Hanya Kamu

Hanya Kamu
Berbaikan


__ADS_3

Belum lama Nina kembali ke kamarnya


Bagas mendapat telepon dari mama Vanya agar segera membawa Nina menemui indra


Menurut mama Vanya , begitu sadar Indra langsung berteriak teriak memanggil Nina


Bagas segera mengambil kursi roda dan mengajak Nina menemui Indra


Indra yang sudah dibawa ke ruang perawatan


masih berteriak teriak mencari Nina


"Maa....mana Nina..


Dia tidak apa apa kan...


Maa.....mana....mana ...Nina.."


"Tenanglah nak...Nina sedang menuju kesini"


Mama menyentuh tangan Nina.


Menenangkan Indra yang terus memanggil Nina


"Mama gak bohong kan...


Nina bener bener gak apa apa kan...


Maaa...mana Nina .."


Mata Indra nyalang memandang sekeliling


mencari Nina


"Nin....dimana kamu sayang...."


Rini yang ada di ruangan itu mencoba menenangkan Indra


Mendekat ke arah Indra sambil memegang tangan nya yang tidak ada jarum infusnya


"Tenanglah ndra....aku menemanimu disini"


Indra menatap tajam ke arah Rini


Tangannya di tepiskan dengan kasar


"Kamu ngapain kesini...haahh...


Siapa yang mengijinkan kamu kesini ??


Keluar kamu....keluaaarrr...!!"


Rini memundurkan langkahnya ketakutan dengan teriakan Indra


Mama menenangkan indra.


Mengingatkan kalau jahitannya belum kering


Terdengar pintu kamar terbuka


Tampak Bagas masuk mendorong Nina di kursi roda


Indra langsung menoleh

__ADS_1


Matanya nanar menatap Nina


Tangannya terulur sambil berurai air mata


"Sayang.....sayangku....kau tidak apa apa kan..."


Indra berusaha bangun tapi tidak diijinkan mama karena kondisinya yang belum boleh banyak gerak


Nina bangkit dari kursi rodanya


Berdiri tertegun menatap Indra sambil terisak


"Sayang ...kemarilah...."


Indra mengulurkan tangan ke arah Nina


Nina memandang Indra sejenak


lalu berlari menghambur memeluk Indra di bagian tubuh yang tidak terpasang infus


Indra menyambut kepala Nina dengan tangannya yang bebas


Diciumnya kepala Nina dengan sepenuh hati


Nina sesenggukan


"Kamu bodoh mas Indra.


Kamu bodoh.....


Kenapa kamu lakukan ini...?"


Indra terus menciumi rambut Nina


Kemudian tersenyum menggoda Nina


karena tidak tahu betapa besarnya cinta mas padamu"


Nina bangkit dari pelukan Indra


Wajahnya pura pura cemberut ..


Indra terus mengelus wajah yang dirindukannya itu sambil tersenyum lebar


Mama menyadari Indra butuh waktu berdua dengan Nina


Tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena anak kesayangannya akhirnya selamat dan bisa bersatu lagi dengan wanita yang dicintainya


Meskipun harus melalui jalan yang cukup mengkhawatirkan, dimana Indra hampir kehilangan nyawanya


"Mungkin sebaiknya kita semua keluar"


Mama Vanya menggandeng tangan Bagas


dan memberi kode kepada Rini dan Wina untuk keluar


Rini dengan hati dongkol terpaksa mengikuti melangkah keluar


Di luar Bagas duduk agak dekat dengan Rini


sedangkan Wina duduk dekat Vanya


"Sepertinya kamu sekarang yang harus tau diri ya

__ADS_1


Tidak ada tempat untukmu diantara Indra dan Nina"


Bagas menyindir Rini


"Ciihh....siapa bilang


Merebut mamanya saja aku bisa


Apalagi cuma pacar"


Rini berdecih sinis ke arah Bagas


"Kita lihat saja...


modalmu kurang kuat kali ini...


Aku bisa pastikan kamu akan gigit jari"


Bagas tak kalah sinis membalas Rini


Wina yang kebetulan mendengar perdebatan itu hanya diam


Wajahnya memerah menundukkan muka


Di dalam ruangan , Indra menenangkan Nina yang terus menangis


Tangannya mengusap usap pipi Nina


"Sudahlah sayang...mas sudah tidak apa apa yang penting kamu sekarang tahu kalau mas benar benar mencintaimu"


Nina memegang tangan Indra yang membelai pipinya.


"Bagaimana dengan Rini ?"


"Mas tidak peduli ...sejak awal sudah mas katakan


Dia bukan siapa siapa


Dia tidak ada level dibandingkan denganmu "


Berdua mereka terdiam saling menatap


Indra masih membelai pipi Nina


Suara ketukan dan pintu terbuka membuat Nina dan Indra menoleh


Tampak dokter Hermawan didampingi dua orang perawat masuk ruangan Indra


Disusul oleh mama dan Bagas


Rupanya Rini dan Wina sudah berpamitan


"Halo...selamat siang ndra


Saya dokter Hermawan yang bertanggung jawab atas operasi yang kamu jalani kemarin"


",Selamat siang dokter


Terima kasih atas pertolongan nya"


Indra menjawab sapaan dokter hermawan


"Bagaimana...apa ada keluhan yang dirasakan?"

__ADS_1


Tidak ada dokter .....kecuali rasa kangen sama dia"....Indra melirik Nina


Semua di ruangan tertawa mendengarnya


__ADS_2