HAMIL ANAK KAKAKKU

HAMIL ANAK KAKAKKU
CHAPTER 51 – CEO BARU ?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Ciitt....


Suara rem terdengar begitu nyaring berhenti tepat di depan gedung perusahaan taraf internasional yang terkenal akan kesuksesannya yang luar biasa.


Jaguar Company.



Perusahaan keluarga turun menurun milik keluarga Jagakarsa yang sudah berdiri hampir 75 tahun lamanya.


Siapa yang tak kenal dengan Jaguar Company ? Bahkan gelandang saja bermimpi bisa menjadi pekerja di perusahaan sukses itu meskipun hanya menjadi kacung.


Pintu mobil itu terbuka oleh seorang dengan headset ditelinganya yang memiliki kabel terhubung dengan HT. Pria itu membuka pintu mobil bagian penumpang dan keluarlah seorang pria tampan berbadan bidan dengan setelan jas mahal.



Tak...tak...tak...


Suara sepatu membuat semua orang yang berada di lantai dasar perusahaan itu menundukkan kepalanya takut.


Seluruh pegawai Jaguar Company memang datang lebih awal guna menyambut kedatangan CEO baru mereka yang digadang-gadang baru berumur 24 tahun.


"Seluruh staff dimohon untuk mengangkat kepala dan memberi hormat kepada tuan Hades Jagakarsa, selaku CEO baru yang menggantikan posisi CEO sebelumnya!" ucap Ranz, sekretaris Hades yang tugaskan oleh ayahnya agar menjaga dan membimbing Hades selama bekerja.


Mendengar perintah tuannya, seluruh pegawai Jaguar Company langsung mengangkat kepala dan terpesona seketika melihat senyuman tipis Hades.


"Perkenalkan saya Hades Jagakarsa yang akan menjadi CEO baru diperusahaan ini, yang berarti saya adalah atasan kalian semua yang menggantikan ayah saya yang memang sudah ingin pensiun." Hades tersenyum sesekali dengan menatap satu persatu mata karyawannya.


Sedangkan para pegawai itu yang memang sudah terpesona dengan senyum Hades, langsung mleyot mendengar suara berat Hades yang terkesan seksi di telinga mereka.


Sayangnya tidak hanya staff wanita yang terpesona, staff laki-laki juga terpesona dengan aura positif yang dikeluarkan Hades.

__ADS_1


"Benar gosip yang benar, saya baru berumur 24 tahun," jawab Hades seolah mengetahui isi hati para karyawannya.


Benar saja, mata hampir seluruh staff itu membulat terkejut mengetahui fakta itu.


"Tapi saya mohon jangan sepelekan kemampuan saya, karena ayah saya tidak mungkin memberikan saya tanggung jawab sebagai CEO tanpa menguji kemampuan saya terlebih dahulu," sambung Hades. "Diusia saya yang ke 24 tahun ini, saya akan segera lulus S2 jurusan manajemen bisnis di Universitas Indonesia Jaya."


Lagi-lagi mereka terbuat terkejut dengan ucapan CEO baru mereka. Universitas Indonesia Jaya ?? Hell! Kampus itu hanya diperuntukkan pada orang jenius dan kaya raya saja!


Universitas Indonesia Jaya adalah kampus terbaik se-Asia Tenggara. Tak sedikit atau bahkan banyak mahasiswa dari negara tetangga yang datang ke Indonesia hanya untuk berkuliah. Jadi amat sangat susah untuk masuk pada kampus itu, karena saingannya bukan hanya berasal dari Indonesia, tapi dari seluruh negara di Asia Tenggara.


"Itu saja yang ingin saya sampaikan, saya harap kalian mau menerima saya sebagai CEO baru dengan semangat," pinta Hades dengan senyum tipis.


Seluruh pegawai itu langsung menganggukkan kepalanya semangat. "BAIK TUAN! KAMI AKAN BEKERJA KERAS!" jawab mereka kompak.


"Jaya Jaguar Company!!"


"Jaya Jaguar Company!!"


Mereka melakukan yel-yel perusahaan dengan semangat sampai tak menghiraukan senyum devil yang diperlihatkan oleh Hades secara terang-terangan.


Pria yang berdiri di atas podium itu tersenyum pongah penuh kesombongan. "Bara Adinata, aku sudah berada di posisi ini hanya untuk Jelita. Posisi CEO muda tersukses akan jatuh dalam genggaman ku!"


"Siap-siap menunggu ajalmu Bara Adinata!" batin Hades yang sudah tak sabar untuk berperang melawan Bara.


...o0o...


Kini Jelita tengah mondar-mandir di ruangan office Boy-Girl yang sepi. Hari ini memang ia sengaja berada di sini tidak di ruangan suaminya karena takut wajah paniknya akan membuat Bara curiga kepadanya.


Entah sudah berapa kali selama 20 menit Jelita mengelilingi ruangan kecil itu, dengan keringat dingin membasahi pelipisnya.


"Sial! Gue harus ijin apa ke Bara biar ngijinin aku ke Apartemennya Hades ?" tanyanya bingung.


"Ijin ke rumah teman ? Pura-pura jenguk dia lagi sakit ?" Jelita menggeleng dengan idenya sendiri, lantas ia menepuk dahinya pelan. "Kan gue udah gak punya teman!" jawabnya sembari tertawa geli.


"Apa ijin makan diluar sendirian ?" Jelita menggelengkan kepalanya lagi. "Bara pasti bakalan ikut juga!" desisnya sebal mengetahui sikap suaminya yang semakin lama semakin manja kepadanya.


Gadis dengan atas ketat berwarna putih dan rok merah itu masih mengelilingi ruangan kecil itu, memikirkan alasan apa yang bisa dikatakan pada Bara agar mengijinkannya keluar saat makan siang untuk menemui Hades.



Hingga tanpa sadar ada seorang wanita yang melihat kearahnya dengan tatapan penuh iri dan juga dengki yang menumpuk.

__ADS_1


Dengan pakaian Office Girl yang kumuh karena bekerja seharian ia mendekati Jelita. "Itu rok gak kurang ke atas ? Gak sekalian nunjukin b0k0ng ?" tanyanya yang mengejutkan Jelita.


Karena Jelita sedari tadi seorang diri, ia sangat terkejut saat mendengar ada suara orang lain di ruangan ini.


Dengan cepat, ia membalikkan badan menatap siapa orang yang mengajaknya berbicara.


Dewi, boss para Office Boy-Girl yang mengajaknya bicara.


"Naik dikit, udah pasti b0k0ng lo udah keliatan," ulang Dewi lagi menatap sinis Jelita. Matanya bergerak dari atas kebawah menilai pakaian Jelita. "Itu kenapa ya ? Kok p4yud4ra lo makin besar ? Sering dimainin sama berapa laki ?" sambutannya.


Jelita memutar bola matanya malas, "mulai lagi..." batinnya. Padahal ia sama sekali sudah tak berbicara dengan Dewi, tapi wanita dewaßa itu terus-menerus mencari masalah kepadanya.


"Sekarang bisu ya ? Udah gak bisa jawab pertanyaan senior ?" tanyanya lagi. "Mulut lo digunain buat apa selama ini emang ? Buat ny3p0ng ***** cowo ?" Dewi tertawa terbahak dengan ucapannya sendiri.


Sedangkan Jelita yang memang sudah terbiasa mendengar ucapan tak pantas dari atasannya itu lebih memilih untuk diam.


Dewi memandang sinis Jelita karena merasa geram saat setiap ucapannya sama sekali dihiraukan oleh wanita belia itu.


Tangan Dewi terangkat untuk menunjuk wajah Jelita yang berada di depannya itu. "Lo emang kurang aj–"


"Tolong jangan mendekat ya!" ucap Jelita memotong ucapan Dewi. "Saya jijik soalnya dekat sama orang rendahan seperti kamu," tunjuk Jelita pada Dewi.


"Udah janda, di tinggal suami, kerjanya cuma nyinyirin hidup orang aja. Kenapa ? Panas ? Takut kalah saing sama saya yang bisa dekat sama tuan Bara ?" sambung Jelita, ia memberikan tatapan meremehkan pada Dewi. "Udah tua, malu Bu...."


Ucapan Final Jelita sebelum ia pergi dari ruangan yang terasa panas itu untuk menemui Bara.


"Bocah ular!!!!!!" teriak Dewi menggema.


Jelita tersenyum miring sebelum memasuki lift, senyuman di wajahnya karena menggoda Dewi hilang tergantikan raut cemas. "Aku harus alasan apa ini ? Aku harus datang ke Apartemen sebelum Hades yang datang kemari!!!" gumamnya.


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2