Hanya Kamu

Hanya Kamu
Rencana Pernikahan Ulang Bagaskara


__ADS_3

shandrianna menyisir rambut ibunya dengan lembut lalu tara membawakannya bubur, shandrianna melihat tara yang benar-benar berubah pikirnya dia juga lebih sederhana dari sebelumnya.


" ibu aku tambahkan bawang goreng ibu suka kan " kata tara yang mulai meniup bubur itu.


" dimana resep obatnya biar aku yang menebusnya " tanya shandrianna.


handika pun mengambil sebuah kertas dari laci meja rias itu " ini cukup mahal sayang " kata handika.


" katakan saja padaku apa kebutuhan ibu dan juga rumah ini. selama aku bisa membantu aku akan memenuhinya. " dia menerima resep itu dan melihat bagaimana tara menyuapi ibunya dengan kasih sayang.


dini terlihat tersenyum menatapnya jadi dia pun ikut tersenyum " aku keluar dulu ibu, aku akan pulang setelah menebus obatnya "


" hati-hati nak " kata handika.


" iya "


baru saja dia keluar dari pintu kamar orang tuanya saat itu bagaskara dan juga aillen terlihat keluar.


" mommy " panggilnya.


" sayang kau sudah rapi " katanya membalas pelukan aileen.


" aileen ingin bertemu grandma dan grandpa "


shandrianna mengaggukkan kepalanya dan sekarang hanya tinggal mereka berdua saja " bisakah buatkan aku makanan ?" tanya bagaskara.


" kau punya uang beli saja diluar "


katanya dengan cuek dan langsung masuk kekamar , bagas hanya bisa mendesah pelan lantas mengikuti shandrianna " kamu kenapa disini ? pergilah bekerja " usir shandrianna.


" ailleen bilang ingin ikut aku kekantor jangan melarangnya "


" lalu kau mau bilang apa ? dia anakmu begitu ?"


" tentu saja , aku akan memberitahu semua orang kalau istriku masih hidup dan aku punya seorang putra yang tampan."


" Tidak nanti saja biarkan dia menemani ayahku disini. aku akan keluar menebus obat ibuku. "


bagaskara mengeluarkan dompetnya sehingga membuat shandrianna bingung , dia mengeluarkan kartu atmnya " pakailah untuk berobat ibu. "


" kau pikir aku tidak mampu mengobati ibuku sendiri ? simpan saja uangmu sekarang kau tidak perlu khawatir aku akan membiayai keluargaku sendiri. " ucapnya.


" oke tapi kau harus membayar semua uang yang aku berikan dan semua kebutuhan lainnya dirumah ini ? kau mau ? " tantang bagaskara.


" katakan padaku berapa jumlahnya ?".


bagaspun membuka ponselnya lalu dia mencari-cari sesuatu hingga dia memperlihatkan semua apa saja yang dia keluarkan


mata shandrianna membulat melihat banyaknya angka nol dibelakangnya, dia hanya bisa menelan saliva.


" bagaimana ?" tanya bagaskara yang merasa lucu melihat wajah shandrianna.


" kau krediturnya tidak mungkin banyak sekali " tuduh shandrianna.


" hahha sayang untuk apa mengambil uang orang lain disaat uangku sudah tidak cukup ditampung didalam brangkas "


" kalau begitu anggap saja kau membuang uang berapa persen dari hartamu. "


" ha begitu tidak bisa sayang ( bagas memeluk shandrianna yang belum mandi itu ) "


" hey lepaskan "


" aku rindu mendengar dan melihat wajahmu disaat aku memelukmu paksa seperti ini."


" aku akan melupakan uang itu dengan satu syarat, menikahlah lagi denganku "


" tidak mau ! "


" kalau begitu bayar semuanya. " bagaskara melepaskan pelukannya sehingga shandrianna hampir terjatuh tapi ditarik bagaskara.


" Andrew yang akan membayarnya "


" Lancang sekali kau berkata ha , tarik kata-katamu " ujar bagas.


" iya sayang " shandrianna menoleh kebelakang diikuti oleh bagas tapi tidak ada dan begitu menoleh shandrianna sudah tidak ada ditempat ternyata dia masuk kedalam kamar mandi.


bagas hanya bisa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya seperti inilah yang dia rindukan ketika bersama shandrianna perdebatan kecil itu sangat mewarnai pernikahan mereka.

__ADS_1


" siap atau tidak kau akan tetap menikah denganku " batinnya.


****


shitt sebuah mobil mercedez benz berwarna Biru berhenti didepan perusahaan bagaskara. pria itu keluar dengan gaya coolnya dan membuka kacamatanya.


tomi terlihat tampan dengan gayanya yang sekarang dan juga dia sudah tampak dewasa tidak seperti waktu dulu yang suka bercanda dari tampangnya.


" tomi ! tomi ! tomi ! " semua wanita yang ada disana selalu mengejarnya, tidak peduli kalau tomi tidak menyukai mereka. mereka selalu membawakan tomi makanan tapi tomi selalu menolaknya.


semenjak kehilangan shandrianna dia jarang bercanda wajahnya lebih ke serius, hanya kedua temannya yang mengerti siapa lagi kalau bukan alfian dan kak septi.


kak septi yang baru tiba itu melihat tomi yang dikerumuni oleh para gadis-gadis itu menatapnya tak suka. lantas dia berjalan dengan gaya casuel nya lalu mendorong para wanita itu.


kak septi tersenyum menatap tomi lalu mereka berdua pergi meninggalkan kerumunan itu.


prok


prok


prok


" hebat tomi ! hebat ! akting kalian berdua benar-benar natural " alfian tepuk tangan dari depan pintu perusahaan


kak septi membuka kacamatanya dan ttersenyum lebar " kau dikerumuni wanita tapi kau selalu menolak, tolong berikan satu untukku " ujar alfian.


" apa pak bagaskara sudah datang, laporan dari amerika harus segera aku berikan. "


" belum " jawab kak septi.


" sudah ayo masuk " ajak alfian.


mereka berempat masuk kedalam seperti biasa ruangan mereka ditempat yang lama. pertama kali masuk tomi selalu melihat kursi shandrianna yang kosong itu.


alfian dan kak septi mengerti kalau tomi tidak bisa menghilangkan pikirannya terhadap sahabatnya.


" Dia akan melihatmu dan ikut bersedih jika kau juga sedih " kata kak septi.


****


taksi itu membawanya ke perusahan bagaskara setelah sekian lama dia kembali keperusahaan itu tapi tujuannya hanyalah untuk mencari tomi.


shiitt


suara decitan rem mobil menandakan bahwa dia telah sampai di area perusahaan, kakinya turun dan keluar dari mobil ketika melihat gedung yang menjulang tinggi dihadapannya membuatnya kembali teringat akan masa lalunya didepan gedung ini.


dimana dia akan datang dengan suara tomi yang memanggilnya dan dua teman lainnya yang meneriaki namanya.


dia ragu ingin masuk kedalam tapi dia tidak yakin apakah tomi dan kedua temannya masih bekerja disini.


Kau tidak bisa menemuinya disini shandrianna.


lantas dia pun kembali dia tidak ingin menemuinya di tempat seperti ini, dia harus memberitahu tomi untuk itu dia menuju ke apartemen entah masih disini atau tidak dia tetap menunggu tomi di depan apartemennya tomi.


seharian ini dia menunggu tomi disini, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, dia harus kembali karena ailleen pasti akan mencarinya.


dia pikir tomi pasti sudah pindah dan tidak ada lagi di apartemennya, jadi dia mrmutuskan untuk kembali. sepertinya takdir belum ingin mempertemukan keduanya karena saat shandrianna turun menggunakan lift tomi naik menggunakan lift sebelahnya.


dengan rasa kecewa shandrianna kembali lagi kerumah, saat dia sampai didepan rumah aileen dan bagas telah menunggunya. aillen berlari kearahnya dan selalu memeluk.


" mom where are you ?" lirihnya.


" maaf sayang mommy tidak bermaksud pergi lama. " ucapnya menyesal.


" Telponmu kenapa mati ? dari tadi aku menelponmu. lain kali telpon aku " ujar bagaskara.


" daddy jangan marah " kata ailleen.


" sayang ini salah mommy, maaf " ucapnya pada ailleen.


" Anna kau kembali ? apa sudah beli obat ibu ?" tanya tara


Dia memberikan paper bag kecil berisi obat yang tah dia beli " disana ada anjuran pemakaiannya "


" terima kasih "


tara lekas pergi dari sana, lalu tangan mungil ailleen mengandeng tangan shandrianna.

__ADS_1


" Ailleen lapar mommy, buatkan aileen susu dan juga roti. "


shandrianna mengangukkan kepalanya seraya tersenyum lalu mereka bertiga masuk kedalam rumah dan menuju ke dapur.


" duduk disini mommy akan membuatkannya. "


" iya mom "


bagas dan aillen duduk berdampinh namun ponsel shandrianna yang ada dimeja itu berdiri andrew ingin melakukan video call.


" siapa sayang?"


" papa mommy "


ailleen mengambil ponsel shandriana dan mengesernya untuk menjawabnya. bagas cemburu melihat nya dia saja tidak dekat dengan shandrianna tapi andrew sesuka hati menelponnya.


" papa " sapa aillen.


📱 " Sayang hay ! sedang apa aillen disana ? dimana mommy ?" tanya andrew melambaikan tangan kekamera.


" mommy sedang membuat makan malam untuk aileen. papa bagaimana sekolah aileen ? kuda aileen ?"


andrew terkekeh mendengarnya aileen akan sangat bersemangat ketika bertanya tentang sekolah dan juga kudanya


📱 " hhaha sayang tenang saja papa sudah membayar semuanya jadi ... saat ailleen dan mommy pulang kudanya sudah siap. "


" terima kasih papa ".


📱 " sama-sama. dan jangan lupa jaga mommy oke ?"


bagaskara tidak suka melihat andrew begitu peduli pada shandrianna pikirnya siapa dia walaupun sudah membantu shandriana tapi tetap dia tidak boleh melebihi batasnya.


" sayang kemarilah mama ingin bicara pada papa "


" iya mom "ailleen pun berpindah kini dia berada di dekat shandrianna


" Nanti beritahu aku berapa jumlah pembayarannya, aku akan mentransfernya langsung."


📱 " Shand kamu jangan begitu, dia juga anakku, aku suka membiayainya sekolah sudah diam saja ailleen sangat berbakat. "


📱"kau sedang masak ya, kalau begitu tutup saja dulu nanti kita lanjutkan. "


" iya "


" bye papa "


📱 " bye sayang "


akhirnya video call itu pun ditutup, lantas bagaskara menatap shandrianna walau shandrianna tidak melihatnya.


" Sayang ini makanlah tapi tunggu dingin , mommy keatas sebentar "


" iya mom "


" daddy ikut mommy sebentar ya nanti kami turun "


" iya daddy "


lantas bagaskara menyusul shandrianna ke kamar mereka berdua. shandrianna terlihat melepaskan aksesoris yang dia pakai.


" Apakah selama ini selalu andrew yang membiayai kebutuhan kalian berdua ?"


" menurutmu ?" tanya shandrianna dengan wajah cuek.


" shandrianna aku bertanya baik-baik kepadamu "


" ya dia yang membiayai semua hidup ku dan hidup anakku. dia selalu melarangku mengeluarkan uang sendiri. "


" kalau begitu katakan padanya hitung semuanya dan aku akan membayarnya, aku tidak mau kalian berdua terus-terusan hidup dibiayai olehnya. sekarang ada aku semua kebutuhan mu dan anak kita aku akan menanggungnya. "


" Dia tidak seperti dirimu suka minta ganti rugi. dia pria baik-baik, maaf aku tidak bisa mengatakannya karena kami juga akan menikah dia akan tetap membiayai hidupku. "


" Kalau kau hamil anak ku kau akan tetap menikah dengannya ?" tanya bagaskara dengan suara serak dan tatapannya berbeda.


" jangan macam-macam padaku , aku akan berteriak dan kau tau ailleen akan mendengarnya. "


" makanya menurut denganku ! kau harus menikah lagi denganku, aku sudah mendaftarkan pernikahan ulang kita minggu depan " bagaskara meremas pundak shandrianna dengan kuat.

__ADS_1


__ADS_2