Hanya Kamu

Hanya Kamu
End ( Tamat )


__ADS_3

Rumah Sakit Bunda


" Nghhhhh "


diruangan bersalin itu shandrianna sedang bertarung nyawa melahirkan anaknya, tak lupa ada bagaskara yang setia menamaninya dan terus membisikkan kata-kata cinta dan semangat untuk istrinya.


" nghhhh " nafasnya terengah-engah dan keringat sudah keluar banyak dari dahinya.


" Kepalanya sudah terlihat, terus bu!" perintah dokter tersebut.


" nghhhhh shhh mashh sakitt "


" Sayang kau pasti bisa, ayo sayang sedikit lagi "


shandrianna memeluk erat bagaskara dan berusaha mengedan " nghhhhh"


Oek!


Oek!


Oek!


tangsian bayi sudah terdengar hingga membuatnya merasa lega. namun perjuangannya masih harus mengeluarkan satu lagi bayi karena anaknya ada dua.


" Ayo bu sekali lagi, Atur perlahan-lahan dan hembuskan lakukan berulang kali. "


" Sayang sekali ya " bisik bagaskara.


wajah shandrianna terlihat kelelahan namun perutnya tiba-tiba kembali bereaksi.


" ngghhhh "


dia terus mengedan berulang kali, sementara itu satu anaknya sedang dibersihkan oleh perawat diujung nya.


" Terus bu! "


" nghhhhhhh " dia menggelengkan kepalanya.


" aku tidak kuat mash " lirihnya.


bagaskara menjatuhkan air matanya melihat wajah istrinya yang begitu lemah itu, " maafkan aku, sekali lagi sayang ... ayo demi anak kita " dia menciumi wajah shandrianna.


" mhhhhhh "


" Iya bu dikit lagi"


dia mengatur nafasnya lalu mengedan untuk terkahir kalinya " nghhhhhhh "


Oek!


Oek!


Oek!


bagaskara kembali menjatuhkan air matanya " terima kasih! terima kasih sayang ! cup! cup ! cup! "


shandrianna yang sudah kelelahan itu jatuh pingsan tak sadarkan diri. " Selamat pak bayinya Kembar berjenis kelamin Perempuan dan Laki-laki." Ucap dokter wanita tersebut.


" Istri saya ?" dia tetap mengkhawatirkan shandrianna, sebelum mengetahui keadannya dia tidak akan tenang.


" Ibu shandrianna telah menghabiskan seluruh tenaganya, dia hanya tidur karena kelelahan. "


" Terima kasih Dokter "


Dokter pun tersenyum, bagaskara memandangi wajah shandrianna yang tertidur itu dia telah menghabiskan seluruh tenaganya untuk melahirkan anaknya.


***



bagaskara memperhatikan wajah kedua bayi kembar miliknya yang sangat tenang itu, yang satu tidur dan yang satunya terbangun.


Dia begitu bahagia dikarunia dua bayi kembar dan ditambah dua anak sebelumnya. Kini rumah akan ramai dengan tangisan bayi.


ceklek


Dokter dan perawat masuk kedalam ruangan, dan tersenyum " Mereka sangat tenang sekali, Pak Bagas silahkan tanda tangani ini. " Bagaskara tersenyum mendengarnya, dia pun menandatangani berkae tersebut.


" Apa sudah ada namanya untuk bayi kembar menggemaskan ini pak ? kami akan membuat Surat Keterangan kelahiran " tanya Dokter tersebut.


" Brian Putra Bagaskara dan Brianna Putri Bagaskara " ungkapnya.


Dokter tersenyum mendengarnya, kemudian perawat itu mencatat namanya. " Kalau begitu kami permisi pak "


" iya "


sengaja dia menamai Brian dan Brianna, Keduanya memiliki unsur nama dirinya yang diawali huruf B dan Ada nama Shandrianna yang sering dipanggil anna oleh keluarganya.


sangat lama dia menunggu shandrianna bangun, sampai dia merasa khawatir sendiri. dia pun berniat membangunkan shandrianna.


" Sayang ... Sayang bangun. "


Oek!


Oek!


Oek!


Oek!


" cup cup cup sayang ini daddy kenapa menangis hmm " diangkatnya satu anaknya yang disebelah kanan berjenis kelamin laki-laki itu.


" hustt "


oek!

__ADS_1


oek!


oek!


namun sayangnya tangisan anaknya semakin kuat, justru hal itu yang membangunkan shandrianna dari tidurnya.kepalanya terasa pusing karena kehilangan banyak darah.


" Sayang kau sudah bangun, lihat anak kita " ucap bagaskara yang mendekati anaknya kepada shandrianna.


oek!


oek!


oek!


" mas mungkin dia haus "


" Iya sayang, tapi apa Sudah keluar ?" tanya bagaskara.


" Entahlah" jawabnya dengan lemah.


" Sini mas aku coba dulu." setiap shandrianna berucap dia selalu mendesis, dia menerima anaknya dan membuka kancing bajunya.


" Sakit ya ?" bagaskara menanyakan kondisi shandrianna yang habis dijahit itu, mungkin dia tidak akan tahan jika dia yang diperlakukan begitu


shandrianna hanya menggeleng lemah " maaf ya, mas banyak maunya."


" hmm, mas Asinya tidak ada. mas coba beli susu formula saja "


" benarkah ? baiklah tunggu disini sebentar ya, mas beli di apotik dulu. " shandrianna menganguk mengerti, anaknya kembali menangis karena haus. dia kasihan karena asinya belum juga keluar.


beberapa saat kemudian bagaskara kembali membawa dua Kotak susu formula berwarna kuning itu. karena ada air panas dia langsung saja membuatnya.


oek


oek


oek


" iya sayang iya , ini susunya daddy sudah membelinya "


" Cepat sekali mas " ucap Shandrianna yang biasanya antrian apotik sangatlah panjang.


" orang dalam "


" ish kebiasaan "


" uh lihat sayang dia cepat sekali menyedotnya, sabar sayang nanti tersedak " ujar bagaskara yang sangat senang sekali memperhatikannya menyusu.


" Oh sayang bagaimana caranya membuat Asinya cepat keluar ?" tanya bagaskara.


" Entah mas aku juga tidak tau. mas Arunika tidak dijemput kemari ? dia sudah makan ?" dia tetap menanyai anaknya walau sudah berusia 6 tahun dan sudah termasuk mandiri dia tak pernah membiarkannya begitu saja.


" Sudah sayang, mas tadi menelpon Pak Seno katanya dia sedang tidur bersama Rayhan. "


" Untung kita punya tetangga yang baik, aku jadi tenang meninggalkan arunika. "


" Bayi yang baru lahir menang sering tidur. mas taruhlah dia diranjang itu, aku ingin melakukan sesuatu agar Asinya keluar. " Diambilnya oleh bagaskara kemudian ditaruhnya lagi keranjang. satu hal yang bagaskara suka melihat anak yang satunya itu selalu saja tidur dan begitu tenang.


Sementara itu shandrianna membuka kancing bajunya dan sedikit meremas ***********. " Keluar ?" tanya bagas.


" Tidak mas " jawabnya menggeleng.


" Kita tanya dokter ya "


" Nanti saja mas. mas aku haus rasanya tenggorokanku sangat kering. "


Bagas merasa gemas melihat mimik muka shandrianna yang lucu itu, dari suara shandrianna juga sebenarnya sudah menunjukkan dia haus hanya saja Dia tidak yakin apa shandrianna mau menerimanya.


" sebentar mas ambil "


bagas pun menuangkan air di gelas dan memberikannya keshandrianna, sekali lagi dia perhatikan wajah kedua anak kembar nya itu.


" mas " panggilnya sambil memberikan bekas gelas itu, langsung bagas taruh diatas nakas.


" iya sayang"


" anak kita mirip siapa ?" tanyanya, hingga bagaskara tersenyum dan langsung memperhatikannya lagi dengan lekat.


****


19 tahun kemudian


" Kakak Briaaaaannn !! " Suara bariton seorang gadis remaja yang berteriak membawa bunga ditangannya.


Para pria dan wanita yang berdiri melingkar disebuah meja sedang menata kue dengan ucapan kata " Happy Anniversary Mommy & Daddy "


" Hei jangan berlari adik kecilku yang manis " Pria tampan yang berpostur tinggi dan kulit putih berjongkok dan mengambil bunga ditangan adiknya, Dia adalah Brian Putra Bagaskara yang sekarang sudah berusia 19 tahun.


" Aletha kau sudah telat beberapa menit kau tidak tepat waktu. apa kami mengajarkanmu untuk suka membuang-buang waktu ?" Perempuan cantik dengan rambut yang diurai walau terlihat marah sebenarnya tidak dia hanya menggoda adik bungsunya saja.


" Apa salahku, Oh ya ampun hanya kak Brianna yang mengerti kondisi adik bungsu yang cantik ini, kak Anna tolonglah adikmu." Ucapnya berlagak yang memeluk wanita berpakaian warna merah dengan rambut yang disanggul, Dia Brianna si kembar yang terlihar sangat cantik.


" Dimana kak Aileen itu, jika mommy dan daddy pulang maka semua ini sia-sia " Gerutu Arunika.


" Kami datang " Suara lembut dari tengah-tengah pintu utama itu, tersenyum menatap adik-adiknya yang tengah menunggunya.


Jas hitam dan rambut yang rapi, juga dengan istrinya dan 2 anaknya laki-laki semua. Mereka berempat berjalan menuju keperkumpulan orang-orang.


" Kakak! " Si gadis remaja itu berlarian memeluk aileen, dia sangat menyukai aileen dan kakak lainnya kecuali Arunika yang sangat cerewet pikirnya.


" Halo gadis cantik kakak " pujinya seraya memeluk adiknya.


" Jangan dipuji kak atay gadis kecil itu akan mengatakan pada daddy Gadis Bungsu yang cantik akan menjadi super model terkenal Cih ! berlagak " saut Arunika


" wlek " Aletha menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


" Hei-hei sudah, Ayo kita tata lagi kakak cepat lah sebentar lagi mommy dan daddy pasti sudah tiba. " ajak Brian dan akhirnya mereka kembali menyiapkan acara anniversary tersebut.


namun dari depan terdengar suara mobil yang datang, Brianna yang mendengarnya langsung mematikan semua lampu " ayo bersembunyi " ajaknya.


" ehhh "


" kemarilah gadis nakal " Arunika menarik adik bungsunya itu dan mengajaknya bersembunyi.


tak


tak


tak


sepasang kekasih yang baru saja tiba kerumah nya, namun mereka nampaknya merasa aneh mengapa rumah ini terlihar gelap padahal anak-anak ada dirumah.


" Aletha ! Brian ! Brianna ! " Panggil bagaskara


" mas apa mereka sedang Keluar ?" saut Shandrianna yang tak melepaskan pegangan tangannya, namun tiba-tiba shandrianna merasakan menendang sesuatu.


" Sebentar mas "


" Ada sayang ?"


shandrianna berjongkok dan meraba-raba lantai, hingga tangannya mengambil kelopak bunga mawar.


" ini .... Arunika ! kau sudah pulang ? apa kau melakukan sesuatu kepada Calon suamimu nak ?"


" hi hi hi mangkanya jadi orang jangan suka bertengkar" kata Aletha yang mengatai kakaknya.


" Diam ! dasar anak kecil " saut kakaknya.


shandrianna bisa mendengar suara cicitan kedua orang itu " Arunika ! Aletha ! kalian dimana ? keluarlah ?" pannggilnya lagi.


" dorrr ! "


" Happy Anniversary yang ke-31 Tahun Mommy dan Daddy !"


semua lampu menjadi terang, dan anak-anak berdiri dihadapan mereka. kini tampak jelas wajah bagaskara dan shandrianna yang sudah berusia matang itu.


shandrianna menutup mulutnya karena tak menyangka akan diberikan surprise.


" Silakan " ucap mereka semua yang membelah barisan hingga mereka memperlihatkan dekorasi yang mereka tata.


" Cantik sekali " puji shandrianna.


" ayo mommy ! "


" Ayo Daddy ! "


sikembar membawa masing-masing orang tuanya untuk kedekat meja yang telah mereka tata itu. semua orang memperlihatkan kebahagiaan dan canda tawa mereka.


" Apakah mom and dad menyukainya ?" Tanya Aletha.


" Hmm tentu saja anak bungsu daddy yang paling cantik" puji bagaskara.


sekedar Info ! Shandrianan dan Bagaskara tidak menyangka akan diberikan kembali seorang anak, dulu saat si kembar berusia 7 tahun shandrianna hanya sekali melupakan pil kontrasepsinya hingga Lahirlah Aletha si gadis cerewet yang super aktif itu.


" Daddy suapi mommy " ucap Brianna.


" oh iya, daddy lupa sayang. " saut bagaskara.


" daddy mu sudah tua, selalu saja lupa. " timpal shandrianna.


" ya ya baiklah hari ini mas tidak akan marah dikatakan pelupa, karena hari ini hari yang sangat spesial, ayo buka mulutnya sayang "


shandriannaa tersenyum manis dan akhirnya membuka mulutnya, lalu dia pun membalas suapan itu.


" Hore !!! " ucap semua orang yang bertepuk tangan.


Bagaskara merangkul bahu shandrianna, melihat anak, menantu dan cucu mereka yang berbahagia malam ini. begitupun dengan dirinya Tuhan telah memberikan kebahagiaan yang tak terhingga kepadanya dengan anugrah 5 orang anak bersama shandrianna istri yang paling dia cintai.


" Kejutaannn ! "


mereka semua lantas terdiam, seorang pria tampan dengan jas navy dan terompet dimulutnya " Renaldi ! " Panggil Arunika.


" Iya sayang " jawabnya mengangkat kedua alisnya


" Happy anniversary calon mertua " ucapnya lalu arunika datang kepelukannya.


" hmm calon pengantin tidak tau tempat ! " Saut Aletha.


" Hey siapa yang mengajarimu ?" balas Arunika.


" Tentu saja ..." Aletha melirik kearah si kembar, kedua orang itu cengengesan.


" kaburrrr !!! " keduanya berpegangan tangan dan menaiki tangga.


" hahhahah " semua nya kembali tertawa melihat tingka para penghuni rumah itu.


Tak Lupa bagaskara dan Shandrianna saling menatap dengan penuh cinta .


" Terima kasih sudah menjadi Suami untukku, dan menjadi Matahari untuk hidupku ... Mas, aku sangat membutuhkanmu untuk tetap hidup di dunia ini. Tanpa dirimu aku seperti Gurun Pasir yang terasa gersang. Mari kita lanjutkan hidup kita lagi dengan sisa umur kita ini."


mendengar kata romantis dari istrinya bagaskara mengambil tangannya dan mencium punggung tangannya


" Mas akan menjadi matahari untuk siangmu, dan menjadi bulan untuk malammu. Cinta Kita akan tetap utuh untuk selamanya, Terima kasih sudah menjadi istri yang baik untukku dan telah memberikan 5 anugerah terindah untukku. Tanpa mu Hidup mas seperti Ikan yang ada didaratan, tak bisa bernafas. "


keduanya kembali tersenyum


" Selamat Hari jadi pernikahan mas Bagaskara Aditya Arif"


" Selamat Hari jadi pernikahan shandrianna La Zheira "


ucap keduanya yang bersamaan, Lalu saling memeluk bersama anak-anak, menantu dan cucu mereka.

__ADS_1


" ***Tidak mudah menjalani cinta yang dipenuhi keegoan, cinta yang diawali oleh keterpaksaan dan keterpautan usia yang cukup jauh. Tapi dengan keyakinan bahwa pasangan kita akan menerima apapun diri kita tanpa memandang status, Harta dan Usia pasti akan terjadi. cukup jalani dengan rasa sabar walau sering kali Derasnya angin sering merusak Istana Pasir yang telah dibangun. Terima kasih telah mengikuti Kisah cinta kami "


Bagaskara Aditya Arif & Shandrianna La Zheira***.


__ADS_2