Gimana caranya gue kabur!" umpatnya saat melihat dari balkon kamar ada beberapa bodyguard yang menjaga gerbang rumahnya.
"Brengsek! ternyata Daddy sudah merancang ini semua!" ucapnya meremas rambutnya kuat-kuat.
Tak ada yang bisa ia lakukan lagi, ia tak bisa kabur, yang bisa ia lakukan saat ini hanya pasrah dan tunduk. Meskipun ia berharap nantinya ada secercah harapan dia bisa kabur dari acara sialan ini.
Ceklek....
Pintu kamar itu dibuka kasar oleh Hades, ibunya yang sedari tadi tampak cemas menunggu Hades membukakan pintu langsung merasakan lega yang luar biasa, seperti beban berat yang ada pada bahunya diangkat seketika.
"Syukurlah, kamu buka pintu..." ucapnya dengan senyum lebar. "Mommy kira kamu kabur sayang," sambungnya.
"Ini kenapa berantakan gini sih!" Tangan Sasa menyisir rambut anaknya dengan jari-jari tangannya, lalu ia juga merapikan kancing kemeja hitam yang dikenakan oleh Hades.
Sementara ibunya yang sibuk mendandaninya, Hades memilih diam dengan tangan terkepal untuk menyalurkan rasa kesalnya.
"Nah udah ganteng banget anak Mommy, ayuk turun." Sasa menarik lembut lengan anaknya untuk menaiki lift.
Hingga lift terbuka pada lantai 2 rumahnya, tempat dimana acara laknat itu akan terjadi.
Hades mengikuti langkah kaki ibunya menuju ruang tengah, di mana ruangan itu sudah dihias sedemikian mungkin hingga terlihat lebih mewah.
"Nah, ini anakku Wid," ucap Sasa sembari mendudukkan b0kongnya di sofa yang berhadapan dengan Widya.
Mendengar ucapan Sasa, dengan kompak, seluruh keluarga Sanjaya itu menolehkan wajahnya pada Hades yang baru saja duduk disamping sang Ayah.
"Hades, perkenalkan diri kamu!" titah Rio dengan senyum tipis.
Hades memejamkan matanya sejenak sebelum memulai berbicara, "saya Hades Jagakarsa, putra tunggal Daddy Rio," ia memperkenalkan diri seraya melihat satu persatu keluarga Sanjaya.
"Halo nak, kamu bisa panggil saya om Bisma," ucap pria tua yang duduk dihadapan ayah Hades–memperkenalkan diri. "Nah kalo yang cantik ini putri om yang nomor dua. Sebenernya om hanya punya satu putri, tadi dia sudah pergi meninggalkan om," sambungnya dengan wajah muram.
Dapat Hades lihat, wajah Bisma benar-benar tampak begitu kehilangan saat menceritakan putrinya.
"Anak om hilang saat masih bayi, sudah berbagai cara untuk mencarinya tapi tetap saja om dan pesuruh om gagal untuk menemukan putri cantik kami," Bisma menatap istrinya–Widya yang sepertinya juga ingin mengeluarkan air mata. "Tapi kami belajar untuk ikhlas dan mengangkat seorang anak cantik yang sekarang duduk dihadapan kamu ini."
Atensi Hades kini beralih pada gadis kecil sepantarannya. "Chika sayang, perkenalkan diri kamu sama calon tunangan mu!" titah Bisma.
Chika tersenyum malu-malu, dengan wajah tirusnya, mata sipit dan bibir yang kecil seperti orang Korea itu menatap Hades. "Aku Chika kak, umurku 16 tahun. Salam kenal ya..."
Hades membuang wajahnya, gadis itu sama sekali bukan tipenya! Gadis kesukaan Hades adalah berwajah bulat dengan lesung pipi, dan sedikit gemuk seperti Jelita!
__ADS_1
"Nah itu anak angkat om, meskipun ia bukan terlahir dari rahim istri om. Tapi kami berdua sangat amat menyayanginya." Bisma mengelus kepala anak angkatnya sayang.
Sebenernya saat kehilangan anaknya 17 tahun yang lalu, Bisma lebih memilih istrinya hamil lagi daripada mengambil anak dari panti asuhan.
Tapi apa mau dikata, jika istrinya masih memiliki trauma yang begitu dalam ? Istri takut jika ia hamil dan melahirkan lagi, anaknya akan diculik kembali seperti anak pertma mereka.
"Nah kalo yang disamping kanan om ini, perempuan yang paling cantik. Tante Widya namanya, nanti dia juga akan jadi Mommy kamu Hades...." goda Bisma sembari tertawa, yang diikuti oleh Widya, Rio dan juga Sasa.
Sementara Chika, gadis belia itu wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus. Awalnya ia juga menolak dijodoh-jodohkan seperti ini, namun setelah melihat wajah tampan calon tunangannya ia tak bisa untuk tidak menerima perjodohan ini.
Berbeda dengan Chika yang malu di tempatnya, Hades masih terpaku melihat senyuman Widya yang begitu mirip dengan seseorang.
Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. "Kenapa senyuman tante Widya mirip sekali dengan Jelita ?" batinnya bertanya-tanya.
"Sudahlah Bis, jangan goda anakku," Tegus Rio seraya menghapus air mata di sudut matanya karena terlalu lama tertawa. "Ada baiknya langsung kita cari tanggal pertunangan mereka. Aku rasa Hades dan Chika sudah menyetujuinya."
Bisma menganggukkan kepalanya semangat, dilihatnya kedua pasangan muda itu satu persatu. Chika yang malu-malu menatap Hades, sedangkan Hades masih memperhatikan Widya.
"Gimana kalian setuju kan ?"
Chika menganggukkan kepalanya, seraya menunduk. "Setuju Dad,"
Kini semua pasang mata menatap Hades, sedangkan yang ditatap hanya terfokus pada satu wanita.
"Hades setuju!" bukan dia yang menjawab tapi Sasa yang sudah menyerobot sembari tersenyum, lalu sikunya menusuk-nusuk perut suaminya agar berbicara.
"Y–ya Hades sudah setuju, ia hanya malu. Mari kalo begitu kita mulai mencari tanggalnya," sambung Rio dengan senyum.
Mereka juga menyambut itu dengan senyum, Chika dan Hades tak ikut membahas tanggal itu. Pikiran mereka berada di tempat yang berbeda.
"Sungguh aku tak sabar menikah dengan Hades...." batin Chika.
"Wajah mereka begitu mirip, aku tidak bisa untuk tidak curiga! Aku harus segera menghubungi Jelita, apapun yang terjadi aku akan membantunya untuk tes DNA dengan tante Widya!" batin Hades bertekad.
...o0o...
Bara menutup pintu kamarnya begitu kencang, hingga menimbulkan suara yang cukup keras.
Ia begitu emosi pada istri kecilnya ini! Padahal Bara sudah memintanya untuk tinggal dirumah saja dan menunggunya pulang, tapi kenapa masih keluyuran?
Boleh saja keluar, tapi apa sudah jika harus meminta izin kepada suami terlebih dahulu ? Toh jika memang penting Bara akan mengizinkan, bukan malah kabur-kaburan seperti ini.
Bara hanya ingin, saat pulang kerja dengan keadaan badan yang capek, sudah ada Jelita yang menyambutnya dengan pakaian *3**1 dan tersenyum kearahnya. Tapi ternyata istrinya itu sama sekali tak bisa menuruti keinginannya.
"Darimana saja kamu, Ha ?" Bara menatap istrinya nyalang.
"Tanya sama mama aku pergi ke mana, dia tahu aku pergi kemana!" jawab Jelita kesal, pasalnya dia juga tak mau begini! Ini semua karena ulah ibu suaminya yang meminta bekerja! Padahal sudah jelas-jelas suaminya melarangnya bekerja.
"Jangan bohong Jelita ! Apa sopan berbohong kepada suami ?"
Jelita menggelengkan kepalanya, meraih lengan Bara dan mengajak suaminya itu untuk duduk di sofa yang berada di kamarnya.
"Sumpah kak, Jelita gak bohong. Jelita bisa aja jawab tadi Jelita pergi kemana. Tapi Jelita tahu, kalo kakak pasti gak akan percaya sama omongan Jelita. Mending sekarang kakak tanya sama Mama aja!" perintah Jelita. "Aku gak mau ada kesalahpahaman kak, aku gak mau dituduh selingkuh lagi. Aku udah janji sama kamu dihadapan Tuhan kalo aku gak bakalan selingkuh sama kamu!" sambungnya.
Ada sedikit rasa suka dalam hari Bara mendengar ucapan Jelita, tapi rasa kesalnya masih mendominasi. "Terus kalo beneran gak selingkuh kenapa kamu gak angkat satu pun panggilan dari aku ?" tanyanya.
Lalu tangan kanan Bara mengangkat pergelangan tangan kiri Jelita. "And, kenapa kamu copot cincin pernikahan kita ? Kenapa ? Supaya aku gak bisa lacak kamu ? Atau supaya kamu gak dikira udah nikah sama cowok-cowok ?" rahang Bara yang semula mengendur kini kembali mengetat saat teringat satu lagi kesalahan fatal Jelita.
Mata Jelita jatuh pada jari manis di tangan kirinya yang tidak terdapat cincin nikahnya. Bukan maksud tak ingin memakai cincin itu, ia tahu jika didalamnya ada GPS, tapi ia takut cincin mahal itu hilang.
Secara di restoran ia bekerja sebagai pelayan dan tukang cuci piring. Ia takut cincin itu akan jatuh di wastafel.
Grep....
"JAWAB TA!!! KENAPA DI COPOT ?!?!" Bara mencekik leher Jelita begitu erat.
__ADS_1
"Ta....uhuk...uhuk...takut jatuh ke wastafel kak...uhuk...." jawabnya jujur.
Dahi Bara mengkerut, ia menatap Jelita bingung. Apa hubungannya cincin dengan wastafel, istrinya kan tidak ia perbolehkan mencuci piring?
"Cari alasan yang bagus! Mana ad–"
"Sumpah Jelita gak bohong, Jelita di restoran sushi jadi pel– AHH!! sebaiknya kakak tanya Mama biarkan Mama yang jelaskan!" titah Jelita lagi!
Bara melepaskan cengkeramannya pada leher Jelita lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ia menghubungi sang ibu dan memintanya untuk datang ke kamarnya.
Tak berselang lama, Fara datang dengan Gala yang tertidur pada gendongannya. Wajahnya yang semula tersenyum lebar mendadak hilang senyumannya saat melihat keadaan Jelita yang baik.
"Sial! Kenapa dia baik-baik saja ? Kenapa tidak ada bekas luka pukul dan tamparan ?" batinnya kesal.
"Ma, coba Mama duduk di depan Bara. Ada yang mau Bara tanyakan!"
Dengan senyum tipis, Fara mengikuti kemauan sang anak. Ia duduk dihadapan Bara dengan wajah bingung.
"Ada apa nak ?"
"Kata Jelita tadi Mama tahu dia pergi kemana ? Kenapa gak ngomong sama Bara kalo tahu Jelita pergi kemana ? Kenapa malah diam saja waktu Bara tanya ? Jadi Jelita pergi kemana ?" tanyanya beruntun.
Fara menelan ludahnya susah payah, dalam hati ia mengumpati menantunya karena tak bisa menjaga rahasia.
"Ha ? Memang Mama tahu kamu pergi kemana, Ta ?" tanyanya pura-pura terkejut. "Perasaan kamu gak ijin ke Mama deh!" Fara mencoba mengingat.
Mata Jelita membulat mendengar kebohongan dari mulut ibunya! Apa-apaan wanita tua brengsek itu?!?! Padahal dia sendiri yang menyuruhku bekerja! Sekarang malah bilang aku pergi gak ijin ? Brengsek!
"Loh Ma ? Kan Mama yang minta Jelita pergi ke restoran Sus–"
Keringat dingin mulai membasahi pelipis Fara, ia dengan cepat memotong ucapan Jelita dan membalikkan keadaan.
"Kamu ke restoran ?" tanyanya sembari mengingat, lalu tak berselang lama Jelita menjentikkan jarinya didepan wajahnya. "Oh astaga, Mama baru ingat kamu tadi ijin mau main sama teman SMP mu di restoran sushi kan ?" sambungnya dengan senyum miring.
Mata Jelita membulat, lagi-lagi ia dibuat terkejut oleh ibu mertuanya ini. Bisa-bisanya ia mengatakan begitu, padahal kan dia bekerja sebagai PELAYAN DI SANA!!!
Sedangkan Bara kini menatap Jelita penuh kesal, kedua tangannya terkepal erat. "Benar begitu Ta ? Kamu pergi sama teman kamu ? Siapa cowok ? pergi sampai malam beg–"
"KAK BARA!! JELITA KAN GAK PUNYA TEMAN! KAKAK TAHU ITU!" teriak Jelita nyalang, jari telunjuk mengarah pada Fara. "Dia bohong kak! Aku bersumpah!"
Deg....
Emosi Bara meluap seketika, benar apa yang dikatakan Jelita, istrinya itu tak memiliki teman. Bagaimana mungkin Jelita nongkrong di cafe sendirian dari pagi hingga larut malam ? Sangat tidak masuk akal.
"HEH! BERANI-BERANINYA KAMU MENUNJUK KE ARAH MAMA! GAK ADA SOPAN SANTUNNYA YA!" Fara menatap nyalang Jelita. "Udah ceraikan saja dia Bar! Tukang selingkuh!"
Mendengar tuduhan ibu mertuanya, Jelita kembali menjawab. Ia tidak ada kalah cekcok jika memang dirinya benar! Fara memang benar-benar sangat licik!
Sementara Bara masih diam di tempat, tapi telinganya setia mendengarkan perselisihan diantara istri dan juga ibunya.
"Siapa yang benar ? Jelita atau ibunya ? Dia harus ikut kata ibunya meskipun salah atau lebih memihak pada istrinya ?" batinnya bingung.
Haruskah ia sewa mata-mata untuk mencari tahu kebenarannya ?
...o0o...
UDAH CHAPTER 65 YA GAISS....
ITU ARTINYA SUDAH MAU ENDING 🥺
KONFLIK TINGGAL DIKIT LAGI SELESAI DAN ENDING....
KALIAN TIM HAPPY ENDING ATAU SAD ENDING NIH ? RATU LAGI DILEMA 😌✋
ayo yang belum vote sama like, yuk dilakuin dulu biar Ratu makin rajin up mendekati ending nih....
__ADS_1