
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Jelita kini membawa nampan yang berisikan beberapa gelas red wine menuju meja mana saja yang red wine yang telah habis.
Mata Jelita menatap satu persatu meja, lalu menaruh satu atau dua gelas minuman ber-alkohol itu di meja.
Lalu kembali berjalan dan akan berhenti di meja yang kosong dan mengisinya. Begitu terus hingga langkah kakinya membawa dirinya menuju ke tengah ballroom hotel. Dimana itu merupakan tempat bagi tamu khusus. Yang diisi oleh para pengusaha dan artis ibukota. Sedangkan di pinggir dan sudut ballroom di isi oleh staff ADN Corp sendiri.
"Red wine, please!" ucap salah seorang pria paruh baya dengan setelan jas yang Jelita tafsir puluhan juta. Jelita pernah melihat jas itu di lemari pakaian Bara.
Jelita tersenyum, berjalan dengan nampan red wine-nya kearah pengusaha yang kini sedang menjentikkan tangannya, memberikan kode pada dirinya untuk berjalan ke arahnya.
"Silahkan tuan." Jelita menaruh beberapa gelas red wine ke meja para pengusaha itu dengan senyum lebar.
"Wah, dia terlalu cantik dan terlalu muda untuk di jadikan Office Girl. Lihatlah kulitnya yang bercahaya itu, bukankah lebih baik di la berdiam diri di kamar tanpa sehelai benangpun ?" tanya salah seorang pengusaha dengan perut buncit lalu mereka kini tertawa lebar.
Sedangkan Jelita yang mendengar itu hanya tersenyum, tak mungkin ia akan mencak-mencak marah ke arah pengusaha itu. Bisa-bisa tamat riwayatnya.
"Red wine, please!"
__ADS_1
Jelita menghela nafas lega, ada seseorang yang memanggil dirinya. Jadi ia bisa kabur dari para pria tua bau tanah yang sedang terang-terangan menggodanya itu.
"Saya permisi, tuan."
Jelita berbalik badan dan menggangkat nampannya sebatas dada untuk berjalan menuju seseorang yang memanggilnya di dua meja yang berada di belakang pria paruh baya itu. Tapi–
BYURRRR.....
"ARGHHHH!!!" teriak seorang aktris cantik secara spontan saat Jelita tanpa sengaja menubruk badan langsingnya hingga red wine kini membasahi dress hitam ketat miliknya.
Tubuh Jelita bergetar hebat, matanya membulat karena terkejut, sedangkan kedua tangannya yang tak memegang nampan lagi kini berusaha menutup mulutnya yang terbuka lebar.
"PELAYAN SIALAN!!! GIMANA GAUN GUE INI BASAH KUYUP!!! BAHKAN GAJI LO SETAHUN JUGA GAK BAKAL MAMPU BUAT BELI DRESS INI!" sengitnya.
Teriakan artis itu begitu kencang hingga membuat semua pasang mata menatap kearah Jelita dan artis itu.
Pria melambai itu memutar tubuh Nikita Mirzina, lalu meringis saat melihat artis top itu terlihat begitu kacau. "Ayo, gue bantu ke toilet. Lo udah jadi perhatian semua orang," bisiknya lalu menutup Nikita menuju toilet.
"Awas lo babu, gue bales lo!" ancam Nikita.
Saat Nikita sudah tidak ada, baru Jelita tersadar jika di perhatikan semua orang. Ia membungkukkan badan sembari mengucapkan maaf beberapa kali lalu mengambil pecahan gelas yang sudah pecah di lantai dan di masukkan ke nampan.
"Cepat bereskan, dan segera pergi daru sini Jelita!" batinnya memekik malu dan juga takut. Malu karena jadi pusat perhatian dan takut karena ancaman yang di berikan oleh Nikita Mirzina itu.
...o0o...
Dada Hades bergerak naik-turun, matanya terus menatap kearah Jelita yang sedang di bentak oleh seorang artis yang Hades tahu itu siapa.
__ADS_1
PELAYAN SIALAN!!! GIMANA GAUN GUE INI BASAH KUYUP!!! BAHKAN GAJI LO SETAHUN JUGA GAK BAKAL MAMPU BUAT BELI DRESS INI!" teriak artis itu tepat di wajah Jelita yang sudah pucat pasi. Gadis itu hanya diam sembari menunduk tanpa menjawab semua teriakan berisi makian yang dilontarkan Nikita Mirzina padanya.
Tanpa sadar pria itu berdiri, dengan kedua tangan terkepal erat. Dan mata yang menajam. Ia melangkahkan kakinya ingin menghampiri Jelita.
Namun ada suara yang menghentikan langkahnya kakinya, ia menatap penuh keterkejutan pria yang memasuki ballroom hotel dengan jas yang senada dengan seorang bayi yang berada di gendongannya.
Dan jangan lupakan ada seorang wanita yang memeluk lengan pria itu erat. Seolah-olah mengatakan 'ia adalah milikku, jaga pandangan mu dari pria ku!'.
"Seluruh tamu di mohon berdiri, Tuan Bara Leonardo Adinata dan tuan muda Gala Adinata beserta nona Raisa Andriana Harianto tiba di ballroom!!" teriakan seorang bodyguard bersamaan dengan ketiga orang itu memasuki ballroom hotel.
Mata Hades membelalak seketika, ia kini bergantian menatap Jelita yang juga sama terkejutnya dengannya–dilihat dari eksepsi Jelita sendiri.
"Siapa Raisa ? Siapa anak yang digendong Bara? Anaknya dengan Jelita atau dengan si Raisa itu ?" batinnya bingung.
Tak mau menunggu lagi, Hades segera berlari mengejar Jelita yang sudah pergi keluar dari ballroom untuk meminta kejelasan.
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA