
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Cahaya mentari bersinar terang, seterang suasana hati kedua insan yang tengah bergulung dengan selimut tebal mereka, menutupi tubuh polos tanpa sehelai benangpun yang kini saling memeluk itu.
Setelah kemarin mereka berdua saling menyepakati untuk tetap bersama dan memulai hubungan lagi dari awal sebagai suami istri yang sah. Mereka langsung menghabiskan malam bersama yang panas dan juga berg4irah.
Namun sepertinya dering ponsel membuat salah satu dari kedua orang itu harus membuka mata, tangan lentiknya meraba-raba nakas untuk mengambil ponsel miliknya.
"Astaga, udah mau jam 7," pekiknya cukup kencang, mata Jelita membulat sempurna menatap layar ponselnya.
Ia mengembalikan ponsel itu keatas nakas, lalu berusaha melepaskan diri dari kukungan suaminya yang tengah tertidur.
"Kak, lepas dulu..." rengeknya sembari menyentak kuat-kuat lengan kanan Bara yang melilit pinggang mungilnya. "Kak awas!! Udah kesiangan ini. Aku mau kerja, nanti terlambat."
Jelita berusaha keras melepas tangan Bara dari tubuhnya, namun nampaknya Bara yang sudah kepalang nyaman tak semudah itu merelakan guling hidupnya pergi menjauh darinya.
"Ck, jangan ganggu suami lagi tidur, Ta! Dosa!" gumamnya dengan suara serak dan mata yang masih terpejam.
Jelita menggerutu tak suka mendengar ucapan Bara, "ya terus gimana ? kan mau kerja ?" tanyanya pasrah membiarkan tubuh kecil dipeluk erat oleh raksasa di sampingnya.
Tak menjawab, Bara semakin menyelundupkan wajah tampannya ditengah-tengah p4yu**d4r4 istrinya. Bara meraup habis udara yang bercampur dengan wangi d4da istrinya yang membuatnya semakin nyaman itu.
"Tidur lagi aja, lagian kamu kayaknya emang gak perlu kerja lagi."
"ARGHHHH!!!" teriak Jelita kencang, menatap tak suka kearah suaminya yang berada di belahan d4danya. "Udah jangan dised0t lagi, kak. Stok ASI di dalamnya habis kalo kamu yang minum terus!" sengit Jelita.
Bara tertawa kecil, lalu melepaskan p*ting Jelita dari mulutnya. Semalam ia sudah menghabiskan susu milik anaknya, kasian jika hari ini Gala kembali meminum ASI beku yang dihangatkan seperti kemarin saat p4yud4ra Jelita tak mengeluarkan ASI gara-gara ulahnya.
"Gak papa kalo sekali-kali, lagian istri harus nurut sama suaminya. Nanti dosa kalo ga nurut!" jawab Bara enteng dan kembali tertidur di pelukan istrinya.
"Nye...Nye..Nye.." Jelita bergumam tak jelas mendengar jawaban Bara. "Yaudah aku mandi dulu ya, nanti terlambat. Kakak mah enak, mau masuk jam berapa juga terserah. Secara kakak yang punya perusahaannya, lah aku..."
"Kan udah aku bilang gak usah kerja!"
"Ah, gak mau. Aku mau tetep kerja kak! Aku janji secepatnya aku bakal berhenti. Tapi kalo sekarang aku gak bisa, aku mau kerja mumpung Gala juga masih belum terlalu aktif. Aku janji akan segera berhenti..."
Bara melonggarkan pelukannya tapi tidak melepaskan kaitan kedua tangannya dari pinggang Jelita, pria dewasa itu kini menatap Jelita dengan tatapan tajamnya. "Enggak, Ta! Kamu resign aja! Nurut sama suami!"
Jelita menggeleng, matanya kini berkaca-kaca. "Aku tuh kayak orang yang gak berguna kak. Udah cuma lulusan SMA, kuliah aku gak lulus. Masa cuma diam-diam aja di rumah. Bisa stres aku..."
Melihat Jelita yang sudah ingin menangis membuatnya tak tega. Harusnya ia paham jika Jelita mungkin bosan karena tak ada satu orangpun dari tempat kuliahnya yang masih mau berteman dengannya. Dan di perusahaannya mungkin Jelita mempunyai teman, setidaknya untuk mengobrol. Jadi biarlah Jelita bekerja hanya untuk bersenang-senang.
"Baiklah, tapi tetapi janjimu yang akan segera resign secepatnya!" jawab Bara pasrah.
Jelita menganggukkan kepalanya antusias dan memeluk Bara dengan erat. "Pasti-pasti!"
Setelah itu pelukan mereka terlepas dengan senyum yang tak kunjung menghilang dari wajah mereka.
__ADS_1
"Sebagai hadiah, ayo kita mandi bersama!" ajak Jelita.
Mendengar itu mata Bara berbinar, namun sebelum ia menjawab pertanyaan Jelita. Istrinya itu sudah lebih dulu berlari dan memasuki kamar mandi dengan tertawa kencang.
Mata Bara melotot bersamaan sang adik yang tiba-tiba berdiri dengan tegap ke atas saat melihat Jelita yang berlari tanpa pakaian menuju kamar mandi.
BRAKK....
Jelita menutup pintu kamar mandi dengan kencang, membuat Bara tersadar dari lamunannya. Buru-buru ia menyingkap selimutnya dan ikut berlari menuju kamar mandi. Takut-takut Jelita akan berubah pikiran.
Bruk....
Brukk...
Berulangkali Bara memutar knop pintu kamar mandi, tapi pintu itu tak bisa dibuka. Bara mendesah kesal, pasti Jelita hanya menggodanya saja.
"JELITA BUKA!!! AKU GAK BERCANDA SEKARANG!" teriaknya kencang memegang sembari memainkan adiknya.
Byurr...
Byur...
Suara guyuran air semakin terdengar jelas, membuat fantasi Bara semakin liar di balik pintu kamar mandi.
"JELITA!!!!"
"Gak mau, kamu lama sih!!" jawab Jelita sembari tertawa kencang dalam kamar mandi.
"BUKA PINTUNYA! ISTRI HARUS NURUT SAMA SUAMINYAAAA!!!!"
...o0o...
"Mukanya merah banget, hahahaha...." tawanya tak kunjung mereda.
Wanita dengan satu anak itu, kini membuka pintu kamar mandi di perusahaan setelah mengganti bajunya dengan seragam Office Girl di kantornya.
Ia meneliti penampilannya yang sedikit berbeda dari biasanya, jika setiap harinya ia bekerja tanpa ada makeup dan wewangian di tubuhnya. Kini ia tampil sangat cantik dengan lipgloss yang membuat bibirnya basah, lalu blush on yang membuat pipinya kian merona dan jangan lupakan wangi anggur yang tercium saat ia melangkahkan kakinya.
Pantaskah wajah bak model itu menjadi office girl di perusahaan besar ? Dengan tampang menjual seperti Jelita harusnya ia bisa menduduki posisi sekretaris. Tapi apa mau dikata jika otaknya tak bisa diajak kerja sama.
Entah mengapa sejak peresmian hubungannya dengan Bara kemarin, Jelita benar-benar menanggap pria itu adalah suaminya. Jadi ia berdandan sebenarnya agar suaminya tak malu jika melihat penampilan istrinya yang selalu lecek saat di kantor.
"Kenapa aku baru sadar kalau aku cantik ?" ucapnya menatap pantulan dirinya di cermin dan tertawa kecil.
Setelah puas dengan penampilannya, Jelita segera keluar dari kamar mandi menuju lokernya, ia menaruh pakaiannya sebelumnya, lalu lanjut menuju ruangan perkumpulan para Office Boy-Girl untuk melakukan doa bersama sebelum bekerja.
"Ah, itu, akhirnya Jelita datang juga..." pekik Dewi melihat Jelita yang baru datang memasuki ruangan sempit itu.
Jelita tersenyum anggun, menghiraukan tatapan memuja dari para Office Boy yang kini menatapnya lapar.
Ia berjalan menuju kumpulan para Office Girl dengan dagu terangkatnya.
"Mau kerja jadi babu apa mau ngelonT ?" ucap salah seorang Office Girl yang berada di belakang Jelita.
Namun Jelita tak menghiraukan hinaan itu, ia memainkan rambut-rambutnya dengan tangan kanan.
__ADS_1
"Ah, baik, karena sudah terkumpul semua jadi mari kita mulai berdoa pada pagi hari ini agar semua pekerjaan kit–"
Tuk...tuk...tuk....
Ucapan Dewi terpotong saat terdengar suara derap langkah kaki memasuki ruangan kecil itu.
"Maaf sebelumnya memotong ucapan kamu, Wi," ucap Marcel ketua HRD yang baru saja memasuki ruangan itu.
"Silahkan pak, jika ada informasi yang mau disampaikan." Dewi tersenyum singkat kearah Marcel yang notabenenya lebih muda darinya.
"Singkat saja, Office Girl yang bernama Jelita mulai hari ini akan menjadi pelayan pribadi dari tuan Bara. Jadi Jelita tak perlu lagi bekerja seperti para Office Girl yang lain ya. Karena mulai hari ini pekerjaan Jelita hanya khusus melayani tuan Bara," ucap Marcel yang membuat para Office Boy-Girl beserta Dewi yang notabenenya adalah kepala Office Girl.
Marcel menatap Dewi sembari tersenyum. "Itu saja, Wi. Kamu bisa lanjutkan perbincangan kalian. Saya balik ke ruangan," pamitnya yang langsung melipir pergi ke ruangannya.
Kini semua pasang mata menatap Jelita heran, sedangkan yang ditatap mencoba meredakan keterkejutannya saat mengetahui tingkah suaminya yang begitu membuatnya kesal.
"Untuk Office Boy silahkan kalian langsung bekerja!" titah Dewi dengan wajah muramnya.
Setelah para Office Boy itu pergi, Dewi memandang sinis Jelita. "Hebat banget kamu udah jadi pelayan pribadi tuan Bara."
Wanita dewasa itu berjalan mendekati Jelita, dilihatnya wanita muda itu dari ujung rambut hingga kaki berkali-kali. "Pantesan hari ini dandan segala, mau godain tuan Bara ternyata..." sinisnya.
Jelita diam dengan dagunya yang masih terangkat. "Berani sekali mereka mencibir aku! Pada gak tahu apa kalo aku istrinya!" batinnya kesal.
"Inget ya Ta, lo tuh barusan ngelahirin. Masa anak masi bayi tapi lo udah ngelonT lagi sih," cibir Riska–salah seorang Office Girl juga.
"Kemarin di pesta udah buat kekacauan, berantem sama artis. Eh sekarang malah jadi gund**iknya tuan Bara," sahut Wirda.
Dewi tertawa mendengar penuturan anak buahnya yang mengejek Jelita. "Saya yang bertahun-tahun di sini saja belum pernah tuh diangkat jadi pelayan pribadi. Lah kamu cuma modal sela**ng**kangan bisa naik jabatan.." Dewi bertepuk tangan tepat didepan wajah Jelita.
"Kok mau ya tuan Bara sama yang udah longgar gini ? Mending sama aku yang masih per4w4n," sahut Riska lagi dan kini mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.
Jelita memutar bola matanya malas, dilihatnya satu persatu dari ketiga wanita itu yang sama sekali tak sebanding dengan dirinya yang cantik, kulit putih bersih dan juga manis.
"Udah ngomongnya ?" tanya Jelita yang membuat tawa mereka semua berhenti. "Kalau udah ngomongnya, aku mau ke ruangan Bara dulu. Mau ngasih jatah pagi-pagi," sambungnya sembari mengedipkan matanya ke arah Dewi.
Setelah mengatakan itu, Jelita langsung keluar dari ruangan sempit itu sembari melenggak-lenggokkan kakinya dengan anggun, yang justru membuat ketiga wanita itu bak kebakaran jenggot.
"LONT SIALAN!!!!!" teriak Dewi yang membuat Jelita tertawa di ujung lorong.
Wanita itu kini tak lagi menggunakan tangga darurat untuk pergi ke ruangan Bara, tapi menggunakan lift yang khusus untuk staff kantor.
"Gak papa kan ? Aku istrinya Bara loh. Ibunya Gala lagi, anaknya Bara..." batinnya tanpa memperdulikan tatapan mematikan seisi lift.
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA